ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Melepas Rindu


__ADS_3

Cassey dan Bagas masih saling memagut di dalam ruang kerja Damar Langit, ketika Danar Gumilang memasuki ruangan itu.


"Ehemm!!" teriaknya membuat keduanya langsung melepaskan pagutannya


"Antar dia pulang dan bawa kembali istri dan anak-anak kamu kembali ke Istana, cepat gak pakai lama. Jangan sampai Yang Mulia Ibu Suri berubah pikiran,"


"Baik Kakek," Bagas segera mengajak Cassey untuk pergi meninggalkan Istana.


"Gak usah cepat-cepat jalannya Baby, santai aja!" ucap Cassey


" Iya, tapi aku maunya buru-buru sayang, biar bisa kangen-kangenan sama kamu," goda Bagas


"Issh, kok kamu jadi gitu sih Baby,"


"Maklum udah lama nganggur, jadi otakku tercemar Key," jawab Bagas sambil terkekeh.


"Sue!"


"Btw, kamu sudah makan apa belum Key?" tanya Bagas


"Belom sih, apa kita makan siang dulu?" tanya Cassey


"Bolehlah, kita cari kafe yang romantis aja ya, biar bisa makan siang sambil sayang-sayangan," goda Bagas


"Iya deh, terserah kamu aja Baby," jawab Cassey


Senyumnya langsung merekah ketika mereka sudah sampai disebuah kafe elite di jantung kota Jogjakarta.


Bagas langsung menggandeng istrinya menuju keruangan VIP kafe.


"Kok ruangannya, terpisah pisah gini sih, apa emang kamu sengaja, milih ruangan ini," ucap Cassey ketika memasuki ruangan private kafe itu.


"Iya sayang, aku sengaja memilih kafe ini karena aku tahu kita bisa menikmati makan siang disini sambil bercinta," bisiknya di telinga Cassey membuat tubuh wanita itu bergetar, karena Bagas dengan sengaja mengigit manja telingannya.


"Jangan disini Baby, malu dong, nanti apa kata Omah Welas, bisa jadi kita di pisahkan lagi gara-gara berbuat asusila di tempat umum, ngeri ah!" tolak Cassey


"Sabar ya sayang masih banyak waktu untuk kita melepaskan rindu," tambah Cassey


"Tapi aku lelah sayang, aku butuh sedikit belain," jawab Bagas manja


"Hmmm, kasian banget sih suami aku jadi jabl*y selama tiga bulan, sini aku kasih belaian?" ledek Cassey sambil mengacak-acak rambut suaminya


"Mau dibelai," jawab Bagas manja


Cassey langsung memeluk mesra suaminya, Bagas melepaskan pelukannya dan mulai mencium lembut bibir istrinya. Keduanya masih terhanyut dalam pagutan yang membuat keduanya semakin memperdalam ciumannya dan mengiginkan lebih dari sekedar ciuman. Maklumlah keduanya sudah terpisah begitu lama sehingga hasratnya begitu membara ketika keduanya mulai saling bersentuhan.


Kedatangan pelayan kafe yang membawakan pesanan mereka membuat keduanya, menghentikan aktivitas panas mereka.


Wajah Cassey langsung memerah ketika pelayan itu tersenyum padanya.

__ADS_1


Anj*r, seumur-umur baru kali ini gue kegep sama orang lain saat sedang memadu kasih, tengsin banget, mudah-mudahan wanita itu bukan pelanggan Jasmine Cosmetics,


"Kamu kenapa Key?" tanya Bagas yang melihat perubahan wajah Cassey


"Aku malu," jawab Cassey


"Ngapain malu sih, kan kita suami istri wajarlah kalau kita bermesraan disini, lagian dengerin aja suara-suara desahan di ruang sebelah, belum tentu juga mereka pasangan legal seperti kita, tempat ini memang sengaja di peruntukan bagi orang-orang yang ingin melampiaskan hasratnya dan juga mengenyangkan perutnya," jawab Bagas


"Oh, gitu. aku takut saja kalau image ku jadi jelek, gara-gara pelayan tadi yang melihat kita sedang bercumbu,"


"Tenang saja sayang, karyawan disini tidak akan buka mulut ataupun memberitahukan kegiatan kita disini kepada orang luar, karena pihak manajemen kafe sudah berani menjamin kerahasiaan identitas para pengunjung kafe ini, makanya kafe ini sering disalahgunakan sebagai tempat perselingkuhan atau prostitusi terselubung," jawab Bagas


"Sebenarnya aku juga datang kesini, selain ingin makan sambil bercinta, aku juga mau menyelidiki tempat ini, kakek Danar yang menyuruhku," jawab Bagas


"Yaudah ayo makan dulu, nanti lanjut lagi," ucap Cassey


"Aku gak lapar sayang, aku maunya makan kamu," jawab Bagas


"Makan nasi dulu sayang biar kenyang, kalau makan aku kamu gak bisa kenyang," seru Cassey


"Iya, makan kamu gak bikin kenyang malah nambah lapar karena pasti aku minta nambah lagi," bisik Bagas ditelinga Cassey membuat dadak gadis itu berdesir menikmati sentuhan lembut bibir Bagas yang kembali menyentuh daun telinganya.


