ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 83 # Terpisah


__ADS_3

"Kenapa kalian gak bilang sama nenek kalau Key itu baru berusia enam belas tahun!" ucap Welas Asih marah


"Menurut Damar itu tidak masalah nek, bukankah syarat usia menikah untuk mempelai wanita itu enam belas tahun?" tanya Damar


"Kamu benar Damar, tapi Key itu terlalu muda untuk menikah, Aku kira ia seumuran dengan Bagas sembilan belas tahun makanya aku tidak masalah mereka menikah muda atau setidaknya delapan belas tahun seperti usia kalian saat menikah, menikah di usia yang sangat muda itu sangat rentan, apalagi diusia Cassey yang masih terlalu muda, " ucap nenek Welas


"Mereka harus tinggal terpisah, aku gak mau terjadi sesuatu dengan Key, biarkan Cassey tinggal bersamaku selama setahun sampai usianya tujuh belas tahun baru boleh tinggal lagi bersama Bagas," kata Welas Asih


"Kenapa mereka harus tinggal terpisah nek, kasian, Damar sudah pernah merasakan itu dan hal itu benar-benar membuatku tersiksa lahir batin, jadi menurut Damar jangan pisahkan mereka nek, kasihan," jawab Damar Langit


"Bagaimana kalau Cassey hamil?, apa kamu akan tanggung akibatnya jika anak itu hamil?" ucap Welas


"Aku bisa bilang ke Bagas agar tidak membuat Cassey hamil," jawab Damar


"Apa ia bisa, sedangkan diusia mereka ini adalah usia dimana mereka sedang penasaran dengan hal-hal seperti itu, dan bagi anak muda seperti mereka sangat sulit mengontrol nafsu mereka, apa kau bisa menjamin Cassey tidak hamil dulu sampai usia delapan belas tahun?" tanya nenek Welas


"Aku bisa menjaminnya nek," jawab Damar


"Jangan menyamakan kamu dengan anakmu Damar, karena kalian itu berbeda, ingat usia Cassey itu sangat rentan jika hamil, walaupun dari segi biologis ia sudah siap melakukan reproduksi, tapi fisiknya belum siap makanya banyak ibu muda yang meninggal saat melahirkan, dan salah satu penyebabnya adalah usia ibu hamil yang masih terlalu muda, walaupun itu tergantung fisik individunya, hanya saja aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi, makannya sedia payung sebelum hujan itu perlu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ucap Welas Asih


"Andai saja kau memberi tahu usia mereka sebelum menikah, pasti aku akan menunda pernikahan mereka daripada harus memisahkan mereka setelah menikah karena aku yakin itu menyakitkan, tapi bagaimana lagi aku sangat menyayangi anak itu, dan tidak mau kehilangan dia, jadi terpaksa aku harus memisahkan mereka sampai aku benar-benar yakin Bagas bisa menunda punya anak sama sepertimu," Welas Asih mengakhiri obrolannya dengan Damar Langit dan bergegas meninggalkanya


Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju paviliun Cassey, semua dayang-dayang langsung memberi hormat padanya setibanya ia disana.


"Dimana Cassey?" tanya Welas Asih


"Dia masih dikamarnya yang mulia," jawab seorang dayang


Welas Asih melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan pagi.


Dasar pemalas!!, sudah siang begini belum bangun !, mau jadi apa kamu Key, calon ratu keraton harusnya bangun lebih pagi sebelum suaminya bangun tapi apa kamu bahkan belum bangun ketika suamimu sudah pergi,

__ADS_1


Welas Asih hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat gaya tidur Cassey yang sangat kacau.


Dasar bar-bar, gaya tidurmu sapa persis seperti Lulu, seperti preman, petakilan!


Welas Asih membuka gorden kamar Cassey, membuat cahaya mentari mulai masuk kedalam kamar dan membuat Cassey bangun karena silau.


