ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Persiapan Penobatan Putra Mahkota


__ADS_3

Senin pagi di kantor gubernur Jogjakarta, ribuan para demonstran sudah menunggu kedatangan rombongan kerajaan.


"Halo yang mulia, kondisi di gedung gubernur banyak pendemo, sepertinya acara penobatan Putra Mahkota sepertinya harus dipindahkan," ucap seorang telik sandi kerajaan.


Danar Gumilang masih mencari cara untuk mengalaihkkan lokasi penobatan Putra Mahkota.


"Ada apa paman?" tanya Damar Langit


"Sepertinya kita harus memindahkan lokasi untuk penobatan Putra Mahkota, karena di kantor Gubernur sudah di duduki oleh ribuan demonstran," jawab Danar Gumilang


"Kita bubarkan saja mereka, kenapa harus bingung paman?" jawab Damar Langit


"Tidak bisa begitu Damar, kita mereka sudah dihasut untuk membenci kita, maka kita tidak boleh bertindak gegabah atau kita sendiri yang akan rugi karena tindakan ceroboh kita, sabar dulu," sahut Danar Gumilang


"Bagaimana kalau kita adakan di Istana saja ayah, lagian dulu juga pas penobatan Damar Langit diadakan di aula istana," usul Tama Wijaya


"Benar Paman, jadi seperti dulu saja, nanti untuk para warga yang ingin menonton acara livenya bisa kita pasangkan layar lebar didepan istana," tambah Ganendra


"Good, sekarang umumkan ke situs pemberitaan resmi kerajaan, bahwa acara akan dipindahkan ke istana, sedangkan hari dan jamnya tetap sama," jawab Danar Gumilang


"Baik, " jawab ketiganya serentak


Damar Langit beserta Tama dan Ganendra segera membuka situs resmi pemberitaan kerajaan.


"Sialan, siapa yang meretas data di situs ini!" ucap Damar Langit kesal


"Hmmm, sepertinya ada yang sengaja meretas data kita, dan ini sangat berbahaya karena rahasia istana bisa jatuh ke tangan orang-orang jahat," balas Ganendra


"Tam-tam segera laporkan masalah ini pada ayahmu, untuk sementara aku akan berusaha untuk menghandlenya bersama ka Gaga," ucap Damar Langit


Beberapa menit kemudian Danar dan Tama Wijaya sudah kembali menghampiri Damar dan Ganendra.


"Kenapa semuanya jadi semrawut gini sih, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini!" umpat Danar Gumilang kesal


"Pasti ada musuh dalam selimut paman, tidak mungkin orang luar bisa tahu semua informasi terbaru di istana ini," jawab Damar Langit


"Benar, sebentar aku panggil Bayu untuk membantu memperbaiki web ini," sela Ganendra


"Bayu??" tanya Ketiganya bersamaan


"Iya Bayu, mantan leader black Cobra, dia juga mantan hacker jadi udah biasa nanganin kaya ginian," jawab Gaga


"Ok Ka, panggil aja sekarang!" seru Damar Langit


Ganendra segera menghubungi Bayu untuk segera datang ke Istana.

__ADS_1


Tidak berselang lama Bayu dan Ahmar sudah tiba di Istana.


Ganendra segera mengajak mereka ke ruang kerja Danar Gumilang.


"Hmmm, lumayan juga nih hackernya sudah profesional," ucap Bayu


"Tapi masih bisa di kembalikan data yang hilang kan, soalnya takut disebarkan untuk kepentingan jahat," sela Damar Langit


"Coba saya cek dulu, kalian bisa tunggu saja diluar. Biarkan aku bekerja dengan Ahmar saja." imbuh Bayu


Semuanya langsung mengangguk dan pergi meninggalkan Bayu dan ahmar disana.


"Hmmm, sepertinya aku kenal dia Mas," celetuk Ahmar


"Dia teman kamu?" tanya Bayu


"Bukan, tapi kenal aja. Pernah satu kelas kayaknya, anaknya introvert banget gak nyangka kalau dia akan jadi hacker profesional kaya gini," tambah Ahmar


"Dia suka di bully juga sama teman-temannya," ucap Ahmar


"Kalau gitu lo cari informasi ke dia, siapa yang menyuruhnya meretas situs resmi milik kerajaan, sudah pasti ada oknum yang membayarnya, tidak mungkin dia cuma iseng melakukan semua ini," jawab Bayu


"Tenang Mas, gue tahu rumahnya kok, malam ini juga kita samperin dia," sahut Ahmar


"Sementara masih bisa aman, tapi aku khawatir akan akan diserang balik," jawab Bayu


"Iya, gue juga bakal terus pantau, sekarang kamu panggil dulu Damar dan yang lainnya," perintah Bayu


"Baik Mas," Ahmar segera menemui Danar Gumilang dan yang lainnya.


