ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Penyelesaian Masalah


__ADS_3

Semua Sesepuh kerajaan tampak berkumpul di ruang pertemuan kerajaan untuk membahas masalah kedatangan Alina Suhita.


"Bagaimana pendapat kalian, silahkan tulis dalam kertas suara. Pilihannya adalah menerima atau menolak kehadiran Alina Suhita," ucap Ketua Dewan Penasihat Kerajaan


"Kenapa masalah ini harus dibahas disini, bukankah tidak ada yang salah jika Nay memiliki anak Albino, toh dia juga sama dengan kita hanya warna kulit, rambut dan mata yang membedakannya, selebihnya adalah sama, jadi menurut saya kita sebagai sesepuh Keraton Arjowinangun harusnya lebih bijaksana dalam menyikapi masalah ini," sela Danar Gumilang


"Tidak bisa begitu Dimas, dari zaman dahulu kala hingga sekarang tidak ada dalam sejarah kerajaan kita memiliki keturunan yang memiliki kelainan genetik, walaupun memang dari dulu keluarga kita banyak yang melakukan inses, atau pernikahan sedarah. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang memilikinya keturunan dengan kelainan genetik atau cacat, karena mereka mau mendengarkan nasihat dari para sesepuh untuk menunda kehamilan dan menjalankan segala nasihat mereka demi mendapatkan keturunan yang unggul sehingga tidak merusak citra keluarga kerajaan," jawab Rahardian


Rapat berjalan alot karena dua kubu yang sama kuat saling mempertahankan argumennya hingga akhirnya rapat ditunda karena belum bisa mencapai kesepakatan.


Suasana di Istana semakin membuat Naeswari merasa tidak enak tinggal disana lagi, karena di sana sekarang sudah terbelah menjadi kubu yaitu kubu yang pro dan kontra dengan kedatangan Alina.


Bukan hanya suasana di istana yang mulai memanas, isu gesekan di media massa dan elektronik semakin memperkeruh suasana, hingga menimbulkan kekisruhan dikalangan warga Jogjakarta.


Banyak warga yang mencibir pernikahan sedarah dilingkungan kerajaan yang dianggap hanya untuk melindungi kekayaan dan juga jabatan agar tidak jatuh ke tangan orang lain.


Tentu saja kondisi ini membuat Welas Asih merasa miris dan tidak tega melihat Naeswari yang tidak mau keluar Istana, dia hanya menghabiskan waktunya di Istana untuk menghindari awak media yang ingin mengorek berita darinya.


"Kita harus bertindak Danar," ucap Welas Asih


"Kalau kita terus diam begini, aku takut bisa merusak mental Nay dan juga Alina." tambah Welas Asih


"Baik Ibu, sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Danar Gumilang


"Kau harus mengumpulkan artikel dan kumpulan buku kuno silsilah keturunan kerajaan, karena seingat ku pernah ada keluarga kerajaan di masa pemerintahan Prabu Aryo Pangarep memiliki anak Albino, mungkin itu bisa menjadi pegangan kita untuk melawan Rahardian," jawab Welas Asih


"Setelah itu kau juga harus menandatangani kantor media masa dan elektronik untuk memposting artikel itu supaya masyarakat semua tahu apa itu inses dan juga Albino," tambah Welas Asih

__ADS_1


"Baik Ibu," Danar Gumilang segera menuju ke perpustakaan kerajaan untuk mencari buku-buku kuno berisi Silsilah keluarga kerajaan.


"Kita cari apa sih Kek?" tanya Pandu


"Cari buku Silsilah kerajaan, di tumpukan buku yang sudah dikardusin, Bagas juga tolong bantu Pandu!" perintah Danar


"Tama dan Damar cari di koleksi buku di lantai dua, ingat kalian harus bekerja dengan teliti demi Alina!" tambah Danar


"Baik!" jawab mereka serentak.


Sementara Cassey yang sedang melakukan kunjungan kerja dan sekaligus pengenalan produk kecantikan Jasmine Cosmetics, tiba-tiba harus terhenti akibat banyaknya warga Jogja yang memboikot acaranya karena kecewa dengan sikap Naeswari yang cenderung menutup diri tanpa mau memberikan penjelasan kepada warga Jogjakarta tentang anaknya.


"Mungkin acara kita tunda sampai kondisinya benar-benar kondusif," ucap seorang pemandu acara


"Emangnya ada apa sih?" tanya Cassey yang belum tahu kalau ada demo


*Braakk!!


"Dasar, semuanya gak ada akhlak, mereka tidak tahu apa kalau boleh milih Alina juga tidak mau terlahir Albino, dan kalau Naeswari jahat bisa saja membunuh anak itu saat lahir!" ucap Cassey sambil menggebrak meja membuat semuanya ketakutan


Ia segera keluar menemui para pendemo walaupun pihak keamanan sudah melarangnya.


