ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 72 # Kebahagiaan Gaga


__ADS_3

Bagas dan Cassey keluar kamarnya untuk mengecek siapa yang memesan ambulance, begitu juga anggota kerajaan yang lainnya.


Maya keluar dengan isak tangisnya dipapah oleh Bisma putranya, membuat semua keluarga kerajaan langsung bertanya apa yang terjadi dengannya.


"Ada apa Maya, kenapa kamu menangis?" tanya Pitaloka


"Ayu meninggal bunda, hiks...hiks...." jawab Maya dengan tersedu-sedu


"Kenapa Ayu meninggal?, apa dia sakit?" tanya Pitaloka


"Dia keracunan bunda, Ayu salah makan," jawab Sean menyela pembicaraan Maya dengan Pitaloka


"Makanya kamu jangan ceroboh Maya jangan meletakkan makanan yang sudah kadaluarsa sembarangan biar anak-anakmu tidak salah makan," ucap Pitaloka


"Ayu jajan sembarangan diluar bun, dan kami dikabari oleh temannya ketika doa sudah sekarat dirumah sakit," Sean berusaha berbohong agar mereka tidak mencurigai istrinya, karena bagaimanapun juga pihak istana pasti akan menghukum Maya jika tahu kejadian yang sebenarnya


Semua anggota keluarga kerajaan masuk untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Ayu.


"Gue, bener-bener gak nyangka kalau Ayu akan pergi secepat ini," ucap Cassey duduk didepan jenazah Ayu dan membacakan surat Yasin untuknya


"Key, maafin Ayu ya jika dia banyak salah sama kamu," ucap Maya


Ayu menghentikan bacaan Yasinnya dan tersenyum kepada Maya.


"Iya tante, Key udah maafin Ayu, lagian gak baik juga kalau lama-lama menyimpan dendam, bisa cepet tua," jawab Cassey


Ternyata Key anak yang baik, dia bahkan mau membacakan Yasin untuk Ayu, maafkan kami Key?


Maya mengusap air matanya yang mulai membasahi pipinya.


**Dreet....dreet...dreet!!


Maya menjauh untuk mengangkat ponselnya yang terus bergetar.


"Halo, siapa ya?" tanya Maya penasaran

__ADS_1


"Gue Ira, wanita yang hampir lo tabrak kemarin," jawab Ira


"Oh iya, ada perlu apa atau ada yang bisa saya bantu?" tanya Maya


"Aku mau kamu membantuku membalaskan dendam pada pembunuh suamiku," jawab Ira


"Kalau boleh tahu siapa nama suami kamu?" tanya Maya


"Felix, dan setelah aku cari tahu ternyata kamu, adalah anggota kerajaan keraton Arjowinangun, jadi kamu tentu banyak koneksi untuk mencari tahu siapa pembunuh suamiku Felix," ucap Ira


Ternyata dia istrinya Felix, pantas ia terlihat jahat seperti Felix, tapi maaf Ira aku tidak bisa membantumu, karena aku sudah berjanji dengan Sean, tidak akan terlibat lagi dalam urusan kejahatan, cukup Ayu yang sudah menjadi korban,


"Halo!, apa lo masih disana?" tanya Ira


"Iya, tapi maaf sekali lagi Ira aku tidak bisa membantu, kalau kamu minta ganti rugi uang aku masih bisa berikan, " jawab Maya


"Ciih, aku bukan orang susah yang menginginkan uang darimu, kalau kau tidak bisa membantu ya sudahlah untuk apa berteman dengan seorang pengecut sepertimu," cibir Ira


Maya sebenarnya merasa kesal dengan cibiran Ira, jiwa antagonisnya seakan berteriak ingin membalas cibirannya, dan membungkam mulutnya dengan jawaban iya. Tapi hati kecilnya selalu memintanya untuk bersabar dan mengontrol emosinya.


"Sabar Maya, sabar, ini ujian, kamu pasti kuat," gumamnya dalam hati


***********


"Terima kasih sudah mengantar aku pulang," ucap Tanaya


"Sama-sama, " Ganendra membukakan pintu untuknya


"Oh iya, Aku Naya kamu siapa?" Tanaya memperkenalkan dirinya pada Ganendra


"Ganendra, panggil saja Gaga," Ganendra tersenyum dan menjabat tangan Tanaya


"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Naya


"Iya, waktu itu kamu pernah menumpang mobilku pulang setelah dari rumah sakit," jawab Gaga

__ADS_1


"Aiiish, kenapa aku lupa, maaf ya. Anyway kamu mau mampir dulu?" tanya Tanaya


"Mungkin lain kali, karena sudah malam juga gak enak sama pak Rt, nanti aku disuruh nikahin kamu lagi," goda Ganendra dengan kekehan kecil membuat Naya tersipu malu


