
Suasana di Pendopo utama Keraton Cendana Kalingga terlihat sangat tegang dan memanas, tiga kubu terbesar yang ingin merebut tahta Raja tampak bersitegang.
"Yang Mulia Ratu sudah menyalahgunakan posisinya dengan tidak menjalankan amanah raja sebelum wafat untuk menjadikan Raden Mas Genta Bhumi sebagai putra mahkota dan pengganti Raja sementara sembari menunggu Pangeran Devin Rakabuming dewasa." ujar Sekertaris Kerajaan Siswo Budoyo
"Jadi jelas sudah dengan alasan ini Yang Mulia Ratu sudah melakukan pengkhianatan dan harus dihukum, dan Raden Mas Genta Bhumi yang sudah kembali ke Indonesia akan menggantikan posisinya sebagai Raja Cendana Kalingga," tambah Siswo
"Kau benar Sekertaris Kerajaan, tapi alangkah bijaksananya jika benar Pangeran Genta sudah kembali ke Indonesia, maka kau harus membawanya ke mari agar kami tidak mengira kau hanya membual saja," ujar Bambang
"Benar jika memang benar yang mulia Ratu bersalah ia akan tetap di hukum tapi kit perlu buktinya," ujar yang lainnya membuat suasana sidang menjadi gaduh.
"Diam!!!, semuanya harap diam!!!" teriak ketua dewan penasehat istana membuat semuanya diam.
"Baiklah, setelah mendengar keterangan dari semua anggota dewan penasehat kerajaan, para pejabat tinggi dan juga sesepuh kerajaan, maka saya selaku ketua dewan penasehat kerajaan memutuskan Yang Mulia Ratu Harsiwi Kinasih bersalah karena menyembunyikan pesan Raja dan sengaja mengusir pangeran Genta Bhumi dari istana. Hal ini tentu saja dianggap sebagai bentuk penghianatan terhadap raja dan dia akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau diasingkan ke daerah kumuh dan terpencil. Untuk sementara sebagai pemimpin Kerajaan Cendana Kalingga dan pengganti Raja untuk sementara waktu hingga Pangeran Devin menikah, dan maka kami memutuskan Pangeran Genta menjadi Raja Cendana Kalingga, tapi karena dia tidak datang juga ke istana sampai sekarang, maka posisi raja untuk sementara akan di isi oleh Perdana Menteri Bambang Aryo Kusumo!" ujar Ketua Dewan Penasihat Istana diakhiri dengan suara ketukan palu.
*Tok, tok, tok!!
"Tunggu!!" seru Baladewa memasuki ruangan pendopo utama membuat semua yang ada disana tercengang
"Tolong pertimbangkan lagi keputusan Dewan Penasehat Kerajaan, untuk menjadikan Perdana menteri sebagai pangganti Raja, karena dia adalah orang yang sangat jahat. Dia bahkan berani menjodohkan putrinya yang hamil di luar nikah dengan pangeran Devin Rakabuming hanya untuk memperkuat posisinya di Istana, dengan merahasiakan kehamilan putrinya. Dan setelah aku mengetahui rahasia busuknya itu ia bahkan berusaha untuk membunuhku!!" Baladewa segera membuka kemejanya dan memperlihatkan luka tembak di punggungnya.
__ADS_1
"Dia dan putrinya berusaha untuk menggulingkan Ratu setelah ia membatalkan perjodohan putranya. Dan aku yakin sekali jika ketidak hadiran pangeran Genta Bhumi ke Istana itu adalah rekayasa Perdana Menteri agar ia bisa menduduki posisi Raja Cendana Kalingga. Jadi tolong berikan waktu kepada Sekertaris Kerajaan dan aku untuk membawa pulang Pangeran Genta Mas Bhumi ke istana dengan selamat. Jika aku dan Sekertaris tidak bisa membawanya pulang maka Yang Mulia Dewan Penasihat bisa memutuskan siapa yang lebih tepat untuk menggantikan posisi Raja sampai Yang mulia Pangeran Devin menikah," ucap Baladewa.
Semua peserta rapat terperangah dengan ucapan Baladewa, sedangkan Bambang terlihat kesal dengan kedatangan lelaki itu.
Bagaimana dia bisa selamat!!
