
"Bagaimana Aaron, apa semuanya berjalan lancar?'" tanya Harsiwi
"Tentu Yang Mulia, sebentar lagi gadis itu akan tiba disini," jawab Aaron
"Habisi dia, dan buat dia seolah-olah kecelakaan dan jangan tinggalkan jejak, karena aku tidak mau terseret dalam kasus ini," ucap Harsiwi
"Baik yang Mulia," Aaron kemudian memberikan Handphone Devin kepada Harsiwi
Sementara itu Baladewa terus megikuti Harsiwi karena ia sudah curiga dengan gerak-gerik adik iparnya itu.
"Jadi kau berusaha membunuh Kinan, dasar licik!" gumam Baladewa
Lelaki itu segera pergi mengikuti Aaron.
*Dreet, dreet, dreet!
"Halo, ada apa Dev?" sapa Baladewa
"Paman aku butuh bantuan paman sekarang," ujar Devin
"Ada apa?"
"Ponselku hilang, aku sedang mencari data penting yang ada disana untuk keperluan rapat hari ini," jawab Devin
"Coba tanyakan kepada Ibumu," jawab Baladewa kemudian menutup ponselnya
"Halo, paman, paman!" Devin langsung mencari keberadaan Ibunya
"Dimana dia kenapa seharian ini tidak kelihatan," ucap Devin
Devin kemudian menuju ke kekamar pribadi ibunya, pemuda itu terkejut ketika melihat ada foto Kinan terselip diantara tumpukan buku dikamar ibunya. Foto itu keluar dari dalm amplop coklat yang berisi uang.
"Untuk apa ibu menyimpan foto Piranha, ini juga apa lagi," Devin membuka sebuah amplop coklat berisi uang
"Uang untuk siapa?" tanya Devin
*Tak, tak, tak!!
Devin menyadari kedatangan ibunya, ia kemudian langsung keluar dari kamar itu.
"Sedang apa kau dikamarku?" tanya Harsiwi
"Aku sedang mencari ponselku, aku takut tertinggal di kamar ibu, soalnya kan kemarin aku tiduran disini," jawab Devin
"Coba kau lihat di kamarmu, aku takut ada disana," jawab Harsiwi
"Baik Ibu," Devin segera kembali ke kamarnya dan ia terkejut melihat ponselnya tergeletak di meja kerjanya.
"Kok bisa ada disini, aneh!" ucap Devin sambil mengecek ponselnya.
"Pasti ada yang memakai ponselku tadi, disini juga ada panggilan dari Kinan pukul empat sore, berarti belum lama, siapa yang memakai ponselku. Dan kenapa paman sepertinya sedang kesal hari ini. Apa aku harus tanya paman dia dimana, atau telpon Kinan,"
Devin kemudian segera menelpon Kinan, tapi sayangnya Kinan tidak mengangkat telpon darinya.
"Kemana sih dia tumben gak mau angkat telpon, mending telpon Paman saja," Devin kemudian langsung menelponnya.
"Halo Paman, Halo!!!" Devin kesal ketika Baladewa tidak mau bicara padahal dia sudah mengangkat ponselnya.
"Ini maksudnya apa sih!" Devin yang kesal langsung mengecek lokasi Baladewa menggunakan GPS.
"Anj*r, dia lagi di Jogja!, pasti ada yang gak beres, gak mungkin paman jadi aneh kaya gini," Devin langsung pergi menuju ke luar dari kamarnya.
"Mau kemana kamu?" tanya Harsiwi menghadang Devin
"Aku mau menemui Paman, dia menyuruhku menemuinya," jawab Devin
"Memangnya dimana Dewa?" tanya Harsiwi
"Ada di Jogja sedang menemui rekan bisnisnya,"
"Ibu ikut,"
"Tidak usah, aku hanya sebentar. Paman cuma meminta aku mengirimkan beberapa dara penting dari ruang kerjanya," jawab Devin menuju ruang kerja Baladewa, beruntugnya dia menemukan tas kerja Baladewa yang tergeletak di atas meja kerjanya.
