ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 113 # Menemani Istri tercinta


__ADS_3

Liburan telah usai, kini semuanya sudah kembali ke istana, tapi tidak dengan Cassey, gadis itu harus siap mendengarkan wejangan dari Welas Asih yang geram dengan kelakuan bar-bar gadis itu.


"Kau tahu kan kenapa Omah panggil ke sini?" tanya Welas Asih


"Iya Omah," jawab Cassey menunduk


"Sebagai istri dari Pangeran yang akan menjadi Raja Keraton Arjowinangun, harusnya kamu tahu semua konsekuensi yang akan kamu terima sebagai menantu kerajaan, hilangkan sikap adigang adigung adiguna yang membuatmu merasa sombong sehingga meremehkan disekitarmu jadilah pribadi yang santun dan lemah lembut," ujar Welas Asih penuh kharisma


"Untuk menjadi seorang raja di Keraton Kasepuhan Arjowinangun ini tidak mudah nduk, seperti kata pepatah Jawa Jer Basuki Mawa Beo. Untuk meraih sesuatu itu diperlukan pengorbanan, bukan karena Bagas itu putra dari Damar maka akan dengan mudah menjadi raja negeri ini, karena semua warga Jogja akan menilainya, jika kamu terus membuat scandal dengan berita miring tentang kehidupan kamu maka mustahil Bagas akan menjadi seorang raja karena bisa jadi Pandu yang akan menjadi Raja apalagi Nay akan menikah dengannya, jadi aku minta padamu nduk, jaga prilakumu mulai sekarang, jaga nama baik suami kamu. Jadilah wanita yang elegan dan berkharisma agar tidak ada orang yang merendahkan kamu, aku yakin kamu bisa, apalagi kamu adalah wanita yang tangguh, aku yakin kamu bisa, " ucap wanita tua itu sembari menepuk pundak Cassey


**Krieet!!


Welas Asih terkejut ketika membuka pintu ruang kerja Danar Gumilang, karena Lulu dan kawan-kawannya yang sedang menguping pembicaraannya dengan Cassey dari balik pintu, langsung terjatuh dilantai satu persatu dan saling menindih.


***Kyaaa!!!


**Bruughh!!


"Dasar kalian ini, sudah tua tapi kelakuan masih saja seperti anak-anak!!" cibir Welas Asih


"Sorry Nek, peace!!" ucap Lulu membuat Cassey terkekeh melihatnya


"Beginilah kalau mempunyai mertua bar-bar, menantunya pasti lebih bar-bar!" gerutu Welas Asih meninggalkan mereka


"Bangun cepat!!" teriak Lulu yang berada paling bawah


Semuanya langsung bangkit dan berdiri.


"Lho ternyata ada paman Danar juga, pantas saja nenek tidak marah tadi, rupanya panglima perang kita juga ikutan gesrek sekarang," ucap Lulu sambil tertawa


"Hadeeh sial!!, baru juga mau ikutan nimbrung udah apes aja, alamat aku yang kena marah ini," jawab Danar Gumilang diikuti gelak tawa Ryan dan gengnya


"Paman itu emang gak cocok jadi gesrek karena paman tuh cocoknya jadi orang galak aja kaya nenek Welas," jawab Lulu


"Sial!!" jawab Danar


"Hus!!, tidak baik ngomong seperti itu sama orang tua, kualat nanti," sahut Ferdan


"Tumben lo bener Dan, biasa lo error," sahut Noval


'"Inget anak Pang, sekarang kita udah tuwir, udah harus banyak istighfar dan mendekatkan diri pada Allah, betul tidak...." sahut Ferdan menirukan gaya Dai kondang Aa Gym.


"Jamaaaah...oh jamaah..." teriak Ryan meninpali Ferdan


"Dasar sarap...mulai deh errornya," cibir Lulu

__ADS_1


"Eeiit tunggu, jangan pergi dulu Lu, mau kemana sih buru-buru banget kaya pengantin baru saja, lagian Damar juga gak kemana-mana kan?" tanya Ferdan


"Katanya Ayu sama Galuh mau ikut, kok gak diajak sih Dan?" tanya Lulu


"Paling besok datang, lagian Ayu tuh sibuk banget semenjak jadi make up artist, gue jadi suka dianggurin," keluh Ferdan


"Uuhhh, kasian, cup...cup...tayang...tayang," goda Ryan sambil mengelus rambut Ferdan


"Berarti lo sekarang jadi mendua dong," goda Noval


"Enak aja gue mendua, walaupun gue ini berandalan, orang sarap sekalipun gue mah setia, gak pernah kepikiran buat selingkuh ataupun menduain istri gue," jawab Ferdan


