ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 78. Kesaksian 2


__ADS_3

Semua keluarga kerajaan memeriksa jenazah Devin di Pendopo utama.


Kinan berjalan gontai mendekati peti jenazah itu, ia melihat sesosok jenazah dengan wajah yang sudah rusak parah.


Dia bukan Devin, aku yakin jenazah ini bukan dia.


Kinan segera berdiri dan meninggalkan pendopo utama tanpa mengikuti prosesi pemakaman Devin.


Aku akan menyelidiki siapa yang berusaha membunuhnya, pasti keluarga kerajaan terlibat dalam hal ini,


Kinan berjalan keluar dari istana. Ia berniat mencari Devin sesuai dengan petunjuk dalam mimpinya.


"Kau mau kemana?" cegah Genta yang menghadang didepannya.


"Aku akan mencari Devin, aku yakin dia masih hidup. Dan mayat itu bukan dia, aku mengenalnya dengan baik jadi aku tahu pasti kalau itu bukan dia." jawab Kinan


"Tapi hasil otopsi dokter menyatakan kalau itu jenazah Devin, "


"Surat otopsi bisa dipesan, asal kita punya uang. Lagian buat apa rakyat biasa melakukan otopsi mayat Devin, bukankah itu mencurigakan." Kinan menepis lengan Genta dan berjalan mendekati keluar Istana.


"Kau tidak boleh pergi sendirian, aku akan menemanimu dan menjagamu," Genta menggandeng tangan Kinan dan mengajaknya masuk kedalam mobilnya.


"Kau mau mencarinya kemana?" tanya Genta


"Aku ingin mencari di hutan yang ada air terjun mengalir dari gunung Lawu, letaknya memang lumayan jauh dari istana. Seperti dalam mimpiku, Devin jatuh di lembah itu saat orang-orang jahat itu hendak membunuhnya," jawab Kinan


Genta segera melesatkan mobilnya menuju ke daerah Karanganyar.


Selama tiga puluh menit perjalanan mereka akhirnya tiba di Grojogan Sewu, Tawangmangu.


"Apa disini lokasinya?" tanya Devin


Kinan segera turun dari mobil dan mengamati lokasi itu.


Ia memperhatikan sekitarnya, sementara itu Genta terus mengikutinya dari belakang.


**********


Sementara itu di area pemakaman kerajaan, Baladewa masih berdiri di samping pusara Devin sambil menatap surat otopsi dari rumah sakit.


Apakah ini benar-benar jenazah Devin, kenapa aku masih ragu dengan surat otopsi ini. Bagaimana mungkin warga sipil bisa berpikir untuk membuat surat otopsi kematian padahal dia tidak kenal siapa Devin??


Insting seorang panglima perang membuatnya selalu waspada di manapun ia berada. Hingga ia bisa menyadari adanya bahaya yang tengah mengintainya saat ini.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar pemakaman.


Lelaki itu bisa mencium adanya beberapa orang yang siap membidikkan senjata tajam kearahnya.


*Wuushhh!!


Baladewa berhasil menghindari berbagai anak panah yang terus diarahkan kepadanya.


Ia segera masuk kedalam mobilnya dan meluncur meninggalkan tempat itu.


"Kejar!!"


Semuanya langsung masuk kedalam mobilnya masing-masing dan mengejar Baladewa.


Sekarang mereka ingin membunuhku karena hanya aku yang akan bisa menggantikan posisi Raja jika dia mati setelah Devin, kau benar-benar brengsek Sekertaris Go.


Baladewa terus menambah kecepatan mobilnya agar tidak terkejar oleh para pembunuh bayaran itu.


*Ciiitt!!!!


Terdengar decitan suara mobil Baladewa mengerem mendadak, ketika sebuah mobil dari depan menabraknya dengan kecepatan tinggi.


*Braaakkk!!!


Beberapa orang keluar dari mobilnya dan langsung menyeretnya keluar. Baladewa berusaha melawan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh-musuhnya.


"Seseorang langsung mengarahkan senjatanya dari belakang membuat Baladewa menghentikan serangannya.


