ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 7. Menolong Alina


__ADS_3

Tidak mau kalah dengan Orang tua mereka Cassey juga mengajak teman-temannya untuk berkumpul di alun-alun.


Hermes datang bersama Agni yang terlihat mulai gemuk pasca melahirkan putra kedua mereka Aryan.


Sedangkan Siwi terlihat modis bersama Ahmar.


Naeswari datang bersama Pandu dan juga Alina.


Sedangkan Marsha terlihat datang bersama putri semata wayangnya.


"Sayur kangkung ditambah lada, assalamualaikum semuanya?" sapa Cassey


"Waalaikum salam Key!" jawab semuanya


"Kita turut berduka cita atas meninggalnya suami lo Cha, nggak nyangka aja kalau Faiz akan pergi secepat itu," ucap Cassey


"Iya Key, makasih. Namanya juga takdir siapa yang bisa menebaknya. Sudahlah jangan membahas itu lagi, ganti topik aja," ucap Marsha


"Ok, sekarang kita share aja bagaimana cara memantau putra putri kita yang mulai remaja," ucap Cassey


" Kita bahas yang lain aja Key, gak seru kalau gitu ," sahut Nay


"Aku boleh ga minta bantuan kalian buat cariin jodoh buat Kimmy?" tanya Cassey


"Emangnya kenapa si Kimmy?" tanya Agni


"Dia kan sudah berusia dua puluh dua tahun tapi belum mau menikah, sudah banyak yang melamarnya tapi selalu ditolak, kalau aku tanya dia punya pacar apa tidak dia selalu jawab tidak punya, terus gimana dong?" tanya Cassey


"Bagaimana kalau kita jodohkan saja dia dengan anak rekan kerjaku," usul Siwi


"Sama siapa?" tanya Cassey


"Aku gak kenal sih siapa namanya, yang jelas dia punya anak cowok sudah mapan tapi karena terlalu sibuk kerja sampai lupa memikirkan pernikahan, padahal usianya sudah hampir kepala tiga," jawab Siwi


"Terus cara ngenalinnya gimana, Kimmy kalau dikasih tahu akan dikenalkan dengan lelaki saja pasti kabur, apalagi dijodohkan!" keluh Cassey


"Yaudah kita adakan kencan buta saja," sahut Siwi


"Aku gak paham tuh tentang kencan buta," jawab Cassey


"Santuy nanti aku bantu," jawab Siwi


"Ini Bapak-bapak bukan ikut nimbrung malah main bola, dasar sue!" keluh Siwi


"Biarkan saja mereka Wi, sekali-kali mereka berhak bahagia, kasian mereka setiap hari kerja banting tulang untuk keluarga!" jawab Agni


"Cie, cie yang sudah jadi emak-emak!" sindir Siwi


"Lah lo juga emak-emak, jangan merasa muda deh!" cibir Agni


"Iyeh gue emak-emak tapi emak-emak gaul, modis dan trendy," sahut Siwi sambil terkekeh


"Eleh, lo modis karena lo model, coba kalau lo jadi Ibu-ibu rumahan, aku yakin lo juga akan jadi emak-emak dasteran!" cibir Agni


"Sudahlah jangan berantem, kebiasaan dua orang ini kalau ketemu langsung adu argumen terus, sahut Cassey!"

__ADS_1


"Mending kita cari makan aja yuk, laper nih!" seru Agni


"Tuh ada tukang bakso kita makan itu aja ya?" tanya Cassey


Ia segera menghentikan tukang bakso yang sedang melintas.


"Bang baksonya empat," ucap Cassey


"Ok, ditunggu ya kaka!" jawab Abang Bakso


"Kayaknya familiar aku dengan wajah si abang baksonya Key," celetuk Siwi


"Sotoy lo!" cibir Agni


"Sumpah kaya gue kenal," Siwi bangkit dan mendekati tukang bakso itu


"Abang, abang artis ya?" tanya Siwi


"Kok kaka tahu sih," jawab si tukang Bakso


"Iya, soalnya familiar wajahnya," sahut Siwi


"Emangnya Abang artis apa?" tanya Siwi penasaran


"Artis bok*p!" jawabnya sambil terkekeh


"Issh, serius abang," sahut Siwi yang langsung membuka topi si abang tukang Bakso


"Astoge!, Om rese banget ya!!" teriak Siwi


"Pantesan gue familiar sama tukang baksonya ternyata Om Rey!" seru Siwi


"Aki-aki satu ini emang somplak, tahu darimana kita ada disini Papih!" seru Cassey


"Tadi, Ahmar ngajak tanding bola, terus pas lihat kalian lagi gibah ya gue kacauin aja!, daripada bikin dosa ngomongin orang, mendingan makan bakso betul tidak?" tanya Ryan


"Betul Om!" jawab mereka serentak


"Berarti baksonya gratis ya Om," sahut Agni


"Iya makan aja, nambah juga boleh, tuh abangnya lagi ngopi dulu katanya!" Ryan segera kembali menghampiri yang lainnya untuk melanjutkan bermain bola.


