ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 42 #Pagi yang Indah


__ADS_3

Ryan dan kawan-kawannya masih asyik menikmati secangkir kopi hangat disebuah kafe yang penuh dikunjungi oleh para remaja yang cuma berburu wifi gratis agar bisa eksis.


"Halo?" sapa Bayu


"Halo bro, apa kabar nih?" jawab Ferdan


"Baik, btw sepertinya kalian bukan asli Jogja ya?" tanya Bayu


"Iyeh Al, eh salah, Bayu maksudnya. Kita ini asli Betawi atau orang Jakarta, cuma kita suka kesini kalau lagi kangen saja sama temen-temen yang ada disini," jawab Noval


"Kalau boleh tau Al itu siapa sih, kok kayaknya semua temen-temen kalian mengira aku ini Al?" tanya Bayu


"Jadi gini ceritanya bro, si Al atau Alfian itu adalah seorang Jenderal...." belum selesai Ferdan melanjutkan ceritanya Rey sudah memotongnya


"Udah biar gue aja yang cerita, kelamaan kalau lo yang cerita," sela Ryan


"Suee!, main potong aje!" cibir Ferdan


"Diem!!, jadi Al itu dulunya musuh kita tapi ada suatu kejadian yang akhirnya membuat kita menjadi dekat dan mungkin lebih dekat daripada saudara, dia best friend kita, orangnya asyik, makanya kami sangat bersedih ketika tahu dia sudah meninggal gara-gara kanker hati yang dideritanya, dia bahkan tidak pernah cerita ataupun memberi kabar setahun sebelum dia meninggal, " kenang Ryan dengan mata berkaca-kaca


"Jangan sedih Rey, masih ada kita disini," Ferdan dan Noval langsung memeluk Ryan


"Suee!!, ngapain sih!!" hardik Ryan melepaskan pelukan kedua sahabatnya itu


"Kalian ini bener-bener gokil ya, seru kayaknya," kata Bayu


"Yoi, namanya juga geng Gesrek ya gitu dech," jawab Noval nengangkat bahunya


"Iya namanya juga geng gesrek gak gesrek ya ga asyik, seperti semboyan kita semakin digesek ya semakin bangkit, " tambah Ferdan


"Btw lo punya kembaran gak sih, gue curiga lo itu putra yang terbuang dan terpisahkan dari kembarannya, ya kaya di sinetron-sinetron gitu," kata Noval


"Masa sih??, coba nanti aku tanyain mbok ku," jawab Bayu


"Ngomong-ngomong lo juga jago berantem, jadi tambah mirip aja deh sama si Al," ucap Ferdan


"Iya iiih," sahut Noval


"Sssttt!!, ada cewek tuh, ayo Rey beraksi!" tantang Ferdan


"Diih ogah, lo aja sana!!" jawab Ryan


"Ayo Bay, tunjukkan kejantanan lo," ucap Noval


"Malu dong kalau ditunjukkin babang?, bisa kabur semua tuh cewek-cewek," sahut Bayu


"Mending kalau kabur, lha cewek jaman now mah kalau lihat gituan bukannya menjauh Bay tapi mendekat, apalagi lihat lo yang ganteng abis langsung pada mupeng tuh cewek-cewek!! " jawab Ferdan langsung disambut gelak tawa mereka


**********

__ADS_1


Malam sudah semakin larut Niken masih saja tidak bisa tidur, ia masih mengingat kejadian siang tadi. Kenangan manis bersama Ryan membuatnya senyum-senyum sendiri, tapi ia sedikit kecewa ketika Ryan memojokkan dan memarahi Ganendra.


"Kenapa lo sampai segitunya si Rey, kenapa harus menyakiti Gaga, kan gue jadi ill feel sama lo," ucap Niken


"Duuh sebenarnya gue ini sukanya sama siapa sih, kenapa jadi galau gini," Niken bertambah galau karena terus memikirkan kedua laki-laki itu


Dilihatnya Kinan dan Cassey yang tidur berdampingan, membuat hatinya menjadi kembali memikirkan Ryan.


"Mereka cocok sekali kalau jadi kakak adik, apalagi Key sangat sayang dengan Kinan, terus aku harus gimana nih, Rey kamu itu ganteng, humoris, penyayang, tapi kenapa galak aku kan takut!" ucap Niken sembari menatap foto kebersamaan mereka di arena bermain


"Gaga, kamu itu perfect banget, tapi karena saking perfectnya kamu sampai kamu tak butuh bantuan orang lain, dan itu yang membuat aku merasa tidak dibutuhkan oleh kamu, duuh galau lagi," Niken memukul-mukul kepalanya dengan menggunakan bantal


"Mamih!!" teriak Cassey membuat Niken langsung melompat dari kasurnya


"Ada apa sih Key, pagi-pagi teriak-teriak!, ganggu orang tidur saja!" cibir Niken


"Ini udah siang mamih, gue mau berangkat sekolah nih, terus Kinan siapa yang jagain kalau mamih belum bangun juga, masa ia harus Cassey ajak ke Sekolah sih," ucap Cassey


"Iyeh, mamih salah!, yaudah jalan sana!" kata Niken langsung menggendong Kinan


"Duit mana?" tangan Cassey langsung menadah kepada Niken


Wanita itu segera mengambil dompet dan memberikan uang sepuluh ribu kepada Cassey.


