
Segerombolan anak muda berseragam putih abu-abu lengkap dengan senjata tajamnya tampak menyeringai mengepung Cassey dan kawan-kawannya.
"Sialan kenapa mereka masih mencariku!" gerutu Cassey
"Hallo Cassey sayang, kita ketemu lagi!" ucap salah seorang dari mereka
"Sudah lama tak bersua makin cantik saja kamu, sekarang kamu makin keren aku lihat, lawanmu bukan lagi anak sekolahan, tapi mafia tersohor di Jogja, uuhhh ngeri!!!" tambah lelaki itu
"Tapi kamu jangan lupa, kamu harus membayar apa yang kamu lakukan sama kami dua tahun lalu, dan kau sendiri yang berjanji akan melawan kami sendirian," ucapnya lagi
"Tentu saja, aku masih ingat, baiklah kalau itu maumu, aku siap sekarang," jawab Cassey
"Gila kamu, mereka banyak banget bisa mati konyol kamu melawan mereka sendirian, " ucap Hermes
"Jangan sok jago Key, pakai otakmu jangan pakai dengkulmu!" cibir Pandu
"Of course baby, thanks semuanya sudah care sama aku, tapi seorang lelaki sejati akan selalu memegang teguh janjinya, itu yang papih aku bilang," ucap Cassey
"Tapi kamu kan cewek sis, so karena kita cewek bisa ingkar janji gitu," celetuk Naeswari
"Yuhuu, tapi gue ini perempuan yang selalu menepati janji, jadi kamu tenang aja Glen, gue bakal lawan kalian semua," jawab Cassey berjalan meninggalkan teman-temannya
"Kalian tidak usah khawatir, doakan saja aku bisa mengalahkan mereka semua," ucap Cassey
"Pesan-pesan terakhir lo apa Key?, biar aku catat takutnya terjadi sesuatu dengan kamu setelah melawan gengong ini," goda Naeswari
"Suee lo!!" cibir Cassey
"Key!!, tangkap!!" Hermes melempar sebuah samurai kepadanya
"Papih tolong bantu Key, " gumamnya sembari memejamkan matanya
"Kenapa?, lo takut Key, kalau takut mending lo minta maaf ke gue terus cium kaki gue, udah beres," ucap Glen
"Jangan mimpi kamu Glen, maju semuanya!!" teriak Cassey
semua teman-teman Glen langsung maju menyerang Cassey, sementara Bagas dan yang lainnya menatap cemas kearah Cassey.
"Kamu pasti bisa baby!!, semangat !!" teriak Bagas menyemangati Cassey
Cassey terus memainkan samurainya sembari melayangkan tendangannya kearah musuh-musuhnya.
"Stop!! gue boleh ambil nafas dulu ga?" tanya Cassey
"Jangan bercanda lo Key, cepat hajar dia!!" teriak Glen
"Suee!!" jawab Cassey
Pertarungan sengit kembali hingga akhirnya satu persatu teman-teman Glen berjatuhan.
"Kenapa masih banyak aja sih gak habis-habis!" keluh Cassey yang sudah kelelahan
"Bagaimana kalau kita duel satu lawan satu aja Glen, kalau aku menang berarti hue bisa pergi dengan selamat ucap Cassey
"Tidak bisa Key, itu terlalu mudah buat kamu, aku mau melihat kamu kesakitan, tersiksa dan bersimbah darah seperti yang sudah kamu lakukan terhadap Leo," ucap Glen
__ADS_1
"Ok baby, lanjuut!" Cassey kembali mengajar Glen hingga cowok itu terjatuh dan teman-temannya segera membanunya
Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk kembali melayangkan tendangannya hingga Glen langsung jatuh tersungkur.
***Byuuur!!!
Hujan deras turun membasahi kota Jogjakarta.
"Kita stop dulu ya, lanjut lagi kalau hujannya reda, soalnya kata mamih gak boleh hujan-hujanan nanti masuk angin, " ucap Cassey
"Baiklah Key, kita lanjutkan nanti saja," jawab Glen, Cassey berlari menuku ke teman-teman.
Mereka langsung melesatkan motornya menuju ke istana.
Sesampainya disana mereka langsung beristirahat di ruang tamu.
Ayu mendekati Bagas yang sedang duduk sendiri sembari menikmati segelas jus jeruk.
"Halo baby, kamu pasti capek, sini aku pijitin, enak lho pijitan aku," ucap Ayu
"Maaf tidak usah, " jawab Bagas meninggalkan Ayu
Bagas membaringkan tubuhnya diatas pangkuan Cassey membuat Ayu merasa kesal karena Bagas mengacuhkannya.
"Awas kamu baby, sekarang kamu mulai berpaling dariku seperti Pandu, kamu akan mendapatkan balasannya dariku," gumam Ayu
"Baby kayaknya aq gak bisa lama-lama, mau bantuin mamih jaga Kinan," ucap Cassey berpamitan
"Tapi masih hujan Key, gimana?" tanya Bagas
"Yaudah hati-hati ya," Bagas mengantar Cassey kedepan rumahnya
"Aku juga pulang yah!" ucap Hermes
"Iya, hati-hati !" jawab Naeswari
Cassey dan Hermes segera melesatkan motornya meninggalkan istana.
