ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 70 # Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Setelah acara resepsi pernikahan selesai Lulu mengajak anak-anaknya menemui Damar Langit dirumah sakit.


"Sayang, kamu gak mau bangun, si baby sekarang sudah menikah sama Cassey, kamu gak mau lihat mereka pakai baju pengantin dan memberikan doa restumu," ucap Lulu sembari mengusap kepala Damar Langit lembut


"Pah, Bagas minta doa restu papah, supaya pernikahan Bagas selalu bahagia dan dilimpahkan banyak rezeki kedepannya, papah bangun dong Bagas kangen sama papah," Bagas memeluk lembut ayahnya yang masih memejamkan matanya


"Om ganteng?, eeh papah mertua, gak mau lihat Key, sekarang key udah cantik loh, gak dekil kaya kemarin, karena udah di make over, sampai semua orang terpana melihat aku, hmmm, jadi gimana gitu rasanya banyak yang perhatikan, jadi ngalahin Nay, mamah Lulu, sama Omah Arkadewi, tapi yang paling keren Key bisa ngalahin kecantikan Ayu, keren kan pah, sekarang papah bangun dong, lagian Key udah gak diabetes lagi kok, kan papah sekarang gak pernah senyum lagi," ucap Key sedih


Semuanya tersenyum mendengar ocehan konyol Cassey yang membuat suasana sedih menjadi hangat.


"Dasar bar-bar, bisa-bisanya ngomong kaya gitu ke papah," celetuk Bagas


"Biarin wee," jawab Cassey menjulurkan lidahnya


Lulu membulatkan matanya ketika mendapati tangan Damar yang mulai bergerak-gerak.


"Sayang kamu sudah sadar!!" teriak Lulu mendekati Damar Langit


Perlahan Damar membuka matanya dan mengedarkan pandangannya, senyuman manisnya mulai tampak jelas dari wajahnya.


"Yah Key pasti diabetes lagi deh, padahal baru saja sembuh seminggu yang lalu," keluh Cassey


Damar semakin melebarkan senyumnya mendengar keluhan menantunya itu.


"Beneran kamu diabetes sayang?" tanya Bagas serius


"Iya diabetes kalau keseringan lihat senyum papah, makanya kamu jangan ikutan senyum nanti tambah akut diabetesnya!!" cibir Cassey


"Kok bisa sih?" tanya Bagas polos


"Itu karena kalian sama-sama manis, apalagi kamu baby maniiiis banget, kalau senyum melebihi madu, itulah yang membuat diabetesku makin akut," jawab Cassey manja


"Dasar alay, kirain beneran bikin jantungan saja!" gerutu Bagas


Lulu dan Nay hanya terkekeh mendengar kedua pengantin baru itu.


"Sayang, Bagas sama Key sudah menikah, kamu gak mau ngasih selamat dan doa restu pada mereka?" tanya Lulu

__ADS_1


Damar mengangguk dan meraih tangan putranya dan juga Cassey, ia menyatukan kedua tangan itu sambil memejamkan matanya berdoa untuk kebahagiaan putranya.


"Selamat sayang," ucapnya lirih


*********


"Sialan!!!, dasar anak durhaka!!, kenapa kamu malah pergi saat aku menginginkan kamu menjadi satu-satunya penerusku," Jaka Samudera menendang semua benda-benda yang ada dihadapannya, untuk meluapkan kemarahannya karena Agni memilih kabur dari rumah.


"Ketua, ada telpon dari Eros," ucap seorang pria memberikan ponselnya kepada Jaka Samudera


Eros??, ada apa dia menelponku?, apa dia ingin mengunjungi kembarannya yang sudah mati?


Jaka Samudra meraih ponsel itu dan mengangkatnya.


"Halo, ada apa kau menelponku?" tanya Jaka


"Paman, temui aku di makam Ares sekarang!" Eros langsung menutup telponnya setelah selesai berbicara.


Jaka Samudera segera bergegas menuju ke makam Ares.


