
"Sial!!, mana ini jaket mahal gue!!" keluh Ahmar yang langsung turun dari motornya, ia segera menangkap tubuh Cassey yang langsung ambruk ketika ia turun dari motornya
*Deg!!
Jantungnya berdebar-debar ketika menatap wajah cantik Cassey yang tertidur pulas di pelukannya.
Kenapa aku jadi deg-degan gini,
Ia kemudian menggendong Cassey menuju ke dalam istana, akan tetapi seseorang menghentikan langkahnya.
"Biarkan aku yang akan membawanya masuk!!," Pandu menggambil Cassey dari gendongan Ahmar, ia kemudian masuk kedalam istana
Tanpa pikir panjang Ahmar segera melesatkan motornya menuju ke rumahnya.
"Darimana saja kamu, sampai dua hari tidak pulang ke rumah?" tanya Bayu ketika melihat Ahmar tiba di rumahnya
"Kemarin gue nginep di rumah Faiq, lagian tumben Mas komplain, bisanya gue gak balik seminggu juga lo gak peduli," jawab Ahmar
"Kata siapa gue gak peduli sama lo, gue menegur lo karena ada laporan lo mau membully mahasiswa baru, ingat Mar jangan sampai kejadian dua tahun lalu terulang, sudah cukup lo jadi mahasiswa abadi yang gak lulus-lulus karena kenakalan lo, sudah saatnya kamu berubah dan belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu, ingat sekarang sudah gak jamannya bully-bullyan lagi, sekarang saatnya lo tunjukkan prestasi lo, tunjukkin ke Almarhum ayah kalau kamu juga bisa berubah seperti Mas, dan jangan sampai ada yang tahu kalau kamu adalah leader muda Cobra hitam," ucap Bayu
"Siapa yang membully, gue udah gak membully atau menindas adik kelas lagi, kalaupun aku kemarin nantangin cewek bar-bar itu balapan, karena gue gak mau ada orang yang berhasil ngalahin F4 di arena balap, dimana gue sebagai leader F4 merasa malu karena berhasil dipecundangi oleh anak ingusan, itu saja tidak lebih," jawab Ahmar yang langsung merebahkan tubuhnya di ranjang
"Pasti cewek itu istimewa hingga membuat seorang Ahmar samai kembali terjun ke dunia drug race yang sudah lama ia tinggalkan gara-gara trauma ceweknya mati di arena balap," jawab Bayu
"Entahlah Mas, aku selalu sial bila dekat dengan dia, tapi jantungku juga selalu berdebar-debar jika menatap wajah polosnya," jawab Ahmar
"Itu namanya lo sudah jatuh cinta sama doi, gak masalah itu normal, apalagi lo udah menjauhi kaum hawa selama lima tahun semenjak kematian Garnetta, sudah saatnya lo buka hati untuk cewek lain agar hidup lo kembali berwarna seperti pelangi, Mas pasti dukung lo," ucap Bayu
"Makasih Mas, ngomong-ngomong kaka Gya kemana kok gak kelihatan?" tanya Ahmar
__ADS_1
"Gya sedang mengantar ibu ke supermarket, membeli kebutuhan Narendra," jawab Bayu
"Aku ingin berubah seperti kaka, menjadi seorang dokter terus menikah, punya anak lucu seperti Narendra, sepertinya aku akan bahagia, daripada menjadi Ahmar yang ditakuti tapi hidupnya hampa," jawab Ahmar
"Kamu bisa dek, makanya belajar yang rajin agar kamu bisa wisuda tahun ini dan menjadi seorang insinyur seperti cita-citamu setelah itu lamar cewek bar-bar kamu itu, bawa dia pulang ke rumah ini untuk menemani Gya dan ibu," jawab Bayu
"Yoi Mas, doakan saja aku bisa," jawab Ahmar
"Sure you can do it," sahut Bayu
*******
"Sayang, nanti kamu pulang sendiri ya, karena aku harus ikut ekskul karya ilmiah, jadi mungkin pulang sore," ucap Pandu ketika mengantar Nay sampai ke kelasnya
"Iya Pi, tapi jangan lupa ya nanti malam kita harus ketemu Omah buat ngomongin rencana kita," jawab Naeswari
Nay kemudian masuk kedalam kelas dan duduk di bangkunya.