"Hoooaaam!!" Cassey menggerakkan tangannya sembari menguap membuat Welas Asih hanya menggelengkan kepalanya


"Pagi nenek," sapa Cassey sembari tersenyum manis padanya


"Apa kau biasa bangun siang seperti ini?" tanya Welas Asih


"Tidak juga, ini karena aku kecapean saja nek, dan lagi juga karena si Baby gak ada, biasanya sih aku bangun jam lima terus jogging deh," jawab Cassey tanpa rasa bersalah


"Jadi kamu akan melakukan hal seperti ini jika suami tidak ada?" tanya Welas Asih lagi


"That's right Omah, sekali-kali bangun siang kan gak masalah kan?" jawab Cassey


"Jangan jadi mental kuli, yang bekerja keras saat diawasi tetapi bermalas-malasan saat tidak ada yang mengawasi. Ingat Key kamu ini calon ratu kasepuhan Arjowinangun, yang semua gerak-geriknya diikuti dan ditiru oleh semua rakyatmu, oleh karena itu bersikaplah layaknya seorang putri keraton, sehingga semua orang akan menghormati dirimu dan meneladanimu," jawab Welas Asih


"Baik, sekarang Bagas dimana?'" tanya Welas Asih


"Dia di luar kota Omah, sudah dua hari, memangnya ada apa?" tanya Cassey


"Tidak ada apa-apa, sekarang kemasi baju-baju kamu dan ikut saya!' ucap Welas Asih


"Kenapa harus bawa pakaian segala, memagnya aku akan tinggal disana?" tanya Cassey penasaran


"Benar, mulai hari ini dan seterusnya kamu akan tinggal bersama Omah, terpisah dari Bagas," jawab nenek Welas


"What!!, yang bener aja Omah!, masa Omah tega misahin Key sama Bagas yang lagi sayang-sayangnya, kan kasihan kita Omah nanti gak bisa sayang-sayangan lagi," rengek Cassey dengan nada memelas

__ADS_1


"Kan kalian cuma tidur terpisah saja, selebihnya kalian masih bisa bersama, siapa bilang nenek mau misahin kalian, Nenek cuma mau menunda kalian punya anak dulu, karena kamu masih terlalu muda Key, nenek takut kamu kenapa-napa," sahut Welas Asih


"Yah kita gak bisa ena-ena dong Omah, oopss sorry keceplosan Omah, hihihi...." ucap Cassey langsung menutup mulutnya


"Itulah yang omah khawatirkan Key, kamu hamil diusiamu yang belum mencapai tujuh belas tahun dan itu usia yang sangat rentan untuk melahirkan, nenek takut kehilangan kamu Key," sahut Welas Asih menatap Cassey sendu


"Santuy Omah, jaman sekarang sudah canggih, kan bisa caesar jadi tidak perlu lahiran normal supaya tidak beresiko ibu meninggal saat melahirkan," jawab Cassey


"Tetep saja nduk, baik melahirkan secara Caesar ataupun normal semuanya beresiko tinggi diusiamu yang masih terlalu muda ini, jadi tolong menurut saja dengan perintah nenek, karena nenek juga tidak mau memisahkan kalian terlalu lama, jika nenek yakin Bagas bisa meyakinkan nenek untuk bisa menunda kehamilan kamu, nenek akan membiarkan kalian kembali bersama," balas Welas Asih


"Baiklah nek, tapi Cassey mandi dulu ya, setelah itu baru kita cus kerumah Omah," jawab Cassey sembari mengerlingkan matanya


**********


Malam harinya Bagas merasa kaget ketika tidak mendapati Cassey ada di paviliunnya, apalagi setelah tahu baju-bajunya pun tidak ada di lemari pakaiannya.


"Dimana yang mulia putri Cassandra?" tanya Bagas pada dayang di paviliunnya


"Dia dibawa sama yang mulia ibu suri kerumahnya," jawab sang dayang


"Benar sayang, untuk sementara waktu kalian akan tinggal terpisah dulu, karena nenek khawatir jika Key akan hamil diusianya yang masih terlalu muda, makanya ia memaksa Key tinggal disana," sahut Lulu yang menghampirinya


"Jadi mamah membiarkan nenek sihir itu membawa Rapunzel ku dan mengurungnya diatas menara gitu," tanya Bagas


"Ya...mau gimana lagi, diistana ini tidak ada yang berani membantah Omah kan?" jawab Lulu


"Kasian kaka, menjadi pengantin baru yang terpisahkan karena menikah terlalu dini, hihihi...." goda Naeswari


"Diam kau bocah!!" sahut Bagas


"Cie...yang marah karena dipisahkan pas lagi sayang-sayangnya, apalagi belum sempat ena-ena, eeeaaaa...." ledek Nay

__ADS_1


"Aiiish si Nay, kecil-kecil ternyata udah tahu kaya gituan, Mah...kayaknya mamah harus cepat-cepat nikahin Nay deh sebelum terjadi MBA," goda Bagas


"Sue lo!!, emang gue cewek apaan sampai MBA segala," gerutu Naeswari


__ADS_2