
"Jadi Nay dan Pandu saling cinta toh, tapi apa nenek Welas akan menyetujui mereka," ucap Tama risau
"Itulah masalahnya Tam-tam, aku juga ragu, makanya aku kemarin sudah memberi tahu Nay tentang itu, tapi anak itu tetap saja kekeh dengan pendiriannya, katanya dia sudah cinta mati sama Si Dupan," jawab Damar
"Kok Dupan sih bukannya Pandu," sahut Tama
"Iyah, terus menurut kamu gimana?" tanya Damar
"Kita tanya Ayah saja untuk meminta pendapatnya, kalau aku sih tidak masalah Pandu menikah dengan Nay, aku akan selalu mendukungnya karena itu pasti pilihan terbaiknya," jawab Tama
"Gak nyangka ya Tam-tam kita akan besanan," ucap Damar sambil memeluk sepupunya itu
"Gak usah lebay deh," jawab Tama yang langsung disambut kekehan Damar
Keduanya kemudian menemui Danar Gumilang dan juga Arjowinangun di pendopo utama.
"Yaudah, kalau begitu kita tunangkan saja mereka dulu, pernikahannya menunggu mereka lulus sekolah, karena mereka baru kelas sebelas sekarang, dan jadi tunggu satu tahun lagi," jawab Danar Gumilang
"Terus kalau ibu gak setuju gimana Dimas?" tanya Arjowinangun
"Asal kita bisa memberikan alasan yang logis, ibu pasti mau menerima, apa kang mas ingat pernikahan Nimas Ayu Safitri dengan Raden Benggala yang masih sepupu dan bahkan pernikahan mereka menjadi royal wedding yang paling megah di Keraton Arjowinangun pada masanya, dan aku yakin Nay dan Pandu bisa seperti mereka" ucap Danar meyakinkan
" Benar paman, bahkan dari pernikahan mereka berhasil melahirkan raja-raja berpengaruh dan sakti mandraguna, konon itu karena darah ningrat mereka yang tidak tercampur dengan rakyat jelata," kata Damar
"Semoga Pandu dan Naeswari juga bisa melahirkan raja-raja terbaik yang akan menjadi pengukir sejarah di kasepuhan Arjowinangun," jawab Danar
"Aku serahkan masalah ini padamu Dimas, karena hanya engkaulah yang pandai bernegosiasi, apalagi dengan ibu," ujar Arjowinangun
"Why always me?, sekali-kali aku mau ingin Tama belajar menjadi seorang negosiator, agar aku bisa segera pensiun dan menikmati hari tuaku," ucap Danar
"Baiklah, besok Tama akan coba bicara sama nenek," sahut Tama
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya kamu benar-benar siap menjadi pengganti aku Tama," jawab Danar bahagia
************
Jaka Samudera tersenyum simpul melihat putrinya yang sedang berolahraga dengan penuh semangat.
"Sepertinya putri ayah sudah dewasa sekarang, kamu mulai peduli dengan penampilan kami, ngomong-ngomong siapa yang sudah memebuat kamu begitu semangat untuk menutinkan berat badan kamu?" tanya Jaka
"Ada deh, ayah kepo," jawab Agni
"Yaudah karena kamu gak mau cerita sama ayah, aku juga gak mau kasih tahu bagaimana cara menurunkan berat badan dengan cepat," jawab Jaka
"Iissh kok ayah gitu, gak asik ah," jawab Agni
"Makanya kasih tahu ayah dong," pinta Jaka
"Aku belum bisa kasih tahu ayah, karena aku gak tahu dia suka sama aku atau gak, tapi yang jelas dia itu perhatian banget sama Agni, dan itu yang membuat aku mau berubah agar dia suka sama Agni," jawab gadis itu polos
"Itu berarti dia suka sama kamu nak, tidak mungkin seorang lelaki memberikan perhatian lebih pada seorang wanita jika tidak ada rasa," jawab Jaka
"Tentu saja, yaudah setelah ngegym kamu ikut ayah ya," ucap Jaka.
"kemana?"
"Yang penting kamu ikut saja, nanti juga tahu," jawab Jaka
"Siaap, ayah," jawab Agni
Setelah selesai ngegym Jaka Samudera membawa Agni ke sebuah pusat kebugaran yang ada di pusat kota. Ia memperkenalkan putrinya itu kepada mantan anak buahnya yang menjadi seorang trainer gym, ia juga menjadi seorang ahli gizi dan diet.