"Ini dokumennya Ibu," Devin memperlihatkan dokumen itu pada ibunya agar dia percaya dan mengizinkannya untuk pergi
"Baiklah, kabari ibu jika kamu sudah sampai disana," jawab Harsiwi
"Baik bu, assalamualaikum," Devin segera pergi meninggalkan ruangan itu dan melesat menggunakan motor sportnya.
**************
Sementara itu Kinan sudah tiba di sebuah gedung tua.
"Akhirnya kau datang juga Kinan si gadis bar-bar, kau benar-benar pemberani sayang, aku suka sekali dengan keberanian mu, bahkan aku terpesona juga dengan wajah mu yang ayu, tapi sayang kau seperti mawar hitam yang ada didasar jurang bisa dipandang tapi tidak bisa dibawa pulang," ucap Aaron
__ADS_1
"Jangan banyak omong lo, sekarang bebaskan Devin dan apa mau lo!" hardik Kinan
"Ok manis, sabar dong," ujar Aaron
"Sekarang kita ngopi dulu sebelum kau bertanding diatas ring," Aaron mengajak Kinan menuju ke sebuah Ring dimana seorang wanita kekar sudah menunggunya disana.
"Jadi maksudnya kau ingin mengadu aku dengan wanita itu?" tanya Kinan
"Tepat sekali sayang, jadi kau harus melawan Lasmini, tapi dengan satu syarat kau tidak boleh menang darinya, karena kalau kau menang, Devin akan mati, bagaimana?" tanya Aaron
"Gila lo, itu sama saja gue bunuh diri!" jawab Kinan
"Tentu tidak sayang, karena Lasmini hanya akan membuat kamu menjadi cacat saja, karena di sini dilarang membunuh lawan, "
"Bagaimana kalau seri," tawar Kinan
"Hanya ada menang atau kalah, tidak ada seru," jawab Aaron
"Hadeh bagaimana ini, sama saja dengan buah simalakama ini mah," Kinan menatap Devin yang terikat di sebuah tiang bangunan dengan wajah babak belur.
"Sebenarnya aku tidak mau melakukan semua ini, tapi bagaimanapun juga aku tidak tega melihat si Cumi disiksa seperti itu, walaupun dia bukan siapa-siapa gue tapi kenapa aku juga merasakan sakit ketika Jin Arab ini menyiksanya.
"Cepat naik ke ring Kinan!" seru Alex
"Kinan langsung naik keatas ring, dan langsung disambut gemuruh penonton yang bersorak menantikan pertarungannya dengan juara bertahan MMA Jogja.
Kinan mengedarkan pandangannya kearah penonton yang terus menerus bersorak sorai membuat suasana dalam gedung menjadi bising dan ramai.
"Gila, gue harus bertahan ini, gak mungkin kan gue harus jatuh dalam sekali pukul," batin Kinan
Lasmini segera menarik Kinan dan melesatkan pukulannya bertubi-tubi kearah Kinan hingga gadis itu jatuh tersungkur.
"Maju, lawan gue!" tantang wanita itu kembali menghujamkan tendangan mautnya kepada Kinan hingga gadis itu jatuh terpelanting keluar Ring. Lasmini menyeringai dan langsung melompat dan menjatuhkan badannya ke atas tubuh Kinan.
"Aaarrgghh!!" Kinan mengerang keras menahan sakit, darah mulia mengalir dari ujung bibir dan hidungnya
"Lawan gue, jangan diam saja!!" hardik Lasmini mengadu kepalanya dengan kepala Kinan
Perempuan itu melompat hendak melesatkan tendangan salto kearah Kinan, namun gadis itu bisa membaca gerakannya dan langsung menghindar hingga Lasmini kesal di buatnya.
"Gue harus terus menghindar sambil mengulur waktu," batin Kinan
Sementara itu Baladewa sangat geram ketika melihat Kinan yang menjadi bulan-bulanan lawannya diatas ring.
Lelaki itu berhasil menghabisi pertahanan anak buah Aaron di luar gedung. Ia kemudian menyelinap, menyusup mencari arena pertandingan.
"Lawan dia Kinan, bunuh wanita itu!" teriak Baladewa ketika tiba di arena pertandingan.
