ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Menjenguk Naeswari


__ADS_3

Siwi segera bangkit dan menjauh dari Ahmar. Sementara itu Ahmar langsung berlari menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


"Kamu dari mana saja Siwi, kenapa ke toilet lama sekali," ucap Ayu menyambut kedatangan putrinya


"Siwi nyasar Mih," jawab gadis itu polos


"Masa dari toilet ke sini aja nyasar, ada-ada saja," gerutu Ayu


"Halo ka Nay, apa kabar, aku Siwi sepupumu?" sapa gadis itu ramah


"Halo Siwi, Alhamdulillah aku sudah mulai membaik, mungkin besok aku sudah boleh pulang," jawab Naeswari


"Syukurlah, aku ikut berdukacita atas meninggalnya buah hati kaka, semoga kaka diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi ujian ini," tutur Siwi yang disambut kekehan Ayu


"Kenapa sih Mih, orang lain doain ka Nay malah diketawain, gak sopan banget deh," gerutu Siwi


"Lucu aja Wi, lihat lo yang biasanya cuek dan bar-bar mendadak jadi orang yang peduli dan bijaksana gitu," jawab Ayu


"Sue, bukannya seneng anaknya berubah malah diketawain, dasar mamih, mami," cibir Siwi


"Iya mami seneng kok, Siwi berubah, mudah-mudahan Siwi akan menjadi seperti ini seterusnya. Menjadi pribadi yang peduli, bijaksana, dan santun, aamiin," ucap Ayu


"Aamiin,"


"Loh, Siwi sudah sampai toh, kok gak kabarin gue lo Yu," ucap Lulu yang baru masuk ke kamar Nay


"Halo Bu Dhe, apa kabar?" sapa Siwi


"Baik nduk, walah!, kamu ini sekarang kok beda banget toh, jadi cantik banget, mana seksi lagi,"


"Makasih Bu Dhe, btw Bu Dhe juga makin cantik dan awet muda, kalau boleh tahu apa rahasianya?" tanya Siwi


"Ahh, biasa saja, rahasianya jangan banyak pikiran, enjoy your life," jawab Lulu sambil terkekeh


"Tuh Mih, dengerin Bu Dhe, enjoy your life, jangan dilarang-larang kalau Siwi mau melakukan sesuatu yang membuat aku maju," tambah Siwi


"Iyain aja deh, biar seneng," jawab Ayu


"Assalamualaikum!" sapa beberapa orang Pria memasuki ruangan Naeswari


"Waalaikum salam,"

__ADS_1


"Papih!!" teriak Siwi langsung memeluk Ferdan


"Astaghfirullah Siwi, udah Papih bilang berapa kali pakai baju yang sopan jangan kurang bahan kaya gini, ingat ini Jogja nak bukan Jakarta. Bisa-bisa nanti kau diusir dari istana sama yang mulia Raja," ucap Ferdan mengelus dada


"Diih, apaan sih papih baru juga ketemu bukannya kangen-kangenan malah dimarahin gini, males ah!" gerutu Siwi


"Papih bukan marahin kamu Wi, tapi gie nasihatin lo biar kedepannya kamu bisa memakai busana yang sopan, sukur-sukur mau berhijab biar kaya ustadzah," jawab Ferdan


"Aamiin!!" sahut Ryan dan Noval menimpali


"Btw lo gak bareng Icha Yu, kok belum sampe sih bini gue," tanya Noval


"Mungkin ka Icha baru jalan besok, soalnya kan Si Marsha baru wisuda hari ini, jadi gak bisa ditinggal," jawab Ayu


"Oh gitu," balas Noval


"Btw, cepet banget si Siwi gedenya, padahal kemarin masih ingusan sekarang cantik banget," ucap Ryan


"Makasih Om Rey, btw Om udah nikah lagi belum?" Siwi balik bertanya


"Belum Wi, doain Om ya biar cepat dapat calon ibu buat dede Kinan," sahut Rey


"Aamiin Om," Siwi segera mengangkat ponselnya yang berdering


"Gila lo Dan, Si Siwi bajunya seksi banget, pasti cowok-cowok langsung pada melotot kalau lihatin dia, apa lo gak kasih pencerahan pada dia," tutur Noval sambil menggelengkan kepalanya


"Udah ribuan kali Opang, sampai bibir gue jontor ini ngasih penjelasan sama Si Siwi," jawabnya dengan nada kesal


"Terangkanlah.... terangkanlah, jiwa yang berkabut langkah penuh dosa," Rey sengaja menyanyikan lagu religi untuk menghibur Ferdan


"Sue lo Rey, bukannya bantuin gue nasihatin Siwi, malah ngeledek mulu!" cibir Ferdan