Keduanya berpisah di persimpangan jalan karena Hermes dan Cassey harus melalui jalan yang berbeda untuk sampai kerumah masing-masing.
Hermes menghentikan motornya didepan rumah ibunya.
"Assalamualaikum!" sapa Hermes
Ia segera masuk kedalam rumahnya karena tidak ada jawaban dari ibunya, apalagi rumahnya tidak dikunci. Ia mempercepat langkahnya karena mendegar suara orang meminta tolong.
"Ampun Mas!!, tolong jangan sakiti aku lagi!" teriak Mitha ketika Felix terus memukulinya
"Hentikan!! ayah!!" ucap Hermes menarik lengan Felix yang hendak kembali memukul istrinya itu
Hermes langsung memelintir tangan Felix membuat lelaki itu mengerang kesakitan.
***Buuughhh!!
Hermes juga memukulinya seperti yang felix lakukan pada istrinya.
__ADS_1
"Inilah yang sering kau lakukan kepada ibuku!, sekarang bagaimana rasanya dipukuli yerus menerus, sakit!!" bentak Hermes
"Sudah Nak, lepaskan!!" teriak Mitha
"Tidak ibu, dia sudah sering menyakitimu, aku tidak bisa melihatmu menderita lagi karena dia," ucap Hermes sembari memeluk ibunya
"Ini baru permulaan Hermes, kamu akan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan dari ini, bahkan jangan salahkan aku jika nanti aku juga akan menyakiti putri keraton itu," ancam Felix sembari meninggalkan rumah itu
"Kenapa ibu masih saja membela dia, padahal ibu sudah sering disakiti oleh ayah?" tanya Hermes
"Kamu jangan benci dia Hery, walaupun dia jahat pada ibu setidaknya dia juga pernah berbuat baik sama ibu, dia adalah ayah yang membesarkan kamu dari bayi hingga sekarang, dia juga yang mengobati penyakit ibu, walaupun ia menikahi ibu hanya untuk menguasai warisan ibu tapi cuma dia satu-satunya laki-laki yang mau menerima wanita penyakitan seperti ibu, jadi kamu jangan benci dia, ingatlah kebaikannya jangan kau ingat kejahatannya," Nasihat Mitha sembari mengusap lembut kepala Hermes
************
"Ehemm!!" teriak Cassey ketika melihat Ryan hendak mencium Niken
"Hmmm, pengganggu datang, alamat gagal deh," gumam Ryan
"Mamih ngapain dekat-deket sama Om Rey!, inget, kalian bukan muhrim dilarang berdekatan apalagi bersentuhan!" cibir Cassey
"Kita lagi ada kerja bareng Key masa gak boleh deketan, masa sih harus berjauhan kan gak asik kalau mau minta tolong harus teriak dulu, kasian Kinan nanti terganggu," elak Niken
"Jangan alasan mamih kan ada handphone, kalian bisa WhatsAppan atau smsan, gampang kan gak usah teriak-teriak," jawab Cassey
"Lama Key, belum ngetiknya, ngirimnya juga lama apalagi kalau signal error bisa seharian baru ke kirim, " jawab Niken
"Makanya mamih beli paketannya jangan yang sachetan tapi beli yang literan biar signalnya lancar kaya jalan tol," sahut Cassey
"Bisa ae lo Key!" jawab Niken
"Btw mamih sama Om Rey udah jadian yah?" tanya Cassey
"Gak kok," jawab Niken
"Hmmm, jangan bohong!, biasanya mamih marah-marah kalau dideketin Om Rey, tapi sekarang malah ndeketin Om Rey," ucap Niken
"Kalau lo udah tahu ya harusnya lo pengertian dong Cassey," kata Ryan mendekati Cassey
"Ok, tapi Om bagi duit dulu itung-itung traktiran karena sudah jadian sama mamih," ucap Cassey
"Dasar matre!!" gumam Ryan memberikan selembar uang ratusan ribu padanya
"Kurang Om, kalau segitu gak cukup buat beli Pizza hoki," jawab Cassey
"Sue, kecil-kecil pinter malak juga!" ucap Ryan menambahkan dua lembar uang ratusan ribu.
"Ok, kalau sigini cukup Om, " jawab Cassey
"Yudah kamu masuk kekamar sana, ingat loh kalau ada orang sedang berduaan maka yang ketiga itu syetan," ucap Ryan
"Jadi menurut Om, Cassey itu setan gitu?" tanya Cassey
"Kalau dari kata tadi si iya , Setan mata duitan!!" ucap Ryan berlari menjauh dari Cassey
"Suee!, tunggu Om, awas kalau kena!!" teriak Cassey berlari mengejar Ryan
__ADS_1
Niken hanya tersenyum bahagia melihat kedekatan Ryan dan Cassey.