
"Jadi ternyata ini yang kamu lakukan dibelakang ibu Devin, kamu bener-bener tidak bisa dipercaya. Kamu memutuskan hubungan dengan Kimmy karena ingin bersama dengan wanita rendahan ini, sungguh benar-benar bodoh, sekarang ayo pulang!" seru wanita itu langsung menyeret Devin masuk kedalam mobilnya.
"Dan kau jal*ng jangan harap bisa menjadi kekasih atau istri Raka!" hardik perempuan itu ke pada Kinan.
"Diih gaje, dateng-dateng marah-marah, emangnya siapa yang mau jadi pacar si Cumi, makanya kalau ngomong itu lihat-lihat dulu siapa orang yang diajak ngomong, tanya saja apa hubungan kami dengan putra kesayangan kamu itu!" jawab Kinan
"Lagian gue sama sekali tidak tertarik dengan Devin, jadi tolong jaga bicara anda!" tambah Kinan yang langsung masuk kedalam rumahnya.
"Sial, bocah ini berani sekali padaku, jika ini dibiarkan bisa bahaya, walaupun dia bukan pacar Devin tapi sepertinya Devin suka dengan anak ini," batin Harsiwi
Wanita itu menatap lekat kepergian Kinan yang mengacuhkannya.
"Jalan sekarang!" perintah Harsiwi
Devin langsung melajukan mobilnya menuju ke Istana Cendana Kalingga.
Setibanya di Istana Harsiwi langsung memanggil Baladewa menuju ke ruangannya.
"Kamu ini sebenarnya benar mengawasi Devin atau tidak Dewa, kenapa kalian bisa terpisah. Kau di hotel dan Devin di rumah orang biasa, bahkan kau tidak tahu bukan kalau anak itu ikut balapan lagi?" tanya Harsiwi
"Maaf yang mulia, hamba bisa mengerti apa yang anda rasakan saat ini, aku tahu semuanya, tapi tidak ada salahnya bukan, sesekali Devin juga harus menikmati hidupnya, apalagi sudah sebulan ini dia hidup seperti seorang tahanan, lagipula wanita itu bukan pacar Yang Mulia Pangeran. Dia tinggal di rumah itu karena ayah gadis itu kenal dekat dengan Raka itu saja," jawab Baladewa
"Tapi aku tidak suka jika dia bergaul dengan rakyat jelata, aku ingin dia bergaul sesuai dengan kastanya," jawab Harsiwi
*********
"Miss," suara panggilan Lisven membuyarkan lamunan Kinanthi.
"Ada apa Pak?" jawab Kinan
"Kamu dipanggil oleh Bu Kepsek,"
Kinan langsung mengangguk dan menemui kepala sekolahnya.
"Ada apa Ibu manggil saya?" tanya Kinanthi
"Hari ini aku menugaskan kamu untuk mengantar anak-anak lomba story telling sama lomba atletik, yang akan diselenggarakan di kota Surakarta, kebetulan kita mewakili provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta," tutur Ibu Kepala Sekolah
"Baik bu, saya sendiri atau sama Pak Hartono Bu?"
"Kamu sendirian bisa Kan Miss, soalnya Pak Hartono lagi ada pelatihan, Pak Lisven juga sedang membantu saya mengerjakan tugas untuk penilaian kinerja kepala sekolah,"
"Ok, Bu tidak masalah. Yaudah saya jalan sekarang nih," jawab Kinan
"Tahun depan, ya sekarang dong Miss, pakai nanya segala, cus anak-anak sudah menunggu di depan," ujar Bu Kepsek
"Siap Bos," Kinan langsung keluar menemui tiga orang siswa-siswinya yang sudah menunggunya di depan gerbang.
"Cuma tiga orang doang nih?" tanya Kinan
"Iya Miss, emangnya kalau nambah lagi masih boleh?" tanya Wati
"Boleh kalau mau Miss gampar," jawab Kinan
"Dih galak banget Miss,"
"Makanya jangan suka mancing singa lagi tidur," jawab Kinan
"Perasaan gak ada singa lagi tidur deh Miss, emang dimana singanya?" tanya Wati
"Kamu pengin tahu banget dimana singanya?" tanya Kinanthi
"Hmmm,"
Kinanthi langsung memasang kuda-kuda hingga membuat Wati ketakutan.
"Gak jadi Miss, Wati udah liat kok, peace!"
