
Cassey berusaha menepis sebuah pukulan yang diarahkan kepada Eros, membuat preman-preman itu menatap bengis kepadanya.
"Jangan coba-coba ikut campur anak kecil!, atau kau sudah bosan hidup, huh!" hardik salah seorang dari mereka
Cassey hanya tersenyum kecut dan beranjak mendekati preman-preman itu.
"Jangan beraninya melawan orang yang lemah, apalagi keroyokan, itu menandakan kalau kau seorang pengecut!" ucap Cassey membuat preman-preman itu berang
"Kau jangan sombong anak kecil, kalau kau tahu siapa Ares kau tidak akan berkata seperti itu, dia cuma pura-pura, agar kami iba padanya dan tidak membunuhnya," jawab Lelaki kekar itu
"Dia bukan Ares, dan aku bisa memastikan itu, karena aku melihat sendiri Ares mati dihadapanku," ucap Cassey menatap Eros
"Jangan mengibul anak kecil, untung kamu cewek coba kalau cowok pasti sudah habis ku hajar," jawab lelaki itu geram
**Buughh!!!
Cassey melesatkan tendangan hingga membuat pria itu terhempas jauh menghantam kursi-kursi yang ada dibelakangnya.
"Sekarang apa kalian masih tidak percaya padaku!" ucap Cassey menyunggingkan senyumnya
"Dasar bocah tengik!!, serang!!" seseorang memberikan perintah untuk menghajar Cassey
*Hyaaat!!!
Semua preman-preman itu maju menyerang Cassey, membuat gadis belia itu menyeringai dan langsung mengajar satu persatu musuhnya.
**Buughhh!!
Gadis itu melancarkan serangannya hingga membuat para preman itu kewalahan menghadapinya. Tendangan mautnya yang dilancarkan bertubi-tubi menghempaskan musuhnya satu persatu hingga mereka berlarian meninggalkan kafe.
Eros terperanjat melihat aksi heroik Cassey yang berhasil menghempas musuh-musuhnya dalam sekejap.
Siapa sebenarnya gadis kecil itu?, apa dia yang sudah membunuh Felix?
Eros menatap gadis itu tanpa berkedip, matanya terus mengamati gerak-gerik gesit Cassey dalam menghajar lawan-lawannya.
Benar-benar luar biasa, aku tidak menyangka ditolong oleh seorang musuhku,
Cassey mengulurkan tangannya membantu Eros berdiri.
"Thanks atas bantuannya," ucap Eros
"Sama-sama Om, " jawab Cassey bergegas meninggalkan Eros
"Tunggu!!, aku belum tahu nama kamu, nama kamu siapa?" tanya Eros
"Aku Cassey Om, kalau Om siapa?" tanya Cassey
"Eros," jawabnya singkat
Ternyata benar dia Cassey pembunuh Felix, tapi kenapa dia baik banget, bahkan tidak seperti anak seorang mafia seperti cerita paman Jaka.
"Halo Key!!, kamu disini ternyata, Bagas bingung nyariin kamu tuh," ucap Hermes
__ADS_1
"Hai Mez, biarin aja si Baby nyariin gue sekali-kali, jangan gue mulu yang nyariin dia," jawab Cassey
"Hery!!" panggil Eros
"Om Eros??" Hermes langsung berlari dan memeluk Eros
" Om kapan pulang?" tanya Hermes
"Seminggu yang lalu," jawab Eros
"Loh kamu kenal dia babe?" tanya Cassey
"Iya, dia adik ayah Felix, namanya Om Eros, dan hanya dia yang peduli padaku, " jawab Hermes
"Oh gitu, yaudah gue cabut dulu ya babe, daah Om," Cassey melambaikan tangannya meninggalkan Hermes dan juga Eros
"Kamu berteman dengan pembunuh ayahmu?" tanya Eros
"Darimana Om tahu Key pembunuh ayah?" Hermes balik bertanya
"Naya yang cerita, dan juga dari informasi paman Jaka," jawab Eros
"Kalau Om mau tahu, sebenarnya Hery yang mau bunuh Ayah, tapi Hery gak tega, terus Ayah mau bunuh Hery untungnya ada Key yang menyelamatkan Hery, dia membunuh ayah Felix karena untuk menyelamatkan Hery Om," jawab Hermes
"Kenapa Felix ingin membunuh kamu?" tanya Eros
"Dia marah padaku karena tidak mau membantunya membalas dendam pada keluarga kerajaan, selain itu dia kecewa karena Opah tidak memberikan warisan padanya karena tahu kalau ayah selama ini tidak memperlakukan aku dengan baik, dan hanya baik jika ada opah saja, " terang Hermes sedih
"Ok, aku mengerti sekarang, kamu mau kan mengantar Om pulang?, tubuhku rasanya remuk redam setelah dihajar oleh musuh-musuh Ares," ucap Eros
"Sebentar ya Om, aku mau menitipkan motorku sama Cassey dulu," ucap Hermes
Eros hanya mengangguk setuju.
