
Kinan hanya berkaca-kaca setelah berbincang dengan Devin.
Aku tidak menyangkal jika Kamu masih hidup Dev, ternyata kata hati memang tidak bisa bohong.
"Sekarang tugas kamu hanya bersikap biasa terhadap Rotama seolah-olah kamu tidak tahu kalau Devin masih hidup, kau harus lebih dekat dengannya. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Aku akan mengawasi dan melindungi kamu, jadi kau tidak perlu takut," ucap Angga
"Baik,"
"Karena dia sedang mengincar dirimu, maka gunakan kesempatan ini dengan baik. Gunakan keahlian mu memikat lelaki, tunjukan kalau kau memang wanita yang cantik dan tangguh," goda Angga
"Aish, jaga bacot Lo!" jawab Kinan sembari menononjok perut Angga
"Aaarrgghh, kamu memang bar-bar," keluh Angga memegangi perutnya
"Makanya kamu jangan meremehkan aku, walaupun kau putra seorang mafia jangan sombong," cibir Kinan
Kinan kemudian meninggalkan Angga dan berjalan menuju ke kaputren untuk melihat-lihat pemandangan.
"Sugeng siang nona, senang sekali bisa bertemu dengan anda," sapa Rotama ramah
"Eh iya, btw aku belum tahu siapa namamu?" tanya Kinan
"Aku Rotama, panggil saja Tama," Lelaki itu mengulurkan tangannya kepada Kinan
"Kinan," ia menjabat tangan lelaki itu
"Cuaca hari ini panas sekali, bagaimana kalau kita mengobrol di paviliun ku saja, disini panas. Sinar matahari siang tidak bagus untuk kulitmu," Rotama menggandeng Kinan menuju ke paviliunnya yang tidak jauh dari tempat itu
"Kau mau minum apa?" tanya lelaki itu ramah
"Apa saja yang penting dingin," jawab Kinan
"Tunggu sebentar," lelaki itu segera meminta dayang-dayangnya untuk membuatkan minuman untuk Kinan
"Terima kasih," ucap Kinan kemudian menyeruput minumannya
"Apa kau tidak terganggu dengan rumor yang beredar tentang dirimu dan yang mulia Raja?" tanya Rotama
"Tentu saja tidak sama sekali, untuk apa aku merasa terganggu jika aku tidak merasa melakukan itu. Kalau aku merasa terganggu dan kemudian menunjukkan reaksi yang berlebihan sama saja aku menunjukkan kelemahan ku kepada musuh-musuhku yang memang menginginkan hal itu terjadi. Untuk itulah aku berusaha untuk menahan diri, walaupun sebenarnya aku ingin menghajar semua orang mencibir dan menggunjingkan aku dan yang Mulia," jawab Kinan
"Selain cantik kau juga ternyata adalah gadis yang cerdas, aku benar-benar salut padamu. Tidak salah jika yang mulia Raja menyukaimu," sahut Rotama
"Ah semua itu tidak benar, kamu jangan percaya. Yang mulia tidak benar-benar suka padaku, dia cuma ngefans saja. Maklum saja selama ini mungkin dia belum bertemu gadis semanis dan seimut aku," bisik Kinan sambil terkekeh
"Kau benar-benar gadis yang menyenangkan," ucap Rotama menatap lekat kearah Kinan yang sedang menikmati minumannya.
Sebagai Rakyat biasa kau terlalu pintar dan cerdas, aku yakin suatu hari aku akan menaklukan hatimu dan menjadikan kamu permaisuri ku.
***********
__ADS_1
"Bagaimana pedekate mu dengan putra sekertaris Go, apa ada informasi yang sudah kamu dapatkan hari ini?" tanya Baladewa
"Belum Paman, dia itu tipe cowok yang sudah ditebak," jawab Kinan
"Tidak masalah, lagian baru juga satu hari, tidak mungkin kan dalam sehari orang kenal langsung menyatakan cinta," sahut Baladewa
"Akh, kau benar Paman, kalau begitu aku pamit pulang dulu, hari sudah mulai gelap." Kinan berjalan meninggalkan ruang kerja Baladewa
Ia berjalan pelan menuju ke kamarnya sembari menikmati suasana petang di Istana yang mulai sepi.
