
"Kau harus kuat Ibu, karena aku tidak mau kehilangan ibuku untuk kedua kalinya," ucap Danar Gumilang
Melihat kondisi Welas Aku yang semakin ngedrop, Danar Gumilang membawa wanita tua itu menuju ke rumah sakit walaupun Welas Asih tidak mau tapi Danar berhasil meyakinkan dirinya.
Setibanya di rumah sakit, Danar segera menelpon semua anggota keluarga untuk mengunjungi Welas Asih. Ia sudah memiliki firasat buruk, dengan kondisi ibunya itu.
Setelah Magrib semua sudah berkumpul di bangsal perawatan Welas Asih. Mulai dari Prabu Panji Arjowinangun beserta ratu Pitaloka, Ganendra dan Naya serta Arkadewi. Damar Langit beserta istri, anak, dan menantunya. Danar Gumilang beserta anak, menantu dan juga cucunya.
"Ibu, semuanya sudah berada disini, kecuali Rendra dan Alina. Karena mereka tidak boleh masuk ke dalam ruangan perawatan," ucap Panji Aryowinangun
Welas Asih segera membuka matanya, dan menatap Anak, cucu dan cicitnya.
"Terimakasih kalian sudah mau datang menjengukku, aku cuma ingin berpesan pada kalian semuanya agar selalu menjaga nama baik keluarga kita. Saling bantu jika ada keluarga kita yang sedang tersandung masalah atau sedang kesusahan. Perkuat tali persaudaraan dengan saling peduli dan selalu menjalin silaturahmi. Khusus bagi cicit-cicit Omah yang masih muda, aku ingin kalian menjaga bicara kalian didepan umum, karena bisa saja apa yang kamu ucapkan akan kembali pada kalian, ingat itu Nay, Cassey!" ucap Welas menghentikan sejenak nasihatnya
"Iya Omah," jawab Nay dan Cassey
"Key," panggil Omah
"Iya Omah," Cassey berjalan mendekati wanita tua itu
__ADS_1
"Omah sangat sayang padamu Nak, makanya aku sangat keras padamu, karena aku tahu kamu adalah anak yang kuat dan Omah berharap banyak padamu sayang, karena aku bisa melihat kau bisa menggantikan posisiku suatu saat nanti, kau adalah pribadi yang tangguh, kuat dan penyayang. Lindungi adikmu Nay, karena aku tahu kau bisa menjaganya, Anak-anakku, cucuku dan juga cicit-cicitku maafkan aku jika selama ini terlalu keras mendidik kalian, dan kalian pasti benci padaku, terutama Arkadewi maafkan aku menantuku, walaupun aku sering memarahia mu itu karena aku ingin kau berubah menjadi wanita yang baik, Cassey juga maafkan Omah nak, Nay cicitku yang paling bungsu kau harus kuat jadilah wanita kuat seperti ibumu dan juga Iparmu Cassey, Lulu dan semuanya, maafkan Omah, jika omah banyak salah. Aku selalu berdoa semoga kalian selalu dilindungi sama Tuhan dan selalu bahagia," ucap Welas Asih dengan nafas yang mulai tersengal-sengal
"Baik Omah, Key akan menjalankan semua amanah Omah. Key akan jaga Nay dan Alina," ucap Cassey mencium tangan Welas Asih dan diikuti yang lainnya.
Welas Asih hanya tersenyum dan mengusap lembut wajah Cassey sebelum akhirnya ia menutup matanya untuk selama-lamanya.
"Omah, Omah," ucap yang merasa terkejut dengan keadaan Welas Asih yang tiba-tiba mendengkur dan akhirnya tertidur tidak bangun lagi.
Danar segera mendekati Cassey.
"Ibu, Ibu," Danar mencoba membangunkan Welas Asih yang sudah terpejam, ia juga mengecek denyut nadi wanita itu, dan ternyata sudah tiada.
Tidak lama kemudian dokter segera datang dan memeriksa kondisi Welas Asih.
"Yang Mulia Ibu suri sudah pergi untuk selamanya," ucap sang dokter membuat semuanya langsung terisak. Satu-persatu mereka mencium wanita tua itu sebagai ucapan perpisahan padanya.
*********
Hari ini Istana memasang bendera setengah tiang sebagai tanda pihak istana sedang berduka cita atas meninggalnya Ibu Suri, Welas Asih.
