
"Bukankah ini istana Keraton Kasepuhan Arjowinangun?, kenapa Hermes ada disini?, lagi ngapain dia?" gumam Felix yang sedang mencari Hermes putranya
Ia melihat Lulu dan suaminya mengantar tamu-tamunya pulang hingga ke pintu gerbang keraton, disana juga tampak Naeswari yang mengantar Hermes sampai ke pintu gerbang.
"Tidak salah lagi itu bukannya Lulu si mahasiswi bar-bar, terus gadis yang mengantar Hermes itu siapa?" ucapnya lirih
Ia segera memutar balik mobilnya dan mengikuti motor Hermes dari belakang.
***Praannng!!!
Sebuah panci kecil melayang dan hampir saja mengenai kepala Hermes jika ia tidak menghindarinya.
Ira menyambut kedatangan anak tirinya itu dengan lemparan berbagai alat-alat dapur yang diarahkan padanya.
"Dasar anak malas!, kemana saja kamu jam segini baru pulang!!" hardiknya sembari memukulnya dengan sapu
Felix yang baru saja tiba dirumah segera menarik Hermes dari cengkeraman ibu tirinya.
"Hentikan Ira!!" teriak Felix membuat Ira segera menghentikan aksinya
"Kamu gak papa nak, mendingan kamu sekarang mandi, ganti baju terus kita pergi makan keluar, " ucap Felix lembut
"Setan apa yang merasuki Felix hingga dia bersikap lembut pada bajing*n kecil itu," gumam Ira
"Ciih!, kalau ia bersikap lembut seperti ini padaku pasti ia punya maksud tertentu, dasar penjilat!!" umpat Hermes dalam hati
Selesai mandi Felix sengaja mengajak Hermes kesebuah restoran yang tak jauh dari rumahnya.
"Siapa dia?" tanya Felix menunjukkan foto Hermes bersama Naeswari
"Itu Nay, kenapa?" jawab Hermes
"Apa dia putri dari Lulu dan Damar langit?" tanyanya lagi
"Benar, bagaimana ayah bisa tahu tentang Nay?" Hermes balik bertanya
Felix hanya tersenyum kecut tanpa menjawabnya.
"Apa dia pacar kamu?" tanya Felix
"Bukan?" jawab Hermes
"Sekarang ayah berikan kebebasan kepada kamu untuk tinggal bersama dengan ibu kamu lagi, tapi dengan satu syarat," ucap Felix
"Apa?" tanya Hermes
"Kamu harus bisa mendekati Nay, dan jadikan dia pacar kamu," jawab Felix
__ADS_1
"Tidak bisa ayah, lagian Nay tidak suka padaku, sepertinya Nay menyukai Pandu," jawab Hermes
"Kamu tidak usah khawatir ayah akan membantumu menyingkirkan Pandu agar Nay menerima cinta kamu," jawab Felix
"Aku tidak setuju ayah, aku tidak mau ayah menyakiti Pandu," jawab Hermes
" tenang, aku tidak akan membunuhnya asal kamu menurut dengan ayah, tapi ayah juga tidak segan-segan untuk membunuh ibumu jika kamu tidak melakukan perintah ayah," ancam Felix
"Ayah jangan mengancamku," sahut Hermes
"Aku tidak mengancam mu tapi cuma mengingatkan saja," jawabnya sembari memperlihatkan foto Mayang yang sedang diikat di sebuah kursi
"Apa yang kau lakukan terhadap ibuku, ayah," ucap Hermes mengeratkan tangannya
"Aku cuma memberinya sedikit pelajaran dan itu adalah awal dari permainan kita, aku bisa memberinya hukuman yang lebih sadis lagi jika kamu membangkang perintahku," ucap Felix
Herman segera melayangkan pukulannya kepada ayahnya itu, tetapi Felix berhasil menepisnya dan ia langsung membalasnya dengan menendangnya hingga membuat Hermes terpental kebelakang.
"Kamu tidak akan bisa melawanku, jadi menurut saja padaku, atau aku akan membuat hidupmu dan ibu menderita," ancam Felix
Hermes hanya diam sembari memegangi perutnya.
************
Pagi harinya Hermes menjadi lebih pendiam dari biasanya, dia tak lagi berkumpul bersama gengnya untuk sekedar bergurau ataupun jajan di kantin. Dia lebih suka menyendiri dan duduk di Taman belakang sekolah. Tentu saja hal ini membuat teman-temannya merasa curiga dan menghampirinya.
