ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Jelous


__ADS_3

*Dor...dor...dor!!!


Segerombolan laki-laki bertopeng menggedor-gedor kaca mobil Noval.


Bukannya gentar atau ketakutan, pria itu segera keluar dari mobilnya dengan santai.


"Sabar bro, gak sabaran banget sih kaya pengantin baru saja," ujar Noval dengan senyuman khasnya


"Jangan banyak bacot lo!" seorang lelaki segera melesatkan tendangannnya kerah Noval, beruntung lelaki itu masih bisa mengelak serangannya.


Ia berusaha menghalang-halangi beberapa orang yang sengaja ingin mendobrak kaca mobil untuk menarik Cassey keluar.


Tidak berapa lama Ryan datang bersama Hermes, Agni, Bagas dan Ferdan.


Mereka segera membantu Noval melawan para penjahat itu.


Pertarungan sengit terus berlangsung dan Cassey hanya bisa menatap dari balik kaca mobilnya.


Tiba-tiba seseorang berhasil memecahkan kaca mobilnya dan menjebol pintu mobilnya. Ia berusaha menyeret Cassey keluar.


" Hentikan keparat!!" seseorang pria kekar memakai baju serba putih segera menarik lelaki bertopeng itu dan mengajarnya bertubi-tubi.


"Kenapa kau ikut campur Bayu!" teriak laki-laki itu


"Tentu saja aku harus ikut campur kalau ada yang berusaha mengganggu keluargaku," celoteh Bayu, segera menghajar pria didepannya dengan penuh emosi dan amarah.


**Buughh!!!


Dengkulannya mengakhiri pertempuran keduanya. Lelaki itu segera mengulurkan tangannya pada Cassey .


"Kau tidak apa-apa nak?" tanyanya lembut


"Gak papa kok Om, makasih ya sudah menolong aku," jawab Cassey dengan senyum manisnya


Ia segera menghampiri Ryan dan melesatkan tendangannnya hingga musuhnya terpental menjauh menghantam mobilnya yang terparkir tidak jauh darinya.


"Thanks bro," Ryan segera meraih uluran tangan itu dengan cepat


Kali ini Bayu menghantamkan wajah musuh-musuhnya menggunakan dengkulan dan sikutannya.


Pertarungan pun selesai dengan kemenangan Ryan dan kawan-kawannya .


Ketika yang lainnya sedang bersorak-sorai merayakan kemenangannya, tidak dengan Bayu ia berjalan menghampiri seseorang yang masih berusaha bangun agar bisa melarikan diri dari tempat itu.


Ia langsung menarik tubuh lelaki itu dan melepaskan topeng yang dipakai olehnya

__ADS_1


"Apa yang diperbuat oleh Cassey, sehingga membuat seorang Putra Adinata harus turun tangan menghadapi musuh-musuhnya di lapangan!" ucap dokter Bayu dengan nada tinggi


"Dia telah membunuh adikku, dan dia juga sudah membawa keponakanku Amanda. Aku hanya ingin menuntut balas atas kematian adikku, dan berusaha mengambil Amanda kembali," jawab ptia itu sambil menahan rasa sakitnya


"Jangan bohong!, mana mungkin orang seperti Cassey membunuh adikmu dengan sengaja, karena setahuku dia tidak pernah menyakiti ataupun membunuh orang tanpa ada sebab yang jelas," jawab dokter Bayu


"Aku tidak bohong, kalau kau tidak percaya silahkan tanya gadis itu," balas Putra


Mendengar penuturan lelaki itu, Bayu kemudian melepaskan Putra Adinata. Ia berjalan menghampiri Cassey yang masih duduk di dalam mobil memandangi Ryan dan kawan-kawannya yang sedang merayakan kemenangannya


Bayu segera duduk disebelah Cassey yang kini berpindah mobil bersama suaminya Bagas.


"Apa kau pernah membunuh sepasang suami istri dan mengambil putri mereka?" tanya Bayu membuat Cassey terperanjat.


"Bukan membunuh Om, lebih tepatnya Key pernah menabrak sepasang suami yang langsung tewas saat perjalanan menuju rumah sakit, pihak kerajaan sudah mengumumkan ciri-ciri keduanya agar keluarga dari orang itu bisa mengetahui kematiannya dan membawa mereka pulang. Namun sampai dua hari tidak ada seorangpun yang mencari mereka sehingga paman Danar langsung menguburkan keduanya dipemakaman kerajaan, sedangkan putri mereka aku adopsi. Memangnya kenapa Om?" Cassey begitu penasaran dengan pertanyaan Bayu


"Orang yang menyerang kalian adalah kakak kandung orang yang kamu tabrak, dia akan menuntut balas atas kematian adiknya, dan berniat mengambil kembali Amanda, gadis kecil yang kalian adopsi," jawab Bayu


"Apa dia akan mengambil Kimmy dari kami Om?" tanya Cassey sedih


"Iya, karena mereka adalah keluarganya, dan aku akan mempertemukan kau dengan Putra adinata," jawab Bayu


Ia segera melangkah menengok kearah Putra berada tapi lelaki yang dicarinya sudah tidak ada.


