
Minggu pagi suasana di kediaman Niken tampak ramai karena hari ini adalah hari pernikahan Niken dan Ryan.
Kimmy dan Kinan terlihat lucu serta menggemaskan dengan busana pengantin lengkap dengan aksesoris mahkota di kepalanya. Dua gadis imut itu berlarian di depan pelaminan membuat para tamu gemas dengan perilakunya.
Cassey masih sibuk mengatur jalannya acara, sembari menggendong Rendra.
Niken terlihat cantik menggunakan gaun pengantin berwarna putih serasi dengan Rey yang tampak macho dan gagah menggunakan tuxedo warna silver.
"Ya ampun babang Rey, kamu tuh ganteng banget sih, nyesel gue milih Opang dulu," celetuk Icha
"Yang bener lo Cha, masa nyesel sama Opang sampai beranak empat, itu nyesel apa doyan," ledek Ferdan
"Berisik lo Dan, nyamber aja kompor," sahut Icha
"Btw Lulu belum datang ya?" tanya Icha
"Bentar lagi, kita tunggu aja. Namanya juga Ratu pasti banyak urusannya," jawab Ryan
*********
Di Istana Arjowinangun
"Paman, bolehkan aku datang ke pernikahan Mamih Niken sama Om Rey?" tanya Bagas
"Kau boleh datang kesana tapi harus ditemani seseorang," jawab Welas Asih yang memasuki kamar Bagas
"Siapa?"
Welas Asih kemudian menyuruh pengawal Istana untuk memanggil seseorang untuk masuk ke kamar Bagas.
**Tap, tap, tap!
Seorang gadis cantik berjalan anggun memasuki ruangan itu.
"Kamu harus datang ke pernikahan Niken dengan Tania, dia adalah putri dari sahabat Omah yang akan aku jodohkan dengan kamu. jadi aku ingin kalian saling mengenal dulu," tutur Welas Asih
Bagas hanya menghela nafas ketika mendengar ucapan Omahnya itu.
"Bagaimana Baby?, kau mau atau tidak?" tanya Welas Asih
"Aku tidak jadi datang Omah, lebih baik aku dirumah saja." jawab Bagas
"Dasar plin-plan, tadi kau ingin pergi tapi kenapa setelah aku mengizinkan kamu pergi malah kau tidak mau pergi," cibir Welas Asih
"Aku ingin pergi ke sana tapi tidak dengan Tania," jawab Bagas
"Terserah,"
Bagas hanya berdiam di kamar sendirian saat yang lainnya pergi menuju ke pernikahan Ryan.
"Kaka gak ikut pergi?" tanya Naeswari
"Gak mau Nay, Omah menyuruhku pergi dengan Tania. Makanya aku jadi malas pergi."
"Udah gak papa ka, pergi saja. Ini kesempatan Kaka bisa ketemu sama Key, Kimmy dan juga Rendra." tutur Naeswari
"Tapi kalau Key salah paham ketika melihat aku bersama Tania gimana?" tanya Bagas
"Gampang, nanti aku yang akan bilang sama Key kalau Tania adalah mata-mata Omah."
"Tapi kata Omah aku akan di jodohkan sama Tania?"
"Jangan percaya Ka. Dia hanya menggertak Kaka, sudah cepetan siap-siap. Nay tunggu di mobil ya?"
"Ok," Bagas segera berganti pakaian dan bersiap-siap pergi menuju ke rumah Niken
__ADS_1
"Kamu mau kemana Baby?" sindir Omah ketika melihat Bagas sudah rapi dengan stelan jas hitamnya.
"Aku mau pergi ke Nikahan Om Rey,"
"Ajak Tania!" seru Omah
"Baik," Bagas segera mengajak gadis itu keluar menuju ke mobil Pandu
Pandu segera meluncur menuju ke rumah Niken.
