
Ganendra tampak menikmati makanannya sedangkan Niken masih menyuapi Kinan dengan telaten.
"Aku baru tahu ternyata kamu itu selain cantik juga keibuan Niken, aku jadi makin kagum sama kamu," ucap Ganendra
"Aku juga makin suka sama kamu, ternyata kamu orangnya demokratis dan pengertian," jawab Niken
"Bisa aja kamu," sahut Gaga tersenyum simpul
**Dreeet!!...dreet!!, dreet!!
Ganendra segera mengambil ponselnya yang terus bergetar.
"Halo, ada apa Bang?" tanya Ganendra
"......."
"Tapi aku sedang jalan sama cewek aku, lagian bukannya ada dokter Seto yang praktek hari ini, kenapa harus aku?" tanya Ganendra
" ......"
"Ok, baiklah kalau begitu, aku akan segera meluncur ke sana," jawab Ganendra
"Niken, aku minta maaf terpaksa harus kerumah sakit karena ada pasien yang perlu penanganan dari saya, kamu gak papa kan aku tinggal? atau aku antar kamu pulang dulu gimana?" tanya Gaga
"Gak usah, kamu langsung ke rumah sakit aja kasian pasien kamu, kalau rharus menunggu lama, takutnya dia bisa meninggal lagi, gak masalah aku pulang sendiri saja, lagian Kinan juga masih belum selesai makannya," jawab Niken
"Ok makasih banget Niken, kamu pengertian sekali, baiklah aku jalan sekarang ya, daah!" Gaga segera berlari meninggalkan Niken menuju ke rumah sakit
***********
"Ok, deal ya Mas Ryan, " ucap Seorang lelaki paruh baya menjabat tangan Ryan setelah selesai melakukan pembayaran RUKAN yang akan dipakai Ryan untuk membuka cabang usahanya di Jogja.
"Iya pak, terima kasih, semoga usaha saya akan berjalan lancar disini," jawab Ryan
"Aamiin, yaudah Mas kalau gitu saya permisi," Laki-laki itu memberikan kunci kepada Ryan dan pergi meninggalkan tempat itu
Ryan melihat ponselnya yang berdering.
"Niken??, kenapa dia menelponku?, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Kinan?, tapikan ada Gaga, kenapa harus menelpon aku?" tanya Ryan dalam hati.
"Halo, Niken ada apa?" sapa Ryan
"Kamu cepat jemput aku di Kafe XYZ di jalan Ahmad Yani, cepetan!!" ucap Niken ketakutan
"Yaudah tunggu!!" Ryan segera mengambil mobilnya dan melesat menuju ke tempat Niken berada
Ryan segera memarkirkan mobilnya didepan kafe XYZ, dan segera masuk kedalam kafe untuk mencari keberadaan Niken.
"Tidak ada!, dimana dia?" gumam Ryan semakin khawatir
Dia kemudian menarik lengan seorang pelayan yang berjalan disampingnya.
"Apa kamu lihat seorang wanita membawa anak kecil di kafe ini?" tanya Ryan
"Oohh iya, dia barusan dibawa sama dua orang lelaki ke arah sana!" ucap pelayan itu sembari menunjukkan arah Niken pergi
__ADS_1
"Baik, terima kasih atas informasinya," jawab Ryan
Ia segera berlari meninggalkan Kafe itu mencari Niken.
Sementara itu anak buah Ares menyeret Niken dan Kinan menuju ke markasnya.
"Lepasin!!, gue bisa jalan sendiri!!, jadi jangan ditarik-tarik!!" teriak Niken
"Diem kamu j*lang!!" hardik pria itu
"Suee!, gue dikatain j*lang!, Hmmm, sekarang rasakan akibatnya karena sudah berani menyebutku j*lang," Niken segera menggigit lengan lelaki itu, begitu juga Kinan yang ikut mengigit pria yang menyeret mereka
"Aaarrrggghh!!, dasar j*lang!" laki-laki itu mendorong Niken hingga wanita itu jatuh ke tanah
Niken tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk kabur dari dua pria itu.
"Kemana si lo Rey, kenapa gak datang-datang," gumam Niken yang terus berlari sembari menggendong Kinan
**Greeep!!
Kedua laki-laki itu kembali menangkap Niken.
Niken terus meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari cengkeraman lelaki itu.
***Plaakk!!
Sebuah tamparan mendarat di wajah Niken, membuat wanita itu langsung berteriak kesakitan.
"Awww!" teriaknya sambil memegangi pipinya yang memerah karena tamparan dari preman itu
***Buuughhh!!
Ryan kembali menarik kerah baju kedua lelaki itu dan melesatkan tendangannya kearah mereka.
