
"Kamu baru pulang?" tanya Kayla.
"Iyah," Jawab Fahri.
"Kenapa sangat larut malam? Apa jangan-jangan kamu dengan Dimas minum-minum dulu?" tanya Kayla.
"Tidak mungkin lah mbak, aku Anti alkohol. mencium bau nya saja buat Kepala pusing."
"Jadi kenapa lama pulang?" tanya Kayla.
"Karena nganterin Vira pulang ke apartemen Bela dulu mbak."
"Oohhhh Vira ikut Dimas lagi?" tanya Kayla. Fahri mengangguk.
"Humm keadaan mbak sekarang bagaimana? Apa masih ada rasa sakit nya?" tanya Fahri.
"Sedikit," ucap Kayla.
Fahri terdiam.. Kayla memerhatikan Fahri.
"Kamu pasti lelah, pergi lah istirahat, aku hanya sakit perut bukan sakit parah," ucap Kayla.
Fahri mengangguk. "Baiklah kalau begitu aku permisi dulu," ucap Fahri ijin keluar dari kamar Kayla.
Kayla tersenyum tipis. "Dia mengkhawatirkan ku?" ucap Kayla sambil senyum-senyum sendiri.
Hari Minggu kemudian...
"Kamu mau kemana?" tanya Kayla kepada Dimas pagi-pagi sudah rapi tapi tidak berpakaian formal seperti biasa namun berpenampilan santai tapi tetap saja kelihatan rapi.
"Hari ini aku ada janji," jawab Dimas.
"Dengan Bela sama Vira kan?" tanya Kayla. Dimas kaget dari mana Kayla tau.
"Aku tidak bermaksud untuk berbohong!"
"Aku ikut!" ucap Kayla membuat Dimas kaget.
"Kenapa diam saja? Aku sudah siap-siap, pokoknya aku ikut, aku tidak akan membiarkan kalian bertiga pergi membuat orang lain salah paham melihat nya."
"Tapi ada Vira, kami juga tidak jalan-jalan di kota."
"Apapun alasan nya pokoknya aku ikut, aku tidak perduli."
Dimas menghela nafas panjang. "Aku ini memikirkan kamu, tapi kamu malah memikirkan orang lain bernama tampa memikirkan diri sendiri," ucap Kayla.
"Baiklah-baiklah Tante boleh ikut, tapi Fahri juga ikut, aku tidak mungkin bisa menjaga Tante, Bela dan juga Vira secara bersamaan."
"Aku bukan anak kecil yang harus di jaga."
"Tapi kalau kemana-mana Tante itu sangat rewel, banyak mau dan selalu merepotkan!"
__ADS_1
"Dulu waktu kamu kecil, kamu juga selalu seperti itu, jauh lebih menyebalkan!" ucap Kayla mereka berdua malah ribut.
"Fahri...."
"Iyah pak?"
"Saya mau kamu menjadi pengawal Kayla mulai hari ini," ucap Dimas.
"Kenapa pak? apa pekerjaan saya tidak bagus?".
"Justru karena Bagus, karena Tante saya manusia yang cukup sulit di jaga," ucap Dimas.
"Ihhh dasar keponakan nyebelin." ucap Kayla.. Mereka malah ribut lagi. Sementara Fahri sama sekali tidak keberatan menjadi pengawal bos cantik nya itu.
"Apa tidak ada pengawal yang lebih dewasa? Bagaimana bisa anak kecil menjaga ku?" tanya Kayla.
"Tidak banyak protes! Karena itu sudah pilihan ku, kalau Tante masih ingin di sini, Tante harus mendengarkan kan aku."
"Huff untung kamu Keponakan ku, coba saja kalau tidak aku sudah meninggalkan kamu di sini sendirian!"
"Kita sudah telat, ayo berangkat," ucap Dimas.
Mereka masuk ke dalam mobil Rubicon Dimas.
Tidak beberapa lama sampai di apartemen Bela.
Bela dan Vira ternyata sudah menunggu lama di depan apartemen.
"Maaf yah sudah membuat menunggu lama," ucap Dimas. Bela mengangguk sambil tersenyum tipis. Dimas langsung menggendong Vira.
"Huff mereka seperti pasangan Suami istri saja," ucap Kayla dari dalam mobil.
