ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 67. Kecurigaan


__ADS_3

**Greep!!!


Kinan tersentak ketika seseorang menyergapnya dan menodongkan senjata tajam ke lehernya.


"Anj*r, bukannya gue yang menangkap basah penjahat itu, malah gue yang terperangkap, sial!!" gumam Kinan


*Dug!!" Kinan langsung menyikut ulu hati lelaki itu dan menginjak kakinya dengan sepatu high heelsnya.


"Aarrgghh!!!" Lelaki itu mengerang dan menjatuhkan pisaunya.


Ketika Kinan akan melesatkan pukulannya ia terkejut menatap lelaki itu.


"Angga!!" seru Kinan menurunkan tangannya


"Kinan," jawab Angga lirih


"Aish, aku kira tadi kau penjahat, kenapa juga pakai bersembunyi di toilet, bukannya kau sedang kritis," gerutu Kinan


"Hmmm, aku bukan bersembunyi Kin, tapi emang aku baru saja selesai buang air. Aku kaget aja ada yang mencongkel pintu kamar mandi. Aku kira penjahat itu masih mengejarku makanya aku langsung menyergap mu. Tapi ternyata malah kamu." Angga langsung berjalan keluar dan duduk di tepi ranjang


Kinan memperhatikan bekas tusukan di punggung Angga yang sudah diperban.


"Kenapa?" tanya Angga


"Katanya kau kritis, tapi kau sudah bisa jalan-jalan dan tidak ada yang menjagamu," cibir Kinan


Angga hanya tersenyum mendengar ucapan Kinan.


"Kenapa senyum, apa ada yang lucu?" tanya Kinan


Angga menarik nafas panjang " Ini semuanya ide Om Bayu, dia sengaja memberi tahukan Kimmy kalau aku terluka parah dan kritis. Tujuannya adalah supaya Kimmy mengkhawatirkan aku dan mengakui kalau dia sudah mulai sayang dan peduli terhadap aku. Aku tahu itu semuanya tidak mungkin terjadi, karena seperti kau tahu kalau Kimmy tidak akan pernah mencintai aku apalagi membuka hatinya untukku. Tapi Om Bayu tidak mau tahu dan dia yakin sekali kalau rencana ini akan berhasil. Tapi sekarang kau lihat kan, ponselku saja sepi. Tidak ada pesan atau miss call dari Kimmy, sekedar mencari tahu kebenaran berita penusukan ku," ucap Angga tersenyum getir


"Kau tidak perlu pesimis gitu Ngga, lagian tadi kak Cassey bilang dia lagi otw ke sini bersama Kimmy. Lagian gue juga yakin kok kalau Kimmy sekarang sudah mulai luluh sama lo. So jangan patah semangat gitu dong, semangat!!" seru Kinan menepuk bahu Angga


"Thanks Kin,"


"Sama-sama bro,"

__ADS_1


***********


"Kami sepertinya tidak bisa membantu kamu lagi Nilam, walaupun otoritas kewenangan Klinik berada di bawah deputi kesehatan yang di pimpin oleh ayahku, tapi kami tidak bisa bertindak terlalu jauh dan gegabah lagi karena gerak-gerik kami sudah diawasi oleh Yang Mulia Panglima Kerajaan Baladewa. Sepertinya dia sudah mulai curiga denganku, dan sudah memanggil beberapa orang untuk di interogasi karena kejadian siang ini. Mungkin dia tahu kedekatan hubungan keluarga kita, makanya dia langsung mengambil tindakan seperti ini. Dan aku tidak mau sampai aku di tangkap dan di jatuhi hukuman oleh pihak kerajaan, bagaimana dengan nasib istriku yang sedang hamil tua. Jadi aku hanya bisa membantumu sampai disini saja," ucap Kepala Klinik


"Cih, kau benar-benar tidak tahu balas budi Andra!!, kau lupa siapa yang berjasa hingga kau mendapatkan posisi seperti ini, juga siapa yang merekomendasikan ayahmu menjadi Kepala Deputi Kesehatan Kerajaan!!"


"Sekarang untuk membantuku menghabisi Baladewa saja kalian tidak mau, padahal dia hanya seorang yang sedang sekarat tapi kalian sudah ketakutan. Kau bisa saja menggunakan anak buah mu untuk membunuhnya jadi kau tidak perlu mengotori tanganmu!!" seru Nilam


"Tapi kenapa kau tidak melakukannya sendiri saja Nilam, bukankah kolega ayahmu masih banyak yang menduduki jabatan tinggi di Keraton, kenapa kau tidak manfaatkan mereka," sahut Andra


"Ck, ck, Kau pikir aku orang bodoh hah!!" Nilam menarik kerah baju Andra dan mengalungkan pisau keheranannya.


"Kau tahu kan aku ini buronan, dan tidak bisa bebas keluar. Orang-orang Cendana Kalingga sedang memburuku karena kehamilanku yang dianggap telah menipu Keluarga Ratu dan putra mahkota. Aku sudah tidak bisa keluar dengan bebas apa lagi menemui kolega ayahku di Istana yang sudah membelot hanya untuk menyelamatkan jabatan mereka. Aku hanya mempunyai beberapa orang yang masih setia dan loyal terhadap ku, dan kini kau yang ku anggap masih loyal ternyata akan meninggalkan aku juga. Dasar penghianat, aku tidak akan membiarkan kamu hidup senang sementara aku kesusahan. Kau harus mati," ujar Nilam langsung menyayat leher Andra hingga lelaki itu jatuh terkapar.