***Wusshhh!!!
"Itulah hukuman karena sudah berani mengganggu wanitaku!" ucap Ryan
Niken langsung berlari menuju ke arah Ryan.
"terima kasih Rey, kamu sudah datang tepat waktu," ucap Niken
"Sama-sama, ngomong-ngomong Gaga kemana?, kenapa dia tidak ada bersamamu?" tanya Ryan
"Gaga terpaksa harus meninggalkan kami, dan kembali ke rumah sakit karena ada pasien yang membutuhkan pertolongannya," jawab Niken
"Tidak bisa begitu, harusnya Gaga tidak boleh meninggalkan kamu sendiri disana, bukankah dia bisa mengajakmu ke rumah sakit, kenapa harus ditinggal, kalau terjadi sesuatu dengan kalian memangnya dia mau tanggung jawab," gerutu Ryan menahan emosinya
"Sudah dong Rey marahnya, lagian kan aku gak papa," Niken berusaha meredam emosi Ryan
"Itu karena gue datang tepat waktu, coba tadi kalau gue gak datang, gue gak bisa bayangin apa yang akan terjadi dengan kalian," ucap Ryan
"Iya Rey, gue tahu lo itu bisa diandalkan, maka ya gue langsung telpon lo ketika gue dalam bahaya," jawab Niken
"Gue gak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi," Ryan memeluk Niken dan juga Kinan
__ADS_1
"Iya Rey, aku tahu kok apa yang kamu rasakan, sekarang mending kita pulang aja yuk?" ajak Niken
"Mamah, papah," ucap Kinan
"Iya sayang, kenapa?" tanya Niken
"Papah...." gadis balita itu menunjuk kearah taman bermain yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri
"Dia mau main disana Rey," ucap Niken menunjuk arena bermain anak-anak
"Yaudah ayo kita kesana," ajak Ryan
Mereka kemudian berjalan menuju ke wahana permainan anak yang tidak jauh dari sana.
Kinan langsung berlari ke wahana mandi bola dan melemparkan setiap bola yang ada disana ke arah Ryan.
"Papah...papah," panggil Kinan
"Apa sayang?" tanya Ryan
"Papah...." panggilnya lagi
"Dia mau main sama kamu Rey," bisik Niken
Ryan segera memasukkan ponselnya ke saku celananya dan menghampiri Kinan, gadis itu langsung tertawa riang dan melempari Ryan dengan bola-bola plastik didepannya.
"Aku belum pernah lihat Kinan sebahagia ini sebelumnya," ucap Ryan membalas Kinan dengan melemparinya bola
"Kamu belum pernah mengajaknya ke tempat bermain seperti ini ya?" tanya Niken
"Belum, aku terlalu sibuk mengurusi bisnis aku, paling biasanya dia pergi dengan Zahra ditemani asisten rumah tangga aku," jawab Ryan
"Makanya mulai sekarang kamu harus sering-sering mengajak Kinan pergi bermain ya walaupun bukan tempat permainan seperti ini, ke taman juga bisa, yang penting kalian harus sering bersama supaya bisa merangsang Kinan berkomunikasi, buktinya baru beberapa hari Kinan bersamaku dia sudah bisa bicara, ya walaupun baru mamah, papah itu sudah cukup bagus Rey," Kata Niken
"Iya Niken, terima kasih sudah mau menjaga Kinan, dan mengajarinya berbicara," ucap Ryan
"Eiit!!, itu gak gratis loh Rey," sahut Niken
"Iyeh gue tahu, lo minta berapa gue pasti bayar kok," jawab Ryan
"Hmmm, baiklah, kalau aku minta hatimu boleh?" goda Niken
"Boleh dong, jangankan hati gue, bila perlu nyawa gue juga aku siap berikan buat lo kalau kami minta," jawab Ryan
"Eaaa, jago gombal juga lo Rey," sahut Niken
"Kan lo yang mulai, lo jual ya gue beli dong," jawab Ryan
"Asyik, tapi becanda kok Rey, gue ikhlas merawat Kinan, karena gue udah terlanjur sayang sama Kinan," jawab Niken
"Emang kalau sama papahnya gak sayang?" goda Ryan
"Bisa aja lo Rey," jawab Niken mencubit pinggang Ryan
"Awww!" teriak Ryan manja
__ADS_1
"Cie, manja banget Rey, biasanya kena golok juga lo diem aja gak teriak," ucap Niken
"Boleh dong sekali-kali manja sama lo, apa gak boleh?" tanya Ryan sembari menatap Intens wanita dihadapannya hingga membuat Niken salah tingkah dibuatnya.