"Oh jadi kamu gak mau nih kalau disuruh nikahin aku," jawab Naya manja


"Sudah pasti aku menolak dong Naya," jawab Ganendra langsung membuat Naya cemberut dan memonyongkan bibirnya


"Kenapa menolak, apa aku kurang cantik?" tanya Naya mulai baper


"Kamu harus itu cantik kok, makanya aku nolak nikahin kamu lama-lama, karena aku tuh maunya buru-buru menghalalkan kamu untuk jadi istri aku," jawab Ganendra yang langsung membuat wajah Naya merona merah


"Iissh, ternyata kamu tuh suka gombal ya?" Naya berusaha menenangkan suasana hatinya, walaupun ia mulai terpesona dengan ketampanan Ganendra yang terlihat jelas dibawah cahaya bulan purnama ditambah senyum manisnya yang membuat jantungnya terus berdebar-debar.


"Aku serius Naya, tapi kalau kamu menganggap itu cuma gombalan ya terserah, atau mungkin kamu sudah punya cowok?" tanya Ganendra sedikit kecewa


Aiiish!, kenapa aku bertanya pertanyaan konyol seperti itu, sudah pastilah cewek secantik Naya itu pasti punya pacar, emangnya aku jones,


"Mana ada cowok yang berani deketin adiknya ketua geng Mafia, mendengar aku ini adiknya Ares semua cowok-cowok langsung menjauh dari aku, iitulah kenapa sampai sekarang aku masih belum bisa memiliki seorang pacar atau kekasih," jawab Naya dengan senyum yang dipaksakan untuk menutupi kesedihannya


"Yes!!" ucapkan entah lirik sembari menarik tangannya ke depan dada, membuat Naya terkekeh melihatnya.


Seketika wajah Gaga memerah ketika tahu kalau Naya memperhatikannya sembari tersenyum-senyum melihat aksi konyolnya. Ganendra memberanikan dirinya menghampiri gadis itu, hingga keduanya berada dalam jarak yang sangat dekat.


"Kenapa dadaku jadi berdebar-debar gini, apa aku jatuh cinta lagi?" tanya Gaga dalam hati


"Bagaimana kalau aku berani memacarimu, apa kamu mau jadi pacarku?" seketika pertanyaan konyol itu tiba-tiba keluar dari bibirnya, membuat pipi putih Naya memerah, matanya berbinar-binar mendengar pertanyaan Gaga


"Tapi bukannya ini terlalu cepat, lagian kita belum saling mengenal satu sama lain, aku takut ini bukan cinta tapi...." Naya tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Gaga meraih jemarinya dan menggenggamnya erat.


Mata coklatnya menatap lembut gadis cantik itu, seakan memastikan bahwa ia serius dan tidak main-main dengan ucapannya. Senyuman manisnya seakan menghipnotis Naya untuk menerima cintanya yang tulus untuknya.


"Seorang pangeran tidaklah akan berdusta hanya untuk mendapatkan seorang wanita, karena diluar sana begitu banyak wanita yang mengantri cintanya dan bersedia untuk memberikan segalanya untukku. tmTapi aku bukanlah orang yang bisa menerima sesuatu yang tidak aku sukai, aku hanya akan memberikan hatiku pada wanita yang aku cintai. Dan entahlah kau boleh percaya atau tidak memang aku ini konyol kenapa bisa mengatakan cinta padahal baru dua kali kita berjumpa, tapi mungkin ini yang namanya takdir, Memang yang instan itu tidak baik untuk kesehatan, tapi tidak ada salahnya kan mencoba makanan instan asal jangan sering-sering tidak masalah, gak bakalan sakit-sakitan, kaya mie instan contohnya, kalau kita makannya sebulan sekali atau seminggu sekali no problemo, jadi apa salahnya kita coba dulu jalani hubungan kita, nanti kalau jodoh sudah pasti aku akan melamar kamu tidak perduli kamu adiknya Ares atau Zeus sekalipun, ora urus!, kalau udah cinta ya pasti aku kejar!!" jawab Ganendra panjang lebar meyakinkan Naya, membuat gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya, membuat Ganendra langsung melompat kegirangan membuat Naya terkekeh geli melihat tingkah konyol duren sawit itu.


Halo readers sayang, udah hari kamis lho tapi vote aku masih dikit ya, bantu vote lagi yuk, nanti aq tambah satu chapter lagi, bahkan kalau bisa sampai lebih dari 2k votes tambahin 2 Chapter deh...yuk vote dulu biar aq semangat...thengkyu. Jangan lupa like, love komen dan vote.😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2