"Ini semua gara-gara Ayu juga sih yang nyuruh-nyuruh Siwi jadi model, makanya penampilan dia ya sekarang kaya gitu, selalu tampil modis untuk menunjang kariernya, mana kuliahnya jadi terbengkalai gara-gara terlalu sibuk dengan jadwal pemotretan ataupun fashion show," keluh Ferdan


"Jangan salahin gue dong Ka, gue lakuin semua itu untuk masa depan Siwi juga, toh kalau ia terkenal dan jadi tajir kan dia sendiri yang bakalan seneng dan menikmati hasilnya, jadi model model itu impian gue dari dulu, tapi gak kesampaian gara-gara gue keburu nikah sama lo, jadi walaupun aku gagal jadi model setidaknya Siwi yang akan mewakiliku, karena dia sudah menjadi model terkenal sekarang dan gue seneng banget, akhirnya anak gue jadi model juga!" ucap Ayu bangga


"Halo semuanya, maaf nih baru bisa jenguk!" ucap Bayu yang datang bersama Ahmar dan juga Gaga


"Kamu gimana Nay?" sapa Gaga ramah


"Papih!" teriak Nay sambil memeluk Gaga

__ADS_1


"Sabar ya sayang, Insya Allah kamu akan dapat gantinya segera, jangan sedih lagi ya," ucap Gaga


"Hai Bay, apa kabar, btw cogan yang sama lo siapa?" tanya Ferdan


"Ade gue, Ahmar, kenalin dek mereka teman-teman Mas," ujar Bayu mempertahankan Ahmar kepada geng gesrek


"Papih, Siwi pamit ya mau ketemu sama Gilang dulu," ucap Siwi menghampiri Ferdan


"Gilang pacar kamu?" tanya Ferdan


"Iya Pih, kasian kan dia datang jauh-jauh dari Jakarta kalau tidak ditemuin, boleh ya Pih," rengek Siwi


"Gak boleh, masa kamu baru ketemu Papih udah mau ninggalin Papih, pokoknya sekali tidak tetap tidak boleh," jawab Ferdan


"Diih, papih kok gitu sih, kolot banget jadi orang, kaya gak pernah muda aja," cibir Siwi


"Justru karena Papih udah tua makannya Papih larang kamu ketemuan sama Gilang, gue udah hapal trik cowok-cowok hidung belang, dan Papih udah bisa nebak apa yang akan kalian lakukan saat ketemuan nanti," jawab Ferdan


"Anj*r!, udah kaya dukun aja si Ferdan sampai bisa nebak apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, keren euy," imbuh Noval


"Iyeh jelas Si Ferdan bisa nebak apa yang akan terjadi nanti sama Siwi dan Si Gilang, paling gak jauh beda sama apa yang dia lakukan sama si Ayu delapan belas tahun silam, saat ke gap oleh Lulu di semak-semak alun-alun lagi takbiran," jawab Ryan membuat semuanya tertawa mendengar ucapan Ryan


"Sue, jangan buka aib lo Rey!" hardik Ferdan


"Siapa yang buka aib Dan, itu fakta dan seperti pepatah bilang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, makanya jangan salahkan Siwi karena lo juga dulu gitu," tandas Ryan


"Bener tuh Om Rey, dengerin tuh Pih apa kata Om Rey," ujar Siwi merasa bangga karena ada yang membela,


"Yaudah Siwi pamit dulu ya semuanya, assalamualaikum!" Siwi segera pergi meninggalkan mereka


"Sue lo Rey, bukannya bantuin gue malah belain Siwi, makin besar kepala aja tuh bocah," cibir Ferdan


"Sabar Dan, ingat! orang sabar pantatnya lebar!!" ucap Ryan


"Berisik lo!!" cibir Ferdan


"Ahmar, Om boleh minta tolong gak?" tanya Ferdan


"Apa Om?" jawab ahmar


"Aku minta kamu jadi mata-mata Om untuk mengawasi Siwi dan Gilang, Om minta tolong banget sama kamu, karena dari sekian banyak cowok ganteng disini cuma lo yang masih jomblo, jadi tolongin Om ya, gue takut terjadi sesuatu sama Siwi, dia itu anak satu-satunya Om, dan walaupun dia bar-bar sebenarnya dia masih polos jadi Om takut dia diapa-apain sama si Gilang itu," tutur Ferdan mengiba, membuat Ahmar sedikit iba padanya

__ADS_1


"Tapi Om_"


"Sudah tolongin saja dia, gak usah pake tapi-tapian, kuy jalan!!" perintah Bayu, yang sudah pasti tidak bisa dibantah oleh Ahmar


__ADS_2