"Dulu aku berpikiran sepertimu Naya, ingin hidup damai dan tidak terlibat dalam dunia hitam seperti Ares dan Felix, tapi kenyataannya apa, takdir membawaku kembali untuk menuntut balas atas kematian mereka, kamu sebagai seorang pengacara tidak bisa diandalkan, harusnya kamu bisa menyeret pembunuh Ares dan Felix ke penjara, tapi apa??, kau hanya diam tanpa ada usaha," Eros mengepalkan tangannya karena kecewa dengan Tanaya


"Kalau aku melakukan itu, semua keluarga kita akan terseret ke Penjara ka, karena mereka juga terlibat pembunuhan yang sama, tidak ada api tanpa ada asap, mereka membunuh ka Ares dan Felix karena mereka duluan yang memancing orang-orang itu untuk membalas dendam karena ka Ares sudah membunuh orang yang mereka sayang, jadi stop balas dendam ka, karena tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah lain, trust me, I believe you can control your emotion, " Naya menepuk pundak Eros


"Tapi aku tidak bisa seperti dirimu Naya, aku harus membalas mereka yang sudah membunuh Ares dan Felix, nyawa harus dibayar dengan nyawa," jawab Eros


"Kau benar Eros, bahkan paman belum bisa membalas dendam kepada orang-orang yang sudah menghilangkan lenganku ini," Jaka Samudera menghampiri kedua ponakannya itu dengan senyum sinisnya


"Aku yakin Ares pasti bangga dengan kembalinya kamu ke Jogja, apalagi jika kamu berhasil membawa mayat pembunuh itu kemari," tambah Jaka Samudera


"Tentu saja paman, makanya aku butuh bantuanmu untuk mencari para pembunuh itu," Eros merangkul pundak pamannya itu dan mengajaknya pergi


************


"Yes, jusnya sudah jadi, tinggal dikasih kepada Arkadewi, dan dalam sekejap wanita iblis itu akan mati," gumam Candramaya


Ia meletakan jus buatannya diatas meja, ia berlalu pergi untuk mencari dayang istana untuk mengantarkan jus itu kepada Arkadewi.

__ADS_1


"Wuiih, tahu saja aku lagi haus, mamih bener-bener keren, pakai nyiapin jus alpukat segala buat Ayu," gadis itu langsung meneguk habis jus yang terhidang di meja makan


Kenapa tenggorokanku jadi panas sekali, dan dadaku terasa nyeri!!


Ayu berjalan gontai mengambil air dingin di kulkas, ia mulai merasakan pusing dan keringat dingin membasahi tubuhnya.


***Bruughh!!


Gadis itu jatuh tidak sadarkan dengan mulut berbusa.


"Ayu!!!, kamu kenapa nak!!" Maya berteriak meminta bantuan kepada para perajurit kerajaan, untuk membawa Ayu kerumah sakit.


Netranya berhenti menatap sebuah gelas jus yang sudah tidak ada isinya lagi.


Kamu pasti meminum jus alpukat yang sudah kuberi sianida, kenapa aku begitu ceroboh meletakkan jus itu sembarangan, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, jika sesuatu terjadi pada Ayu,


"Ayu kenapa tante?" tanya Hermes yang baru saja tiba di Istana


"Dia keracunan, aku akan membawanya ke rumah sakit," jawab Candramaya


"Apa aku boleh ikut tante?, aku teman sekelas Ayu," ucap Hermes


"Baiklah, apa kamu bisa menyetir mobil?" tanya Maya


"Iya tante, biar aku saja yang mengantar kalian ke rumah sakit," Hermes segera masuk kedalam mobil dan melesatkan mobil itu menuju rumah sakit


****Ciiitt!!!


Ganendra segera menghentikan mobilnya dan berlari keluar untuk melihat siapa yang hampir saja ditabraknya.


"Kamu tidak papa," Ganendra segera memapah wanita yang hampir ditabraknya menuju ke mobilnya


"Aku tidak apa-apa, tidak usah cemas," jawab Naya yang berjalan keluar dari mobil Ganendra


"Tetap saja, aku akan membawamu ke rumah sakit, aku akan membiarkan kamu pergi, setelah dokter mengatakan kamu baik-baik saja," Ganendra menarik lengan gadis itu dan mendudukkannya dengan paksa di kursi sebelahnya, ia memasang sabuk pengamannya hingga keduanya saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat membuat desiran-desiran aneh direlung hatinya


"Maaf jika tidak nyaman, tapi percayalah aku hanya ingin membawamu kerumah sakit, tidak ada maksud lain," ucap Ganendra yang kemudian menutup pintu mobilnya dan segera duduk di sampingnya, melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempatnya bekerja.

__ADS_1


__ADS_2