__ADS_1
Keluarga kerajaan bahkan menjadikan hari itu sebagai hari libur sampai tiga hari untuk menghormati jasa-jasa Ibu Suri.
Dalam keadaan duka seperti itu ternyata kubu Rahardian manfaatkan kondisi ini untuk mengadakan rapat dengan para sesepuh keraton dan para penasihat Kerajaan untuk menyelesaikan masalah pro dan kontra bayi Albino Naeswari.
Ia mengadakan rapat tertutup tanpa mengundang Danar Gumilang ataupun pihan pemegang kekuasaan saat ini. Lelaki itu sengaja mencari dukungan dari para pengikut Panji Aryowinangun den Danar Langit. Tentu saja hal ini membuat Danar berang, ia langsung mendatangi pertemuan itu.
"Bubar!!!" teriak Danar dengan wajah memerah penuh amarah, Ia menatap satu persatu orang yang ada didalam ruangan itu dengan tatapan penuh kebencian terutama saat melihat Rahardian, kakak tirinya.
"Kau benar-benar tidak beradab Kang Mas, Kau tahu sekarang kita masih dalam keadaan berduka, tapi kau malah mengadakan pertemuan ini, apa sebenarnya yang kau cari. Kalau kau ingin kekuasaan sekarang juga akan aku berikan. Tapi hormati dulu Ibumu, Ibu yang merawatmu, apa kau lupa ibu kandungmu tidak mau menyusuimu gara-gara kau sangat Rakus, dan siapa yang memberimu asi saat kau merengek tengah malam, pagi dan siang. Dia adalah Yang Mulia Ibu suri, tidak bisakah kau menghormatinya tiga hari saja, memberikan ketenangan kepada keluarga kerajaan untuk memberikan doa padanya!" seru Danar Gumilang sambil berusaha mencekik lelaki itu
"Hentikan Kakek!" seru Cassey
"Biarkan aku yang akan menyelesaikan masalah ini, sekarang dengarkan wahai oara sesepuh dan juga penasihat istana. Saya memang masih terlalu muda untuk berdiri disini memberikan pencerahan kepada kalian yang sudah tua tapi tidak tahu diri. Kenapa saya lancang berbicara seperti itu, sebelumnya saya minta maaf jika tidak sopan berbicara didepan para dewan Penasihat Kerajaan dan Juga sesepuh kerajaan. Sekarang warga Jogja sudah mau menerima Alina sebagai bagian dari keluarga kerajaan karena mereka sadar tidak ada yang salah dengan Alina, hanya saja Tuhan memberinya ujian memiliki warna kulit, rambut dan mata yang berbeda dengan kita. Seandainya Alina bisa memilih mungkin dia juga tidak mau dilahirkan menjadi anaknya Nay, kenapa?, karena dia tahu dia tidak akan diterima di sini dan hanya di jadikan sebagai bahan bullyan demi untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan. Mungkin Alina lebih memilih dilahirkan sebagai rakyat biasa yang mau menerimanya apa adanya, dan menyayanginya dengan tulus tanpa ada embel-embel lainnya. Dan tidak semua orang mau menerima dengan legawa saat mendapati bayinya adalah seorang Albino. Banyak dari mereka yang langsung membuangnya ataupun memberikannya pada orang lain atau panti asuhan karena malu, dan tidak kuat dengan cibiran orang, malu karena tidak memiliki bibit unggul. Dan Harusnya kita patut Bangga dengan Nay, walaupun dia keturunan darah biru tapi dia mau menerima anaknya yang Albino, dia tidak memperdulikan cibiran orang dan Anggota keluarganya sendiri yang mencelanya.
Tidak seperti yang keluarga kerajaan terdahulu yang langsung membuang anaknya setelah tahu kalau putrinya Albino, termasuk cucu dari Raden Mas Rahardian yang diasuh oleh dayangnya di desa terpencil dekat Merapi." ucap Cassey membuat semuanya tercengang
"Jangan fitnah kau Cassey, jaga mulutmu!" hardik Rahardian
Cassey hanya tersenyum sinis mendengar jawaban Rahadian.
__ADS_1
"Apa aku perlu mendatangkan wanita yang merawat cucumu itu Kakek," tantang Cassey membuat Rahardian langsung menutup mulutnya.