
Ryan merasakan tubuhnya lemas, matanya berkunang-kunang dan kemudian dia ambruk.
**Bruughh!!!
Tubuhnya jatuh ke tanah membuat semuanya tercengang.
"Rey!!" teriak Lulu, ia berlari menghampiri Rey yang sudah tidak sadarkan diri
"Bangun Rey, jangan mati!," ucap Lulu sedih
"Gak mati Lu, dia cuma pingsan, pengaruh obat saja," jawab Ganendra
"Emangnya obat apa yang dia minum ka?" tanya Lulu
"Obat anastesi, paling dua atau tiga jam lagi dia baru bangun," ucap Ganendra
"Lama ka, terus Ares gimana?" tanya Lulu
"Kan ada Damar," ucap Gaga
Lulu segera mendekati Damar Langit yang masih melawan anak buah Ares.
"Sayang, mending kamu bantu Bayu aja melawan Ares, biar aku yang melawan anak buah Ares," ucap Lulu
"Baiklah sayang, kalau itu permintaan kamu, aku pasti akan menuruti semua keinginanmu," jawab Damar mencium kening Lulu
Ares menatap lekat Damar Langit yang mencium mesra Lulu.
"Ciihh!!, jadi dia suami wanitaku," gumam Ares menyering
Ia segera mendekati Damar dan menghajarnya.
**Buughhh!!!
Beruntung Damar masih bisa mengelak dan menangkis semua serangan Ares yang terus dilancarkan kepadanya tanpa henti.
Tentu saja hal ini membuat Tama tidak tinggal diam,ia segera menghampiri Damar dan membantunya. Merasa kesal ada yang membantu Damar membuat Ares semakin beringas dan mengajar Tama berkali-kali, membuat Tama kewalahan. Nafasnya mulai terengah-engah menghadapi Ares.
Bayu dan untuk membantu Damar tentama yang mulai kewalahan.
"Ayo maju semua!!, kalian semua maju!!, semuanya hadapi saja aku!!, aku tidak takut dengan pecundang seperti kalian yang bisanya hanya keroyokan!!" cibir Ares
bukannya kewalahan menghadapi Tama dan teman-temannya tetapi asmara semakin kuat dan beringas menghadapi mereka.
"Kalau gini terus sampai siang juga gak bakalan selesai," cibir Ferdan
"Hahahaha!!!, kalian pasti takut padaku ka??, dasar pecundang!!" ucap Ares
"Baiklah kalau gitu akan ku bunuh Kalian semuanya satu persatu agar semuanya mati tidak tersisa!!!" Ares mengeluarkan pedangnya dan berusaha menebaskannya ke musuh-musuh
"Sial bisa mati kita!!" teriak Ferdan yang terus menghindar dari serangan Ares
Ares terus mengincar Damar Langit, sepertinya pria itu hendak membunuh Damar langit.
"Lindungi yang Mulia!!" teriak Danar Gumilang
__ADS_1
Ares berhasil menghunuskan pedangnya ke Damar Langit membuat pria tampan itu langsung limbung dan ambruk.
Melihat suaminya ambruk Lulu segera melesat dan menghajar Ares tanpa henti.
Ia menarik Samurai dari anak buah Ares dan menghunuskannya kepada Ares.
"Sekarang matilah kamu bangs*t!!, beraninya kau melukai suamiku!!" Lulu seperti orang yang kesetanan ia terus menyerang Ares bertubi-tubi tanpa ampun
***Wusshhh!!
***Buughh!!
***Greep!!
Sesosok pria memakai berbaju serba hitam melesatkan tendangannya kearah Lulu, membuat wanita itu terpental menjauh dari Ares. Laki-laki itu segera menghampiri Ares yang sudah tidak sadarkan diri, ia membopongnya dan pergi meninggalkan area pertarungan.
"Jangan diam saja!!, kejar dia!!" teriak Lulu
Tama segera mengejar lelaki itu dan berusaha menghentikannya, namun langkahnya harus terhenti karena lelaki itu membawa senjata api yang langsung diarahkan padanya.
***Dor!!, dor!!
Tama langsung berguling ke samping untuk menghindari tembakan itu, pria itu menyeringai dan segera melemparkan bom sebelum pergi dari ruangan itu.
"Matilah kalian semua!!" ucapnya sembari melempar sebuah bom kearah Lulu dan yang sedang menolong Damar Langit.
"Lari!!, ada bom!!" teriak Tama sembari menyeret tubuh Damar pergi dari sana. Semuanya segera menghambur keluar menyelamatkan diri.