"Paman!" ucap Kinan kaget
"Lawan wanita itu, jangan diam saja!" teriak Baladewa
**Buughhh!!
Sebuah tendangan melesat kearah Kinan ketika gadis itu sedang menatap kearah Baladewa.
"Hajar dia, Devin baik-baik saja, dia ada di istana, itu bukan Devin!" imbuh Baladewa sembari menghajar satu persatu anak buah Aaron yang menghadang langkahnya.
"Apa, jadi Jin Arab itu coba membodohi ku dengan Devin palsu seperti dulu ia membuat kembarannya sendiri untuk menipu aku dan yang lainnya saat menyelamatkan Kimmy, dasar keparat, tunggu pembalasanku Aaron!!!" Kinan segera bangkit dan menatap tajam ke arah Lasmini.
"Matilah kau Lasmini!!" teriak Kinan yang langsung berlari dan melesatkan tendangan salto kearah Lasmini, ia kemudian berputar dan menyikut wanita itu hingga ia terpental ke belakang. Melihat Lasmini yang sudah sempoyongan Kinan juga melepaskan pukulan mautnya hingga wanita itu jatuh membentur Ring.
Baladewa tersenyum melihat Kinan yang sudah beraksi diatas Ring. lelaki itu kini juga menghajar semua anak buah Aaron yang menyerangnya dari berbagai penjuru.
*Dor, dor!!
Sebuah peluru berhasil bersarang di lengan Baladewa, hingga membuat lelaki itu menghentikan perlawanannya. dan memegangi lengannya. Darah segar mulai mengalir dari lengannya yang terkena timah panas Aaron.
"Berdoalah kepada Tuhan agar kau akan diberikan tempat yang layak disisinya, karena sebentar lagi aku akan mengirim mu untuk bertemu denganNya. Kau terlalu ikut campur urusanku Pak Tua, jadi bersiap-siaplah untuk segera pergi ke alam baka!" Aaron segera menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya kepada Baladewa yang berdiri di depannya.
"Braakkk!!
Devin yang baru tiba langsung melesatkan tendangannnya, kearah Aaron hingga pistolnya terlempar ke angkasa.
*Grep!!
Kinan berhasil menangkap pistol itu, gadis itu kemudian mendekati Aaron yang mulai beringsut mundur menjauhi Kinan dan Devin yang kini mulai mengincarnya.
"Sekarang kau harus membayar apa yang telah kau lakukan padaku Jin Arab!" Kinan menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya kepada Aaron
*Buuuggghhh!!
Kinan langsung melesatkan tendangannnya dan menghantamnya dengan wajah Aaron hingga membuat pria itu terpental menghantam dinding gedung.
"Sekarang katakan siapa yang menyuruhmu!" ujar Kinan menjambak rambut Aaron
__ADS_1
Melihat Aaron hanya diam tak menjawab membuat Kinan semakin murka, ia melepaskan isi pistolnya ke kaki Aaron hingga pemuda itu mengerang kesakitan.
"Katakan atau akan ku tembak kakimu yang satunya lagi!!" ancam Kinan
"Jangan, ampun Kinan, aku akan mengatakannya, jangan tembak!" jawab Aaron
"Aku melakukan semua ini karena disuruh oleh Yang Mulia Ratu....!!" Aaron belum selesai menjawab pertanyaan Kinan, seseorang langsung memberondongnya dengan tembakan yang membuat pemuda itu langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Kinan langsung berlari mengejar orang yang sudah membunuh Aaron, sementara itu semua pengunjung langsung berhamburan keluar ketika mendengar bunyi tembakan, dan sirine mobil polisi juga sudah tiba di sana.
"Jangan dikejar Kinan, percuma!!" cegah Baladewa
"Kau dan Devin pergilah dari tempat ini, biar aku yang mengejar orang itu," ucap Baladewa
"Baik Paman," Devin langsung menarik Kinan hingga keduanya nyaris berciuman
"Anj*y dua centi lagi bibir gue ternoda," ucap Kinan lirih membuat Devin terkekeh
"Dasar bar-bar mesum, masih aja mikir negatif padahal situasi genting!" jawab Devin menggelengkan kepalanya
"Itu fakta Dev, bukan mesum," sahutnya sambil menggigit bibir bawahnya membuat Devin gemas melihatnya
"Cepat naik!" seru Devin
"Sabar dong babang, gak sabaran banget deh," goda Kinan
"Pegangan," pinta Devin
"Pegangan apaan nih," goda Kinan
Devin Langsung meletakkan tangan Kinan ke pinggangnya.