"Sekarang tamatlah riwayat mu Panglima. Ups salah pejabat tertinggi Cendana Kalingga!!" ancam seorang lelaki padanya


"Rotama!!" seru Baladewa


"Benar sekali yang mulia, kau sudah berusaha keras untuk menjebloskan ayahku ke penjara, dan sudah saatnya aku sebagai putranya membalaskan dendam untuknya. Jadi bersiap-siaplah menyusul yang mulia pangeran Devin!" Rotama menarik pelatuk pistolnya.


**Hyaaat!!


Seorang lelaki tampan melesatkan tendangannya kearah lengan Rotama hingga pemuda itu kehilangan pistolnya.


"Ayahnya Kinan!!!"


"Yuhuu, aku datang untuk menyelamatkan mu," ucap Ryan sembari mengeringkan matanya

__ADS_1


"Kau datang sendiri, mereka terlalu banyak jumlahnya untuk bisa kita kalahkan berdua," jawab Baladewa


"Don't worry be happy, bantuan sebentar lagi akan datang!!" Ryan segera bersiul, dan beberapa orang teman-temanya segera bermunculan ditempat itu.


"Are you ready guys, serang!!!!" seru Ryan


Semuanya bergerak maju menghajar semua pasukan ninja yang hendak membunuh Baladewa.


"Kalau gini kan gue bisa melihat saja sambil meluruskan tulang yang hampir keseleo gara-gara melakukan tendangan maut tadi, maklum udah tua!!" ucap Ryan mengajak Baladewa masuk ke dalam mobilnya


"Kita diam-diam saja disini, biarkan anak muda yang berjuang menghadapi ninja Hatori itu," tambah Ryan


"Tapi kita tidak boleh tinggal diam di sini. Kita harus membantu mereka agar bisa mengalahkan para penjahat itu dengan cepat,"


"Yasudah ayo," Ryan kemudian keluar dari mobil dan menghampiri beberapa orang musuh yang sedang mengkroyok Noval.


*Buugghhh!!!


Ryan melesatkan tinju mautnya sehingga dalam sekali pukul mereka bisa langsung tumbang dan tidak bisa bangun lagi.


*Buughh!!


Ryan seperti mendapatkan sebuah tenaga tambahan sehingga bisa mengalahkan musuh-musuhnya dalam waktu relatif singkat.


"Wew keren bro, ini baru Jendralnya Mentari !!" puji Ferdian sambil menepuk pundaknya


"Btw Lo makan apa sampai kuat seperti itu?" goda Noval


"Gak tahu, tadi sebelum berangkat Niken memberikan segelas jamu padaku, katanya itu jamu kuat supaya aku bisa memiliki tenaga seperti Samson agar bisa menyelamatkan Kinan," jawab Ryan


"Hati-hati Rey, jangan-jangan obat kuat yang dikasih Niken bukan obat kuat biasa," sahut Noval


"Terus obat kuat apa dong?"


"Obat biar kuat di ranjang, wkwkwk," seru Ferdian membuat semuanya terkekeh


"Sue Lo, mana mungkin, ngaco aja Lo!" cibir Ryan


"Coba aja lo rasain sendiri, kalau burung Lo mendadak bangun terus mulai merasakan hembusan angin yang mulai terasa di seluruh tubuh, itu tandanya Niken salah ngasih obat sama Lo. Bukannya obat kuat berkelahi tapi obat kuat birahi, hahaha!!" tambah Noval menakut-nakuti


"Tapi bener Lo, sekarang rasanya tubuhku adem banget kaya ada yang ngipasin, padahal cuaca hari ini panas banget. Tapi burungku tetap diam disangkanya kok, gak tegang!!" seru Ryan


"Bentar lagi juga bangun Rey," goda Noval


Ia sengaja mengerlingkan matanya kearah Ferdan, lelaki itu langsung mendekati Ryan dan memasukan sesuatu di celananya.