"Bagaimana Roy, apakah putriku bisa menurunkan berat badannya dengan cepat," tanya Jaka Samudera
__ADS_1
"Aku rasa bisa, cuma mungkin tidak harus cepat karena kalau yang instan itu biasanya hasilnya nggak bagus. Jadi menurut saya dia harus melakukan diet teratur dan juga tetap berolahraga agar program dietnya berhasil," jawab Roy
"Oke, aku percaya kepada kamu, dan aku minta tolong bantu putriku agar bisa memiliki tubuh yang ideal serta sehat," pinta Jaka Samudera
"siap bosku,"
Setelah pertemuannya dengan Roy, membuat Agni semakin rajin mengunjungi pusat kebugaran untuk ngegym dan meminta saran diet sehat darinya. Tentu saja semuanya ia lakukan agar ia bisa mendapatkan tubuh yang ideal dan sehat.
"Aku tidak setuju jika Nsy dan Pandu menikah, alasannya karena mereka itu masih saudara sedarah, dan setahuku pernikahan sedarah itu sangat beresiko sekali menurunkan penyakit genetik pada keturunan mereka, dan aku tidak mau itu terjadi pada Nay dan Pandu." ucap Welas Asih
"Tapi bukankah dulu ada seorang keluarga kerajaan yang masih sepupu bernama Nimas Ayu Safitri dan Raden Benggala juga diperbolehkan menikah. Bahkan mereka memiliki keturunan yang unggul sehingga melahirkan raja-raja yang mengukir sejarah pada masanya." jawab Tama
"Itu hanyalah sepenggal cerita baiknya saja, karena cerita yang sebenarnya berhasil mereka sembunyikan dari khalayak ramai. Kalau kau ingin tahu kebenarannya banyak dari putra mereka yang mengalami thalasemia dan albino, dan mereka terpaksa memberikan bayi-bayi mereka yang memiliki kelainan genetik itu pada dayang-dayannya. Selain itu mereka juga memberikan sejumlah uang pada dayang-dayang itu untuk pergi dan bersembunyi agar tidak membuka mulut mereka, dan fakta itu berhasil terungkap oleh seorang anak mereka sendiri yang kembali setelah puluhan tahun dibuang oleh raja Arjowinangun itu," jawab Welas Asih
"Tapi kenapa berita itu tidak tertulis juga dalam prasasti dimana mereka menulis tentang riwayat hidupnya disana," sahut Tama
"Tentu saja karena itu merupakan skandal dan juga aib kerajaan, tidak mungkin akan disebarluaskan karena bisa merusak nama baik dan citra kerajaan Arjowinangun di mata anak cucunya nanti," jawab Welas Asih
"Baiklah Omah, tapi apakah Omah bisa menjelaskan lebih ilmiah dan logis alasannya, kenapa melarang Nay dan Pandu menikah, selain karena mereka saudara sepupu?" tanya Tama
"Untuk tahu jawaban selengkapnya selengkapnya kamu bisa menghubungi halo dokter," jawab Welas Asih
"Sue!" gumam Tama
Kabar tentang Nenek Welas Asih yang tidak merestui hubungan Naeswari dengan Pandu, akhirnya sampai juga ke telinga Nay.
Mendengar bahwa nenek Welas tidak merestui hubungannya dengan Pandu, membuat gadis itu merasa kecewa. Ia pun akhirnya mendatangi kediaman eyangnya itu.
"Apa salahnya Omah jika aku menikah dengan Pandu, kan kami tidak memiliki riwayat penyakit genetik atau penyakit lainnya, kami adalah bibit-bibit unggul, mustahil memiliki anak yang penyakitan, dan aku bisa menjamin
sama Omah jika saya memiliki anak yang cacat karena faktor genetik maka aku siap bercerai dengan Pandu," tantang Nay dengan penuh emosi
__ADS_1
Welas Asih hanya tersenyum mendengar keberanian Nay yang menurun dari ibunya itu.
"Aku sangat suka dengan keberanian kamu Nay, kamu sama bar-barnya dengan Lulu, baiklah nenek akan menyetujui pernikahan kalian dengan syarat kamu harus segera bercerai dengan Pandu jika memiliki anak dengan kelainan genetik," jawab Welas