ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 71 # Kesedihan Candramaya


__ADS_3

"Bagaimana keadaan putriku dok?" tanya Candramaya panik


"Maaf yang mulia, sepertinya putri anda sudah tidak bisa diselamatkan lagi, racun sianida sudah menjalar ditubuhnya sehingga tidak bisa diselamatkan lagi nyawanya," jawab Sang dokter membuat tangis Candramaya langsung pecah mendengar kematian putri sulungnya


Hermes berusaha menenangkan Candramaya yang terus berteriak histeris karena masih tidak percaya dengan kematian Ayu.


"Tidak!!!, Ayu belum mati!, bangun nak!, bangun!!!" teriak Candramaya pilu membuat Hermes ikut merasakan kepedihan yang dialami wanita itu


"Tante sabar, ikhlaskan Ayu, agar ia bisa pergi dengan tenang," ucap Hermes menghibur Candramaya


"Apa yang terjadi sayang?" tanya Sean yang baru saja tiba dirumah sakit bersama dengan Bisma


"Ayu!, Ayu meninggal!!" jawab Maya


"What!!, Are you sure?" tanya Sean


"Certainly, Dia meminum jus yang sudah diberi racun, sayang," jawab Maya


"Aku yakin ini ulah kamu, dasar wanita Iblis!!, bukankah aku sudah bilang padamu stop balas dendam, karena hanya akan menyakiti hati kamu, dan akan menimbulkan korban aslagi, dan kau puas kan?, karena anakmu yang jadi korbanya?" Sean mendengus kesal setelah tahu putrinya menjadi korban dari upaya balas dendam istrinya


"Aku minta maaf sayang, mulai sekarang aku akan mendengarkan semua perintah kamu," ucap Maya mengiba


"Aku mau kita keluar dari istana dan menetap diluar negeri bersama papih aku," jawab Sean


"Tapi sayang...."


"Tidak ada tapi-tapian, kalau kamu tidak mau ikut denganku, biar aku dan Bisma yang akan pergi," Sean kemudian melihat jenazah Ayu yang sudah terbujur kaku dibrankar rumah sakit.


"Sorry dear, I can't help you fast, semoga kau bahagia disana," ucap Sean mencium kening putrinya


*********


"Iya gak masalah Rey, aku akan sabar menunggu kamu, ngomong-ngomong Cassey gimana ya?" tanya Niken


"Gimana apanya?" tanya Ryan


"Ah lo pura-pura gak tahu aja Rey, inikan malam pertama dia sama si baby, terus menurut lo mereka gimana?, bisa gak ya?" tanya Niken


"Jangan meragukan mereka, itu sudah alami dan setiap manusia sudah diberikan bakat alami untuk bisa melakukan hal itu tanpa harus belajar, itu sudah insting alami yang Tuhan berikan," jawab Ryan


"Tumben jawaban lo lurus Rey kaya jalan tol, gak berbatu-batu kaya jalanan di kampung," sahut Niken

__ADS_1


"Memangnya aku ini kaya aspal ya, sampai disamain sama jalan tol segala," ucap Ryan


"Diih mulai baper padahal baru saja di puji," cibir Nike


"Gue gak mau dipuji Sayang, tapi maunya disayang sama kamu," jawab Ryan manja


"Kami mau apa?" tanya Niken menggoda


"Aku mau makan kamu," jawab Ryan memegang dagu Niken


"Sabar dong sayang, halalin aku dulu baru kita bisa makan aku sepuasnya," jawab Niken mengerlingkan matanya


"Aku sudah gak sabar sayang, " Ryan mulai mencium bibir tipis Niken membuat keduanya saling memagut hingga lupa dengan Kinanti yang berjalan keluar rumah


Keduanya masih asik memainkan lidahnya, menikmati ciuman panas yang membuat keduanya semakin bergelora dan menginginkan hal-hal yang lebih.


"Hmmm, pantas saja Kinan main sendirian di tengah jalan ternyata kalian sedang asyik bercumbu disini," keluh Ferdan


Niken segera mendorong tubuh kekar Ryan, dengan wajah yang memerah meraih Kinan dari gendongan Ferdan.


"Ganggu aja lo Dan?, gak bisa apa lihat gue seneng dikit," ucap Ryan merebahkan tubuhnya disofa mencoba meredam hasratnya yang sudah memuncak


"Iyeh Ferdan sayang, tengkyu karena sudah menyelamatkan putri gue dan sekaligus mematahkan hasrat si Jerry yang sudah lama terpendam," jawab Ryan


"Hahaha!" Ferdan hanya terkekeh geli mendengar jawaban Ryan


"Halalin aku bang!!, halalin aku sekarang!!" goda Ferdan membuat Ryan melotot melihat tingkah konyolnya


"Suee!!" cibir Ryan


************


Cassey dan Bagas terlihat canggung berada dalam satu kamar, keduanya hanya terdiam karena bingung apa yang harus mereka lakukan sekarang.


