
Lulu berjalan menelusuri selasar rumah sakit yang mulai sepi, tiba-tiba seseorang menyergapnya dan membawanya keluar dari rumah sakit.
***Greepp!!
Lulu langsung reflek menyikut laki-laki yang menyergapnya, membuat pria itu mengerang kesakitan.
***Buuughhh!!
"Awww!!" teriaknya lantang
"Ka Gaga!!!, aku kira siapa!" teriak Lulu kaget ketika melihat Gaga yang menyergapnya
"Sorry Lu, aku gak mau kamu kenapa-napa," sahut Ganendra
"Iya gak papa, gue baik-baik aja kak, emangnya ada apa?" tanya Lulu
"Ares dirawat disini, aku tahu dia sedang mengincar kamu dan Damar makanya aku ingin memberitahukan kamu dan teman-temanmu, sekarang kamu mau kemana?" tanya Gaga
"Pulang ka," jawab Lulu
"Yaudah kalau gitu, kita bareng aja," ajak Ganendra
Lulu segera masuk mobil, dan Ganendra meluncurkan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
***********
Cassey mempersiapkan semua keperluanya kedalam tas ranselnya dan bersiap-siap untuk pergi.
"Kamu mau kemana Key?" tanya Niken
"Aku mau berkelana mamih," jawab Cassey
"Berkelana, emang pendekar?, jangan Lebay deh?" tanya Niken
"Aku mau menginap sementara waktu di rumah Omah Arkadewi, dia mau ngajarin Key bagaimana caranya membalaskan dendam kepada musuh kita dengan cantik, tanpa meninggalkan jejak," jawab
"Omah Arkadewi itu siapa?" tanya Niken
"Bundanya Om Gaga mih," jawab Cassey
"Memangnya kamu mau balas dendam sama siapa Key?" Niken khawatir dengan putri sulungnya itu
"Si Ayu, dia yang nyekap Key kemarin, dia juga berusaha membunuh Key dengan menyiram air es ke tubuh gue, hampir aja Key mati kedinginan kalau saja Omah ga datang menyelamatkan aku," kenang Cassey
"Kamu jangan dendam dong Key, gak baik buat kesehatan, bisa menyebabkan penyakit jantung, dan gangguan kejiwaan lainnya," jawab Niken
"Emangnya rokok bisa bikin sakit jantung, dan lagi gue sehat kok mih, gak kena gangguan jiwa, yang sakit jiwa itu ya si Ayulah," balas Cassey
"Yang sakit jantung itu mamih, karena khawatir memikirkan kamu, mamih takut kamu kenapa-napa Key, nanti mamih sama siapa kalau kamu ninggalin mamih," jawab Niken sedih
__ADS_1
"Cup-cup, tayang, tayang, tayang, mamih ga usah khawati kan ada Om Rey, Insya Allah Key bisa jaga diri, doain aja aku bisa selamat dan berhasil menumpas kejahatan yang ada di muka bumi ini," jawab Cassey
"Hmmm, lebay!" jawab Niken
"Hihihihi, yaudah aku jalan ya mih, " Cassey berpamitan dan mencium tangan Niken
"Hati-hati nak," jawan Niken
Niken segera menghubungi Ryan ketika melihat Cassey sudah pernah dari rumahnya.
"Rey, tolong Cassey dia mau balas dendam katanya, aku takutnya dia kenapa-napa," ucap Niken mengakhiri obrolannya
***********
Cassey tahu jika ada yang mengikutinya, ia sengaja mempercepat laju motornya agar orang itu mengejarnya.
Senyumnya menyeringai ketika tahu sebuah sedan mengejarnya ia segera masuk kedalam gang sempit hingga mobil sedan itu tidak bisa mengejarnya lagi.
"Sial!!, kemana larinya anak kecil itu!" gerutu Felix
**Braakkk!!!
Cassey sengaja menabrak mobil Felix dari belakang, membuat pria itu menghentikan mobilnya dan keluar untuk mengecek mobilnya.
"Uuuncchh!, maaf!!" ledek Cassey
"Brengsek!!, beraninya kau bermain-main dengan Felix," hardik Felix
"Berani kamu menantang aku!" ucap Felix menyunggingkan senyumnya
"Cassey tidak pernah takut pada siapapun," Cassey langsung menghajar Felix dengan pukulan andalannya ia juga tak memberi ampun pada Felix yang terus menghindari serangan darinya.
