ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 95 # Tantangan Baru


__ADS_3

"Sayang bangun, udah subuh nih, cepetan pulang sebelum nenek datang," Cassey menggoyang-goyangkan suaminya yang masih tertidur pulas


"Iya sayang bentar, masih ngantuk," jawab Bagas


**Tok...tok...tok!!


Suara ketukan pintu langsung membuat bagas melompat dari ranjangnya dan segera bergegas menuju ke jendela, ketika jendela kamar terbuka ia merasa kecewa karena kursi yang dipakainya untuk naik ke kamar Cassey hilang.


Entah siapa yang sengaja memindahkan kursi itu dari sana.


"Kenapa Baby, kok gak jadi turun?" tanya Cassey


"Kursinya ilang baby," jawab Bagas sedih


"Iiishh manja sekali sih kamu baby, lompat aja kenapa sih, lagian gak tinggi-tinggi amat, cus!, sebelum di grebeg Satpol PP," sahut Cassey


"Lemes Baby," keluh Bagas membuat Cassey tertawa geli


"Makannya lain kali minum obat kuat biar gak lemes," goda Cassey


"Beneran loh Baby, nanti malam aku datang lagi bawa obat kuat biar lebih greng!!" goda Bagas sambil terkekeh


"Udah ahh, becanda mulu, pergi sana hus... hus...." jawab Cassey


"Kamu ngapain di jendela Key?" tanya Welas Asih yang tiba-tiba sudah ada di dalam kamarnya, buru-buru Cassey menutup jendelanya agar nenek Welas tidak melihat suaminya yang baru keluar dari jendela


"Eehh anu Omah, barusan lihat keluar udah rame belum, ternyata karena masih subuh jadi sepi," jawab Cassey gugup


"Ya sepilah orang masih subuh, sekarang kamu mandi terus sholat, nanti nenek mau ajarin kamu masak," ucap Welas Asih


"Ok bos, " jawab Cassey sambil terkekeh


"Untung omah gak lihat ini!!" Cassey segera mengambil sprei yang terdapat bercak darah bekas pergulatannya dengan Bagas semalam


Ia mengendap-endap ke ruang loundry dan memasukan sprei itu kemesin cuci.


"Biarkan kami yang mencucinya yang mencucinya yang mulia," ucap seorang dayang mengagetkan Cassey


Gadis itu hanya tersenyum simpul menanggapi tawaran sang dayang.


Wadaw!, gimana nih, kalau ketahuan ada darahnya kan malu gue, gimana ya?


"Gak usah bingung yang mulia, tenang saja, semuanya aman, " sahut dayang itu sambil mengerlingkan matanya membuat Cassey curiga


Apa jangan-jangan dia lagi yang memindahkan kursi si baby tadi pagi,


"Yang mulia, ibu suri memanggil anda," sapa seorang dayang


"Baiklah, aku akan datang, tolong titip ini ya, jangan sampai omah tahu," bisik Cassey

__ADS_1


"Beres yang mulia, " jawab sang dayang sambil tersenyum


Cassey segera menemui Welas Asih.


"Kamu kenapa jalannya begitu, tidak seperti biasanya?" tanya Welas Asih yang melihat berjalan Cassey yang lebih pelan tidak seperti biasanya


"Lagi latihan jadi puteri keraton Omah, makanya jalannya pelan-pelan," jawab Cassey


"Siapa yang mengajari kamu jalan kaya putri keraton seperti itu, kaya orang abis sunat aja," cibir Welas Asih


"Mamah yang ngajarin Omah," jawab Cassey


"Pantes, belajar sama Bunda Arkadewi kalau mau jadi puteri keraton jangan sama Lulu, ancur nanti," jawab Welas Asih


"Iya Omah,"


"Kalau boleh tahu kamu kuliah ambil jurusan apa?" tanya Welas Asih


"Fashion," jawab Cassey


"Baguslah, kembangkan pakaian adat keraton kita agar bisa dikenal dan disukai oleh warga dunia," kata Welas Asih


"Tentu Omah, itulah salah satu tujuan Ket masuk jurusan itu agar bisa menjadi desainer baju terkenal seperti Ivan Ganahan," jawab Cassey


"Yaudah Omah hanya bisa dukung kamu, semoga kamu bisa mencapai cita-cita kamu," sahut Welas Asih


************


"Nanti besok aku akan beliin kamu mobil sayang, supaya kamu gak naik motor saat aku lagi diluar kota ya, oh iya nanti pulangnya kamu dijemput sama Pipi saja ya?" ucap Bagas sambil mengusap lembut rambutnya


"Gak usah baby, nanti Nay marah lagi, udah aku pulang bareng Hermes aja, aku mau menghapuskan sistem perbudakan yang ada di keluarga Pandu," jawab Cassey


"Sotoy, siapa juga yang jadi Budak, orang Pandu itu cuma menjaga kamu aja kok," jawab Bagas


