
Hari ini semua mahasiswa bersorak gembira karena satu-satunya dosen killer di kampus itu telah mengundurkan diri. Angga sengaja datang menemui rektor kampus untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya.
"Kenapa kamu tiba-tiba mengundurkan diri Pak Angga?" tanya Rektor kampus
"Orang tua saya meminta agar aku menggantikannya menjalankan usaha keluarga Pak, jadi tidak ada pilihan lain selain mengundurkan diri dari kampus tercinta ini," jawab Angga
"Yah, sayang sekali. Padahal anda adalah dosen berprestasi di kampus ini. Kami pasti akan sangat kehilangan anda," tutur Sang Rektor
"Hmmm, baiklah kalau begitu aku pamit!" Angga bersalaman dengan sang rektor dan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Ia kemudian membereskan semua barang-barang pribadinya di ruang kerjanya dan bergegas meninggalkan tempat itu.
Ketika sampai di depan pintu masuk kampus puluhan mahasiswa putri yang mengidolakannya sudah menunggunya disana.
"Pak jangan pergi pak, jangan tinggalkan kami!" seru salah seorang dari mereka yang mencoba memeluknya namun segera di tepis olehnya.
"Stop!, jangan mendekat, jangan lebay dan minggir!!" seru Angga berlalu meninggalkan mereka
"Kenapa sih pak Angga jutek banget, orang mah kasih kata-kata terakhir atau foto-foto sama fansnya. Inimah tetap aja marah-marah. Dasar killer!!" gerutu salah seorang dari mereka
Walaupun Angga adalah guru tergalak dan terkiller, tetap saja para kaum hawa tergila-gila padanya.
Angga memanglah lelaki yang kaku karena susah sekali dekat dengan seorang wanita, sehingga diusianya yang sudah memasuki dua puluh tujuh tahun dia masih menjomblo.
Hanya Kimmy satu-satunya wanita yang berhasil melumerkan balok es dalam hatinya.
Sehingga ia begitu mencintai gadis itu, baginya Kimmy adalah gadis istimewa yang lain daripada cewek-cewek lainnya.
"Kemana kamu Kim, kenapa hari ini kamu tidak terlihat di kampus," gumam Angga
Saat ia sedang melajukan mobilnya keluar kampus tiba-tiba puluhan fansnya mencegat mobilnya hingga ia terpaksa menghentikan mobilnya agar tidak menabrak salah satu dari mereka.
*Bruuughhh!!
"Sial, sepertinya ada yang tertabrak di depan," batin Angga
Pemuda itu segera turun dari mobilnya dan mengecek siapa yang tertabrak olehnya.
Ia segera membantu seorang gadis yang jatuh terserempet mobilnya.
"Kamu tidak papa?" tanya Angga
"Nggak apa-apa, makanya kalau jalanin mobil di kampus harus hati-hati, nggak tahu apa kalau di sini rame, masih aja ngebut!" cibir Kimmy
"Kimmy!" Angga tersenyum sumringah ketika melihat gadis yang didepannya adalah Kimmy
Sedangkan Kimmy berusaha melepaskan diri dari dari Angga yang memapahnya.
"Kamu terluka Kim, biarkan aku bawa kamu berobat," paksa Angga yang langsung menggendong Kimmy dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Ooohhh, so sweaaat!!" teriak para Angga Lovers
"Aku mau jadi Kimmy biar bisa di gendong Pak Angga!" seru yang lainnya
*Tin, tin, tin!!
__ADS_1
"Minggir!" seru Angga membuat para mahasiswi cantik itu langsung menepi dari jalanan.
"Turunin aku Pak, aku gak papa kok, lagian lecet dikit doang pakai obat merah juga sembuh," ujar Kimmy
"Jangan bawel, duduk diam atau aku akan melakukan hal-hal yang tidak kau duga agar kamu mau menurut padaku!" hardik Angga dengan suara baritonnya membuat Kimmy langsung terdiam dan mengigit-gigit bibir bawahnya karena kesal.
"Kenapa kamu terlihat menggemaskan jika sedang menggigit bibir bawahmu Kim, membuat aku ingin mencium bibir tipismu," gumam Angga sembari menatap intens Kimmy
Gadis itu hanya bisa mengumpat lirih untuk melepaskan kekesalannya kepada Angga.
Angga segera menghentikan mobilnya ketika tiba di sebuah rumah sakit. Ia kemudian menggandeng Kimmy menuju instalasi gawat darurat.
"What!!, ngapain gue diajak kesini, gue sehat Pak Dosen, hello situ sehat!!" nyiyir Kimmy
"Luka kamu harus segera diobati Kim, aku takut kamu kenapa-napa jika tidak segera diobati!" tandas Angga
"Astoge!, harus dengan cara apalagi agar gue bisa menjelaskan sama kamu, kalau luka aku ini tidak apa-apa!, jangan lebay deh!" cibir Kimmy
"Ada apa ini ribut-ribut!" lerai Ganendra
"Kakek, tolong bilangin sama dia kalau luka Kimmy ini gak papa kan, gak parah!" adu Kimmy
"Iya luka kamu ini luka ringan, tapi harus segera diobati agar tidak infeksi. Memangnya ada apa?" tanya Gaga
"Tuh dengarkan yang di ucapkan oleh Kakek kamu!" sahut Angga yang merasa diatas angin setelah mendengar ucapan Ganendra
"Kakek, tolong aku!, usir orang ini dari sini," cicit Kimmy bergelayut manja di lengan Gaga
"Kamu Angga kan?" tanya Gaga
"Tentu saja Angga, thanks ya kemarin udah bantuin kita melawan Black Tiger!"
