ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Penyesalan


__ADS_3

Seorang lelaki menjemput Cassey dari sekolah seperti biasanya.


"Kita kekampus dulu ya pak?" tanya Cassey tanpa menaruh curiga


Laki-laki itu kemudian melesatkan mobilnya menuju ke kampus Cassey.


"Nona Amanda biar nunggu sama saya aja Yang Mulia," ujar lelaki itu


"Baiklah, lagian aku cuma sebentar kok, sepuluh menit aku balik lagi. Jadi Bapak jangan pindah ya parkirnya," ucap Cassey


Ia segera masuk ke bagian Administrasi untuk mengurus cutinya, setelah selesai ia langsung berlari menuju ke mobilnya. Wajahnya mendadak pucat ketika mendapati mobil yang mengantarnya sudah tidak ada, ia segera merogoh saku celananya untuk mencari ponselnya dan segera menghubungi Putra.


"Apa sopirmu sudah kembali kekantormu?" tanya Cassey cemas


"Sopirku memang masih di kantor, memangnya kenapa?" jawan Putra


"Syukurlah, kalau dia ada di kantormu, setidaknya aku tidak khawatir dengan Kimmy,"


"Memang sopirku ada dikantor, tapi Amanda tidak ada disini," jawab Putra membuat Cassey kaget


"Kok bisa, bukannya tadi Kimmy bareng sama sopir kamu,"


"Dari tadi Pak Asep belum menjemput kamu, karena hari ini hari terakhir kamu kerja jadi aku ingin memberikan waktu buat kamu dan Amanda agar bisa menghabiskan waktu lebih lama," jawaban Putra langsung membuat tubuh Cassey lemas


"Halo, halo!, Cassey jawab!!" teriak Putra


"Kamu kenapa Key," sapa Ahmar


"Ada yang menculik Kimmy Ahmar," ucap Cassey sambil terisak


"Sudahlah jangan bersedih, lebih baik kita mencarinya bukan menangisinya," jawab Ahmar, ia mengulurkan tangannya dan membantu Cassey bangun.


"Handphone kamu," Ahmar memberikan ponselnya kepada Cassey


"Naiklah!" perintah Ahmar


Cassey langsung duduk dibelakang Ahmar.


"Apa kau ingat ciri-ciri mobilnya,"


"Iya, aku bahkan masih ingat plat mobilnya,"


Setelah Cassey menyebutkan plat mobil yang menculik Kimmy, Ahmar langsung melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Kalau dia belum lama pergi, pasti kita masih bisa mengejarnya," tutur Ahmar menambah kecepatan motornya


"Aku baru meninggalkanya sepuluh menit yang lalu,"


Ahmar hanya mengangguk.


"Sepertinya itu mobilnya!" tunjuk Cassey


Ahmar menambah lagi kecepatan motornya, namun sepertinya penculik itu sadar dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Ahmar.


Kini keduanya terlihat saling kejar di jalan.


"Sial!, dia masuk jalan tol!" gerutu Ahmar yang langsung memutar mencari jalan alternatif untuk mencegatnya


*Ciiit!!!


Ahmar segera menghentikan motornya tepat di depan mobil itu.


*Praaangg!!


Ahmar langsung memecahkan kaca mobil itu dan menyeret pengemudi itu keluar.


"Dimana Kimmy!" hardik Ahmar

__ADS_1


Sopir itu hanya tertawa mendengar perkataan Ahmar.


*Buuughhh!!!


Ahmar langsung menghajarnya ketika lelaki itu tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil mengejeknya.


"Kimmy tidak ada!" seru Cassey


"Bunda!!" teriak Kimmy yang sudah melesat dengan mobil yang berbeda


Ahmar langsung menendang lelaki itu dan menyalakan motornya, ia langsung mengejar Cassey yang tengah berlari mengejar Kimmy.


"Naik!!" Seru Ahmar


Cassey langsung naik keatas motor dan Ahmar langsung mengejar mobil itu.


"Dasar gadis sombong, dia pasti berusaha mencari Amanda sendirian tanpa melibatkan aku," gumam Putra yang melacak keberadaan Cassey melalui GPS.


"Segera ikuti mobil dengan plat AB 234 DF," ucap Putra


*Ciiit!


Sebuah mobil berhenti mendadak menghadang mobil yg membawa Kimmy.


"Turun!!" hardik pemuda itu


Sopir mobil tidak tinggal diam ia langsung menarik Kimmy dan menodongkan pistol padanya.


"Kalau kalian bergerak, anak ini akan mati!" ancam lelaki itu sembari menarik pelatuk pistolnya.


"Bunda!!, tolong Kimmy!" teriak gadis itu ketika melihat Cassey


"Jangan sakiti dia!" seru Cassey


Ahmar segera menarik lengan Cassey.


Kini beberapa mobil mengepung tempat itu.


"Kalau kau cuma ingin membalas dendam kepadaku janganlah kau sakiti keponakanku, Kara!" seru Putra yang turun dari mobilnya


"Jangan banyak cingcong kau!, ayo kita lawan anak buahku sekarang!" gertak Kara


Pertarungan dua gengpun berlangsung sengit, Ahmar diam-diam mencari kelengahan lelaki yang membawa Kimmy.


Diam-diam dia mengendap-endap mendekati lelaki itu.


"Husstt!" Ahmar memberi kode pada Kimmy agar diam saat gadis kecil itu melihatnya.