"Bagaimana Bay, aman?" tanya Danar Gumilang


"Sementara sudah aman Paman, Insya Allah aku akan terus memantau situs ini agar tidak di retas untuk kedua kalinya," ucap Bayu


"Terima kasih Bay," kata Danar Gumilang


"Sama-sama Paman," jawab Bayu


"Baiklah sekarang kita menuju ke aula kerajaan untuk mengecek persiapan semua panitia untuk melaksanakan Penobatan Putra Mahkota," perintah Danar


"Siap Paman," jawab semuanya


Semuanya langsung menuju ke ruang Aula sedangkan Bayu masih memantau ke keamanan di di situs resmi situs resmi pemerintahan online Keraton Arjojawinangun .


Danar Gumilang segera mengadakan briefing mendadak, dan dia sengaja tidak mengajak para perajurit istana untuk melakukan pengawasan selama acara penobatan Putra Mahkota.

__ADS_1


"Kita jangan sampai kecolongan lagi seperti tahun lalu," ucap Danar Gumilang


"Iya aku paham," jawab Ryan dan teman-temannya


"Sekarang kalian nyebar, untuk mengurangi kecurigaan, harus jaga jarak jangan ganggu satu sama lain, kecuali dia memang butuh bantuan kita!" briefing Danar


"Baik!!" semuanya langsung menghambur menempati posisinya masing-masing


Sementara itu dayang Gayatri terus mengawasi Danar Gumilang.


"Sial, aku gak bisa mendekat, bagaimana aku bisa tahu apa yang mereka bicarakan," keluhnya dengan wajah masam


Lulu melihat gelagat aneh dayang Gayatri yang sedari tadi terus memantau dan mengambil photo Danar dan yang lainnya.


"Sepertinya dayang ini tidak beres, aku harus terus menguntitnya. Agar bisa tahu apa sebenarnya yang ia inginkan. Dan atas perintah siapa dia melakukan semua ini," Gumam Lulu


Dua puluh menit menjelang acara di mulai diluar gerban Kerajaan, terlihat banyak orang yang sedang berunjuk rasa.


"Sepertinya mereka adalah demonstran yang sedari tadi menduduki Kantor Gubernur," celetuk Tama Wijaya..


"Kau benar Tama, sekarang menyamarlah, dan caritahu siapa dalang dan penggerak demo itu!" perintah Danar


"Baik, ayah!" jawab Tama


Sepertinya Bagas juga harus diganti orang lain, aku takut ada yang sengaja ingin membunuhnya seperti dulu, jangan sampai aku kecolongan lagi.


Danar segera menuju ke ruang kerjanya dan menemui Bayu dan Ahmar.


"Apa aku boleh minta tolong pada kalian?" tanya Danar Gumilang


"Tentu Paman, katakan saja!" jawab Bayu


"Aku ingin salah satu dari kalian menyamar untuk menggantikan posisi Bagas saat akan menerima mahkota raja dari Damar Langit," ucap Danar Gumilang


"Bagaimana kalau ketahuan?" tanya Bayu


"Tentu saja tidak karena nanti Bagas akan memakai jubah yang akan menutupi wajahnya, jadi kalian aman," jawab Danar


"Baiklah kalau begitu biar aku saja, karena kalau Ahmar kasian dia kan masih perjaka, nanti kalau dia mati kan jadi hantu penasaran, karena belum merasakan nikmatnya kawin, wkwkwk," ucap Bayu sambil terkekeh.


"Sial, dasar Mas usil!" cibir Ahmar


"Bukan usil Mar, tapi gue sayang sama lo. Mas gak mau kamu kenapa-napa, karena ini sangat beresiko," jawab Bayu


"Baiklah, kalau begitu ayo segera bersiap-siap, karena acara akan segera dimulai," ajak Danar Gumilang

__ADS_1


Bayu segera mengangguk dan mengikuti Danar Gumilang.


"Semuanya harus stay!" ucap Danar memakai ht memperingatkan yang lainnya.


__ADS_2