ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 38 # Taruhan Part 2


__ADS_3

Niken langsung menghampiri Rey yang masih asyik menikmati rokoknya.


"Maaf babang, dilarang merokok dikawasan Istana, atau abang akan didenda lima ratus juta gara-gara melanggar tata tertib keraton," ucap Niken dengan suara menyerupai laki-laki


Mendengar seseorang menegurnya membuat Ryan segera menoleh kearah sumber suara itu.


"Halo!!" sapa Niken


"Niken??, gue kira prajurit istana!, ngagetin aja!!" cibir Rey


"Sebenarnya kalian abis olahraga apa sih sampai berdarah-darah kaya gini!" ucap Niken ketika melihat Rey yang berlumuran darah


"Bunuh orang Niken," bisik Ryan


"Busyeet!!, bisa ditangkap polisi dong?" tanya Niken


"Kalau ketahuan, kalau ga ya gak apa-apa," sahut Ryan


"Sudah diam!, jangan bohong lagi!, dan nurut sama gue!" teriak Niken menarik lengan Ryan


Wanita itu kemudian mendudukkan Rey dan membuang rokoknya.


"Kok dibuang sih, kan sayang," jawab Rey kecewa ketika melihat Niken langsung menggilas rokoknya


"Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi gara-gara benda kecil ini!!" teriak Niken, membuat Ryan tersenyum mendengarnya


"Kenapa hatiku bahagia sekali mendegar Niken bicara seperti itu," gumam Rey


"Jadi selama ini diam-diam kamu sayang sama aku Ken?" tanya Ryan


"Tentu Rey, aku sayang semua teman-teman Al, karena kalian semuanya sudah baik sama aku dan anakku, kamu tahu kan Rey, Al meninggal gara-gara kanker hati dan penyebabnya adalah karena dia itu perokok berat, makanya aku gak mau kehilangan kamu juga, lagian Key itu sangat sayang banget sama kamu, bahkan ia sering menganggap kamu itu sebagai papihnya, jadi tolong sekarang kamu kurangi merokok ya Rey," Niken memohon kepada Ryan dengan mata berkaca-kaca


"Iya Niken, doakan saja aku bisa mengurangi jumlah konsumsi rokokku perhari," jawab Ryan


"Makasih Rey, aku yakin kamu tuh pasti nurut sama aku," ucap Niken memeluk Ryan


"Ehemmm!!" teriak Ferdan dari kejauhan membuat Niken langsung melepaskan pelukannya


"Sue!!, gangu aja lo Dan," gumam Ryan


"Maaf ya Rey, maklum suka kebawa suasana kalau sedih-sedih gitu," jawab Niken


"Gak papa Niken, kalau mau peluk lagi juga boleh," ucap Ryan malu-malu


"Gak ah, malu dilihatin banyak orang," jawab Niken tersipu-sipu


"Jadi kamu sukanya ditempat gelap, yaudah ayo," goda Ryan

__ADS_1


"Diih, apaan sih Rey," sahut Niken mencubit pinggang Ryan


"Cie!!, udah main cubit-cubitan aja, inget, banyak anak-anak!, jangan memberikan contoh yang tidak baik!" cibir Ferdan


Ryan yang kesal segera melemparkan sebuah batu benda kecil kearah Ferdan.


***Plaak!!!


"Awwww!!, Sialan lo Rey!" maki Ferdan


"Sukurin lo!, makanya jadi orang jangan usil," ucap Ryan


"Udah gak usah diurusin si Ferdan emang suka gitu, mendingan gue bersihin luka lo, daripada nanti infeksi, bahaya kan!!" Niken segera membersihkan wajah Rey dengan tisu yang dibasahi dengan cairan alkohol.


"Aarghhh!!, periih!!" teriak Rey


"Tahan, memang perih dikit Rey, tapi bentar juga ilang," ucap Niken


Ganendra segera mendekati Niken yang masih membersihkan luka di wajah Ryan


"Biar aku aja yang mengobati Rey," ucap Gaga mengambil tisu dari dan sebotol cairan putih yang dipakai Niken untuk membersihkan luka Ryan


Ada gurat kekecewaan yang terpancar dari wajah Ryan ketika Gaga menggantikan Niken mengobati lukanya.


