
Kinan segera memberi kode kepada Nay dan juga Agni untuk menyerang lelaki itu ketika memeriksa Cassey.
"Let's Rock!!" teriak Kinan sembari menyikut punggung lelaki yang sedang memeriksa kondisi Cassey
Ketiganya langsung beraksi menghajar semua penjaga yang ada disana dengan membabi buta.
"Cepat!!, kita harus mengejar mobil yang membawa Dev dan Siwi!" Cassey langsung melesatkan mobilnya meninggalkan hotel.
"Kita atur strategi untuk melawan mereka," ucap Agni
"Strategi seperti apa?" tanya Cassey penasaran
"Dulu waktu ayah masih menjadi seorang mafia dia selalu melakukan strategi ini dan berhasil," jawab Agni
"Iya strategi apa?" tanya Cassey lagi
"Itu dia, aku lupa," jawab Agni membuat Cassey hanya tersenyum kecut padanya.
"Hmmm, gak usah ngomong kalau gitu, bikin sebel gue aja," keluh Cassey
"Kin, coba telpon Papih sudah sampai mana dia!" perintah Cassey
"Ok Bos," Kinan langsung menelpon Ryan
"Papih udah sampai mana?" tanya Kinan di ujung telpon
"Baru selesai ngumpulin Ferdan sama Noval, nih siap-siap tancap gas," sahut Ryan
"Ok Pih, tapi nanti gak usah ke hotel Puh, Apih ikutin aku pakai GPS aja, nih udah Kinan aktifin kok GPSnya," jawab Kinan
"Ok sayang, tunggu Papih ya,"
"Yoi, bye!" Kinan segera mematikan ponselnya
"Lagi OTW ka!!" seru Kinan
"Ok, sekarang lo lacak GPS HPnya siwi!" ujar Cassey
"Handphone Siwi ada di gue," jawab Agni
__ADS_1
"Yaudah lacak GPS Devin!" seru Cassey lagi
"Udah, kayaknya mereka menuju le Tawangmangu ka," jawab Kinan
Cassey Segera menambah kecepatan mobilnya hingga kedua gadis itu terpental ke belakang.
"Pegangan!!, gue mau nambah kecepatan lagi!" seru Cassey
"Gila lo Key!!. lo mau bunuh kita semua!" seru Agni
"Makannya pegangan, kalau gue gak ngebut gimana kita bisa menyelamatkan Siwi dan Devin!" jawab Cassey
"Gue udah siapin plastik banyak dibawah jok mobil kalau lo muntah, jadi jangan banyak alasan!"
"Sue lo Key, Kirain gue anak udik yang suka mabok kendaraan!, kau melecehkan gue sebagai putri dari seorang mafia yang sangat di takuti di kota ini," gerutu Agni membuat Kinan dan Cassey tertawa mendengarnya.
"Cuma mantan!!" seru keduanya sambil terkekeh membuat Agni hanya mengerutkan keningnya
*Ciit!!
Cassey langsung menghentikan mobilnya ketika melihat mobil para penjahat itu terparkir disebuah Villa dikawasan Tawangmangu.
"Yoi, mending lo cuma kena jok kursi Ka, gue kena dashboard," keluh Kinan menunjukkan kepalanya yang benjol membuat Agni tertawa
"Sukurin lo Kin, kualat kan. Makannya jangan ngetawain gue lagi!" sahut Agni
"Udah jangan pada berisik, sekarang saatnya beraksi, bawa senjata kalian!" seru Cassey
Mereka kemudian keluar dan mengendap-endap menuju ke Villa.
"Gimana kita masuknya, pintunya di kunci," bisik Kinan
"Kita masuk lewat jendela," Cassey mengajak keduanya menuju ke samping rumah.
Ia segera mengeluarkan sebuah tuas untuk mencongkel jendela villa itu.
Ia kemudian masuk diikuti oleh Kinan dan juga Agni.
"Sekarang kita berpencar untuk mencari keberadaan Devin dan Siwi," perintah Cassey
__ADS_1
"Ok!" jawab mereka serentak
*************
Sementara itu di dalam ruangan penyekapan tampak Seseorang tengah membuka penutup mata Devin.