Dengan sekali tendang Ahmar berhasil membuat lelaki itu melepaskan pistolnya dan Kimmy langsung menggigit lengan pria itu hingga ia bisa lepas dan berlari kearah Cassey.


*Dor!


Suara tembakan berhasil menjatuhkan gadis itu, hingga membuat Cassey menjerit melihat Kimmy yang jatuh tersungkur dengan luka tembak di punggungnya.


"Kimmy!!" teriak Cassey yang hanya bisa memeluk gadis kecil yang langsung tidak sadarkan diri itu.


Melihat keponakannya terluka Putra langsung menghajar lelaki yang sudah membuat Kimmy terluka.


Sementara Ahmar langsung menggendong Kimmy menuju ke motornya dan membawanya pergi dari tempat itu.


Ia segera membawa gadis itu menuju ke rumah sakit terdekat.


Beberapa orang tenaga medis segera membantunya membawa Kimmy menuju ruang UGD.


"Apa yang terjadi Key?" tanya Gaga


"Ada yang berusaha menculik Kimmy Om, dan sekarang ia kena luka tembak," jawab Cassey sedih

__ADS_1


"Kau tenang saja, semoga nyawa Kimmy masih bisa diselamatkan," Ganendra segera masuk ke ruang UGD untuk mengecek kondisi Kimmy


Sekarang aku sudah lemah, aku tidak bisa lagi melindungi anaku, ya Tuhan apakah ini teguran untukku agar aku memperbaiki perilaku dan tindak tandukku,


Cassey menangis menyesali apa yang sedang menimpanya kini.


"Sudahlah Key, kau jangan menyalahkan dirimu sendiri, semua ini sudah takdir dan mungkin juga ujian untuk kamu agar kamu lebih dewasa dan hati-hati lagi kedepannya, jangan ceroboh dan jadilah wanita yang kuat dan tangguh." ucap Ahmar memotivasi Cassey


"Terima kasih Ahmar," jawab Cassey sambil mengusap air matanya


"Bagaimana dengan keadaan Amanda?" tanya Putra yang baru saja tiba di rumah sakit


*Plaaakk!!!


Cassey langsung menampar lelaki itu, dengan sangat keras.


"Gara-gara kamu Kimmy jadi terluka, kau memiliki banyak musuh yang akan mencelakai Kimmy. Coba kalau dia bersamaku pasti semua ini tidak akan pernah terjadi. Kau harus bertanggung jawab atas semua ini. Aku tidak akan memgampunimu jika sesuatu terjadi pada putriku!" hardik Cassey dengan emosi


Putra hanya diam, ia tahu yang dirasakan oleh Cassey hingga tidak berani untuk mendebat perempuan itu.


Ia baru sadar kalau Cassey begitu menyayangi keponakannya, walaupun dia bukanlah darah dagingnya, tapi Cassey sudah menganggap Kimmy seperti anak kandungnya sendiri.


Lelaki itu hanya bisa menarik nafas panjang dan merapikan kemejanya.


"Bagaimana keadaan Kimmy Om?" tanya Cassey begitu melihat Gaga keluar


"Kita akan segera membawanya ke ruang operasi untuk mengambil pelurunya,"


"Lakukan yang terbaik Om, aku akan menandatangani surat persetujuan operasinya,"


"Sekarang ikut aku!" Gaga mengajak Cassey menuju ke ruangannya.


"Key, maaf aku tidak bisa menemanimu lama, karena aku harus menjemput Siwi," Ahmar berpamitan dengan Cassey


"Iya Mar, thanks sudah bantuin gue ya," ucap Cassey


"Sama-sama," Ahmar segera keluar menuju ke parkiran


Berkali-kali Ahmar menyalakan mesin motornya namun tetap saja motornya tidak nyala.


"Astaghfirullah, ternyata bensinnya habis!" ucapnya ketika melihat tangki motornya.


Ia langsung menuju ke halte bus untuk menunggu bus yang melintas didepan rumah sakit.


Ia langsung duduk di bangku belakang sopir disamping seorang wanita cantik.


"Mas, kalau Malioboro masih jauh gak?" tanya wanita itu


"Sebentar lagi bu," jawabnya singkat


"Kalau pasar Beringharjo udah kelewatan belum?" tanyanya lagi


"Kalau mau ke Pasar Beringharjo ibu salah naik bus, bus ini tidak lewat ke sana," jawab Ahmar


"Oh gitu ya Mas, ngomong-ngomong Masnya ini tampannya sangar tapi ternyata baik dan ramah ya," jawab Ibu itu sambil tersenyum


"Banyak yang bilang gitu sih bu,"


"Lah tapi kenapa dari tadi kenapa diem aja, sampai saya takut kalau masnya ini copet,"


"Maaf bu saya dari tadi diem, soalnya takut kalau saya banyak omong dibilang sok asik lagi," jawab Ahmar


"Ah bisa saja Masnya," jawab Ibu itu sambil terkekeh


"Cie, cie...yang mulai akrab, pepet terus, bila perlu jangan tunggu lama-lama tembak aja langsung!" sambar sang Sopir


"Jangan sok asik Om sopir!, noh lihat kedepan jangan sampai mobil kita nabrak pos polisi!" seru seorang penumpang

__ADS_1


"Oalah, semuanya siap-siap kencangkan ikat pinggangnya, karena kita akan segera melakukan pendaratan darurat!!" seru sang sopir yang mengerem mendadak mobilnya


__ADS_2