"Key, aku pulang dulu ya, nitip motorku, bawa saja ke istana, besok pagi aku akan mengambilnya," ucap Hermes
"Kamu mau pulang kemana?, kok gak bawa motor kamu, terus naik apa dong?" tanya Cassey
"Aku mau nganter Om Eros pulang, kasian dia tidak bisa menyetir karena badanya remuk redam," jawab Hermes
"Memangnya Om kamu itu tidak bisa berkelahi ya, sampai pasrah saat dipukuli oleh preman-preman itu," sahut Cassey
"Iya Key, dia itu sakit kanker Otak, makanya tidak boleh terlalu capek, sehingga Omah dulu melarangnya untuk tidak belajar beladiri dari kecil," jawab Hermes
"Benarkah??, pantas saja dia hanya pasrah saja saat dipukuli, dan anehnya preman-preman itu mengira kalau Om Eros itu Ares," ucap Cassey
"Iya benar, Om Eros saudara kembar Ares, tapi dia tidak jahat seperti Ares, bahkan dari kecil mereka hidup terpisah, Om Eros lebih sering tinggal bersama Omah di luar negeri, sedangkan Ares dan Ayah Felix lebih memikih tinggal bersama Opah," jawab Hermes
"Kamu ternyata anggota keluarga dari Ares, tapi yaudahlah, toh kamu juga bukan anak kandung Felix, makanya kamu tidak jahat seperti mereka, semoga Om Eros juga tidak jahat seperti Ares dan Felix ya," ucap Cassey
"Tentu Om Eros itu baik kok, karena diantara keluarga ayah Felix cuma dia yang care kepadaku dan juga ibuku," jawab Hermes
"Yaudah, hati-hati kamu bawa Om Eros, karena banyak yang mengira dia Ares," ucap Cassey memperingatkan Hermes
__ADS_1
"Iya Key, thanks ya udah menyelamatkan Om Eros," jawab Hermes
"Sama-sama babe, udah cus sana," Cassey melambaikan tangannya kearah Hermes
**********
Hermes menghentikan mobilnya didepan rumah Eros, ia kemudian memapah pria itu menuju ke kamarnya.
"Kakak kenapa?" tanya Naya
"Dia habis dikeroyok preman tante, karena dikira Om Ares," jawab Hermes
"Kamu siapa?" tanya Naya
"Dia Hermes anaknya Felix sama Mitha," jawab Eros
"Bukannya anak ka Felix cuma Mona ya?" jawab Naya
"Iya, Hermes ini anak tirinya," jawab Eros
"Oh, makasih ya sudah nolongin ka Eros," ucap Tanaya
"Sama-sama Tante, yaudah Hery pamit dulu Om," Hermes berpamitan
"Nanti dulu Hery, lagian Om masih kangen sama kamu, apa kamu gak kangen sama Om?" tanya Eros
"Iya Om, " jawab Hermes
"Bagaimana keadaan Ibu kamu, apa dia sudah sembuh?" tanya Eros
"Alhamdulillah ibu baik Om, tapi dia belum sembuh masih berobat Om," jawab Hermes
"Syukurlah kalau dia baik-baik saja, yaudah kalau kamu capek, kamu boleh pulang," kata Eros
"Ok Om, Hery pulang ya, assalamualaikum!" Hermes mencium tangan Hermes dan meninggalkan pria itu
"Semoga Mitha bisa cepat sembuh, pasti sangat sulit menjadi seorang single parent, kenapa kamu selalu menderita Mitha?, padahal kamu putri orang terkaya di Jogjakarta ini." gumam Eros
Pria itu berjalan ke kamar Naya untuk melihat keadaan adiknya, ia melihat Naya sedang melamun diatas tempat tidurnya, sembari menatap ponselnya.
Hmmm, kamu pasti menunggu telepon dari pangeran itu, aku tahu ini berat bagimu Nay, tapi aku tidak kamu kamu sakit hati nanti, aku hanya ingin yang terbaik buat kamu, aku tidak mau keluarga kita terpecah lagi gara-gara keputusanmu menerima cinta pangeran Arjowinangun itu, aku hanya ingin keluarga kita hidup damai dan rukun seperti dulu tanpa ada dendam,
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan Lupa Vote ya, Biar aku lebih semangat lagi...masa kalau aku tidak minta Vote tidak ada yang memberi vote π₯Ίπ₯Ί, please kasih vote kamu sebanyak-banyaknya biar aku semakin semangat nulis episode berikutnya...ππ