"Ada apa denganmu hari ini?" tanya Herly
"Akhir-akhir ini aku lihat kamu berubah, sebenarnya apa yang terjadi padamu, katakan saja?" tanya Herly lagi
"Mungkin mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan bergabung lagi dengan kalian," ucap Hermes
"Kenapa, apa kamu takut dengan Agni?" tanya Herly
"Bukan, tapi aku tidak mau kalian celaka gara-gara dekat denganku," sahut Hermes
"Iya apa?, apa yang membuatmu takut?" tanya Herly penasaran
"Maaf aku tidak bisa memberi tahu kalian, aku tidak mau kalian terlibat masalahku," jawabnya singkat
"Aaarggghh!!" tiba-tiba seseorang menarik rambutnya hingga membuat Hermes mengerang kesakitan
"Dasar looser!!, sekarang katakan padaku siapa gadis yang menolongmu kemarin!" hardik Agni yang datang bersama gengnya
"Aku tidak tahu!" jawab Hermes
"Baiklah kalau gitu, hajar semua anak buahnya Hermes!" perintah Agni
__ADS_1
Puluhan anak buah Agni segera menghajar satu persatu teman-teman Hermes hingga membuat Hermes geram.
"Hentikan!!, kamu hanya punya urusan denganku bukan dengan teman-temanku jadi lepaskan mereka," pinta Hermes
"Baik, aku akan melepaskan mereka jika kamu mau memberi tahukan aku siapa gadis kura-kura ninja itu!" jawab Agni
"Baiklah," jawabnya parau
"Pergilah kalian, tidak usah khawatirkan aku," ucap Hermes
"Hmmm, benar-benar leader yang patut diacungi jempol !" ucap Agni
Hermes segera melayangkan pukulannya kearah Agni, hingga gadis itu menjadi semakin marah dan beringas.
" Dasar anj*ng!, dikasih hati malah minta jantung, sikat dia!!" perintahnya kepada anak buahnya
Herly hanya menatap sedih Hermes yang dikeroyok dari kejauhan, ia akhirnya tidak tega membiarkan mantan ketuanya itu menjadi bulan-bulanan kemarahan Agni.
"Kenapa kamu datang kemari!" ucap Hermes kesal melihat Herly membantunya
"Aku tidak tega membiarkan kamu melawan si gendut itu sendirian," sahut Herly
"Kita juga!" jawab anak buah Hermes yang juga kembali untuk membantunya
"Baiklah ini pertempuran terakhir kita sebelum bubar! sekarang serang!!," ucap Hermes memberikan komando
Ayu yang tidak sengaja melihat pertarungan kedua geng sekolah segera berteriak memanggil nama Umi Kulsum, agar keduanya bubar.
"Ada Bu Kulsum!!!" teriak Ayu dengan suara soprannya
"Ada Bu Kulsum!!, cepat bubar!!" teriakan Agni ini berhasil membubarkan Agni dan gengnya yang berlarian meninggalkan Taman Sekolah.
"Terima kasih atas sudah membantuku," ucap Hermes kepada Ayu
"Sama-sama, wajah kamu terluka?" Ayu mengeluarkan sapu tangan merah jambu dan mengusap ujung bibir Hermes yang berdarah
Hermes hanya menringis kesakitan ketika Ayu menyeka bibirnya dengan sapu tangannya.
"Sepertinya luka kamu harus segera aku obati di UKS," ucap Ayu
"Tidak usah Yu, aku bisa sendiri," tolaknya halus
"Gak bisa!, kamu harus nurut sama aku!, atau kamu aku laporkan sama Bu Kulsum kalau kamu habis berkelahi dengan si gendut Agni!" ancam Ayu
"Ehemmm!!!" tampak Herly berdehem menggoda Hermes dan Ayu
"Baik bu dokter, tapi aku harus berterima kasih kepada teman-temanku dulu," Hermes menghampiri teman-temannya
__ADS_1
"Terima kasih semuanya, mungkin ini adalah pertempuran kita yang terakhir, tapi tenang saja kita masih bisa berteman dan bergaul seperti dulu, hanya saja sekarang kita tidak bisa tawuran lagi atau berantem lagi, karena aku sudah membuat janji pada Bu Kulsum," ucap Hermes yang kemudian memeluk teman-temannya itu
Setelah semuanya bubar Hermes mengikuti Ayu ke ruang UKS.