"Anj*r, kuat banget nih anak kecil!, gue sampe kewalahan gini!" gumam Felix, ia berusaha mengambil obat doping dari saku celananya, tapi ketika akan meminumnya Cassey segera menendangnya, hingga pil-pil itu berhamburan ke angkasa
"Ciih!, ternyata segitu doang kemampuan Om," cibir Cassey, Gadis itu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Sekarang saatnya kamu harus mati!!" Cassey segera melesatkan tendangannya kearah Felix membuat pria itu jatuh bersimbah darah
Cassey berjalan mendekati Felix yang sudah tidak berdaya.
"Sebutkan permintaan terakhir Om, sebelum aku menghabisi nyawamu," ucap Cassey
****Wuuushh!!!, braak!!!
Sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi berusaha menanbrak Cassey, beruntung gadis itu langsung menggulingkan tubuhnya kesamping menghindari motor itu.
Cassey segera menyalakan motornya dan mengejar motor sport yang membawa Felix pergi.
"Bajing*n, beraninya kau menggagalkan rencanaku!!" gerutu Cassey sembari terus menambah kecepatan motornya
__ADS_1
***Wusshhh!!!
Cassey berusaha melesatkan tendangan kearah pengemudi motor sport itu tapu, selalu saja pengemudi itu berhasil mengelak dari serangannya.
"Anj*r!!, berhenti lo!!, jangan jadi pengecut!, hadapi gue!!" teriak Cassey
Pengemudi misterius itu hanya diam, dan menambah kecepatan motornya hingga Cassey kehilangan jejaknya.
"Sue!!, gara-gara motor butut ini nih, jadi kalah balapan deh!" gerutu Cassey
Ia kemudian melesatkan motornya menuju ke paviliun anggrek milik Arkadewi.
**tok, tok, tok!!
"Kamu sudah sampai saja Key, btw kenapa muka kamu ditekuk begitu?" tanya Arkadewi
"Sebel Omah, tadi hampir saja Key berhasil membunuh Felix, tapi seseorang malah menggagalkan usaha Key," gerutu Cassey
"Untuk melawan seorang mafia dan penjahat kelas kakap seperti Felix kamu harus memakai taktik dan perencanaan yang matang, bukan hanya mengandalkan otot dan kemampuan berkelahi kamu saja, tapi harus memakai otak kamu juga, karena mereka memiliki jaringan yang sangat banyak sehingga susah untuk ditaklukkan," jawab Arkadewi
"Kok kamu bisa tahu?" tanya Cassey
"Itu karena aku dulu adalah seorang penjahat, sama seperti Felix, bahkan lebih jahat daripada dia, makanya aku tahu dan bisa membaca apa rencana mereka selanjutnya," jawab Arkadewi
"Sekarang kamu ganti baju, dan ikut Omah, aku akan tunjukan bagaimana seorang penjahat sebenarnya beraksi," tambah Arkadewi
"Baik Omah," jawab Cassey
Gadis itu segera masuk kedalam kamarnya dan berganti pakaian, ia terlihat maskulin dengan baju casual yang dipakainya.
Arkadewi hanya tersenyum simpul memandangi cewek tomboy dihadapannya.
"Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, dulu Damar mencintai Lulu yang tomboy dan pemberani sekarang Bagas juga menyukai kamu yang maskulin dan suka berkelahi," ucap Arkadewi
"Hehehe, iyakah Omah?" Cassey tertawa kecil meyakinkan ucapan Arkadewi
"Sure, dear," jawab Arkadewi membuat Cassey terkekeh mendengarnya
Keduanya kemudian beranjak menuju keluar rumah, Arkadewi bersiap melajukan mobilnya meninggalkan istana.
"Kita mau kemana Omah?" tanya Cassey
"Nanti kamu juga akan tahu," jawab Arkadewi
Arkadewi menghentikan mobilnya disebuah gerai pembuatan benda-benda pusaka, dan senjata tajam yang paling terkenal di Jogjakarta. Ia disambut oleh dua orang pelayan yang langsung mengantarnya menemui empu Barata.
"Sugeng siang Yang Mulia, sudah lama anda tidak mengunjungi gerai kami, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya empu Barata
"Siang Empu, aku hanya ingin memesan senjata yang paling bagus dan mematikan untuk putriku ini," jawab Arkadewi
__ADS_1
Cassey melebarkan matanya ketika mendengar ucapan Arkadewi.