ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Cassey Beraksi


__ADS_3

"Jangan fitnah kau Cassey, jaga mulutmu!" hardik Rahardian


Cassey hanya tersenyum sinis mendengar jawaban Rahadian.


"Apa aku perlu mendatangkan wanita yang merawat cucumu itu Kakek," tantang Cassey membuat Rahardian langsung menutup mulutnya.


*Flashback


Dua hari sebelum Welas Asih jatuh sakit, ia memanggil Cassey untuk menuinya. Ia sengaja menceritakan masalah itu pada Cassey bukan dengan Danar Gumilang orang kepercayaannya.


"Bantu selesaikan masalah Nay," ucap Welas Asih lirih


"Bagaimana aku bisa membantunya?" tanya Cassey


"Aku sengaja mempercayakan masalah ini padamu Key, karena aku tahu hanya kau yang bisa menyelesaikan permasalah ini. Pergilah ke sebuah desa kecil di lereng Merapi, temui wanita bernama Dewi Larasati. Katakan kau adalah cicitku, tanyakan padanya apakah bayi Albino yang ia rawat masih hidup atau tidak," ucap Welas Asih


"Kalau ada terus kenapa Omah?" tanya Cassey


"Kau cari informasi tentang dia, karena dialah kunci kau bisa membuat Alina bisa diterima di keluarga ini," ucap Welas Asih


"Baik Omah, Insya Allah besok Key jalan kesana bareng Siwi sama Agni," jawab Cassey


"Yasudah, sekarang pulanglah kasian Rendra dan Kimmy pasti nungguin kamu," perintah Welas Asih


"Baik Omah,"


Cassey berpamitan dan mencium telapak tangan Welas Asih sebelum ia pergi meninggalkan ruangan itu.


Pagi harinya ditemani Agni dan Siwi, Cassey pergi menuju ke Magelang untuk mencari seseorang yang dimaksud oleh Welas Asih.


Perjalanan dari Jogja menuju ke Magelang menghabiskan waktu satu jam setengah, hingga membuat ketiga gadis itu lumayan capek dan kemudian beristirahat di sebuah angkringan yang tidak jauh dari gerbang diaa yang dimaksud.


"Ngopi dulu kita, biar gak oleng," ucap Siwi langsung memesan kopi pada penjaga angkringan


"Gue es teh saja," sahut Cassey


"Lo apa bar-bar?" tanya Siwi


"Kopi hitam aja deh, biar greng," jawab Agni


"Diih, kaya aki-aki lo minum kopi hitam, wkwkwk," sahut Siwi sambil terkekeh

__ADS_1


"Biarinlah anj*ng menggonggong, neng Agni cantik tetap berlalu," jawab Agni


"Sue lo," gerutu Siwi


Semuanya tertawa mendengar umpatan Siwi.


Ketika mereka menikmati kopi disana, tidak lupa Cassey mencari tahu tentang rumah Dewi Larasati.


"Oh kalau Mbok Laras itu rumahnya tidak jauh dari gerbang desa nanti bilang aja mau cari rumahnya Laras dayang istana." pesan lelaki itu


"Baik, terima kasih pak. Kami jalan dulu," pamit Cassey. Ketiganya langsung naik keatas menuju ke kampung sebelah.


Setibanya di gerbang Desa, Cassey menanyakan dimana rumah nenek


Seorang petugas pun mengantar mereka menuju ke desa yang dimaksud untuk menemui Dewi Laras.


"Ini rumahnya Dewi Laras," ucap sang polisi itu


Cassey langsung mengetuk pintu hingga seseorang keluar dari dalam rumah.


"Maaf, cari siapa?" tanya seorang gadis dengan kulit Albino


"Aku cuma ingin bertemu dengan Dewi Laras," jawab Cassey lirih


Hanya butuh waktu setengah jam menunggu akhirnya mereka berhasil bertemu dengan Dewi Laras.


Cassey mulai bertanya tentang semuanya yang diketahui oleh Dewi Laras.


"Jadi beberapa tahun silam, saya bekerja di keraton Arjowinangun sebagai dayang keluarga Rahardian, saat putra Raden Mas Rahardian menikah dengan sepupunya, keluarga menjadi tidak harmonis lagi. Sering terjadi pertengkaran dan adu mulut antara ayah dan anak itu. Sehingga Pada suatu ketika istri Lingga melahirkan anak kandung yang memiliki kelainan genetik atau Albino.