"Mendua itu bukan berarti selingkuh Dan," balas Noval


"Terus apa dong?" tanya Ferdan penasaran


" Mendua itu merindukan dekapan wanita...." jawab Noval sambil terkekeh


"Sue!!, sekali-kali kalau bercanda jangan terlalu jujur dong Pang, jadi tengsin kan gue," sahut Ferdan


"Makanya lo juga harus jadi suami siaga kaya Tama dong, kemana-mana selalu bersama, dan selalu siap sedia mengantar istrinya kemanapun juga , makannya dia selalu jadi Siwa buat si Cindy," ujar Ryan melirik ke arah Tama


"Dewa dong," Noval menimpali


"Siwa, suami idaman setiap wanita," jawab Ryan


********


Pagi harinya Cassey pergi ke kampus di temani Bagas, kali ini suaminya sengaja mengikuti Cassey sampai ke depan kelas.


Bagas menatap istrinya yang masih serius mendengarkan penjelasan dosen.


"Selamat pagi yang mulia, anda sedang menunggu siapa?" sapa seorang gadis cantik


Bagas gugup, darimana gadis itu tahu kalau dia seorang Pangeran.


"Aku sedang menunggu istriku," jawab Bagas sambil menunjuk Cassey yang sedang terlelap ditengah pelajaran.


Astaghfirullah Key, kenapa kamu gak berubah, selalu saja tidur saat jam pelajaran,


Bagas hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan istrinya.


Tidak berselang lama, terdengar suara seperti benda jatuh dari dalam kelas Cassey.


**Braakkk!!!

__ADS_1


Karena penasaran Bagas kemudian mengintip dari balik jendela kelas apa yang terjadi di dalam kelas. Ia melihat Cassey yang jatuh terjungkal dari kursinya, berusaha bangkit dan membersihkan pakaiannya. Suara gelak tawa teman-temannya membuat suasana kelas yang tadinya sunyi tiba-tiba gaduh.


Cassey hanya menyungingkan senyumnya sambil berusaha melepaskan kursi yang masih menempel di badannya. Entah kenapa hari ini bangku kuliahnya seperti tidak ingin berpisah dengannya, sehingga susah dikeluarkan dari pinggangnya.


"Apa aku yang mulai kegemukan atau karena kursinya rusak," gumam Cassey yang semakin mengundang gelak tawa teman-temannya.


Sang dosen menggebrak mejanya, untuk menenangkan suasana kelas yang mulai gaduh.


"Braakkk!!, semuanya diam!!" teriak sang Dosen


"Kamu!!" tunjuknya pada Cassey


"Keluar dari kelasku!!" hardik sang Dosen


Cassey segera keluar dari kelas sambil membawa kursi yang masih menempel di pantatnya.


"Baby," rengeknya manja


"Kamu ini kenapa sih sayang, masih saja bertingkah konyol, bukannya mendengarkan penjelasan dosen kamu malah tidur, jadi gini deh akibatnya, kualat!!" cibir Bagas sambil berusaha melepaskan kursi dari tubuh Cassey


Dengan susah payah dan penuh perjuangan akhirnya Bagas bisa juga mengeluarkan kursi itu dari badan Cassey.


"Fiuuhh, akhirnya lepas juga, sepertinya ada yang sengaja menaruh lem di kursimu sayang," kata Bagas


"Tidak apa-apa baby, besok pasti ketahuan siapa orangnya dan gue janji akan langsung memberinya hukuman yang setimpal," jawab Cassey yang berjalan masuk kembali ke kelasnya.


"Sayang!" teriak Bagas


"Apa lagi baby?" tanya Cassey


"Celana kamu yang belakang robek," bisik Bagas mendekati Cassey


Reflek gadis itu langsung memegangi pantatnya.


"Upss!!" ia langsung menyandarkan tubuhnya di tembok, agar bagian belakang bajunya yang robek tidak kelihatan


"Aku harus gimana baby?" tanya Cassey


Bagas langsung membuka jaketnya dan melilitkan di pinggang Cassey. Gadis cantik itu terus menatapnya penuh kekaguman.


"Romantis sekali yang mulia," ucap gadis itu membuat Cassey mengernyitkan alisnya


"Siapa dia baby?" tanya Cassey


"Aku juga tidak kenal," jawab Bagas

__ADS_1


"Aku Garnetta asisten pak Rangga," ucap gadis itu memperkenalkan dirinya


__ADS_2