ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 64. Mengelabui Musuh


__ADS_3

Bayu mengajak Baladewa menuju ruang UGD, lelaki itu melihat satu persatu pasien yang ada di ruang UGD tapi tidak menemukan Genta.


"Yang mana korban pembegalan?" tanya Dewa


"Sepertinya sudah dibawa ke ruang perawatan karena tidak ada disini," jawab perawat jaga


"Boleh tunjukkan dimana ruangannya?" tanya Dewa dan perawat itu langsung mengajak Baladewa dan Bayu ke ruang rawat inap pasien.


"Kamu lagi ngapain di sini Aan?" tanya Bayu


"Temanku di rawat disini, karena ia seorang yatim piatu makanya aku yang menjaganya disini," jawab Angga


Angga mengajak Bayu ke ruang perawatan temannya itu.


"Kenapa dia?, sepertinya lukanya sangat parah?" tanya Bayu


"Iya dia diserang oleh mafia, di jalan dan beruntungnya aku datang ketika dia masih bisa diselamatkan," jawab Angga


"Kau memang bisa diandalkan," sahut Bayu


Setelah mengecek pasien di ruang perawatan Baladewa menghampiri Bayu untuk berpamitan.


"Bagaimana, apa dia orang yang anda cari?" tanya Bayu


"Bukan," jawab Baladewa


"Ya sudah, mungkin dia dirawat di rumah sakit lain, coba saja cari di Rumah Sakit Cinta Kasih," ucap Bayu


"To, to, to...long," rintih lelaki itu membuat Bayu langsung memeriksanya.


"Kau cepat panggilkan dokter, biar aku yang menjaganya disini!" seru Bayu


"Baik," Angga segera keluar untuk memanggil dokter jaga


Baladewa yang kaget mendengar rintihan lelaki itu segera menghampirinya, ia terkejut ketika melihat siapa yang berbaring di sana.


"Genta!!" serunya tidak percaya


"Apa kau mengenalnya?" tanya Bayu


"Dialah orang yang selama ini aku cari, dia adalah yang mulia Pangeran Genta Mas Bhumi," jawabnya membuat Bayu tersentak kaget


"Jadi dia orang yang kamu cari?" tanya Bayu


"Benar,"

__ADS_1


Tidak lama kemudian Angga datang bersama seorang dokter dan langsung mengecek kondisinya.


"Apa kau yang menyelamatkan nyawa Genta?" tanya Baladewa


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Angga


"Baiklah sebagai rasa terima kasihku padamu karena sudah menyelamatkan Pangeran Cendana Kalingga, aku akan mengundangmu ke Istana dan memberikan bintang jasa padamu," ujar Baladewa


"Tidak perlu yang mulia, lagian aku juga ikhlas membantu dia,"


Tapi mungkin aku harus membawanya pulang ke Kalingga hari ini juga, kalau tidak keberatan bolehkan aku minta tolong kepada kalian berdua untuk mengawal ku sampai ke Istana Kalingga, aku takut orang-orang yang sedang mengincar nyawa pangeran akan mengikuti kami dan kembali menyerangnya. Aku merasa jika aku sendirian pasti tidak akan sanggup melawan banyaknya para penjahat itu, jadi tolong kami," pinta Baladewa


Angga dan Bayu saling bertatapan dan kemudian keduanya langsung mengangguk setuju.


"Terima kasih," tidak lama kemudian mobil sedan tahun sembilan puluhan meluncur membawa mereka menuju ke Istana Kalingga.


Sesampainya di Istana, Baladewa segera menghubungi Ketua Dewan penasihat istana untuk menemui Genta dan mengecek keadaannya.


Sementara itu Bayu dan Angga ditugaskan untuk menjaga Genta.


"Om aku ijin menelpon istriku sebentar, aku akan mengabari dia kalau aku tidak pulang malam ini, karena harus menjaga Pangeran Genta," ujar Angga


"Iya, bila perlu kau beritahu dia kalau kau menginap disini selama satu minggu agar dia tahu rasanya ditinggal suami," sahut Bayu


"Kau tidak usah sedih, aku yakin setelah kau tinggal dia beberapa hari Kimmy pasti akan merindukan kamu, dan tidak lama lagi dia akan menjadi istri kamu seutuhnya," ucap Bayu


"Aamiin, semoga saja apa yang Om ucapkan akan jadi kenyataan," Angga segera keluar untuk memberi kabar pada Kimmy .