*Tak, tak, tak!!
Terdengar derap langkah menuju ke kamar Genta yang berada disampingnya.
Kinan yang belum memejamkan matanya segera terjaga dan keluar mengendap-endap untuk memastikan apa yang terjadi.
Ia melihat beberapa orang memakai seragam ninja mengendap-endap masuk ke kamar Yang Mulia Raja.
Aku yakin dia orang-orangnya Tama yang ingin membunuh yang mulia Raja,
Kinan segera menghubungi Angga untuk memberitahukan apa yang terjadi.
Tidak lama kemudian Angga, Ahmat dan Hermes tiba di tempat itu, ketiganya langsung masuk kedalam kamar Genta dan segara melawan pasukan ninja yang berusaha membunuh Genta Bhumi.
Tidak berapa lama Rotama dan pasukannya tiba di kamar Raja dan membantu mereka.
Karena pasukan Ninja teramat banyak dan sangat mahir beladiri membuat Rotama dan pasukannya kewalahan.
"Terima kasih nona," ucap Rotama tersenyum sinis
Kinan hanya mengangguk dan kembali melesatkan pukulannya untuk melawan pasukan ninja itu. Merasa terpojok beberapa orang pasukan Ninja meninggalkan kamar Raja.
Angga yang penasaran dengan pasukan ninja itu kemudian membuka penutup kepala salah seorang dari mereka. Betapa terkejutnya ia ketika tahu bahwa pasukan ninja itu adalah seorang wanita.
"Anj*r, mereka semua adalah seorang wanita, tapi kekuatannya melebihi seorang laki-laki!" seru Angga tidak percaya
"Kau tidak apa-apa yang mulia?" tanya Kinan memastikan keadaan Genta Bhumi
"Aku baik-baik saja, terima kasih atas bantuan kalian," jawab Genta
"Sudah jadi kewajiban hamba untuk menjaga keselamatan yang mulia," jawab semuanya kompak
"Sebaiknya saya akan berjaga-jaga disini, agar yang mulia merasa aman malam ini," ucap Rotama
"Tidak perlu, aku akan ditemani oleh teman-teman ku saja, jadi kau kembalilah ke pos jaga kalian," titah yang mulia Raja
"Baik yang mulia," Rotama dan pasukannya kemudian meninggalkan tempat itu.
"Tidurlah, Angga dan kawan-kawannya akan menjaga yang mulia, kau aman sekarang," ucap Kinan, ia kemudian beranjak pergi meninggalkan Genta, namun pemuda itu kemudian memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Tinggallah di sisiku, jadilah permaisuri ku dan kita akan pergi dari istana ini. Kita akan hidup bahagia sebagai rakyat biasa. Lupakan Devin, dan tinggallah bersamaku menjadi ibu dari anak-anakku," ucap Genta, membuat Kinan segera melepaskan pelukannya.
"Maaf yang Mulia, aku bukanlah wanita yang mudah berpindah ke lain hati, apapun yang terjadi terhadap Devin, aku yakin dia masih hidup," jawab Kinan meninggalkan tempat itu.
*********
Sementara itu di kediaman Baladewa, ketika Angga, Ahmar dan Hermes melindungi Genta Bumi. Rotama mengerahkan pasukan utamanya untuk menyerang kediaman pribadi Baladewa.
Tentu saja Baladewa benar-benar tidak memiliki persiapan untuk melawan pasukan ninja yang datang tidak terduga itu. Ia harus kehilangan putri dan istrinya yang tewas dibunuh oleh para penjahat berkedok ninja itu.
"Kau benar-benar keparat Rotama!!" seru Baladewa mencoba melawan semua pasukan ninja yang kini mengepungnya.