"Sekarang ayo naik, tuh Taksinya sudah datang!" seru Kinan
Semuanya langsung bergegas masuk kedalam taksi dan meluncur meninggalkan SMA Merah putih.
"Duh, kenapa gue jadi keingetan sama si cumi mulu sih," Keluh Kinan
Entah kenapa sejak ia berpisah dengan Devin wajah tengil pemuda itu selalu menghantui pikiran Kinan, bayangannya seolah menggoda Kinan untuk mengejarnya seperti dalam film India.
"Gue gak boleh suka sama dia, ingat Kin kalian beda kasta, apalagi ada mak lampir yang siap memisahkan aku dan si Cumi, diih ngeri!" ucap Kinan lirih
"Sebentar lagi kita sampai, simpan ponsel kalian, ingat jangan main handphone sambil jalan karena bahaya," tegur Kinan saat melihat siswanya asyik bermain ponsel setelah turun dari taksi.
"Riski, ati-ati kecebur got kalau main handphone sambil jalan!" Sekali lagi Kinan memperingatkan
"Iya Miss," baru saja Riski akan memasukan ponselnya kedalam tas tiba-tiba ada seseorang jambret yang merampas ponselnya
"Jambret!!!"
" Miss tolong handpone aku di jambret!!" ucap Riski dengan nada sedih
"Makanya kalau Miss kasih tahu nurut!!" hardik Kinan yang langsung mengejar jambret itu.
Kinan langsung menarik kerah baju lelaki itu dan menghempaskan pukulannya ke wajah jambret itu.
__ADS_1
"Serahkan ponsel itu atau ku bikin kau babak belur!" ancam Kinan
"Ambil saja kalau berani," ledek jambret itu yang langsung melemparkan ponsel itu kepada temannya.
"Dasar bangs*t beraninya meledekku!"
*Bugghhh!!!
Karena kesal Kinan kembali melesatkan tendangannnya kearah lelaki itu hingga jatuh tak berkutik di tanah.
"Mamp"s lo, makanya jangan suka main-main dengan Konan eh Kinan," Kinan segera mengejar jambret lainnya yang kini membawa ponsel Riski
*Wuuushh!!
Kinan melompat seperti seorang yang sedang melakukan parkour saat mengejar jambret itu.
"Mau kemana lagi lo!" ucap Kinan yang berhasil menghadang jambret itu.
"Serahkan ponsel gue atau lo gue bikin mamp*s kaya temen lo itu!" ucap Kinan sambil menunjuk ke arah jambret yang sudah pingsan di jalan.
Pria itu hanya menyeringai dan langsung melesatkan serangannya kepada Kinan, beruntung gadis itu langsung menghindar sehingga ia tidak terkena sabetan celurit si jambret.
" Mau main kasar ok, saya siap melayani anda!" ucap Kinan yang langsung membalas serangan lawan dengan tendangan mautnya hingga membuat jambret itu terhempas ke samping, tidak menyia-nyiakan kesempatan Kinan juga memukulnya dengan pukulan bertubi-tubi hingga lelaki itu jatuh terkulai ke tanah.
Kinan segera mengambil ponsel yang dipegang lelaki itu dan kembali menemui siswa-siswinya.
"Terima kasih Miss, ternyata Miss keren banget bisa ngalahin para penjahat dengan sekali pukul langsung keok," ujar Riski
"Hmmm, makanya jangan suka main handphone di jalan lagi, bahaya!" seru Kinan
"Masukan ponselnya, kalau ga Miss yang bawa!!" tambahnya lagi
"Iya Miss," Riski langsung menyerahkan handphonenya pada Kinan begitu juga dengan Wati.
"Handphone kamu mana May?" tanya Kinan
"Maya gak punya Handphone Miss," jawab Maya
"Ok," jawab Kinan menggandeng Maya menuju ke SMA Cendana yang sudah berada tidak jauh darinya.
Setibanya di SMA Cendana mereka kemudian berkumpul di aula untuk menghadiri pembukaan lomba. Betapa terkejutnya Kinan ketika tahu jika Devin menjadi pembicara untuk membuka lomba tersebut.
"Kenapa harus ketemu dia lagi sih," keluh Kinan
Ia bahkan berusaha untuk menundukkan pandangannya agar Devin tidak melihat kehadirannya.
"Jangan sampai dia lihat gue," batin Kinan saat Devin menyalami semua pendamping peserta lomba.