"Jangan bunuh aku Nilam, kasihanilah istriku yang sedang hamil tua. Aku tidak mau anakku lahir tanpa ayah, percayalah aku akan tetap membantu sebisaku asal kau tidak membunuhku!!" ucap Andra memegangi lehernya


"Baik, sebagai sesama wanita hamil aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh istrimu. Kali ini aku akan memberikan kesempatan kamu hidup. Tapi ingat jika kau berusaha membelot maka aku tidak segan-segan untuk membunuhmu juga istri dan bayimu yang ada diperutnya," bisik Nilam


"Aku janji tidak akan mengkhianatimu dan ayahmu!" jawab Andra


Lelaki itu segera pergi dari kediaman Nilam.


*Braakkk!!


Revan membanting pintu rumahnya membuat Nilam kaget dan langsung menghampirinya.


Wanita itu tersenyum menyambut kedatangannya dan memeluknya.


"Kau sudah kembali sayang, syukurlah kau bisa kembali dengan selamat," bisiknya sembari mengeluarkan pisau dari bajunya dan berniat menusukkannya kearah leher Revan, namun lelaki itu dengan sigap memelintir tangannya hingga ia mengerang kesakitan.


"Awww!!" teriak Nilam meringis menahan sakit


Revan hanya tersenyum sinis dan mengambil pisau yang terjatuh di lantai dan mengarahkannya kepada Nilam.


"Kau pikir kau wanita yang cerdik, dan bisa membodohi aku hah. Kau memanfaatkan aku dan kemudian membunuhku jika aku gagal melaksanakan perintah mu. Aku bukan lelaki bodoh seperti Jonas atau anak buah ayahmu. Aku adalah Revan ketua geng kampus kita di Florida apa kau lupa, aku bisa membantai semua orang yang berusaha menyakitiku. Dan aku juga bisa menghabisi wanita serakah sepertimu dengan mudah!" bisik Revan membuat Nilam ketakutan


Sepertinya aku harus mengurungkan niatku untuk menghabisi Revan, lagian sekarang hanya dia satu-satunya orang yang bisa ku percaya dan setia padaku. Dia sangat mencintai aku mustahil bila dia akan menghianati aku. Setidaknya aku masih bisa memanfaatkan kekuatannya untuk melindungiku dari kejaran orang-orang Istana.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membunuhmu, aku hanya kesal dengan Kepala Klinik yang membuatku kesal karena ingin membelot ke Oposisi. Dan itu membuatku hilaf dan ingin menghabisi siapa saja yang mendekatiku hari ini. Karena aku takut sayang, aku ketakutan jika mereka berhasil menemukan aku dan menghukum ku. Aku takut mereka akan menyiksaku dipenjara. Kau tahu kan jika aku sedang ketakutan aku bisa mebunuh siapa saja. Jadi tolong maafkan aku sayang, karena hanya kau satu-satunya orang yang peduli dan care terhadap ku. Kau juga satu-satunya cara orang yang bisa ku percaya, tolong maafkan aku. Lindungi aku dan bayiku. Apa kau tahu sekarang aku mulai menyukaimu dan aku membayangkan untuk hidup bahagia bersamamu di kota kecil dan jauh dari Istana terkutuk ini. Aku ingin memulai kehidupan baru bersamamu, kau, aku dan bayi kita akan menjadi keluarga kecil yang bahagia dan hidup penuh cinta," tutur Nilam berusaha membujuk Revan.


Revan kemudian melepaskan pisaunya dan duduk memeluk wanita itu.


Nilam tersenyum simpul mengetahui Revan yang luluh dengan kata-katanya.


"Aku tahu kau tidak akan bisa menolak pesonaku Revan, kau akan selalu luluh dengan kata-kata manis dan rayuanku," gumam Nilam, ia kemudian mencium bibir Revan untuk membuat lelaki itu semakin percaya padanya.


Cih, kau pikir aku percaya dengan semua omong kosong mu Nilam, kau itu wanita iblis yang sangat kejam dan bengis. Kau bahkan rela membunuh siapapun untuk mencapai impian mu, dan aku tahu kau juga akan membunuhku tidak lama lagi,


Lelaki itu segera melepaskan ciumannya dan meninggalkan Nilam.


Nilam segera menuju ke dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk Revan.


"Kau mau ngapain?" tanya Revan mendekati Nilam


"Aku akan memasak makan malam untuk kamu sayang, aku yakin kau pasti belum makan. Sekarang mandilah dan aku pastikan makanan akan siap setelah kau selesai mandi," ucap Nilam


Kau pikir aku akan memakan makanan darimu yang sudah kau campur racun, aku tidak sebodoh itu Nilam.


Revan hanya tersenyum tipis dan kemudian menuju ke kamar mandi.


"Sekarang kalian cari keberadaan Nilam, aku yakin dalang dari semua ini adalah dia, aku akan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada wanita iblis itu," ucap Devin


"Baik, Pangeran!!" jawab pengawal istana


"Kau tidak perlu gegabah Dev, ingat sekarang semua pejabat sedang mengawasi mu, karena sikap ibumu. Jadi kau harus lebih hati-hati dalam bertindak, biarkan aku yang akan melacak keberadaan Nilam," sela Baladewa


"Baik Paman," sahut Devin


Baladewa kemudian mengajak Devin dan Kinan menemui Bayu dan Angga membicarakan rencana mereka untuk mencari Nilam.


"Aku percaya kepada kalian, dan aku minta bantuan kalian kali ini," ujar Baladewa


"Baik yang mulia," jawab keduanya


"Malam ini kita akan beraksi," tutur Baladewa

__ADS_1


__ADS_2