"Baby," ucap keduanya bersamaan


"Eeh, kok bisa barengan ngomongnya," ucap Cassey mencoba memecah kecanggungan diantara mereka


"Iya, kamu mau ngomong apa baby?" tanya Bagas


"Kamu aja dulu," jawab Cassey

__ADS_1


"Baiklah, aku cuma mau tanya bagaimana perasaan kamu setelah menjadi istriku Key?" tanya Bagas sembari membalikan badannya menatap lekat Cassey yang berbaring disampingnya


"Aku seneng banget baby, cuma aku juga takut, takut kalau kamu menikahiku hanya karena terpaksa, bukan karena cinta," jawab Cassey


"Kenapa kamu ngomong gitu Key, apa kamu juga terpaksa menikah denganku?" Bagas balik bertanya


"Kalau aku terus terang sangat menyukai kamu dari awal kita bertemu dan aku sangat ingin menjadi satu-satunya orang yang kamu sayangi ketika tahu kamu lebih mencintai Ayu daripada aku yang cuma kamu anggap sebagai teman saja, dan itu yang selalu membuatku ragu apakah kamu sudah mencintai aku atau masih memendam perasaan pada Ayu," jawab Cassey panjang lebar


Bagas mendekatkan wajahnya kepada Cassey, membuat gadis itu panas dingin karena Bagas semakin mendekatkan wajahnya hingga hidung mancung keduanya saling beradu. Cassey segera mendorong tubuh suaminya yang terus memandangi bibir tipisnya.


"Kenapa?, katanya cinta?, tapi kenapa kamu menolakku?" tanya Bagas sedikit kecewa dengan penolakan Cassey


"Jawab dulu pertanyaanku, apa kamu menikahi aku karena terpaksa atau karena kamu memang mencintai aku?" tanya Cassey


"Hmmm, baiklah aku memang sebenarnya kaget ketika papah memintaku untuk menikahi kamu, tentu saja karena usiaku masih terlalu muda aku belum siap untuk berkomitmen untuk menjalani sebuah pernikahan yang pastinya akan merenggut kebebasanku dan juga masa mudaku, tapi setelah beberapa hari kakek memisahkan kita, karena aku harus belajar membuatku sadar, kalau aku benar-benar mencintai kamu dan tidak bisa jauh dari kamu, sehingga aku begitu bahagia ketika kamu datang ke hotel menemuiku sore itu, dan disitulah aku memantapkan hatiku untuk berkomitmen mengucapkan janji setia untuk menjadi pendamping hidupmu seumur hidupku, I Love You Key," ucap Bagas membuat Cassey merona karena merasa tersanjung dengan kejujuran suaminya itu


"I Love you too my hubby," jawab Cassey tersipu malu


Bagas mengangkat dagu Cassey dan mencium mesra bibir tipisnya, ketika tangan Bagas mulai menyelinap masuk kedalam t-shirt nya, gadis itu buru-buru mendorong lelaki tampan itu menjauh darinya.


"Jangan sekarang ya baby, aku belum siap," ucap Cassey lirih


"Kenapa?, apa kamu takut?, bukannya kita sudah dapat kado obat kuat dari teman kamu, jadi untuk apa lagi menunda malam pertama kita," goda Bagas sembari mencium rambut Panjang Cassey


"Iiisshh!!, kamu kok gitu ngomongnya, memangnya kamu gak kuat sampai harus minum obat kuat segala?" tanya Cassey polos


"Kalau untuk memakan cewek bar-bar kaya kamu emang harus minum obat kuat, kali aja tiba-tiba ditengah permainan panas kita jiwa bar-bar kamu meronta-ronta dan hendak menghajarku, tentu saja aku harus mempersiapkan tenaga ekstra untuk bisa menaklukkan kamu baby," bisik Bagas menggoda


"Iiisshh, ternyata gue baru tahu lo itu pura-pura alim kalau diluar tapi jadi genit kalau diranjang, dasar cabul!!" gerutu Cassey


Bagas hanya terkekeh mendengar ucapan Cassey yang ternyata masih polos.


"Baiklah sayang kalau kamu belum siap tidak apa-apa, masih banyak waktu untuk melakukan semua itu, sekarang tidur ya," ucap Bagas mencium kening Cassey


"Iya sayang makasih ya udah pengertian sama aku, aku makin lope-lope deh sama kamu," ucap Cassey bahagia


Suara sirine ambulance membuat Bagas dan Cassey terbangun.


"Siapa yang sakit?" tanya Cassey


"Mungkin kita lihat saja keluar untuk memastikan kenapa ada ambulance masuk ke Istana," sahut Bagas

__ADS_1


__ADS_2