"Kenapa gue jadi deg-degan gini sih," batin Kinan saat Devin menyalaminya
"Kinan," batin Devin terpana melihat Kinan yang terus menunduk tanpa mau menatapnya
"Yang Mulia," ucap Baladewa
"Iya,"
"Jangan bengong, kita masih diawasi oleh yang mulia Ratu, jangan membuat Kinan dalam masalah, cepat pergi dari sini," ajak Baladewa
"Baik, paman," Devin segera mengikuti Baladewa keluar dari aula setelah memberikan menyalami semua pendamping peserta lomba.
"Syukurlah, dia gak lihat gue," ucap Kinan lega.
Ia kemudian langsung menuju ke ruang lomba story telling yang akan dimulai terlebih dahulu dari atletik.
"Kita semangatin Maya dulu ya habis itu baru ke lapangan deh buat nyemangatin kalian!" ujar Kinan
"Baik Miss," jawab Riski dan Wati
"Maya, Maya, Maya!!" ketiganya langsung bersorak memberikan semangat untuk Maya saat gadis itu tampil diatas podium. Tidak lupa Kinan mendokumentasikan Maya yang sedang melakukan story telling dengan sangat apik.
"Maya memang keren, walaupun secara fisik dan ekonomi kamu kurang tapi dari segi intelektual dan kecerdasan kamu nomor satu Maya, bahkan kamu jago banget dalam berbicara bahasa Inggris, pantas saja Rendra tergila-gila sama kamu," batin Kinan
Selesai melihat Maya tampil Kinan beserta Rizki dan Wati langsung menuju ke lapangan untuk mengikuti lomba lari maraton.
"Semangat ya!!" seru Kinan ketika kedua siswanya sudah bersiap-siap di garis start lomba.
Pukul setengah tiga perlombaan selesai di gelar dan SMA Merah Putih hanya berhasil mendapatkan juara ke dua untuk lomba story telling sedangkan dari bidang atletik tidak mendapatkan juara.
"Sudah jangan sedih kalah menang dalam lomba itu biasa Riski, Wati, kalian bisa menjadi juara di lomba selanjutnya jadi jangan kecewa ya, banyak berlatih dan terus semangat!" ujar Kinan menyemangati kedua muridnya yang gagal mendapatkan medali.
Ia kemudian mengajak ketiga siswanya makan di rumah makan cepat saji Mang Doanld.
"Sekarang kalian bebas makan sepuasnya," ucap Kinan
"Beneran Miss,"
"Yoi, mumpung Miss lagi banyak duit, kalian semua aku traktir!" tambah Kinan
"Asyik!" jawab ketiganya
Kinan merasa bahagia melihat ketiga siswanya begitu lahap menikmati makanannya.
__ADS_1
"Jadi pengin jadi anak kecil lagi, enak kali ya gak ada beban," ucap Kinan lirih
Ia kemudian mengedarkan pandangannya hingga ia melihat sepasang muda-mudi yang sedang menikmati eskrim sembari bersenda gurau.
"Ya Ampun kenapa wajahnya berubah jadi Devin sih, jangan-jangan gue udah gak waras ini," ujar Kinan sambil mengucek-ngucek matanya.
"Miss kenapa?" tanya Maya
"Gak papa cuma kelilipan," jawab Kinan
"Kalian sudah selesai makannya?" tanya Kinan
" Sudah Miss," jawab ketiganya kompak
"Yaudah kita siap-siap pulang, Miss ke toilet bentar ya," Kinan segera menuju ke toilet, ketika ia menuju ke toilet gadis itu merasa ada yang mengikutinya.
Ia berhenti sejenak untuk melihat siapa yang mengikutinya, tapi ia tidak melihat siapapun dibelakangnya.
"Bodo amat deh," ujar Kinan yang langsung masuk kedalam toilet
Ia kemudian langsung memesan taksi online untuk mengantar anak didiknya pulang.
"Kalian segera hubungi orang tua kalian untuk menjemput kalian di sekolah, karena Miss akan menurunkan kalian semua disekolah, paham!" tanya Kinan
"Paham Miss," jawab mereka serentak
Setibanya disekolah ketiganya langsung di jemput oleh orang tuanya masing-masing.
"Alhamdulillah, selesai juga tugas hari ini," ucap Kinan, ia kemudian segera memesan ojek online untuk mengantarnya pulang, namun tiba-tiba ada seseorang yang melempar sesuatu kearahnya hingga mengenai kepalanya.