Dan untuk menghindari dari cibiran dan cemoohan dari warga Jogja ataupun pro kontra dari pihak istana sendiri, yang mulia 4aden mas rahardian akhirnya memberikan anak itu pada saya. Saya disuruh merawat putrinya hingga dewasa dan tidak boleh memberitahukan padanya siapa dia sebenarnya. Serta aku dilarang kembali ke istana untuk selama-lamanya," Tutur sang dayang istana itu


"Baiklah kalau begitu , aku hanya ingin mengambil gambar dan video saja. Dan saya mohon Ibu bisa ikut kami ke Istana untuk membantu kami menyelamatkan ponakan saya agar bisa diterima sebagai keluarga kerajaan," pinta Cassey


"Sebenarnya saya dilarang kembali ke istana, tapi saya juga tidak tega jika ada anak yang harus terpisah dari orang tuanya, cukuplah Kalila yang merasakan pahit rasanya harus hidup terpisah dengan orang tua yang sangat ia cintai," jawab Dewi tegas


"Terima kasih Ibu sudah mau membantu saya," ucap Cassey


"Sama-sama yang Mulia, baiklah aku akan bersiap-siap dahulu, agar kita bisa segera berangkat ke Jogjakarta," jawab Dewi


Cassey menunggu Dewi Laras dan juga Kalila didalam mobil. Tidak lama kemudian keduanya sudah berada di dalam mobil, dan Siwi langsung membawanya pergi menuju istana Arjowinangun.

__ADS_1


**Flashback selesai.


"Sekarang apa kalian masih tidak mau mengakui Alina sebagai anggota keluarga kerajaan?" tanya Cassey membuat semuanya terdiam


"Baikalah kalau kalian tidak menjawab berarti aku anggap semuanya sudah setuju Alina menjadi bagian dari keluarga kerajaan Arjowinangun." ucap Cassey


Ia meninggalkan tempat itu dengan senyum kemenangan.


"Alhamdulillah, akhirnya Alina resmi dikelurga kita," ucap Cassey ketika menemui Nay di paviliunnya.


"Alhamdulillah, benarkah itu Ka?" tanya Nay penasaran


"Tentu saja iya, yasudah aku balik dulu ke rumah," sahut Cassey


"Iya Ka hati-hati," jawab Naeswari


*******


Sementara itu di tempat yang berbeda Rahardian sangat kesal dengan sikap Cassey yang langsung memutuskan bahwa semua pihak sudah mau menerima Alina di Istana. Bersama dengan beberapa orang yang masih setia padanya ia merencanakan untuk melakukan Rapat banding agar nama baik keluarga Rahardian bisa kembali dan menolak Alina menjadi bagian dari keluarga kerajaan.


Ia juga merencanakan untuk menghabisi nyawa ibu dua orang anak itu karena dianggap sebagai orang yang berbahaya karena bisa mengancam posisinya di istana.


Lelaki itu menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Cassey.


Pagi hari saat Cassey berencana untuk mengadakan acara konferensi pers untuk mengumumkan acara penerimaan dan penyambutan Alina sebagai anggota keluarga kerajaan baru, segerombolan orang menghadangnya mobilnya saat sedang melaju menuju kantor Gubernur.


"Sepertinya ada yang ingin menghabisi nyawa kita," ucap Siwi pelan


"Kita lawan mereka Key, tapi kita kekurangan personil," sahut Agni


"Benar, mereka sangat banyak ada empat mobil, kita cuma bertiga. Bagaimana kalau kita cari bala bantuan apalagi kondisiku belum fit banget untuk bertarung." balas Cassey


"Baiklah, aku akan manggil Babang Ahmar dan juga si Baby, dan Pandu. Agni juga harus memanggil suami kamu untuk membantu kita," celetuk Siwi


"Iya beres, yang penting lo ulur waktu dulu sambil menunggu kedatangan mereka," ujar Agni


"Tapi gue gak bisa ngebut nih, maklum orang cantik biasa bawa mobil dengan cantik." jawab Siwi sambil terkekeh


"Sue Lo, berikan sini sama gue!" tutur Cassey yang langsung menarik Siwi agar keluar dari kursi sopir


*Dug!

__ADS_1


"Awww, dasar bar-bar, bisa pelan dikit apa, kepala gue benjol nih gara-gara kejedot dash board!" cibir Siwi


__ADS_2