"Dia sudah pergi, tapi aku janji akan mempertemukan kalian, agar kalian bisa berdamai dan menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan, aku tidak mau terjadi pertumpahan darah lagi," jawab Bayu bijaksana


"Baik Om, atur saja pertemuan aku dengan orang itu," sahut Cassey


"Keren bro, btw lo tahu darimana kita ada disini?" tanya Ferdan


"Dari seorang perawat yang bercerita jika ada orang yang menyamar sebagai perawat dan berusaha membunuh Cassey, dari situlah aku diam-diam mengikuti kalian saat meningalkan rumah sakit," jawab Bayu


"Thanks Bro, sudah peduli dengan kami," sahut Ryan memeluk Bayu


"Sama-sama Bro, semoga kita bisa tetap jadi sahabat selamanya," jawab Bayu


"Yoi bro!" tambah Ferdan merangkul keduanya


"Satu lagi bro biar kita makin kompak kaya Teletubbies, berpelukan!" teriak Noval yang berlari dan langsung memeluk ketiga sahabatnya


***********


"Memangnya setiap pemotretan atau foto shoot kami harus memakai baju seksi seperti ini," ucap Ahmar dengan nada kesal


"Gak dong sayang, cuma sesekali saja kan sesuai dengan temanya," jawab Siwi sambil merapikan make upnya

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak suka melihat kau berpakaian minim seperti itu, apalagi saat para lelaki lain menatap tubuh seksi kamu dengan tatapan penuh nafsu, rasanya aku ingin sekali menghajar mereka," sahut Ahmar


"Kamu jelous ya sayang," ujar Siwi sambil menatap lekat kekasihnya


"Tidak juga, cuma aku gak rela aja, kalau kekasih aku jadi tontonan para pria hidung belang," jawab Ahmar


"Baiklah sayang, mulai sekarang aku akan lebih selektif lagi dalam menerima job, aku gak mau bikin kamu jelous lagi honey," ucap Siwi meyakinkan


"Makasih ya udah mau ngertiin aku," jawab Ahmar


*Cup!


Sebuah kecupan mendarat di kening gadis itu, membuatnya tersipu malu.


"Lain kali jangan kecup di kening sayang, nanggung," bisik Siwi ditelinga Ahmar, gadis itu bahkan dengan sengaja menggigit manja daun telinga kekasihnya itu, membuat dada bidangnya berdesir kencang.


Sial, bener-bener bar-bar nih Alien, bikin gue panas dingin aja.


"Yaudah aku tinggal dulu, mau take nih," ucap Siwi meninggalkan Ahmar di ruang wadrobe


Ahmar mengikuti gadis itu pergi dari kejauhan, sementara Siwi masih terus berpose didepan kameraman yang terus mengambil gambarnya.


Ia meninggalkan Siwi sejenak untuk membeli air minum karena kerongkongannya mulai kering.


Karena lokasi pemotretan di alam terbuka tentu saja tidak ada warung didekat sana, Ahmar menyalakan motornya menuju ke minimarket terdekat.


Tiga puluh menit kemudian ia sudah kembali dengan menenteng satu kantong plastik berisi minuman dingin dan juga makanan ringan.


Wajah tampannya seketika langsung berubah garang ketika melihat seorang pria memeluk tubuh sintal kekasihnya. Walaupun ia tahu itu hanya sebatas adegan foto shoot yang memang dilakukan dengan profesional, tapi tidak bisa dipungkiri kalau Ahmar sangat cemburu melihatnya.


Karena bukan hanya sekali adegan itu diulang berkali-kali membuat pemuda itu benar-benar meradang.


Ia segera menarik Siwi menuju ke ruang wadrobe, membuat gadis itu kaget dengan perlakuan kasar Ahmar.


"Kamu kenapa si sayang?" tanya Siwi penasaran dengan perubahan wajah Ahmar yang terlihat tidak seperti biasanya


Ahmar tidak menjawab pertanyaan Siwi, lelaki itu hanya menatap lekat perempuan didepannya.


"Apa kau mencintaiku?" tanya Ahmar parau


"Tentu saja sayang, kenapa kau masih menanyakannya lagi, apa kau ragu dengan perasaanku?" jawab Siwi


"Kalau kau benar-benar mencintai aku, berhentilah jadi model, karena aku tidak bosa melihatmu disentuh lelaki lain, walaupun aku tahu itu cuma akting, tapi aku gak bisa. Aku tidak mau melihat orang yang aku sayang, menjadi pusat perhatian orang. Aku ingin kau hanya menjadi milikku, dan hanya aku yang boleh menyentuhmu," ucapnya pelan


"Iya sayang, tapi tidak sekarang, kita harus tunggu beberapa bulan lagi sampai kontrak kerjaku habis, karena kalau aku memutuskan hubungan kerja sekarang maka pihak agensi akan memberikan denda padaku untuk mengganti uang kontrak tiga kali lipat, makannya sabar ya. Aku tahu apa yang kamu rasakan sayang, tapi percayalah aku hanya milikmu karena tidak ada satupun lelaki yang aku cintai selain dirimu," Gadis itu langsung mencium bibir Ahmar untuk meredakan emosinya.

__ADS_1


__ADS_2