
"Gila loh Si Ahmar, diam-diam menghanyutkan, pantesan saja cewek itu manggil dia si mesum, ternyata ada sebabnya toh," celoteh Faiq
"Emangnya Ahmar ngapain?" tanya Fadil
"Kamu bener-bener gak lihat tadi Si Cewek itu pegang-pegang rudalnya si Ahmar didepan umum," jawab Faiq
"Aje gile tuh bocah!" cibir Fadil,
Setelah puas melabrak mantannya untuk kedua kalinya dan memperkenalkan Ahmar sebagai kekasih barunya Siwi bergegas pulang meninggalkan pesta pernikahan itu.
"Thanks bro atas bantuannya,"ucap Siwi
"Hmmm," jawab Amar acuh
Keduanya berpisah diparkiran, Ahmar menuju
ke motor sportnya sedangkan Siwi mencari mobil Pandu yang membawanya ketempat itu tadi pagi.
Sepuluh menit dia mencari mobil itu, tapi sayangnya mobil Pandu sudah tidak ada di parkiran lagi, dan Ia baru sadar kalau mungkin mereka sudah pulang meninggalkan dia di pesta itu.
"Sue!, gue beneran ditinggal nih!" gerutu Siwi segera mengambil ponselnya dan menelpon menelpon Ferdan.
"Halo Pih, Papih ada di mana?" tanya Siwi
"Papih sudah di kantornya Om Rey, lagi kerja. Emangnya kenapa?" jawab Ferdan
"Jadi beneran Siwi ditinggal Pih, terus aku pulang sama siapa dong?" tanya Siwi
"Memangnya Damar juga udah pulang," sahut Ferdan
"Sudah pada pulang semua Pih, Siwi ditinggal sendirian," jawab Siwi sedih
"Ya udah kamu pulang naik taksi aja bereskan," balas Ferdan
"Diih, gak mau, Papih kok gitu sih nanti kalau Siwi diculik gimana, lagian aku juga nggak tahu Istana kita ada di mana, Apa Papih nggak bisa izin jemput Siwi bentar," rengek gadis itu
"Maaf sayang aku lagi banyak kerjaan, bagaimana kalau Papih pesenin ojek online aja ya, kamu tunggu aja di situ," jawab Ferdan
"Nggak usah.... nggak usah, biarin Siwi pulang jalan kaki saja atau nginep sekalian disini," tutur Siwi kesal dan menutup ponselnya
Siwi berjalan lesu keluar dari area parkir, netranya berbinar ketika melihat Ahmar sedang berbincang-bincang dengan seseorang di depan pintu pagar.
Ia langsung naik dibelakang Ahmar, membuat pemuda itu kaget dan mengernyitkan dahinya.
"Ngapain lo!, turun!" usir Ahmar
"Tolong anterin aku pulang ya, aku kan baru dua hari di Jogja jadi gak tahu jalan pulang," pinta Siwi
"Tadi kesini sama siap" tanya Ahmar
"Bareng Ka Pandu, tapi aku ditinggal sama mereka, semuanya udah pada pulang, papih juga, aku disuruh pulang naik taksi, tapi aku takut diculik, jadi anterin ya, please!" rengeknya memaksa
"Siapa yang mau nyulik kamu, yang ada penjahat juga mikir-mikir kalau mau nyulik Alien kaya kamu, karena bukannya untung malah babak belur nanti!" cibir Ahmar
"Sue!" jawab Siwi
"Loh, katanya lo pulang sendiri, kok sekarang bareng cewek sih, terus aku gimana?" tanya Fadil
__ADS_1
"Kamu bareng Faiz atau Faiq aja yah, sorry banget bro, mendadak anak singa ini harus diantar ke kandangnya, kalau ga bisa bahaya nanti, yaudah aku cabut dulu bye," Ahmar melajukan motornya
"Sue, gue dibilang anak singa, gue bilangin papih baru rasa lo!" ancam Siwi
"Dasar tukang ngadu, aduin sono gak takut aku!" jawab Ahmar
"Cie...cie gitu aja baperan, dasar mesum," sahut Siwi
**Ciit!!
Tiba-tiba Ahmar menghentikan motornya dan segera menghampiri Siwi.
"Kenapa lo, jangan bilang lo marah terus mau turunin aku disini," ucap Siwi ketakutan
Ahmar hanya diam dan menarik wanita itu turun dari motornya.
"Turun lo!!" Ahmar membuka bagasi motornya dan mengambil jaket yang is simpan di bagasi motornya.
"Unch so sweat banget sih Mesum, kirain kamu mau ninggalin gue di jalan, ternyata lo mau makein jaket ke gue, jadi terhura," tutur Siwi ketika Ahmar memakaikan jaket padanya
"Makanya jangan suudzon jadi orang," Ahmar kemudian mengambil helm yang sedari tadi ia pegang dan memberikannya pada Siwi.