**Duaaarrr!!!
"Baik," jawab Semuanya serentak
"Kaka!, bawa Damar ke rumah sakit cepat!!" ucap Lulu sedih
"Iya Lu, sabar ya, aku akan ngebut sekarang!!" Ganendra segera menambah kecepatan mobilnya meninggalkan markas Ares
Sementara Bayu berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Damar dengan menghentikan pendarahannya.
"Kamu harus bertahan sayang!!, kamu harus kuat, aku akan selalu disampingmu," ucap Lulu sedih
Bayu terus menatap wanita dihadapannya dengan tatapan iba.
"Sabar yang mulia, jangan bersedih, doakan saja agar yang mulia raja bisa bertahan dari kritisnya," Bayu mencoba menenangkan Lulu
"Hmmm, kenapa Bayu mirip sekali dengan Al, bahkan ia bisa menenangkan Lulu, yang hanya bisa dilakukan oleh Al," gumam Gaga
"Kenapa aku gak rela jika Bayu itu Al," ucap Ganendra dalam hati
********
"Halo Om!!, Cassey kabur!!, aku gak mau tahu pokoknya Om harus menangkap Gadis itu dan bunuh saja dia!!" perintah Ayu
"Baik yang mulia, tapi maaf aku tidak bisa mencarinya sekarang, karena Ares sedang kritis, aku akan mencari Cassey besok atau setidaknya setelah Ares siuman," jawab Felix
"Dasar bodoh!!, melawan beberapa orang saja bisa kalah apalagi melawan semua perajurit istana!, aku tidak mau tahu aku berikan waktu dua hari untuk membawa mayat Cassey kehadapan ku, atau aku terpaksa mencari orang lain yang sanggup melaksanakan tugas ini!!" cibir Ayu sembari menutup telponnya
__ADS_1
"Sial!!, berani sekali anak manja itu menghardikku!" gumam Felix
********
"Kenapa rumah Lulu sepi sekali, kemana mereka?" ucap Arkadewi lirih
"Kemana Lulu dan anak-anaknya?" tanya Arkadewi pada dayang-dayang istana yang menjaga rumah Lulu
"Dari semalam yang mulia pergi belum kembali, bahkan yang mulia ratu juga menyusul mereka," jawab sang dayang
"Apa mereka pergi dengan Tama?" tanya Arkadewi lagi
"Benar yang mulia, bahkan Paman Danar Gumilang juga ikut, Pangeran Ganendra juga," jawab dayang itu lagi
"Pasti ada yang tidak beres kalau mereka pergi bersamaan," gumam Arkadewi meninggalkan paviliun Lulu
"Omah!!!" teriak Bagas
"Kamu darimana saja baby, kenapa penampilan kamu acak-acakan dan bau sekali," ucap Arkadewi menutup hidungnya
"Kami habis bertempur melawan Ares untuk menyelamatkan Cassey calon istri Bagas Omah, tapi sayang Key gak ketemu, terus papah terluka," jawab Bagas sedih
"Papih kamu gimana?" tanya Arkadewi
"Papih gak apa-apa, cuma papah aja yang parah, sekarang ibu sama papih membawanya kerumah sakit, Nay sama paman Tama juga menyusul mereka," Damas membenamkan wajahnya ke pelukan Arkadewi
"Syukurlah kalau Gaga tidak papa, sekarang kamu mandi dulu, nanti temani Omah menjenguk papah kamu," ucap Arkadewi
"Baik Omah," jawab Bagas yang segera berlari menuju ke kamar mandi
"Awas saja jika Ares berani menyentuh putraku, kau akan berhadapan dengan Arkadewi," gumamnya
"Siapa namamu?" tanya Arkadewi ketika melihat Cassey sedang mengobati lukanya
"Cassandra tante," jawab Cassey
"Kamu harus ikut tante berobat ke rumah sakit, lukamu sangat parah dan aku bukan dokter jadi tidak bisa menyembuhkan luka kamu, sekarang bersiaplah, karena aku juga akan menjenguk putraku dirumah sakit," ujar Arkadewi
"Baik tante," jawab Cassey
"Assalamualaikum Omah," sapa Bagas ramah
"Waalaikum salam sayang, hmmm, tidak terasa sekarang kamu sudah remaja dan sebentar lagi akan menikah, tapi Omah belum tahu siapa calon istri kamu," kata Arkadewi
"Nanti kalau Key, sudah ketemu Bagas pasti kenalkan sama Omah, sekarang ayok kita jalan Omah," ajak Bagas
"Sebentar, aku akan mengajak seseorang untuk berobat juga," ucap Arkadewi beranjak dari kursinya
"Siapa Omah??" tanya Bagas
"Nanti juga kamu tahu, " Wanita itu berjalan menghampiri Cassey di kamar tamu dan mengajaknya keluar
Bagas tercengang melihat Cassey berjalan bersama Arkadewi.
"Key...."
__ADS_1