"Kurang mamih?, nanti kalau motor Key mogok lagi gara-gara bensin habis gimana?" tanya Cassey


"Ya beli dong sayang," jawab Niken


"Sekali-kali puasa jajan Key, inget mamih dulu juga gitu, jarang jajan disekolah, uang jajan mamih tabungin, inget hemat pangkal kaya," Niken mencoba menasihati Cassey


"Hemat menang pangkal kaya mamih, tapi keseringan hemat bisa sekarat!!" cibir Cassey


"Waduh!!, sue!" sahut Niken


"Nih Om tambahin buat jajan lo," ucap Ryan memberikan uang seratus ribu kepada Cassey


"Makasih Om, Om memang is the best, selalu tahu apa yang Key mau?" ucap Cassey yang langsung memeluk Ryan


"Om tumben datang kerumah Key pagi-pagi, kangen yah?" goda Cassey


"Iya Om kangen Kinan, sekalian mau nengokin dia," jawab Rey


"Hmmm, yang bener nih Om?, bukan kangen yang jagain Kinan yah," goda Cassey yang langsung membuat wajah Ryan bersemu merah


"Tuh kan wajah Om...." Belum selesai Cassey berbicara Ryan segera membungkam mulutnya


"Kenapa lo tahu aja Key, kalau gue kangen sama mamih kamu," gumam Ryan


"Sue lo!, udah ayo sekolah biar Om anterin," Ryan sengaja mengajak Cassey pergi karena ia tidak mau Niken melihatnya wajahnya yang merah karena

__ADS_1


Niken hanya mematung melihat kedekatan Ryan dan Cassey.


"Bentar Om Cassey salim dulu sama mamih, biar kaya anak sholeha gitu," ucap Cassey yang berbalik kearah Niken untuk berpamitan


"Mamih Cassey jalan dulu ya," ucap Cassey sambil mencium tangan Niken


"Dadah dede Kinan, kaka sekolah dulu ya, muaach!" ucap Cassey sambil mencium Kinan


"dadah," balas Kinan


"Yeaay!!, dede Kinan bisa ngomong!" teriak Cassey bahagia


"Alhamdulillah!" jawab Ryan dan Niken bersamaan


"Cie, mulai kompak nih??" goda Cassey


"Husst!!, jangan bawel!, berangkat sana!" ucap Niken


"Om gak pamitan sama mamih?" tanya Cassey


"Emang harus ya?" tanya Ryan


"Wajib Om, hukumnya berpamitan kepada tuan rumah setelah kita bertamu, jangan sampai kita digolongkan kedalam orang-orang yang suka datang dan pergi sesuka hatinya tanpa permisi membuat sakit hati ini, kalau ada maunya dia datang, tapi kalau lagi dibutuhkan dia menghilang!" ucap Cassey berapi-api


"Itumah curhatan lo Key," sahut Ryan


"hehehe, peace Om," jawab Cassey


Ryan langsung menghampiri Niken, mereka bertatapan namun justru menambah kecanggungan diantara mereka.


"Buruan Om, nanti Cassey telat!" teriak Cassey


"Iyeh, bawel banget!" Cibir Ryan


"Sayang aku jalan dulu ya, eh salah maaf Niken keceplosan," ucap Ryan salah tingkah membuat Niken menahan tawanya karena ia masih pura-pura ngambek sama Ryan, sementara Cassey tertawa terbahak-bahak mendegar ucapan Ryan.


"Ayo Om, sikaaat!" teriak Cassey


"Aku jalan dulu ya Niken," ucap Ryan mengulurkan tangannya dan Niken seperti terhipnotis segera mencium tangan Ryan. Begitu juga Ryan langsung mencium kening Niken.


"Maaf keceplosan lagi," ucap Ryan salah tingkah


"Cie, itu keceplosan atau kode," goda Cassey sembari terkekeh melihat ekspresi salah tingkah keduanya


"Yaudah aku ambil lagi biar gak salah paham," ucap Ryan yang kembali mencium kening Niken


"Eehh!" ucap Niken terperanjat dengan aksi kedua Ryan


"Hmmm, itumah bukan keceplosan lagi Om, tapi sengaja!, eaaa!!" goda Cassey yang langsung berlari menjauh dari Ryan

__ADS_1


"Sue, tau aja tuh bocah!!" gerutu Ryan


__ADS_2