"Sekarang kau lihat di layar kaca baik-baik!" ujar seorang pria yang kemudian menyalakan televisi didepannya
"Kaka!" seru Devin tidak percaya jika kakanya yang telah menerornya selama ini
"Kau sudah tahu sekarang kalau aku adalah otak dari semua kejadian yang menimpamu bahkan aku berkali-kali menyuruh orang untuk membunuhmu, tapi sayangnya kenapa selalu saja gagal, dan sekarang aku tidak mau gagal lagi, jadi bunuh dia sekarang!" perintah lelaki itu
"Kenapa kau ingin membunuhku Kaka, apa salahku padamu dan apa yang membuatmu begitu benci dengan ku?" tanya Devin
"Cih, sekarang kau tanya kenapa aku begitu membencimu, Aku kira kau sudah tahu jawabannya, atau kau memang sengaja pura-pura tidak tahu agar aku membiarkan kamu selamat?" jawab lelaki itu aja
"Apa karena tahta," jawab Devin
Lelaki itu tertawa mendengar jawaban Devin dan kembali menatap nyalang kearahnya.
"Kau sudah tahu kenapa aku begitu membencimu, tentu saja semua itu karena tahta putra mahkota. Bukankah aku yang seharusnya menjadi raja negeri ini, karena aku adalah anak tertua dari istri pertama Raja. Walaupun ibuku sudah meninggal dunia aku seharusnya yang berhak menjadi putra mahkota menggantikan ayah bukan dirimu seorang anak yang lahir dari seorang wanita penggoda yang merayu seorang Raja agar bisa menjadi Ratu negeri ini dan menjadikan keturunannya sebagai putra mahkota," tandas Pangeran Genta.
POV AUTHOR
Pangeran Genta Mas Bhumi adalah putra pertama Raja Cendana Kalingga Raden Bramantyo Cakrabuana bersama istri pertamanya Raden Ayu Retno Muninggar. Istri pertamanya meninggal setelah melahirkan Pangeran Genta. Karena kesedihan Raja atas meninggalnya sang Ratu, membuat para sesepuh kerajaan menyarankan kepada beliau untuk menikah lagi, apa lagi situasi kerajaan sedang genting saat itu karena musibah paceklik yang melanda kota Surakarta membuat para Oposisi menjadikan alasan itu untuk menggulingkan Raja dari singgasananya.
Harsiwi Kinasih adalah putri dari deputi komando kerajaan atau setara dengan panglima kerajaan yang memiliki kekuasaan kedua setelah Raja. Untuk itulah para Abdi dalem Keraton menyarankan agar Raja menikahi putrinya. Selain untuk menguatkan posisinya sebagai Raja mereka juga beralasan jika Pangeran Genta Mas memerlukan figur seorang Ibu agar tumbuh menjadi seorang yang cerdas dan berkharisma.
Walaupun pernikahan itu hanya sebagai upaya politik dan bukan karena cinta namun pada akhirnya dari pernikahan mereka melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Devin Rakabuming. Berdasarkan peraturan perundangan kerajaan maka yang berhak menduduki jabatan sebagai putra mahkota adalah bayi laki-laki yang lahir dari istri sah raja saat itu. Dan hal itu membuat Raja sedih karena Pangeran Genta tidak akan menjadi putra mahkota, melainkan Devin yang akan menggantikannya sebagai putra mahkota.
Pada suatu hari Ia memanggil Genta Mas untuk membicarakan tentang apa yang menjadi kekhawatirannya selama ini. Ia berpikir memanggil Genta Mas karena ia lebih dewasa dari Devin yang kala itu masih berusia delapan tahun sedangkan Genta berusia lima belas tahun.
"Aku minta maaf padamu Nak, karena kesalahanku menikah lagi membuat dirimu tidak bisa menjadi putra mahkota seperti keinginan almarhum ibumu, tetapi Romo berjanji akan menjadikan kamu Raja Kalingga sebelum Raka dewasa, agar kau bisa merasakan bagaimana menjadi seorang Raja dan juga untuk memenuhi amanah dari mendiang ibumu. Tapi Romo mohon kepadamu, jika Devin sudah Dewasa maka serahkanlah kursi Raja padanya, karena kau tahukan kalau dialah yang bisa menggantikan posisi Romo sebagai Raja dari Cendana Kalingga. Aku tahu kau adalah putra terbaikku dan kau bisa menjalankan semua ini dengan baik," ujar Bramantyo
Genta hanya mengangguk sedih dan kemudian memeluk erat ayahnya. Namun setelah kematian Raja Bramantyo Cakrabuana Harsiwi tidak menjadikannya sebagai Raja Cendana Kalingga, ia justru menjadikan dirinya sebagai Ratu yang menggantikan posisi Raja.
Tentu saja hal ini membuat Genta Mas Kesal ia kemudian pergi keluar dari istana untuk mencari dukungan guna melengserkan sang Ratu dan membunuh Devin agar tujuannya untuk menjadi seorang Raja.
********
__ADS_1