
**Ciiit!!
Ahmar menghentikan motornya disebuah Rukan mewah.
"Lo temenin gue ya?" ajak Siwi menarik lengan Ahmar
Pemuda itu tidak bisa menolak dan hanya mengikuti kemana gadis itu pergi.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang frontline girl
"Saya Sekar Siwi, hari ini saya diundang oleh Bapak Senopati untuk menandatangani kontrak kerja sama," jawab Siwi ramah
"Baik, silahkan tunggu sebentar, saya akan memberi tahukan kedatangan anda kepada Pak Seno," ucap gadis itu ramah
Siwi duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Pak Seno. Beberapa menit kemudian seorang lelaki tampan dengan senyum ramah menghampirinya.
"Apakah anda Sekar Siwi?" tanya lelaki itu ramah
"Iya saya Siwi,"
"Mari silahkan ikut saya ke ruanganku," ajak lelaki itu
Lagi-lagi Siwi menarik lengan Ahmar membuat pemuda itu hanya pasrah dan mengikuti kemana gadis itu pergi.
Pak Seno hanya tersenyum melihat tingkah lucu Siwi.
"Apa pemuda itu pacarmu?" tanya Seno
"Iya Pak, jadi dia itu pacar saya yang merangkap sebagai bodyguard saya pak," jawab Siwi sumringah
"Mantul, jadi kamu tidak usah repot-repot membayar jasa bodyguard dong, kan kalau pacar sendiri pasti gratis, bahkan dia selalu available dua puluh empat jam untuk menjaga keselamatan dan juga hati Siwi dong," goda Seno
"Ah, Bapak bisa saja," jawab Siwi sambil menepuk pundak Seno
**Buughh!!
Anj*r sakit banget tepukannya, jangan-jangan dia ini emang jago beladiri makanya tepukannya saja sakit apalagi pukulannya,
"Sudah selesai Pak," ucap Siwi setelah menandatangani surat perjanjian kerjanya.
"Kami sudah baca semuanya kan?" tanya Seno
"Yoi,"
"Kalau gitu, aku gak perlu menjelaskan lagi secara detail, cuma saya ingatkan saja bahka kontrak kerja sama kita berlaku setahun dan selama satu tahun itu sebagai model kami anda dilarang menikah atau terikat pernikahan karena kami hanya bekerja sama dengan model-model yang masih lajang, dan jika dalam waktu tersebut saudara ketahuan menikah atau terikat pernikahan maka kami memberikan sanksi kepada anda untuk membayar uang denda sebesar tiga kali lipat uang kontrak yang kami tawarkan kepada saudara," papar Seno dengan detail
"Ok Siap pak," jawab Siwi paham
"Yaudah kita pamit ya pak," ucap Siwi
"Iya silahkan," jawab Lelaki itu
__ADS_1
"Tunggu!" teriak Senopati
"Ada apa lagi pak?" tanya Siwi
"Jangan lupa besok ada pemotretan, jadi jangan terlambat datang," ucapnya mengingatkan
"Siap, kalau ada apa-apa Bapak tinggal menghubungi nomor saya saja atau namor manajer saya," jawab Siwi
"Baik, terima kasih atas kerjasamanya," ucap Seno
"Sama-sama,"
Keduanya segera pergi meninggalkan ruangan itu.
"Sekarang antar aku pulang ya," ucap Siwi
"Baik, tuan putri," jawab Ahmar ketus
" Tumben kamu nurut banget mesum," kata Siwi sambil terkekeh
"Gimana aku gak nurut, kamu aja dari tadi narik tangan aku terus, sampai ada bekas kuku kamu nih," ujar Ahmar memperlihatkan bekas kuku Siwi yang barusan mencengkeram lengannya
"Maaf ya honey, aku gak sengaja, habisnya aku takut kamu pergi meninggalkan aku, makanya aku selalu memegangi tangan kamu," tandas Siwi sambil terkekeh
"Kaya kambing saja aku kemana-mana harus dituntun, gak sekalian saja aku kamu ikat dan kasih tali, supaya aku gak ilang," imbuh Ahmar
"Yaudah besok kamu akan aku pasang tali cinta, yang akan mendekatkan hubungan kita, hingga tidak ada satu orangpun yang akan memisahkan kita," ucap Siwi
"Oh iya mesum, karena tadi aku sudah memperkenalkan kamu jadi pacar aku, jadi tolong kamu harus jadi pacar pura-pura aku yang merangkap menjadi bodyguard aku, tenang saja, semuanya tidak gratis, gue bakal bayar lo," ucap Siwi
"Anj*r, lo pikir gue gak punya duit apa sampai harus jadi pacar bayaran lo segala," jawab Ahmar tegas
"Kan cuma bentar aja bro, itung-itung lo bantu menjaga dan melindungi gue, mau ya, ya, ya!" ucap Siwi memaksa
"Wani piro!" tantang Ahmar
"Terserah lo mau minta bayaran berapa ke gue, jangankan duit hati aku juga bisa gue kasih ke lo, kalau lo yang minta," jawab Siwi
"Anj*r, baru kali ini gue nemuin cewek Alien yang bar-barnya gak ketulungan," jawab Ahmar geleng-geleng, sementara Siwi hanya terkekeh mendengar jawabannya.