"Aww, siapa sih yang kurang kerjaan pakai lempar-lemparan kertas ke kepala gue!" keluh Kinanthi
Ia kemudian membuka kertas itu, dan betapa kagetnya ketika tahu isi kertas itu adalah foto Devin yang sedang di sandera.
"Ini benaran atau Hoax?" tanya Kinan lirih
"Itu benar, Aku menyandera Devin untuk memancingmu keluar, karena kau telah membuat aku marah Kinan, kau yang sok jagoan sudah berani-beraninya mempermalukan aku didepan umum dan juga membuat anak buahku babak belur, jadi aku akan membalas semua perbuatanmu dengan menyandera Devin pacarmu itu, jadi kalau kau benar-benar ingin menyelamatkan kekasihmu itu, datang ke alamat yang tertera pada foto itu!" ucap Alex meningalkan Kinan
"Wooii, denger ya Alex, gue bukan pacar Devin. Jadi salah kalau lo minta gue untuk menyelamatkan Devin, harusnya kamu minta ke orang tua Devin untuk menyelamatkan anaknya yang lo sandera bukan gue!!" cibir Kinan
"Terserah, kalau lo mau temen lo selamat datang ke markas kami, atau lo akan diislahkan oleh pihak istana karena tidak mau menolong Devin sang putra mahkota," ancam Alex
"Diih, salah alamat lo, kalau kamu dendam sama gue lawan gue langsung jangan main sandera orang yang gak ada hubungannya sama gue, kasian keluarganya nyariin!!" jaeab Kinan
"Terserah Lo, jangan salahkan gue kalau sebentar lagi orang Istana Cendana akan menangkapmu karena dituduh menculik fan membunuh Devin," ujar Alex berlari meninggalkan Kinan
" Entah Kenapa gue kok gak percaya sama foto ini, atau ku telpon Devin saja untuk memastikan si Cumi di sandera atau tidak," Kinan langsung menelpon Devin
"Halo Cumi, dimana lo?" tanya Kinan
"Kenapa kau menelpon Kinan, kau tidak percaya Devin aku sandera?" tanya Aaron
"Ini bukannya suara Jin Arab," ucap Kinan
"Betul, gue Aaron apa lo masih gak percaya juga Devin kami sandera?" tanya Aaron
"Mana Devin, coba aku ingin bicara sama dia supaya aku percaya!" jawab Kinan
"Baik," Aaron segera menarik seorang laki-laki dan menyuruhnya berbicara dengan Kinan.
"Cepat bicara!" bentak Aaron
"Piranha," ucap Devin singkat
"Kamu gak papakan Cumi?" tanya Kinan
"Sudah dengarkan suara si Devin, sekarang cepat datang ke sini, atau Devin akan mati. Ingat kau harus datang sendiri dan tidak boleh seorangpun tahu berita ini, mengerti kamu dan jangan lapor polisi!" ujar Aaron
"Baik, tapi beri aku waktu satu jam untuk makan dan dandan dulu," ucap Kinan
"Cih, ngapain dandan segala, lagian walaupun lo dandan gue gak bakal tertarik sama lo!" sahut Aaron
"Gue dandan bukan buat lo Jin Arab, jangan kegeeran deh, karena nanti kalau gue pergi gak dandan bokap gue curiga, mau lo dihajar sama bokap gue lagi," jawab Kinan
"Yaudah dandan deh yang cakep sekalian biar gak malu-maluin kalau diajak kondangan," jawab Aaron sambil terkekeh
"Sue lo!" Kinan segera pulang ke rumahnya untuk berganti pakaian.
*******
"Bagaimana Aaron, apa semuanya berjalan lancar?'" tanya Harsiwi
"Tentu Yang Mulia, sebentar lagi gadis itu akan tiba disini," jawab Aaron
"Habisi dia, dan buat dia seolah-olah kecelakaan dan jangan tinggalkan jejak, karena aku tidak mau terseret dalam kasus ini," ucap Harsiwi
"Baik yang Mulia," Aaron kemudian memberikan Handphone Devin kepada Harsiwi
Sementara itu Baladewa terus megikuti Harsiwi karena ia sudah curiga dengan gerak-gerik adik iparnya itu.
"Jadi kau berusaha membunuh Kinan, dasar licik!" gumam Baladewa
__ADS_1