"Iyah mbak, mereka memang sangat cocok sekali," ucap Fahri. Namun Kayla langsung memasang mata elang nya.
"Oh iya, kita tambah anggota dua orang gak apa-apa kan?" tanya dimas kepada Bela..Bela berfikir itu adalah pengawal Dimas.
Namun Bela kaget ternyata Dimas tidur datang sendiri melainkan bersama Tante nya dan juga Fahri.
"Kamu tidak perlu merasa canggung, kebetulan sekali mereka tidak ada kegiatan apa-apa, jadi ikut, lebih ramai lebih seru."
"Seharusnya ini bagus sih agar orang lain tidak salah paham, hanya saja aku merasa sangat canggung sekali," batin Bela.
"Ah sudahlah sebaiknya aku masuk saja," ucap Bela dia mengikuti Dimas masuk ke dalam mobil.
"Tunggu dulu kak, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Bela.
"Ke puncak, seperti yang kamu harapkan kita tidak akan bertemu banyak orang," ucap Dimas.
"Puncak?" tanya Bela. Dimas mengangguk.
"Bukan kah cita-cita kamu mau ke puncak? Kamu juga suka lampu-lampu malam kan? Kita akan menginap satu malam di sana."
__ADS_1
"Tapi besok aku kuliah, Vira juga sekolah. Apa besok kakak tidak bekerja?" tanya Bela.
"Saya sudah mengurus sekolah Vira, saya tidak ada pekerjaan Besok."
"Mbak, kita nginep yah, kapan lagi kita bisa pergi ke puncak rame-rame?" ucap Vira.
"Besok mbak kuliah," ucap Bela.
"Huff tinggal minta cuti saja, ayo cepat berangkat," ucap Kayla dari dalam mobil karena mendengar percakapan mereka.
Bela tidak berani menolak kalau sudah Kayla yang berbicara.
Bela, Kayla dan juga Dimas duduk di belakang, sementara Kayla dan Fahri duduk di depan karena Fahri yang menjadi supir.
Suasana perjalanan sangat menyenangkan karena Kayla juga sangat bahagia bisa jalan-jalan ke alam. Mungkin kalau tidak ada Vira semua nya terasa sangat canggung.
Vira berhasil membuat suasana jadi sangat asyik. Ada-ada saja tingkah nya membuat mereka bahagia.
Kayla dan Vira bernyanyi di depan membuat Fahri tertawa melihat Kayla tidak pernah tertawa bahagia namun kali ini dia melihat nya.
Sementara Bela lebih banyak diam. Dimas menatap Bela sambil tersenyum.
Karena sangat lama di perjalanan, Bela, Dimas dan juga Vira ketiduran di belakang.
Bela bersandar di pundak Dimas, sementara Vira tidur di paha Dimas.
"Keponakan ku sudah sangat cocok menjadi suami dan Ayah," ucap Kayla tidak lupa mengambil foto mereka.
"Mbak juga sudah cocok menjadi istri dan ibu, mbak terlihat sangat mudah dekat dengan anak kecil."
"Tidak ada yang mau kepada wanita galak seperti aku," ucap Kayla.
"Kata siapa? Mbak sangat cantik. Apa lagi pas ketawa mbak sangat cantik sekali," ucap Fahri.
Kayla tersipu malu mendengar nya, dia sangat jarang mendapatkan pujian.
Beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan.
Sampai di sana di siang hari, namun tetap saja di atas sana terasa sangat dingin sekali.
"Dimas ayo bangun," ucap Kayla.
Dimas bangun dan melihat mereka sudah sampai, Bela juga ikutan bangun dan sangat malu karena ternyata dia tidur di pundak Dimas.
"Di sini sangat dingin sekali Om," ucap Vira.
"Sini om peluk biar tidak dingin," ucap Dimas.
Mereka melihat pemandangan dari sana benar-benar sangat bagus sekali.
"Saingi cantik sekali," ucap Bela dia langsung mengambil foto.
__ADS_1
"Kamu sudah memiliki banyak uang, kenapa kamu tidak menukar Handphone mu menjadi yang lebih mahal dan jalan-jalan seperti ini kamu pasti bisa," ucap Kayla berdiri di samping Bela.