Siwi segera merebut kunci motor dari tangan Ahmar, membuat pemuda itu kaget.
"Lo mau ngapain?" tanya Ahmar
"Biar gue yang bawa motornya, gue gak mau nyiksa lo lagi, mending gue didepan jadi gue aman lo juga aman," jawab Siwi
"Ogah ah, pantang bagi seorang Ahmar dibonceng oleh seorang cewek, apa kata dunia nanti, seorang leader Kobra hitam dibonceng cewek bisa turun harga diri gue," tuturnya sambil merebut kembali kunci motornya
"Ok, lo sendiri yang maksa ya, jadi jangan salahin gue kalau lo kesakitan lagi seperti tadi," sahut Siwi yang langsung naik diatas motor Ahmar.
Gadis itu tidak sungkan-sungkan memeluk Ahmar walaupun pemuda itu berkali-kali melepaskan tangannya.
__ADS_1
Bener-bener nantangin nih cewek!
Pemuda itu segera menarik kasar gas motornya, membuat dua gundukan kenyal Siwi kini menempel sempurna di punggungnya, membuat konsentrasinya sedikit terganggu.
"Lo benar-benar mesum ya, sengaja banget ngegas mendadak biar gue bisa nempel-nempel sama kamu," gerutu Siwi
Karena konsentrasi yang sedikit terbagi dengan fantasi nakalnya, membuat Ahmar harus mengerem mendadak saat lampu merah menyala.
*Ciiit!!
"Aaarghh!!"
Semua pengguna jalan raya terkejut mendengar teriakan Ahmar, dan menatapnya cemas.
"Ada apa sih sampai jerit segala kaya orang lagi dianiyaya saja," gerutu Siwi
"Lo sih kebangetan," jawab Ahmar meringis kesakitan
"Kebangetan kenapa, adik lo tegang lagi?" tanya Siwi sambil terkekeh
"Bukan," jawab Ahmar malu
"Terus apa dong?" tanya Siwi
"Burungku kejepit!" ucapnya sambil meringis
###Halo Guys.... Sorry promo lagi
"Ros?"
"Iya ka?"
"Hapus semua foto kaka di hp kamu ataupun di sosmed,"
"Kenapa?"
"Maaf?"
"Kenapa kak?, apa Ros ada salah?, kaka marah?" aku penasaran dan ingin segera tahu jawabannya kenapa ka Rizal ingin aku menghapus foto-fotonya di ponsel maupun di sosmed kaya artis saja, kalau lagi marahan sama pasangannya, benar-benar mencurigakan, aku takut dia marah padaku.
"Aku akan menikah minggu ini," kata-kata itu seketika membuat tubuhku lemas seperti kehilangan separuh jiwaku, dadaku sesak karena aku seperti kehabisan oksigen.
Mungkin ini yang nama patah hati, dicampakkan, ditinggalkan pas lagi sayang-sayangnya.
"Kena,_" belum selesai aku bicara ka Rizal sudah mematikan ponselnya membuatku semakin sakit, rasanya hatiku seperti disayat-sayat. Perih rasanya ingin teriak dan melepaskan semua sesak yang menyeruak di dada.
Kujatuhkan tubuhku diatas kasur dan menangis sejadi-jadinya. Aku sengaja menutup wajahku dengan bantal agar suara tangisku tidak terdengar oleh ibuku atau ayah. Seharian aku mengurung diri di kamar hingga membuat ibu khawatir dan berkali-kali mengetuk pintu kamarku sengaja untuk mengingatkan waktu makan ataupun cuma ingin tahu apa yang sedang aku lakukan sehingga seharian tidak keluar kamar.
Sedikit Part episode pertama PERNIKAHAN GAIB, bagi yang belum baca, yuk baca novel terbaru aku ini, dijamin suka.
Jangan lupa Kasih like, komen, love dan vote ya...😘😘😘
__ADS_1