"Awww, sepertinya ada sesuatu yang bergerak-gerak di celana gue," ucap Ryan meliuk-liuk kegelian


"Sepertinya Niken emang beneran ngasih Lo obat kuat Rey, buktinya Lo mulai beraksi sekarang," jawab Ferdan


"Bukan gue bereaksi ini guys, tapi geli!!" seru Ryan membuat mereka terkekeh melihatnya


"Pasti geli-geli enak ya bro," goda Noval


"Anj*r, bukan Pang!. Lo bantuin dong tangkep serangga di celana gue!!" pinta Ryan


"Siap, gue emang ahlinya dalam menangkap serangga, Lo diem aja biar gue yang bekerja," Noval segera memasukkan tangannya ke celana Ryan


Dan ia pun menyeringai ketika menangkap sesuatu di Bali celana Ryan.


"Kena kau, aku sudah menangkapnya Rey!!" seru Noval


Ryan terlihat merem melek ketika Noval menangkap sesuatu di dalam celananya.


"Kenapa Lo Rey, sampai merem melek gitu, kaya orang lagi ehem-ehem aja," goda Ferdan


"Gimana gue gak merem melek Dan, Opang salah tangkap, bukannya cicak yang dia tangkep, malah telor gue yang dia remes. Rasanya ngeri-ngeri gimana gitu, kaya mau pingsan!!" jawab Ryan membuat semuanya tertawa mendengarnya


"Parah Lo Pang!!, aset berharga Ryan Lo serang," ucap Ferdan sambil terkekeh


************


"Maaf semuanya, apa bisa saya minta tolong antarkan saya ke rumah sakit tempat Bayu bekerja?" tanya Baladewa


"Siap Jendral!!" jawab semuanya kompak


"Wew, gue yang jendral bukan dia. Baladewa itu cuma seorang panglima Raja," sahut Ryan


"Iya Jendral!!" jawab mereka kompak


"Dasar sue!!" cibir Ryan menggandeng Baladewa menuju ke mobilnya


"Jangan dengerin mereka, maklum otaknya lagi pada eror," bisik Ryan


"Cie, yang mulai error!!" celetuk Ferdan

__ADS_1


"Berisik lo!!" sahut Ryan membuat semuanya tertawa


Kini mereka sudah berada di mobilnya masing-masing, Ryan memilih satu mobil bersama Baladewa untuk melindungi lelaki itu.


**Flashback Back


Seseorang melesatkan panah kearah Devin yang sedang menunggu Genta di kamarnya.


*Wuuushh!!!


Anak panah itu tepat mengenai dadanya hingga ia pingsan dan para penjahat itu langsung membawanya menuju ke penjara Bawah tanah kediaman sekertaris Go.


Beberapa menit kemudian Devin mulai sadarkan diri dan mengerjapkan matanya, setelah seorang pengawal menyiramnya dengan seember air.


"Oh, sudah bangun rupanya Pangeran kita!!" seru Seorang pemuda menatap sinis kearah Devin


"Kau!!, untuk apa kalian menculikku!" jawab Devin


"Tentu saja aku menculik mu atas perintah yang mulia Raja, karena kau dianggap akan menjadi duri yang akan menghalanginya untuk mendapatkan Kinan kekasihmu itu," jawab Rotama


"Dasar bajing*n, beraninya kau berkata dusta dan memfitnah kakakku," sahut Devin


Rotama kemudian memerintahkan kepada seorang pengawalnya untuk mengambil bukti-bukti perselingkuhan Kinan dengan Genta.


Ia kemudian memberikan foto-foto kebersamaan Kinan dan Genta pada Devin.


"Sekarang kau percaya kan kalau kita tidak membohongimu," ujar Rotama


Devin hanya terdiam sembari menatap foto-foto ditangannya.


Kau ingin menjadi raja bukan, baiklah aku akan menjadikanmu seorang Raja dengan syarat kau harus membujuk Kinan agar mau menjadi istriku.


Kata-kata Genta terus terngiang dalam pikiran Devin, hingga membuat lelaki tidak bisa memejamkan matanya apa lagi berpikir jernih.


aku harus segera keluar dari sini dan menanyakan kebenarannya kepada Kinan dan kakakku. Aku tahu mereka sedang berusaha untuk mengadu domba aku dengan kakakku, untuk itulah aku harus tahu dari mukut mereka sendiri apa benar mereka berselingkuh dibelakang ku.