Suasana Pesta semakin meriah, Cassey melepaskan penat sejenak dan menitipkan Rendra pada Arkadewi yang datang ke pesta itu.
Ia merebahkan tubuhnya di dalam kamarnya.
"Key!"
Cassey segera bangkit dan mencari siapa yang mencarinya.
"Ada apa Nay?"
"Ada Bagas tuh," Nay menarik Cassey keluar kamarnya untuk menemui Bagas
Rasa rindu karena sudah lebih dari seminggu ia tidak bertemu dengan suaminya membuat Cassey langsung berlari keluar untuk menemui suaminya itu.
Matanya berbinar ketika melihat Bagas yang sedang menggendong Rendra buah hatinya.
Ia berjalan mendekati lelaki yang dicintainya itu, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis yang langsung bergelayut manja di lengan Bagas.
Secepat itukah kau berpaling dariku baby,
Cassey terlihat mengusap lembut sudut matanya yang mulai berembun.
"Jangan sedih Key, Tania cuma suruhan Omah untuk membuatmu patah hati. Jadi kamu yang kuat ya?" hibur Naeswari
"Kamu jangan terpancing Key, justru dengan begitu kau harus menunjukkan bahwa kau bisa lebih baik daripada Tania, dan aku yakin kau sebenarnya lebih cantik dan lebih elegan dari Tania. Kau hanya perlu merubah penampilan kamu sedikit," tutur Naeswari
"Gue bisa bikin kamu lebih cantik dari Tania Key," ucap Ayu menimpali pembicaraan kedua gadis itu
"Caranya?"
Ayu segera membawa Cassey menuju ruang make up.
"Duduk!" perintah Ayu, wanita itu langsung mendandani Cassey dengan tangan dinginnya.
Setengah jam kemudian, Ayu sudah selesai mendandani Cassey.
"Ingat Key, kamu harus berjalan dengan anggun dan pelan, jangan seperti di pesta pernikahan Hermes," sela Siwi memasuki ruang make up.
"Bener tuh yang dibilang Siwi, kamu jalan aja pelan-pelan saja." Siwi menggandeng Cassey mnuju ke ke panggung hiburan grup musiknya yang sedang mengisi acara nikahan itu.
"Selamat siang semuanya, baiklah perkenalkan teman saya Cassey yang akan menghibur kalian semua dengan suara emasnya!" ucap Siwi yang langsung dicubit oleh Cassey
"Gila lo, gue gak bisa nyanyi di suruh nyanyi!" cibir Cassey
"Udah coba saja, jangan malu-malu tunjukkan kalau kamu itu memiliki banyak kelebihan dari cewek itu," tambah Siwi
Cassey langsung naik keatas panggung dengan wajah gugup.
Netranya kini bertemu dengan Bagas yang tampak kagum melihatnya, namun Tania langsung menarik Bagas untuk segera menikmati santap siang mereka.
Betapa sakitnya hati Cassey melihat gadis itu dengan manja menyuapi suaminya didepannya.
šµšµ Jika ada yang bilang kulupa kau
Jangan kau dengar
__ADS_1
Jika ada yang bilang 'ku tak setia
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
'Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Jika ada yang bilang 'ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang 'ku berubah
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
'Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Saat kau ingat aku kuingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Kutahu kau selalu ingin denganku
Kulakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau
Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
'Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Saat kau ingat aku kuingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Kutahu kauā¦šµšµ
Cassey menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati dan jiwanya hingga air matanya menetes membasahi pipinya membuat semua yang mendengarnya ikut merasakan kesedihannya.
Begitu juga Bagas, yang langsung mengusap air matanya yang sudah mungumpul di sudut matanya.
*Aku selalu percaya sama kamu Key, aku tahu kamu akan selalu setia padaku, tunggu aku... tetaplah menjadi istriku yang cantik dan kuat....
Bagas segera pergi meninggalkan tempat itu karena tidak kuat melihat kesedihan Cassey*.
__ADS_1