"Kayaknya seru tuh nonton bola antara mertua lawan menantu!" seru Siwi


"Kuy kita semangati ayah kita!!" sahut Nay


Semuanya bergegas mendekati lapangan.


"Bun, Al ke toilet sebentar ya," pamit Alina


"Iya sayang, hati-hati ya," jawab Nay


"Mau dianter ga?" tanya Cassey


"Gak usah Bunda," jawab Alina

__ADS_1


Gadis itu kemudian berjalan mengelilingi area Alun-alun untuk mencari toilet. Sudah hampir sepuluh menit ia mengitari kawasan itu tapi belum ketemu juga, maklum saja Alina memang jarang keluar Istana, sehingga tidak tahu lingkungan luar istana.


"Dimana sih toiletnya, apa aku telpon bunda saja minta dikasih tahu dimana toiletnya," Alina segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Naeswari


Baru saja ia menempelkan ponselnya ditelinganya tiba-tiba seseorang menjambret ponselnya, dan berlari menjauh darinya.


"Jambret!!, balikin ponsel aku!" teriak Alina sambil berlari mengejar laki-laki itu


Lelaki itu berhenti dan melemparkan ponsel Alina kepada sekelompok preman yang sudah menunggunya.


"Ambil kalau berani," tantang pemuda itu sembari menyeringai


Alina hanya mengernyitkan dahinya, ia kemudian bersiap memasang kuda-kuda untuk melawan para preman-preman itu.


"Woi!!, balikin handphone aku, atau kalian akan aku ku habisi semua!!" hardik Alina lantang


"Gede juga nyalinya tuh cewek, belum tahu dia siapa kita!" ucap salah seorang dari mereka


"Hajar dia, bila perlu bunuh!" perintah salah seorang dari mereka


"Jangan banyak bacot kalian, maju semuanya !" tantang Alina


Mereka semuanya merangsek maju menyerang Alina.


Gadis itu langsung melompat dan melesatkan tendangannya kearah para preman-preman itu hingga mereka berjatuhan satu persatu.


"Sial!, tangguh juga nih cewek!" keluh merek


Alina tidak memberikan ampun kepada mereka, ia segera melesatkan sikutan mautnya hingga semuanya berjatuhan.


"Berikan ponselku atau kamu mau seperti kawan-kawan kamu itu!" ancam Alina mendekati pemuda itu.


"Ambil saja kalau kau bisa!" ucap lelaki itu


Alina langsung melesatkan pukulannya, namun lelaki itu tiba-tiba mengeluarkan belati dan membebaskannya ke lengan Alina.


"Aaarrrggghh!!" gadis itu mengerang sambil memegangi lengannya yang berlumuran darah


**Buugghhh!!


Lelaki itu langsung melepaskan tendangannnya hingga Alina jatuh tersungkur ke tanah.


"Jangan sombong kau gadis ingusan, baru punya kemampuan segitu aja sudah sok jagoan!" hardik laki-laki itu yang kemudian bersiap menghempaskan tendangan mautnya ke arah Alina yang sudah terkulai lemas di tanah


**Wuuushh!!, buuughhh!!


Seorang lelaki datang menyelamatkan Alina.


"Jangan beraninya mengeroyok gadis yang sudah tidak berdaya!" seru Adrian


"Jangan ikut campur kau bocah, atau akan ku menghabisi kami sekalian!" ancamnya


"Coba saja kalau bisa!" tantang Adrian


Pemuda itu kemudian bersiul untuk memanggil teman-temannya. Menyadari hal itu Adrian segera melepaskan tendangannnya kearah pemuda itu, ketika lelaki itu jatuh tersungkur. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk segera kabur dari tempat itu, Adrian segera menggendong Alina menuju ke mobilnya dan melesatkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2