ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 115 # Main Hati


__ADS_3

"Kalau begitu, besok Tama Wijaya akan mengantarmu ke rumah Sudiro Atmajaya," jawab Pitaloka


"Sudahlah Pita, biarkan saja dia tinggal disini untuk sementara waktu, " Sahut Welas


"Kenapa aku merasa kalau Garnetta memiliki maksud jahat, ya Allah semoga ini hanya prasangkaku saja," gumam Pitaloka


Selesai acara makan malam Welas Asih mengajak Garnetta ke paviliunnya.


Sedangkan Naeswari mengajak Cassey untuk ke kamarnya.


"Aku mau minta tolong, temani aku ke butik Tante Anya untuk fitting baju pengantin, kamu bisa kan Key?" tanya Naeswari


"Tentu sis, emangnya si Pandu kenapa gak nganterin kamu?" tanya Cassey


"Dia sedang persiapan lomba Sains, jadi gak bisa ngantar aku," jawab Nay


"Hmmm, susah emang kalau punya calon suami orang jenius, kayaknya akhir-akhir ini aku liat Pandu selalu sibuk, dan kalian jarang bareng seperti dulu lagi, apa lagi ada masalah?" tanya Cassey


"Tidak, mungkin karena Pandu lagi banyak kegiatan aja," jawab Nay


" Mudah-mudahan sih benar, yaudah aku bocan dulu ya sis, btw besok jam berapa ke butiknya?" tanya Cassey


"Jam satu sehabis pulang sekolah," jawab Nay


"Ok, Nay sayang, aku bobo dulu ya, sampai ketemu besok," Cassey segera keluar dari kamar Naeswari dan menuju ke kamarnya


***********


Nay tampak gelisah menunggu Cassey di halte bus tak jauh dari kampus kaka iparnya itu.


**Dreet...dret...dreet!!


Cassey segera membuka pesan masuk di ponselnya.


"Aku udah nunggu di halte depan kampus kamu," Pesan Naeswari


"Hampir lupa, aku ada janji sama Nay," Cassey segera membereskan buku-bukunya dan pergi meninggalkan ruang kelasnya, ketika ia tiba di bibir pintu, ia melihat Danar Gumilang masih menjaganya di depan kelas.


"Kalau ketahuan bolos, pasti dimarahin sama kakek Danar, mending gue kabur lewat jendela aja deh," Cassey segera membalikkan badannya dan menuju ke jendela kelas.


"Oh My God, lumayan tinggi juga, hadeeh kenapa juga aku gak bilang Nay kalau hari ini aku kuliah sampai sore, kalau ngomong baik-baik sama kakek Danar di izinin gak ya, takut juga kalau harus lompat dari lantai dua," tiba-tiba nyali Cassey menciut ketika melihat ke bawah jendela


Matanya berbinar ketika melihat Hermes ada dibawah sana.


Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Hermes.


"Halo Mez, lo tolong standbye di bawah ya, jangan kemana-mana, terus tangkap gue, karena gue mau lompat dari atas," ucap Cassey


"Yang bener saja Key, itu terlalu tinggi, kamu yakin mau lompat?, kenapa gak lewat pintu saja?" tanya Hermes


"Panjang ceritanya, udah lo standbye aja ya, awas jangan sampai ganti posisi, lo geser dikit gue celaka, yaudah cepat ambil posisi, gue mau siap-siap," Cassey segera memasukan ponselnya kedalam tasnya dan melemparnya ke bawah.


**Greep!!, dengan sigap Hermes langsung menangkapnya


"Good," teriak Cassey saat Hermes berhasil menangkap tas miliknya


"Lakukan seperti itu padaku Hery!" teriak Cassey, dan Hermes hanya mengangguk

__ADS_1


"Catch me!!" Cassey segera terjun dari atas jendela kelasnya


**Wuuushh!!


Hermes yang sudah bersiap dan menengadahkan kepalanya dan membuka tangannya bersiap-siap menangkap Cassey tiba-tiba didorong oleh seseorang yang sedang berjalan terburu-buru.


***Buughh!!!


"Kamu tidak papa Key," tanya Hermes mengulurkan tangannya


"Lho kok kamu tidak menangkapku, kalau kamu ada disini yang dibawahku siapa?" tanya Cassey penasaran


Ia segera bangkit dan melihat siapa yang ada dibawahnya.