*****


"Apa!!, ayah di tahan!!" seru Nilam kaget


"Benar nona, dan aku minta kau juga harus segera meninggalkan kota ini, Karena orang-orang Istana sedang mencarimu," ucap orang kepercayaan Bambang


"Itu tidak akan pernah terjadi, dan sebelum mereka menangkapku, aku harus membunuh Baladewa terlebih dahulu. Karena dialah yang sudah membuat ayah di jebloskan ke Penjara," tutur Nilam


Nilam kemudian menemui Revan dan memberitahukan rencana jahatnya yang akan membunuh Baladewa.


"Sekarang kita harus bergerak Rev, bunuh Baladewa, dan juga Genta yang ada di klinik kerajaan. Aku mau kau melakukannya dengan cantik, aku percaya kamu bisa melakukannya." ucap Nilam


"Aku juga akan menyusup ke istana untuk membantumu," tambah Nilam


"Baiklah, aku akan menyiapkannya sekarang," Revan segera mempersiapkan beberapa anak buah pilihan dan kemudian mengajaknya menuju klinik istana, sasaran pertamanya adalah Genta Bhumi.


Lelaki itu sengaja menyamar menjadi tim medis untuk mengelabui para penjaga.

__ADS_1


Ia berhasil masuk dan menyelinap ke ruang perawatan Genta, senyumnya mengembang ketika melihat Genta masih belum siuman ia kemudian menyiapkan sebuah suntikan yang berisi racun yang mematikan untuk mengakhiri hidup Genta.


"Apa yang akan kau suntikkan?" tanya Bayu ketika melihat gerak gerik mencurigakan Revan


"Hanya obat," jawab Revan tenang


"Boleh aku lihat kandungannya?" tanya Bayu menelisik


Revan segera memberikan bungkus obatnya kepada Bayu sehingga membuat Bayu percaya.


"Lanjutkan," tukas Bayu setelah memeriksa kandungan obatnya.


Revan tersenyum simpul ketika Bayu mempercayainya.


Nilam memang benar-benar cerdas, bahkan dia sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, termasuk bekas bungkus obat ini, agar para dokter atau penjaga Genta Bhumi tidak curiga saat aku memberinya suntikan racun, karena mereka mengira kalau itu beneran obat,


Revan kemudian seger keluar dan menghilangkan semu bukti dan jejaknya, ia berlari menyusuri koridor klinik menggunakan tangga darurat.


Devin yang baru saja sampai di klinik tidak sengaja melihat Revan.


"Revan!!," ia langsung berlari mengejar lelaki itu tapi sayangnya lari Revan begitu cepat sehingga Devin kehilangan jejaknya.


"Sialan, sebenarnya apa yang ia lakukan disini," gumam Devin


Ia berpikir sejenak untuk menganalisa maksud kedatangan Revan. Matanya langsung melotot ketika ia mengingat Genta Kakaknya, ia langsung berlari menuju ruang perawatan Genta untuk memastikan keadaannya.


"Apa ada dokter atau tim medis yang masuk ke ruangan ini sebelumnya?" tanya Devin gugup


"Ada dan baru saja keluar," jawab Bayu


"Apa yang dia lakukan?" tanya Devin lagi


"Ia hanya memberikan suntikan obat untuk mengeringkan luka bekas tusukannya," jawab Bayu


Devin segera mengecek obat yang dipakai oleh dokter untuk menyuntik Genta.


"Panggil dokter sekarang juga!!" seru Devin


"Baik!!" jawab para pengawal


"Memangnya ada yang salah?" tanya Bayu


"Aku tadi melihat Revan Om, dan aku takut dia sudah melakukan sesuatu kepada kakak, dan aku tidak yakin dengan bungkus obat ini. Aku takut ini hanya tipuan agar kita percaya kalau yang disuntikkan oleh dokter gadungan itu benar-benar obat," jawab Devin


"Kau benar Dev, kenapa aku tidak berpikir sepertimu. Astaga, kenapa aku begitu ceroboh. Maafkan aku Dev, aku akan memeriksanya untuk memastikan bahwa obat itu benar obat atau racun,_" tidak lama kemudian Genta terlihat bergerak, ia kejang dan membuat semuanya panik.

__ADS_1


__ADS_2