"Ini namanya bukan pegangan Dev, tapi pelukan, dasar modus lo!" cibir Kinan
"Terserah, kalau lo jatuh gue gak tanggung jawab. Soalnya gue mau ngebut, apa lo mau ditangkap polisi!" jawab Devin langsung melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi membuat Kinan kaget dan hampir terpental karena tidak mau memeluk Devin.
"Sue nih Cumi, main ngebut aja tanpa aba-aba!" Kinan langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Devin.
"Hadeeh, kenapa hatiku cenat-cenut kaya gini. Bahaya kalau si Cumi dengar debaran jantung gue, biasa kegeeran dia!" batin Kinan
"Ya Allah kenapa aku jadi panas dingin gini, apa aku mulai suka sama Kinan, tapi gak mungkin gue suka sama Piranha bar-bar kaya dia, lagian Ibu gak bakal merestui hubungan kami. Aku yakin ini nafsu saja," gumam Devin
Pemuda itu kemudian menghentikan motornya tepat di rumah Kinan.
"Turun woiii, sudah sampai nih!!" seru Devin menggoyang-goyangkan tubuh Kinan.
"Jangan bilang dia tidur lagi!" ucap Devin pelan, benar saja ketika dia turun Kinan hampir saja jatuh karena saking pulsanya.
"Astaghfirullah, bisa yah, dalam keadaan genting tidur, dasar gak ada ahlak!" cibir Devin
"Bangun, atau aku cium nih," bisik Devin membuat Kinan langsung terbangun
**Plaaakkk!!
Sebuah tamparan mendarat di wajah Devin, membuat pemuda itu meringis kesakitan.
"Aaww, sakit tahu, belum juga dicium gue udah digampar, dasar Cumi bar-bar!" keluh Devin memegangi pipinya
"Makanya jangan coba membangunkan singa yang tidur, jadinya digamparkan," jawab Kinan
"Jahara lo Kin," jawab Devin dengan wajah memelas
"Baru di tampar, udah mewek lo dasar lemah. Mau di tampar lagi gak?" goda Kinan
"Gak, ini aja masih sakit, kecuali kalau digampar pakai bibir gak papa," jawab Devin tersipu
"Tuh, mulai kan mesumnya. Padahal gue juga tadinya mau tampar lo pakai bibir, tapi karena lo nolak ya gak jadi," goda Kinan sambil terkekeh
"Mau, mau," jawab Devin membuat Kinan semakin terkekeh
"Dasar cumi mesum, yaudah aku masuk dulu ya, kamu juga pulang sono!" jawab Kinan
"Iya Piranha, hati-hati ya. Selamat istirahat, jangan kengenin aku ya," jawab Devin sambil terkekeh
"Hmmm, gak bakal gue kangen sama lo udah pergi sana hus, hus!!" jawab Kinan yang langsung masuk kedalam rumahnya.
Devin menatap sendu kepergian Kinan.
"Pangeran, kita harus segera pergi dari sini, yang mulia Ratu sudah mencari anda," ucap Baladewa
"Apa kau sudah tahu siapa yang merencanakan ini semua?" tanya Devin
"Dia adalah Ibumu, untuk itulah sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengan gadis itu. Kasian dia, hampir saja dia mati hari ini karena ulah ibumu yang mendatangkan Devin palsu untuk memancingnya keluar, untung aku masih bisa mengendus rencana licik Harsiwi, coba kalau tidak, kau tidak akan bertemu dia lagi, jadikan hari ini adalah hari terakhir kalian bertemu. Jika kau bisa melindungi Kimmy dengan menjauhinya, kau juga harus melakukan itu pada Kinan, entahlah aku tidak rela jika gadis itu menjadi korban keganasan ibu kamu," jawab Baladewa yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
Devin hanya bisa menelan kekecewaan karena harus memadamkan benih-benih cinta yang mulai tumbuh dihatinya.
__ADS_1