Setelah melakukan perundingan dengan anggota Dewan penasehat istana maka Ketua dewan pun membacakan hasil keputusannya.
"Baiklah setelah melakukan perundingan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan masukan dari anggota dewan maka kami memutuskan untuk memberikan waktu kepada Sekertaris negara dan Juga Baladewa sebagai panglima kerajaan untuk membawa pulang Pangeran Genta Bhumi sampai pada waktu yang ditentukan. Yaitu jika sampai pukul kosong-kosong dini hari yang mulia pangeran Genta Mas Bhumi tidak datang ke istana maka posisi Raja akan diisi oleh Panglima Kerajaan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi," ucap Ketua Dewan diakhiri dengan ketukan palu.
*Tok, tok, tok!!!
Pengawal kerajaan langsung membawa yang mulia ratu dan juga Bambang Aryo Kusumo ke tahanan kerajaan, sedangkan Baladewa bergegas menggerakkan semua anak buahnya untuk mencari kebaradaan Genta Bhumi.
Mereka langsung bergegas meninggalkan istana, sementara itu Baladewa menyempatkan diri untuk menemui Harsiwi dipenjara sebelum mencari keberadaan Genta Bhumi.
"Maafkan aku Dewa, aku merahasiakan semuanya darimu, tapi semua itu aku lakukan karena aku tidak mau terjadi perselisihan antara putraku dengan Genta Bhumi. Kau tahukan orang-orang dibelakang Genta Bhumi adalah para pejabat tinggi di kerajaan dan mereka sangat kuat, aku yakin kalau Genta cuma akan dijadikan boneka politik oleh mereka untuk memperkuat posisi mereka," ucap Harsiwi
"Sudahlah aku sudah tahu semuanya, dan sekarang bukan saatnya untuk berdebat. Yang aku butuhkan sekarang adalah bagaimana caranya agar Genta Bhumi tidak membenci adiknya karena kalau itu terjadi maka harapan Devin untuk menjadi Raja akan pupus,"
__ADS_1
"Tapi kenapa kau harus membawanya kembali ke Istana Dewa, bukankah lebih baik jika ia tidak kembali, karena aku percaya jika kekuasaan itu ada di tanganmu maka kamu akan memberikannya kepada Raka," jawab Harsiwi
"Tidak bisa, aku bukanlah orang licik yang akan memakai segala cara untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, untuk itulah aku akan mencari Genta dan mempertemukannya dengan Raka. Aku yakin ia sangat menyayangi adiknya dan mereka akan kembali akur seperti dulu lagi," jawab Baladewa
"Terserah kau saja Dewa, karena aku sudah tidak yakin lagi jika Genta akan kembali seperti dulu setelah apa yang sudah ia alami," sahut Harsiwi
"Serahkan semuanya padaku, aku akan membereskannya. Jaga dirimu baik-baik dan bersiaplah meminta maaf kepada Genta Bhumi, mudah-mudahan dia masih mau memafkan kamu," Dewa kemudian meninggalkan Harsiwi di tahanan.
Ia langsung melesatkan mobilnya menuju ke hotel tempat Genta Bhumi menginap. Setelah mendapatkan informasi dari pihak hotel ia juga mengecek kamera cctv di kamar Genta Bhumi.
"Hmmm, sepertinya dugaanku benar, kalau ada yang berusaha membunuh Genta Bhumi, tapi tidak mungkin Harsiwi yang melakukannya," gumam Dewa, ia kemudian melanjutkan pencariannya ke rumah sakit terbesar tempat dimana Bayu bekerja.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bayu
"Aku sedang mencari keponakanku yang menghilang dari hotel mewah di jantung kota, aku takut ia terkena kecelakaan dan mungkin dirawat disini?" tanya Baladewa
"Baik, mungkin aku bisa membantumu dengan melihat daftar pasien yang masuk hari ini ke bagian informasi," Bayu mengajak lelaki itu ke bagian informasi.
"Hari ini banyak sekali yang masuk karena kecelakaan motor, mobil, dan ada juga yang luka karena di begal, dan dianiaya oleh penjahat!," ujar Bayu
__ADS_1
"Dimana mereka!" tanya Dewa pasaran
"Di ruang UGD, mari saya antarkan!" Bayu menggandeng Dewa munuju ke ruang. IGD