"Sama aja baby, udah yang jelas aku gak bakal ngerepotin si Pandu, gue ini Key si cewek dengan seribu nyawa jadi gak perlu pengawalan dari siapapun, karena gue bisa jaga diri," sahut Cassey


"Iya sayang percaya, udah belajar sana, awas jangan bolos lagi ya, kaya kemarin," ucao Bagas


"Kok kamu tahu baby aku bolos kemarin?" tanya Cassey


"Kami lupa kalau suami kamu ini anak Sultan, jadi pasti tahulah semua yang kamu lakukan di kampus," jawab Bagas


"Siap bosku, aku belajar dulu ya sayang, Love you," ucap Lulu sambil mencium pipi suaminya


"Iya sayang hati-hati, jangan suka berantem lagi jaga bayi yang ada dalam kandungan kamu," goda Bagas sambil terkekeh


"Masa ia baru semalam dibikin udah jadi aja tuh bayi," jawab Cassey penasaran


"Iya dong sayang, kan kita bibit unggul jadi langsung tokcer," sahut Bagas tak henti-hentinya menertawakan ekspresi lucu Cassey yang masih polos

__ADS_1


"Bodo Ah, kalau gak jadi kan bisa bikin lagi, iya gak, iya gak,_" jawab Cassey mengernyitkan alisnya


Gadis itu melambaikan tangannya, pada Bagas yang melesat pergi meninggalkan halaman Kampus, dan berjalan menuju ke kelasnya.


"Tumben nih kampus sepi, padahal udah siang, apa lagi ada acara ya?, bodo amat lah yang penting gue ngantuk terus mau tidur dulu di kelas." ucapnya lirih


**Brum...brum...brum!!!


Empat buah motor sport menghampirinya dan berputar-putar di depannya sembari membunyikan menarik gas motornya sehingga menimbulkan bunyi bising yang menganggu telinganya.


Asap yang keluar dari knalpot motor itu juga sangat menggangu Cassey, hingga gadis itu batuk-batuk.


"Suee!!, berhenti gak, atau gue bikin motor lo berhenti untuk selamanya!!" teriak Cassey membuat keempat pengemudi motor itu bukannya berhenti, malah semakin kencang menarik kopling gas motornya, menambah kebisingan yang membuat Cassey semakin murka.


"Dasar brengsek!!" Cassey segera melesatkan tendangannya membuat seorang pengemudi motor jatuh terjungkal dari atas motornya


**Plok...plok...plok !!!!


"Keren!, keren!, keren!!" teriak Ahmar yang turun dari atas motornya


"Gue suka gaya lo Cassandra Putri Alvian, mahasiswi semester satu jurusan Fashion yang sok jagoan," hardik Ahmar yang hanya disambut senyuman sinis dari Cassey


"Gila!!, baru sehari gue jadi mahasiswi udah terkenal aja, sampai lo hafal banget nama panjang gue, jangan-jangan lo penggemar gue ya, kenapa?, mau minta tanda tangan gue, makanya lo sampai panggil teman-teman lo buat menghadang gue!" ledek Cassey


"Dasar cewek bar-bar, siapa juga yang ngefans sama lo, justru gue mau membalas kekalahan kita saat adu balap dengan lo," sahut Faiq yang turun dari motornya menghampiri Ahmar dan Cassey


"Oh iya, gue inget lo yang gue kalahin di balapan kemarin ya, btw cewek cantik yang jago balap itu mana kok gak ada?" tanya Cassey


"Kita tantang lo buat balapan lagi besok, tapi bukan balapan motor tapi balapan mobil, dan jika lo kalah lo harus siap jadi jongos kita selama satu tahun," ujar Faiq


Wew, kenapa balapan mobil, kan gue gak bisa mengendarai mobil, kalau motor sih Ok lah, tapi kalau mobil mana bisa,


"Gimana?" tanya Faiz


"Pasti lo takut kan makanya diem aja!" ledek Fadil


"Siapa bilang gue takut, cuma gue gak bisa kalau besok, jadwal gue udah penuh, maklum artis," jawab Cassey dengan kekehan kecil


"Ok, lo bisanya kapan?" tanya Fadil


"Sebentar gue tanya sama manajer gue dulu, takutnya ada jadwal yang gak gue hapal," jawab Cassey mencoba mengulur waktu untuk berpikir


"Dasar cewek halu!!" cibir Ahmar


Seminggu bisa gak yah belajar mobil??, mudah-mudahan bisalah,


"Gue mau nanya dulu rulesnya, kan kalau gue kalah gue jadi jongos kalian, nah sekarang kalau kalian kalah kalian jadi jongos gue juga nih gantian setahun-setahun gitu sampai gue lulus kuliah?" tanya Cassey


"Ok," jawab mereka kompak

__ADS_1


"Cie, kompak bener kaya paduan suara aja, yaudah seminggu lagi kita balapan,_ " jawab Cassey


__ADS_2