"Pakai, biar aman," perintah Ahmar sambil memberikan helm pada Siwi
"What!, gue harus pake helm kaya gini, ogah!" tolak Siwi
"Kalau mau aku antar pulang pakai, kalau gak mau yaudah aku gak jadi ngantar kamu pulang, mending aku pesenin taksi buat nganter lo pulang," jawab Ahmar kesal
"Kenapa sih harus pakai helm segala, nanti rambutku yang habis di creambath jadi lepek lagi, awut-awutan lagi," keluhnya sedih
"Terserah lo, lebih sayang nyawa lo apa rambut lo, gak mau pakai yaudah," Ahmar segera menghentikan taksi yang lewat didepannya
"Baik Mas," jawab sopir taksi
"Diih, kok gitu sih, yaudah iya aku pakai helmya, walaupun terpaksa. Asal kau mau mengantar aku pulang dan tidak menyuruh aku naik taksi. Karena aku sudah trauma, aku takut diculik seperti dulu Mesum," ucap Siwi memakai helmnya
"Nah gitu kan keren," kata Ahmar senang
"Maaf pak sepertinya yang mulia tidak jadi naik taksi, karena masih ada urusan yang harus diselesaikan," ujar Ahmar
"Ayo naik!" perintah Ahmar
Siwi segera duduk di belakang Ahmad dan pemuda itu melesat kan motornya menuju ke istana Arjawinangun.
"Thanks Mesum udah nganterin gue, dengan selamat sampai ke rumah," ucap Siwi tersenyum manis
"Sama-sama," jawab Ahmar yang langsung naik ke atas motornya dan meninggalkan Siwi di depan pintu masuk paviliunnya
*Dreet...dreet.. dreet!!
Siwi segera mengangkat ponselnya.
📞 "Halo, ada apa Cin?" sapa Siwi
📞"...."
📞 "Yang bener lo??"
__ADS_1
📞"...."
📞"Ok, gue bakal datang ke PH itu sekarang," Siwi segera menutup ponselnya, ia kemudian segera mandi dan berganti pakaian.
"Lo, baru sampe udah mau pergi lagi Wi?" tanya Ayu
"Iya Mih, ada PH di Jogja yang mau ngadain kontrak kerja sama sama Siwi, jadi gue gak boleh nyia-nyiain kesempatan emas ini dong," ucapnya bangga
"Terus lo mau kesana sama siapa?" tanya Ayu
"Sama Mamaih lah, masa sama orang lain, kan Mamih menajer Siwi," jawabnya lugas
"Gak bisa sayang, Mamih, udah janji untuk make over klien jam empat nanti, maaf ya sayang, kami minta anter Papih saja ya?" ucap Ayu
"Bukannya Papih kerja ya Mih, jadi gak mungkin kan dia mau nganterin Wiwi," jawab Siwi
"Hmmm, sama siapa ya?" ucap Ayu sambil berpikir
"Sudahlah biar aku jalan sendiri saja," ucap Siwi
"Jangan sayang, nanti kalau kamu nyasar gimana?" tanya Ayu
"Kan ada Mbah Google Mih, gak bakal nyasar, santuy aja!" Siwi segera keluar meninggalkan ibunya.
Ketika ia tiba di gerbang Istana Ahmar menariknya.
"Akhirnya keluar juga lo, balikin helm gue!" tanya Ahmar
"Ya ampun kamu tuh sweat banget ya Mesum, tahu aja kalau gue lagi butuh tukang ojek," ucap Siwi
"What, lo bilang gue tukang ojeg, dasar Alien ga da ahlak berani-beraninya gue dibilang tukang ojeg, gue datang kesini buat ambil helm gue, yang belum kamu balikin tadi, cepet balikin sini!" hardik Ahmar
"Gue mau balikin helm lo dengan satu syarat?" tanya Siwi
"Apa?"
"Anter gue ke Gatot Subroto,"
"Ogah!, gue bukan tukang ojeg!"
"Yaudah, kalau gitu, helm lo bakal gue bakar atau buang ke pantai Parangtritis!" jawab Siwi
"Kok ngancem sih lo, jahat banget. Dasar Alien, emangnya apa salah gue sampai helm kesayangan gue mau lo bakar," sahut Ahmar kesal
"Yaudah anter gue, gampang kan, gak usah drama, lagian lo tuh harusnya bangga bisa nganterin model famous kaya gue, kuy jalan!" ucap Siwi memaksa,
Gadis itu duduk dibelakang Ahmar sambil memeluknya erat, membuat pemuda itu sedikit risih.
"Btw lo pegangannya jangan kencang-kencang dong Wi, sakit nih," ucap Ahmar
"Masa sih dipeluk gini doang sakit, bukannya cowok-cowok pada seneng ya kalau dipeluk kaya gini, apa jangan-jangan lo gak normal?" tanya Siwi membuat Ahmar mendengus kesal.
Busyet nih cewek, bener-bener bar-bar, untung gue cowok baik-baik, makannya walaupun ada ikan tuna gak gue makan, coba kalau gue ini kucing garong, udah habis gue makan lo Siwi,
"Gue ini normal Alien, makanya gue takut hilaf kalau lo terus mepet-mepet kaya gini, makannya munduran apa, sakit nih," jawab Ahmar
"Emangnya apa sih yang sakit?" tanya Siwi penasaran
__ADS_1
"Yang sakit bukan badan gue atau dada gue, tapi adik gue yang sakit karena tegang mulu gara-gara lo!" ucap Ahmar membuat Siwi terkekeh