Devin berusaha melarikan diri dari penjara bawah tanah kediaman sekertaris Go.


Ia sengaja menyekap seorang sipir penjara pada saat memberikan makan malamnya. Ia melucuti pakaiannya dan menukarnya dengan pakaian sipir itu kemudian kabur meninggalkan tempat itu.


Namun sayangnya tidak butuh waktu lama untuk Rotama bisa mengetahui keberadaan Devin. Ia dan anak buahnya langsung mengejarnya begitu tahu Devin kabur dari penjara.


Devin yang berlari tanpa menggunakan kendaraan bisa dengan mudah ditemukan oleh Rotama dan anak buahnya.


Mereka mengepungnya ketika menemukan Devin di kawasan hutan Tawangmangu.


"Menyerahkan Dev, atau kau akan ku bunuh!!" ancam Rotama


Devin tidak mau menyerah dan terus melawan anak buah Rotama, hingga sabetan pedang Rotama berhasil mengoyak perutnya.


"Kau begitu keras kepala Dev, jadi maafkan aku jika harus menghabisi mu disini!!" seru Rotama yang kembali mengayunkan pedangnya kearah leher Devin. Dia memang berniat memenggal kepalanya untuk dipersembahkan kepada ayahnya Gotawa.


Devin segera menghindar dan lari dari kejaran pasukan Rotama, hingga ia terpojok dia bibir jurang.


"Sayang sekali Dev, sepertinya nyawamu harus berakhir di sini!!"


"Bunuh dia!!" seru Rotama memerintahkan kepada pasukan pemanah untuk melesatkan panahnya kerah Devin.


Devin yang tidak punya pilihan lain segera menjatuhkan diri ke atas jurang.


"Bagaimana yang mulia?" tanya seorang anak buahnya


"Cari mayatnya di dasar jurang, jangan biarkan dia hidup, dan bunuh jika ia masih bernafas," perintah Rotama


"Baik Tuan!!"


Semua anak buah Rotama langsung turun ke dasar jurang untuk mencari mayat Devin.


Sementara itu Devin berusaha kabur dari kejaran Rotama dan pasukannya dengan menyusuri sungai untuk mencari jalan keluar dari hutan. Dalam keadaan sekarat Devin mencoba bertahan hidup, hanya Kinan yang membuatnya bertahan menghadapi semuanya. Ia merogoh saku celananya untuk mencari ponselnya. Ia hanya menghubungi Ryan dan berharap lelaki itu bisa menolongnya.


"Halo Om, to..long De...Vin," ucap lelaki itu sebelum pingsan


"Halo Dev, Devin, kamu dimana!!" seru Ryan


Ia mematikan ponselnya dan kemudian melihat share location yang sempat dikirimkan oleh Devin.


Ia langsung melesatkan mobilnya untuk menolong lelaki itu.


Tunggu aku Dev, aku akan segera datang.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam lebih, akhirnya Ryan berhasil tiba di lokasi yang diberikan oleh Devin. Ia berusaha mencari Devin dengan menggunakan ponselnya ia terus menghubunginya hingga ia bisa mendengarkan bunyi ponsel Devin yang terus berdering. Ia menemukan Devin dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah semak-semak dan membawanya ke rumah sakit.


"Tolong datang ke istana Om, temui Paman Dewa, dan beritahukan keberadaan ku disini. Aku tahu sekarang semua orang mengira aku sudah mati, untuk itu bawa Paman Dewa kemari Om," tutur Devin setelah siuman


"Baik, Dev. Aku akan membawanya kesini," jawab Ryan

__ADS_1


"Om tidak boleh datang ke istana sendirian, om harus bawa teman-teman agar bisa membawa Paman Dewa dengan selamat, karena banyak yang ingin membunuhnya sekarang," ucap Devin


"Siap yang mulia," Ryan kemudian keluar meninggalkan Devin disana


__ADS_2