"Kenapa aku gak boleh ngobatin Rey sih, apa kami jelous ya?" tanya Niken


"Hmmm, terserah kamu saja Niken mau menafsirkan apa, cuma aku gak mau Rey bertambah sakit karena kamu membersihkan lukannya bukan menggunakan Alkohol tapi pake cuka," jawab Gaga


"Suee!, awas aja kalian!!" gerutu Ryan


"Masya Allah!!, aku lupa tadi habis membuat asinan, terus aku bawa kedepan cukanya, aku kira tadi Alkohol Rey, maafkan aku ya Rey aku gak sengaja swear!!!, karena melihat kamu yang berdarah-darah membuatku tidak bisa berpikir panjang dan langsung reflek mengira itu alkohol untuk membersihkan luka kamu, karena aku takut kamu kenapa-napa," ucap Niken penuh penyesalan


"Iyeh gak papa, cuma lain kali jangan diulangi lagi ya, kasian wajah ganteng gue bisa ancur kalau sering-sering kaya gini," jawab Ryan


"Maafkan lah Niken Rey, ingat!!, semua demi cinta!!" sahut Ferdan


"Bacot lo!!" teriak Ryan


"Demi Cinta, kaya judul lagu?" tanya Noval


"Diem lo Pang!!" hardik Ryan membuat kedua temannya itu langsung berlari masuk kedalam rumah


"Sudahlah Rey, santuy!, biasanya juga lo suka bercanda kenapa jadi baperan gitu sih, " ucap Niken menenangkan Ryan


"Mereka kalau didiamkan suka ngelunjak!, jadi sekali-kali harus dikasih pelajaran," jawab Ryan


"Yaudah terserah lo aja deh, tapi jangan marah-marah gitu dong, nanti cepat tua lho!" goda Niken

__ADS_1


"Iyeh," jawab Ryan


"Kamu mending masuk dan buatkan makanan saja deh, daripada disini terus gangguin aku yang sedang mengobati Rey," Gaga menyuruh Niken pergi, wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka sambil memonyongkan bibirnya kepada Gaga


**********


"Wah, beruntung hari ini hari minggu jadi bu Kulsum tidak tahu kalau kita habis berantem," ucap Cassey


"Betul tuh Key, btw lo mau ngapain hari ini?" tanya Naeswari


"Hadeeh, aku lupa punya janji sama nenek Welas untuk memasakkan makanan spesial untuknya," sesal Cassey


"Bagaimana kalau kita kerumah Eyang sekarang?" ajak Nay


"Tapi apa dia mau menerimaku, secara aku sudah mengecewakannya," balas Cassey sedih


"Tenang saja Eyang tidak akan marah jika ada aku bersamamu," jawab Naeswari


"Benarkah??" tanyanya ragu


"Trust me," jawab Nay serius


"Ok, kalau gitu kuylah kita kerumah nenek Welas sekarang," ajak Cassey


Kedua gadis itu kemudian berboncengan menuju kekediaman Nenek Welas Asih.


Setibanya dirumah nenek Welas Nay segera menggandeng Cassey menuju kedalam rumah itu.


"Halo Eyang," sapa Naeswari segera berlari memeluk wanita tua itu


"Hai Nenek, apa kabar?" sapa Cassey


"Ngapain kamu baru datang kemari!" hardik Welas Asih


"Maaf Nek, Key kemarin sibuk melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi UN, maklum kan aku ini kelas dua belas sama kaya Bagas, jadi ya banyak kegiatan akhir-akhir ini, dan aku baru punya kesempatan sekarang untuk menemui nenek," jawab Cassandra


"Siapa nama kamu?" tanya Welas Asih


"Cassandra Putri Alfian biasa dipanggil Cassey atau Key, nek," jawab Cassey


"Yaudah, sekarang pergilah ke dapur dan masakan sesuatu yang enak untuk sarapan nenek," perintah Welas Asih


"Siap laksanakan nek!" jawab Cassey memberi hormat kepada Welas Asih


"Awas saja kalau kau tidak bisa masak, akan aku jewer telingamu nanti," ucap Welas Asih lirih


Wanita tua itu kemudian menengok Cassey yang sedang asyik memasak sambil bersiul-siul riang.

__ADS_1


**Plaakk!!!


Nenek Welas menampar pelan bibir Cassey yang sedang bersiul-siul.


__ADS_2