"Suee!!" jawab Cassey disambut kekehan geli Bagas


Ia menarik lengan istrinya dan mendudukkan wanita itu dipangkuannya.


"Kalau gini gimana kamu makannya Baby?" tanya Cassey


"Yaudah aku makan ya," ucap Cassey


Bagas hanya mengangguk dan menurunkan Cassey dari pangkuannya.


Selesai makan keduanya langsung melesat menuju kerumah Niken untuk mengambil barang-barang Cassey dan membawa kedua anak mereka kembali ke Istana.


Setibanya disana mereka tercengang karena keadaan rumah sepi.


"Semuanya pada kemana Bi, kok sepi?" tanya Cassey


"Ibu sama Bapak lagi pergi ngemall yang Mulia, sekalian ngajak anak-anak main katanya," jawab asisten rumah tangga Cassey


"Kira-kira pulang jam berapa Bi?" tanya Bagas


"Mereka baru jalan Yang Mulia, mungkin pulangnya malam, kan biasanya Non Kinan sama Non Kimmy paling betah kalau sudah mandi bole dan tidak mau pulang," jawab wanita itu


"Yaudah, makasih ya infonya," sahut Cassey


"Oh iya Yang Mulia, aku juga mau izin keluar sebentar, karena mau mengirim uang untuk anak-anak saya, sekalian mampir ke tempat Budhe saya. Kalau saya pulang telat gak apa-apa kan Yang Muli" tanya Wanita itu


"Iya Gak apa-apa Bi," jawab Cassey

__ADS_1


"nginep juga boleh kok Bi, tapi khusus hari ini saja ya," tambah Bagas


"Alhamdulillah, makasih banyak. Yasudah kalau gitu aku permisi dulu ya, assalamualaikum!" pamit wanita itu


"Waalaikum salam,"


"Yes!!" teriak Bagas sambil melompat kegirangan


"Kamu kenapa sih Baby, kayaknya seneng banget?" tanya Cassey


"Tentu saja aku senang sayang, karena sepertinya semua orang hari ini pengertian sama kita, makannya Papih sama Mamih sengaja bawa anak-anak ke Mall supaya kita bisa ena-ena, udah gitu si bibi juga pengertian banget, pakai acara pergi menjenguk Budhenya segala, sepertinya alam sekarang merestui kita sayang, sekarang ayo kita bikin adek baru buat Rendra," ajak Bagas yang langsung menggendong Cassey menuju kamarnya.


Sesampainya didepan kamar mereka Bagas langsung menurunkan Cassey karena kesusahan membuka pintu kamarnya.


"Loh, kok di kunci sih sayang pintunya?" gerutu Bagas


"Gak kok, aku gak kunci tadi, Mamih kali yang ngunci," jawab Cassey


"Btw kamu bawa kuncinya gak?" tanya Bagas


"Gak ada, eeh tunggu, biasanya mamih nyimpennya di laci," Cassey segera mencari kunci kamarnya di laci tapi tidak ketemu.


"Gak ada sayang, kayaknya dibawa mamih deh," tambah Cassey


"Ya Allah gagal deh ena-ena nya," keluh Bagas


"Gak dong sayang, kan kita bisa lanjut di ruang tamu kok, mumpung sepi," goda Cassey


"Yuk?" Bagas langsung menggendong istrinya menuju ruang tamu dan menjatuhkan tubuh Cassey ke sofa.


Ketika keduanya sedang asyik bercumbu tiba-tiba suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Aaish siapa lagi yang gangguin kita!" keluh Bagas


"Loh!, kamu disini Baby, kirain gak ada orang," ucap Ryan menahan tawa melihat penampilan Bagas yang acak-acakan


"Kok Papih balik lagi, emangnya gak jadi ngamemell?" tanya Bagas


"Gak jadi Baby, karena anak-anak minta pulang, katanya main di rumah lebih asyik daripada di mall," jawab Ryan yang sudah tidak kuat menahan tawa melihat ekspresi kesal Bagas, karena ia berusaha mengganggunya.


"Oh gitu, tapi bukannya merek lebih senang main diluar, yaudah mana anak-anaknya lagian aku juga sudah kangen sama mereka," jawab Bagas


"Kangen anak-anak apa mamahnya?" goda Ryan


"Dua-duanya Pih," jawab Bagas


"Oh gitu kirain kamu kangen Key, makanya kita tinggal. Tapi karena aku tahu kamu kangen anak-anak makanya sengaja aku ajak pulang lagi, biar bisa kangen-kangenan sama kamu," jawab Ryan


"Kok gitu sih Pih, gak pengertian banget deh," celetuk Bagas

__ADS_1


"Tapi boong, gue cuma mau gangguin lo doang kok baby, canda!, met senang-senang Baby!!" ucap Ryan yang kemudian berlari meninggalkan Bagas


"Sue!!" jawab Bagas sambil terkekeh


__ADS_2