"Sama-sama Om," jawab Angga
"Yaudah, sekarang ayo kita ke ruangan kerjaku saja," ajak Ganendra
"Ngapain kamu ikut!, pulang sana!" seru Kimmy mengusir Angga
"Jangan gitu dong Kim, dia itu sudah berbaik hati mau bertanggung jawab setelah menyerempet kamu, harusnya kamu berterima kasih sama dia, karena tidak semua orang baik seperti Angga!" balas Gaga
Angga hanya tersenyum sedangkan Kimmy semakin dongkol dengan pemuda itu.
"Mari silahkan masuk," Gaga mempersilahkan Kimmy dan Angga masuk ke ruangannya.
Ia kemudian mengambil kapas dan alkohol untuk membersihkan luka Kimmy, setelah dibersihkan ia segera memberi obat merah dan menutup lukanya dengan kasa steril agar tidak terkena debu.
"Sudah selesai!" ucap Gaga tersenyum simpul
"Thanks Kakek," jawab Kimmy
"Sekarang kalian sudah boleh pulang," ucap Gaga
"Baik Om, bagaimana kalau saya mengantarkan Kimmy pulang ke rumah?" tanya Angga
"Tentu saja itu lebih bagus, dan Kummy akan lebih aman jika kamu yang mengantarnya pulang. Karena aku takut Aaron masih mengincarnya!" jawab Gaga
__ADS_1
"Baik Om, saya pasti akan mengantarnya dengan selamat sampai ke rumahnya," jawab Angga
"Aku gak mau, mendingan aku pulang sendiri saja!" jawab Kimmy
"Jangan Kim, bahaya. Kakek takut terjadi sesuatu padamu," jawab Gaga
"Justru aku dalam bahaya jika bersama dengan Pak Angga!" sahut Kimmy
"Mungkin Kimmy benar Om, jadi biarkan saja dia pulang sendiri. Lagian Kimmy juga memiliki keahlian bela diri dan aku yakin dia bisa melindungi dirinya sendiri!" ujar Angga kecewa
"Yaudah kalau gitu, maaf ya Angga," ucap Gaga
"Its Ok Om, kalau begitu saya pamit pulang, assalamualaikum," Angga segera keluar dari ruangan itu
"Waalaikum salam,"
"Yaudah Kek, Kimmy juga pamit pulang," tutur gadis itu
"Iya, hati-hati Kim, segera hubungi Kakek atau siapa saja jika kau dalam keadaan bahaya,"
"Ok, Kek, bye!" Kimmy segera berlari meninggalkan ruangan Gaga dan menuju ke halte Bus. Gadis itu segera memesan taksi online untuk mengantarnya pulang.
Tidak menunggu lama sebuah mini bus silver sudah menjemputnya di halte bus rumah sakit.
Sementara Angga yang khawatir dengan Kimmy mengikutinya dari belakang.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membuat Kimmy mengantuk, walaupun jarak rumah sakit dengan istana lumayan dekat, Kimmy sebisa mungkin memanfaatkan waktu dalam taksi untuk membaca buku agar tidak mengantuk.
**Ciitt!!!
Tiba-tiba mobil mengerem mendadak membuat Kimmy terbentur dashboard.
**Buughhh!!
"Ada apa sih pak!" seru gadis itu mengusap keningnya yang terasa cekot-cekot setelah membentur dashboard.
"Naaf non, itu tadi ada pejalan kaki yang nyebrang sembarangan tanpa lihat kanan kiri!" jawab si Sopir
"Woii, turun lo!, kamu harus tanggung jawab karena kaki dan tanganku lecet terserempet mobil kamu!" hardik si Pejalan kaki kesal
Sang sopir taksi yang kaget, langsung turun dari taksinya.
"Sebentar ya non, saya selesaikan masalah dulu, kalau nona buru-buru silahkan cari taksi lain. Untuk ongkosnya gratis gak papa kok!" pesan lelaki itu pada Kimmy
"Santuy Om, aku bakal nunggu Om. Lagian Om kan gak salah. Dia yang salah karena jalan gak liat-liat, tenang nanti Kimmy bantu Om!" gadis itu bersiap-siap turun dari mobil itu.
"Pokoknya kamu harus ganti biaya rumah sakit sebesar satu juta, kalau tidak aku akan melaporkan kamu ke polisi!" ancam lelaki itu membuat sopir taksi kebingungan.
"Saya gak punya uang sebanyak itu, lagian situ yang salah nyebrang sembarangan, padahal sudah ada JPO tapi masih nyebrang disini, saya mau bantu biaya berobat tapi tidak sebanyak itu," sopir itu memberikan dua lembar uang ratusan ribu pada pejalan kaki itu, namun lelaki itu sepertinya tidak terima terima dengan pemberian sang sopir taksi.
Ia segera melemparkan uang dari sopir taksi ke wajahnya hingga membuat Kimmy merasa geram melihatnya.
"Dasar tidak tahu diri udah jelas salah masih ngotot minta ganti rugi. Masih untung bapak sopir masih memberikan kompensasi untuk biaya berobat, coba kalau dia jahat, bisa ja lo dibiarin!" cibir Kimmy
Lelaki itu tersenyum senang ketika melihat Kimmy keluar dari dalam taksi, dengan seringai diwajahnya ia langsung membekap Kimmy dan membawanya masuk kedalam mobil taksi itu dan membawanya pergi.
__ADS_1
Angga langsung menambah kecepatan mobilnya untuk mengejar penjahat yang menyadera kimmy.