"Pagi cantik?" sapa seorang cowok menghampiri Nay di bangkunya
"Mau apa lagi kamu kemari!, mau gue tonjok atau tendang lagi seperti kemarin!" gertak Naeswari mengepalkan tangannya
"Sabar dong sayang, gak baik cewek cantik dan ningrat seperti ka0\=mu marah-marah apalagi main kekerasan, kamu tuh harus jadi putri keraton yang anggun dan elegan, agar semua warga Jogja bisa meneladani keanggunan dan kesantunan tutur sapamu yang mulia," jawab Gentala
Siapa sebenarnya cowok ini, bagaimana ia tahu semua tentang gue, padahal gue udah memake over wajahku agar, tidak seorangpun mengenaliku,
Naeswari menetap sinis cowok yang ada didepannya.
"Kau pasti heran darimana aku bisa tahu kalau kamu adalah yang mulia Naeswari putri Arjowinangun, anak ke dua dari Baginda Raja Damar Langit atau tunangan Raden Mas Pandu Wijaya," kata Gentala dengan senyuman manisnya
__ADS_1
"Dan satu lagi aku juga tahu tentang hubunganmu dengan Hermes sahabatmu," laki-laki itu menunjukkan foto-foto Nay bersama Hermes
"Darimana kamu dapat foto-foto ini!" teriak Nay yang membulatkan matanya
"Gue udah jadi stalker lo udah lama, sampai gue tahu kelemahan lo," ucapnya sambil tersenyum sinis padanya
"Maksud lo apa!, mau ngancem gue dengan foto-foto ini, percuma!, karena gue sama Hery tidak ada hubungan apa-apa, jadi percuma lo ngancem gue pake foto-foto ini, gak guna tahu!" hardik Nay membuat cowok itu semakin menyeringai
"Siapa yang mau mengancam lo dengan foto-foto ini, justru foto-foto ini akan aku gunakan sebagai cara untuk mendapatkan kamu, karena aku tahu inilah titik kelemahan kamu yang mulia," jawab Gentala
"Terserah, kalau kau berani macam-macam padaku, gue gak segan-segan buat menghajarmu!!" Nay segera melayangkan pukulannya kearah Gentala tapi pemuda itu berhasil menahannya
"Aku yakin bisa membuang sikap bar-bar kamu Nay, setelah aku berhasil membuat berita scandal perselingkuhan kamu dengan Hermes di media massa, jadi tunggu tunggu saja kabar dari media online ataupun berita dari televisi atau majalah besok pagi, dan aku sudah tidak sabar melihat ekspresi wajah kamu hari itu, dan aku bisa pastikan kau yidak akan berani berdikap kasar atau bar-bar lagi padaku," ancam Gentala meninggalkan Nay yang masih terdiam di bangkunya
Sepertinya, kakak kelas itu tidak main-main dengan ancamannya, gue harus hati-hati dan cari tahu siapa dia sebenarnya, dan apa maksudnya mengancamku seperti itu,
*Kriing....kriing...kriing!!!
Bel panjang tanda berakhirnya jam pelajaran dibunyikan, Naeswari segera membereskan buku-bukunya dan menuju ke halte depan sekolah menunggu angkutan umum.
"Ada apa lagi, cowok brengsek itu kemari," Gumam Nay saat Gentala menghentikan motor matic didepannya
Ia membuka ponselnya dan menunjukan sesuatu kepada Naeswari hingga membuat gadis itu terperanjat saat melihat apa yang laki-laki itu tunjukkan padanya.
"Ini baru permulaan yang mulia, besok akan ada berita yang lebih heboh lagi jika kamu masih berani menolak dan mengacuhkan aku, jadi sekarang naiklah keatas motorku, karena aku akan mengantarmu, pulang," ucap Gentala dengan senyuman kemenangan
"Baiklah, tapi kamu harus janji tidak menyebarkan berita hoax itu besok," jawab Nay
"Tergantung sayang, jika kamu mau menjadi cewek penurut aku akan mengabulkannya tapi jika tidak, kamu lihat saja akibatnya," jawab Gentala
__ADS_1