
Niken terlihat cantik berbalut gaun berwarna maroon serasi dengan Ganendra yang terlihat tampan dan elegant malam itu.
"Kamu cantik sekali sayang?" puji Gaga
"Makasih, kamu juga keren malam ini," balas Niken
Niken melihat Ryan bersama teman-temannya sedang asyik bercengkrama tanpa sedikitpun menoleh kepadanya.
"Lo bener-bener mau menjauh dari gue Rey," gumam Niken sedih
"Halo bro, kok kalian pada jomblo sih?" ledek Tama
"Sue lo!, inget istri kita ada di Jakarta, lagian kita gini kan sebagai bentuk solidaritas kita untuk sahabat kami tercinta yang masih jones alias jomblo ngenes karena gak laku-laku, " sahut Ferdan melirik ke arah Ryan
" Jangan gitu Dan, kasian Rey, mendiingan kita cariin jodoh buat Rey yuk?, kan di pesta ini banyak cewek-cewek cantik, kali aja ada yang nyangkut sama Rey, " sahut Noval
"Ok Pang, lo lihat yeh, babang Ferdan mau beraksi, " kata Ferdan sembari berjalab mendekati seorang gadis yang sedang menikmati makannya
"Ok bro," jawab Noval
"Halo, boleh gabung ga?" tanya Ferdan
"Silahkan," jawab gadis itu
"Boleh kenalan ga?" tanya Ferdan
"Boleh kok, aku Clara," gadis itu mengulurkan tangannya
"Ferdan," balas Ferdan sembari menjabat tangan gadis itu
"Btw kamu udah punya pacar belum?" tanya Ferdan
"Kalau pacar sih gak ada tapi kalau suami sudah punya, tuh lagi sama anakku," jawab Clara menunjuk seorang sedang menggendong anak balita, tentu saja itu membuat Ferdan mati gaya dan langsung pergi meninggalkannya
"Hahaha!!" Noval, Ryan dan Tama menertawakan Ferdan yang kembali dengan wajah kusut
"Sue!, kirain single taunya triple!" gerutu Ferdan membuat ketiganya semakin tertawa geli melihatnya
"Anj*r!, sumpah kocak banget tadi lihat ekspresi lo, pas cewek itu nunjukin suaminya ke lo Dan," ucap Noval sembari terkekeh
"Makanya jadi orang jangan kepedaan!, kena batunya kan lo," kata Ryan
"Yeh, gue kualat sama lo bro, maafin gue ya Rey, suka ngeledekin lo mulu, " ujar Ferdan sembari memeluk Ryan
"Lebay!" jawab Ryan
"Halo semuanya?, apa kabar?" Sapa Cindy sembari menyalami satu persatu teman suaminya
"Halo juga, aku Rey, kamu siapa?" tanya Ryan
__ADS_1
"Dia Cindy Rey, bininya Tam-tam, masa lo lupa sih," jawab Ferdan
"Iya aku Cindy istrinya Mas Tama, kok bang Rey lupa, kan kamu yang dulu jailin aku sama Mas Tama pake suara kentut di nikahannya ka Gaga, masa lupa sih," balas Cindy
"Eeeh iya, masih inget aja lo sama peristiwa berdarah itu, jadi malu gue, hehehe...." ucap Ryan
"Iyalah memangnya lo yang suka dengan melupakan sesuatu?" ledek Ferdan
"Sue lo!" jawab Ryan
"Oh iya kenalin adik saya, Masayu, dia baru menyelesaikan studinya di Paris," Cindy memperkenalkan adiknya kepada Ryan dan teman-temannya
"Messy," ucap Gadis itu memperkenalkan diri
"Rey," Ryan menjabat tangan gadis itu
"Hmmm!!, jangan lama-lama Rey, gantian!" goda Ferdan
"Iyeh sabar napa!" jawab Ryan
"Anyway adek lo ini udah punya cowok belum Cin?" tanya Ferdan
"Belum, dia masih single, makanya kalau biaa carikan dia pasangan, supaya mamih aku gak marah-marah mulu gara-gara dia belum mau nikah," bisik Cindy
"Ok siip," jawab Ferdan
"Yaudah aku tinggal ya, nitip Messy," ucap Cindy menggandeng Tama pergi
"Wah!, acara dansa sudah dimulai, kamu mau gak dansa sama aku Messy?" ajak Ferdan
"Jangan mau Messy, dia udah punya istri, mending lo sama Rey aja, kebetulan dia masih jomblo," Kata Noval
"Sue lo, pake buka rahasua gue segala!" cibir Ferdan
"Yeh, sekali-kali kasih kesempatan sama Rey, supaya dia dapat pasangan gitu," jawab Noval
"Iye baby, maaf aku hilaf," sahut Ferdan
"Ayo Rey, ajak Messy!" perintah Noval
Ferdan yang melihat Ryan terus menatap Niken dan Gaga yang sedang berdansa mesra langsung menariknya.