"Biarkan saya pergi menemui mereka, Bapak tidak usah khawatir aku bisa menjaga diri saya sendiri, dan aku yakin mereka tidak akan anarkis, karena mereka hanya butuh penjelasan saja!" ucap Cassey


"Tapi yang mulia," jawab Sekuriti


"Trust me, aku bisa melakukan semuanya!" ucap Cassey meyakinkan semua pengisi acara dan tim keamanan.

__ADS_1


Ia segera berjalan menuju panggung, dan mengambil pengeras suara agar suaranya terdengar oleh para pendemo. Ia juga tidak lupa meminta para juru kamera untuk merekam aksinya dan menayangkan acara secara live di stasiun televisi lokal dan juga stasiun televisi swasta yang menyelenggarakan acara itu.


"Baiklah kepada semua warga Jogjakarta yang saya cintai dan saya hormati, aku tahu kalian berdiri disini mungkin ada yang ingin tahu tentang Alina keponakanku, atau ada yang cuma ikut-ikutan karena mendapatkan bayaran, atau sengaja datang untuk menjadi provokator agar, berita penolakan Alina semakin meluas atau ada yang hanya ikut-ikutan tanpa tau apa-apa cuma gaya-gayaan hanya agar dibilang keren, terserah saja.


Jadi intinya saya hanya ingin memberikan pertanyaan kepada kalian dan mohon dijawab oleh perwakilan dari kalian, dan aku persilahkan naik keatas panggung untuk menjawab pertanyaan dari saya." ucap Cassey memulai orasinya


Cassey tersenyum senang dengan kedatangan dua perwakilan para pendemo yang langsung naik keatas podium.


"Baiklah saya akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian, apa yang akan kalian jika kalian mendapatkan seorang bayi Albino?" tanya Cassey


"Aku akan merawatnya, karena bagaimanapun dia adalah darah daging saya," jawab perwakilan demo pertama


"Aku juga sama, karena bagaimanapun juga anak albino juga amanah dari tuhan yang harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin, toh dia kan sebenarnya normal, hanya kulit rambut dan mata saja yang berbeda," jawab perwakilan ke dua


Senyum Cassey merekah ketika mendengar jawaban dari keduanya dan mempersilahkan mereka turun.


"Terima kasih kepada perwakilan dari pendemo yang sudah memberikan jawaban yang sangat bijaksana. Jadi kalau boleh saya tegaskan disini apakah salah memiliki anak Albino?"


"Tidak!" jawab Pendemo


"Good, tidak salah. Karena kita tidak tahu anak yang Tuhan titipkan pada kita itu cacat atau normal, walaupun ada teknologi canggih yang namanya USG 4D untuk mengetahui kondisi bayi kita saat dalam kandungan tapi itu tidak bisa menjamin kita akan bisa menolak pemberian Tuhan yang spesial. Misalnya saja anda melakukan USG saat usia kandungan tujuh bulan, dam dokter anda bilang bayi anda cacat, terus apakah anda langsung melakukan aborsi??" tanya Cassey


Semua pendemo terdiam mendengar pertanyaan Cassey dan tidak berani menjawab.


"Tentu saja tidak, apalagi jika cuma Albino cacatnya. Karena tidak ada yang salah kok dengan bayi Albino. Toh mereka sama juga dengan kita yang normal. Dan bila ada yang bilang Albino itu bukanlah bibit unggul, miliki anak albino berarti orang tuanya memiliki bibit keturunan yang jelek dan merusak bibit unggul keluarga, itu salah pernikahan sedarah lebih berisiko besar melahirkan anak-anak dengan kondisi albino karena kedua orang tuanya mungkin sama-sama membawa gen pembuat melanin yang rusak.


Kenapa Pernikahan Naeswari dan Pandu diperbolehkan, karena secara agama pernikahan mereka sah karena Pandu dan Nay adalah berbeda nasab. Jadi saya mohon kepada kalian semua untuk mau menerima Alina sebagai salah satu keluarga kerajaan, ibu mana yang tega membunuh bayinya yang tidak berdosa atau memberikan bayinya pada orang lain, itulah yang Naeswari lakukan. Apa yang dilakukan Nay salah, dan asal kalian tahu kalau Nay orang yang hanya mementingkan nama baiknya dirinya atau keluarganya saja mungkin bisa saja ia menghabisi anaknya itu saat baru lahir, supaya tidak membuat malu keluarga kerajaan, tapi tidak ia lakukan karena ia lebih memilih menahan malu demi untuk bisa memberikan kesempatan hidup bagi bayi yang tidak berdosa. Karena kita juga tidak tahu mau jadi apa kedepannya putri kita. Biasa jadi Alina suatu saat nanti menjadi Ratu yang akan membuat kota Jogjakarta ini lebih maju lagi, Wallahu alam. Jadi bijaksanalah dalam menerima suatu perbedaan," ucap Cassey membuat semua pendemo bertepuk tangan dan salut padanya.

__ADS_1


__ADS_2