"Baiklah jika memang aku harus mati malam ini aku sudah siap asalkan aku bisa membongkar semua kejahatan mu Rotama!!" teriak Baladewa ia kemudian memainkan pedangnya melawan semua pasukan ninja itu dengan gagah berani. Sebagai panglima kerajaan Baladewa memiliki keahlian bertarung yang luar biasa dibandingkan dengan keluarga kerajaan lainnya.
*Wuuushh!!
Sebuah sabetan pedang berhasil mengenai punggung Baladewa hingga lelaki itu hilang keseimbangan.
"Bunuh dia!!" seorang bersiap menebaskan pedangnya kearah Baladewa.
*Buugghhh!!!
Sebuah tendangan melesat kearah lelaki yang hendak menebaskan pedangnya kearah Baladewa.
Ahmar segara melindungi Baladewa dan menghajar semua yang berusaha mendekatinya.
Baladewa tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menghubungi Angga agar segera datang membantunya.
Tidak menunggu lama Angga segara datang bersama pasukan dari bagian pertahanan membantu Ahmar dan Baladewa melawan para ninja itu.
Akhirnya mereka berhasil memukul mundur dan mengalahkan pasukan ninja itu. Mereka segera mengamankan beberapa ninja yang masih hidup agar tidak melakukan upaya bunuh diri.
***********
Pagi harinya di Balairung Raja terjadi keributan, puluhan pejabat tinggi dan dewan penasehat istana berkumpul di sana meminta Raja untuk turun tahta karena dianggap tidak bisa menjaga keamanan istana, karena terjadi perampokan dan pembunuhan beberapa pejabat tinggi dari kubu oposisi.
"Apa yang harus aku lakukan Paman?" tanya Genta Bhumi parau
"Tetap tenang dan jadilah dirimu apa adanya, tunjukan rasa simpatimu sebagai Raja yang peduli terhadap rakyatnya," ujar Baladewa
"Hindari amarah dan pertikaian yang akan merugikan dirimu sendiri, karena ini adalah trik untuk menggulingkan dirimu sebagai Raja Cendana Kalingga. Mereka sengaja membantai pejabat dari kubu oposisi agar semua pejabat dan rakyat mu mengira kalah kaulah pelakunya. Kau akan dituduh sebagai Raja yang otoriter yang menghabisi semua lawan politiknya. Dan mereka juga sengaja berusaha membunuhku karena hanya aku yang dianggap berbahaya sekarang. Kita ikuti permainan mereka karena semakin banyak mereka membunuh para pendukungnya maka semakin mudah kita menjatuhkan mereka," tutur Baladewa
"Kita gunakan kondisi ini untuk merangkul kubu oposisi yang akan di jadikan korban selanjutnya," tambah Baladewa
"Sekarang pergilah ke Balairung Raja, atasi para pejabat itu. Mainkan peranmu sebagus mungkin, buat merekam semakin penasaran dengan sikap mu yang sudah ditebak," perintah Baladewa
"Baik, Paman." Genta Bhumi segera menuju ke Balairung Raja untuk meredam kemarahan para pejabat istana.
"Mohon maaf semuanya, saya ikut berduka cita atas peristiwa perampokan dan pembunuhan yang menimpa kubu oposisi, atas nama pribadi dan Raja negeri ini saya mengucapkan rasa duka cita sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban. Dan saya berjanji akan menanggung kehidupan para keluarga korban sampai mereka bisa hidup mandiri lagi, dan untuk yang memiliki anak-anak usia sekolah, maka pihak istana akan memberikan beasiswa hingga kuliah," tutur Genta Bhumi membuat semua pejabat Istana tercengang mendengarnya
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia bisa berubah total dalam waktu satu malam, pasti ada yang tidak beres, atau memang dia sengaja melakukan hal ini untuk mendatangkan dukungan dan simpati dari para pejabat lainnya.
Rotama terlihat kesal dan mengepalkan tangannya ketika mengetahui perubahan sikap Genta yang tidak lagi menjadi pemarah.