Seketika wajahnya langsung pucat melihat siapa yang ada ia duduki,


"Kakek??" ucapnya sambil memamerkan gigi putihnya


"Maaf kakek, tidak sengaja!!, peace!!" ucap Cassey sambil tersenyum, sementara Danar Gumilang langsung melotot kearahnya dan menarik lengannya


"Mau kemana kamu?" tanya Danar Gumilang mencoba berdiri


"Aku mau nganterin Nay ke butik buat fitting baju Kakek, habis kasian tidak ada yang mengantar dia, boleh ya " ucap Cassey


"Tidak boleh, lagian kan dia bisa jalan sore, atau dia jalan sama sendiri atau minta dianterin sama Lulu, sekarang balik ke kelas!!" hardik Danar Gumilang


"Ayolah kakek, kasian, Nay?" pinta Cassey memohon


"Sudahlah Key, sekarang kau masuk kelas saja, biar aku yang akan mengantar Nay," ucap Hermes


"Beneran Hermes?" tanya Cassey


''Babe baik banget, thanks ya," ucap Cassey


"Iya sama-sama," Hermes segera pergi meninggalkan Cassey.


**Ciiit!!!


Hermes menghentikan motornya didepan Naeswari.


"Ayo naik, Cassey tidak bisa mengantarmu karena masih ada kuliah, dan kakek Danar melarangnya pergi," ucap Hermes


Tanpa bicara apa-apa Nay segera duduk dibelakang Hermes.


**Wuushhh ngueeeng!!


Hermes melajukan motornya dengan kecepatan sedang dan berhenti disebuah butik desainer ternama Anya Avane.


"Sugeng siang yang mulia, monggo silahkan masuk," sapa Anya ramah


Wanita itu segera mengajak Naeswari menuju ke ruang ganti baju dan memberikan sebuah baju pengantin padanya.


"Yang mulia pangeran sekalian mau fitting juga?" tanya Anya mengira Hermes adalah calon suami Nay dan memberikan tuxedo padanya, ketika ia akan menolaknya Nay memberikan isyarat agar dia menerimanya.


Selesai memakai gaun pengantinnya, Nay keluar dari ruang gantinya, netranya tak berkedip menatap Hermes yang begitu menawan dengan stelan tuxedo yang terlihat pas dibadannya


"Kalian benar-benar serasi," ucap Anya

__ADS_1


Nay segera mengeluarkan ponsel dari tasnya dan meminta tolong pada Anya untuk memotretnya.


**Ceklik!!


"Terima kasih tante, Nay pamit pulang dulu," ucap Nay setelah selesai melakukan fitting bajunya.


"Sama-sama yang mulia," jawab Anya sembari mengantar keduanya sampai mulut pintu.


Naeswari segera naik keatas duduk dibelakang Hermes dan setelah memastikan Nay sudah siap pemuda itu langsung melesatkan motornya meninggalkan butik.


"Kita makan dulu ya, aku lapar," ucap Naeswari


Hermes hanya mengangguk dan menghentikan motornya didepan sebuah kafe .


Keduanya kemudian berjalan masuk dan memesan makanan.


Keduanya terlihat canggung dan hanya saling diam, Naeswari langsung menyantap menu makan siangnya tanpa melihat Hermes yang terus menatapnya intens.


"Pelan-pelan makanya," ucap Hermes memecah keheningan diantara keduanya


Nay berhenti sejenak dan mengangguk pelan, kemudian ia melanjutkan makannya lagi.


Ia tampak salah tingkah karena Hermes terus menatapnya, dan tersenyum padanya.


"Ternyata Naeswari yang begitu cantik dan elegan bisa belepotan juga saat makan," ucap Hermes sambil terkekeh, membuat Nay langsung berusaha membersihkan bibirnya


"Apa sudah bersih?" tanya Nay


Hermes lagi-lagi hanya terkekeh melihat ekspresi salah tingkah Nay, gadis itu segera mengambil kaca kecil dari saku bajunya dan segera ia bercermin.


Ia langsung mencubit pinggang Hermes, membuat pemuda itu langsung mengerang kencang.


"Awww!!, sakit Nay, ampun!!" teriak Hermes


"Makanya jangan usil, tahu kan akibatnya?" kata Naeswari kesal


"Iya maaf, habisnya gemes aja lihat kamu makan, masih tetap cantik dan menawan walaupun lagi makan," tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulut Hermes membuat Nay tersipu-sipu


"Udah gombalnya, sekarang pulang yuk?" ajak Nay


Sebenarnya gadis itu merasa senang mendengar gombalan Hermes yang belum pernah ia dapatkan dari Pandu, ada debaran aneh saat menatap senyum manis Hermes yang membuat perasaannya tidak menentu. Namun ia berusaha menepisnya apalagi ia sebentar lagi akan menikah dengan Pandu.


"Ayo," Hermes kemudian menggandeng mesra lengan Nay, dan entah kenapa kali ini Nay tidak menolaknya.


.


.


.


.


.


.


Halo Readers semuanya, semoga hari ini aku bisa up satu Chapter lagi ya...tapi jangan lupa terus dukung dg cara like, love, vote dan komen, thank you...

__ADS_1


Vote nya yang banyak ya....😘😘😘


.


__ADS_2