"Messy, kamu mau kan mengajari dansa teman aku ini, kasian dia belum bisa berdansa padahal dia harus bisa berdansa sebagai syarat untuk bisa mendapatkan warisan dari ayahnya," ucap Ferdan bersungguh-sungguh
"Really?" jawab Messy terkejut
"That's right baby, trust me!" sahut Ferdan
"Ok, with pleasure," jawab Messy
__ADS_1
"Artinya apa Dan, gue kagak ngerti," bisik Ryan
"Emang gue ngerti gitu, yang jelas kayaknya dia mau deh dansa sama kamu, udah kuy sana jalan!" perintah Ferdan
"Sue!!" cibir Ryan
"Iya, Rey, aku mau dansa sama kamu," jawab Messy dengan logat bulenya
"Ok, nyok ah kite jalan," ucap Ryan menggandeng Messy
Messy langsung berinisiatif untuk mengajari Rey, dansa. Gadis itu sangat mahir berdansa dan terlihat sabar karena harus mengimbangi gerakan Rey yang masih kaku.
"Kamu sudah lumayan bagus, walaupun masih terlihat kaku," ucap Messy membuka percakapan dengan Ryan
"Semuanya kan berkat lo, gue gak bakalan bisa kalau lo gak ngajarin gue," jawab Ryan
Melihat Ryan yang berdansa mesra bersama gadis lain membuat perasaan Niken semakin berkecamuk.
"Kenapa gue gak rela ya melihat Rey, dekat dengan cewek lain," gumam Niken sembari terus menatap Ryan
Ganendra menyadari jika Niken tengah memperhatikan Ryan.
"Aku tahu kamu memang sudah resmi menjadi kekasihku, dan aku sudah memilikimu seutuhnya, tapi sepertinya hatimu tidak kau berikan untuk aku Niken, sekarang aku sadar kenapa kamu begitu peduli dengan Kinan, itu karena kamu sayang sama Rey, kamu gak bisa menyatakan perasaanmu padanya karena sudah menerima cintaku dan itu yang membuat aku berpikir kenapa kamu tidak menjawab saat aku ingin menjadikanmu sebagai istriku," kata Ganendra dalam hati
"Kamu kenapa?, kok sepertinya ada yang sedang dipikirkan?" tanya Ganendra mencoba mengalihkan perhatian Niken
"Eeh tidak, aku cuma lagi menghayati musiknya saja, romantis banget gitu," jawab Niken
"Ohh, aku kira kamu memikirkan orang lain selain aku," kata Gaga
"Mana berani sayang," jawab Niken tersenyum kecut
"Kamu benar Ga, aku memang sedang bersamamu tapi kenapa hatiku selalu tertuju pada Rey," batin Niken sedih
"Dan kenapa hatiku sakit sekali hari ini ketika harus melihat Rey terlihat akrab bersama wanita lain," gumamnya
**Braakk!!
"Sorry!" Seseorang menabrak Ryan hingga membuat pria itu reflek memeluk Messy
Melihat Rey berpelukan dengan wanita lain membuat kristal bening berjatuhan membasahi pipi Niken.
"Sorry Messy, aku gak maksud kurang ajar sama kamu," ucap Ryan
"It's Ok Rey, never mind," jawab Messy
Entahlah mungkin karena ada ikatan batin Ryan seperti tahu apa yang dirasakan oleh Niken, ia segera menoleh kearah Niken dan netra keduanya saling bertemu. Ryan bisa melihat dengan jelas Niken yang tengah menatapnya dengan tatapan sedih berurai air mata.
"Maaf sayang, aku mau ke toilet dulu ya," ucap Niken sembari menundukkan wajahnya, karena ia tidak mau Gaga tahu apa yang ia rasakan
__ADS_1
Wanita itu segera berlari menuju ke toilet, dan meluapkan kesedihannya disana. Ryan segera berlari untuk menyusul Niken, ia mengangkat tubuh Niken yang bersimpuh di lantai sembari menangis tersedu-sedu.
"Kenapa kamu tidak jujur saja, kalau kamu juga mencintai aku?" ucap Ryan sembari memeluk Niken