
Kayla sangat tidak suka pas lagi sayang-sayang nya malah di tinggal.
"Biarkan saja dia kebingungan mencari ku, aku tidak perduli, Lagian siapa suruh ninggalin istri sendirian di sini," ucap Kayla.
Di tempat lain Fahri kebingungan karena istri nya tidak kunjung menjawab telpon, pesan dari nya.
Keesokan harinya dia memutuskan untuk kembali karena pekerjaan nya sudah selesai.
Sesampainya di rumah ternyata Kayla tidak di rumah. Dia menunggu sampai sore. Tidak beberapa lama akhirnya Kayla pulang dengan asisten nya.
Namun Asisten nya segera pergi. Kayla masuk namun sang kaget melihat Fahri duduk di sofa melihat ke arah nya sambil melipat kedua tangan di dada nya.
Masih berpakaian kerja dia menatap tajam ke arah Kayla.
"Kamu sudah pulang? Kenapa kamu tidak bilang kalau hari ini kamu kembali?" tanya Kayla.
"Aku sudah bilang, tapi kamu sama sekali tidak membaca nya."
Kayla menghela nafas dia menunduk kan kepala nya hanya diam saja.
"Sudah berapa lama kamu mengabaikan telpon dan Pesan ku? Apa kamu pikir aku bahagia kamu melakukan hal seperti itu? Kamu membuat Ku tidak tenang di sana."
Fahri mendekati Kayla. "Aku sangat lapar, apa kamu membeli makan?" tanya Fahri dengan nada yang lembut sangat berbeda dengan nada suara nya yang tadi karena kesal.
Kayla yang sangat takut mendengar suara dan wajah Fahri dia tidak berani menatap wajah suami nya.
Dia membuka salah satu paper bad nya. Dia membeli ayam CFC sebelum pulang tadi.
"Kamu istri ku, apa kamu tidak bisa menyiapkan nya untuk ku?" tanya Fahri karena Kayla memberikan nya begitu saja.
Kayla berjalan ke arah dapur. Dia masih menunduk kan kepala nya.
Fahri mengikuti nya ke dapur. "Kalau menunduk terus seperti itu, kamu tidak akan melihat jalan," ucap Fahri sambil menaikkan kepala Kayla.
Dia baru sadar ternyata istri nya menangis. "Kenapa kamu menangis?" tanya Fahri.
"Huaaaaaa!!!!!" Ketika di tanya dia tidak menjawab melainkan langsung menangis dengan sangat keras.
Fahri langsung memeluk Kayla.
"Kamu membentak ku, dan menatap ku dengan wajah aneh, aku sangat takut. Kenapa kamu marah ketika baru pulang?" tanya Kayla.
"Aku tidak bermaksud marah kepada kamu, aku minta maaf."
Kayla menangis sambil memeluk suaminya.
"Sudah-sudah, jangan nangis sayang..." Fahri mencium bibir Kayla.
Kayla tidak mau namun Fahri memaksa Kayla sampai Kayla membalas nya.
__ADS_1
"Suami mana yang tidak akan marah kalau dengan sengaja istri nya tidak memberikan kabar berhari-hari?" ucap Fahri.
"Aku kesal sama kamu, yang ninggalin aku."
Fahri tersenyum dia mencium pipi istri nya. "Ayo kita makan dulu," ucap Fahri.
Tidak beberapa lama setelah selesai makan, Fahri mandi keluar dari kamar mandi pakaian nya sudah ada di atas kasur.
Dia tersenyum, dia tidak melihat Kayla di kamar dia langsung mencari keluar.
"Mau aku bantu?" tanya Fahri karena Kayla sedang merapikan pakaian di tempat khusus pakaian dan barang-barang lainnya.
Kayla menggeleng kan kepala nya. Namun Fahri langsung melakukan nya agar cepat selesai.
"Kamu sengaja menghindari aku?" tanya Fahri.
Kayla tidak menjawab. "Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Fahri.
"Justru kamu yang tidak merindukan aku, kamu meninggal kan aku di sini."
Fahri tersenyum dia mendekati Kayla menatap nya cukup dalam.
"Sebaiknya kita istirahat, ini bisa di lakukan besok," ucap Fahri dan langsung menggendong badan Kayla.
Kayla kaget namun dia hanya diam saja. Karena sudah sama-sama saling merindukan, malam ini menjadi malam yang panas.
"Om Dimas, ayo bangun..." ucap Vira.
Dimas membuka mata nya, dia melihat Vira yang sudah sangat berisik membangun kan nya dengan Bela.
"Ada apa, Vira? Ini masih sangat pagi."
"Kita harus pergi beli makanan untuk di bawa ke panti nanti Om."
Dimas melihat jam. "Tapi ini masih sangat pagi, bahkan belum ada toko yang buka."
"Ayo Om, ayo bangun," ucap Vira.
Dimas mengangkat Vira tidur di antara nya dan Bela.
"Tidur dulu, nanti kalau sudah buka kita pergi belanja," ucap Dimas lanjut tidur lagi.
Vira menghela nafas panjang. "Huff kenapa sih Om sama mbak susah banget di bangunin, pasti bergadang lagi tadi malam," ucap Vira.
Karena sangat hangat di peluk oleh Bela dan Dimas, dia jadi ikut tidur.
Jam delapan Dimas dan Vira sudah siap, mereka menunggu Bela yang sangat lama siap-siap.
"Sayang... apa masih lama lagi?" tanya Dimas sambil mengetuk pintu kamar.
__ADS_1
"Sebentar lagi kak, sabar dong."
"Tapi ini sudah mau jam sembilan, jangan sampai kita telat."
Bela membuka pintu. "Kakak sama Vira tidak ada beda nya, sama-sama gak sabaran banget!" ucap Bela dengan sangat kesal.
Dimas melihat penampilan Bela. "Sayang... apa kamu yakin memakai pakaian seperti ini?" tanya Dimas.
"Kenapa? Ini pakaian yang bagus dan juga sopan."
"Kamu cantik banget, apa kamu sengaja seperti ini mau menggoda orang yang di luar sana?"
"Jangan ngaco deh kak, kakak harus sadar kalau kakak juga berpenampilan berlebihan hari ini!" ucap Bela.
Dimas mendekati Bela. "Kamu cantik banget," bisik nya mau mencium Bela namun di tahan oleh Bela.
"Aku tidak mau lipstik ku terhapus," ucap Bela.
Dimas menghela nafas panjang. "Aku bisa membeli banyak lipstik mahal yang ku punya, aku ingin ciuman sekarang."
Bela mencium bibir Dimas dengan singkat. "Jangan buang-buang waktu lagi, sebaik nya kita berangkat sekarang," ucap Bela.
Dimas tersenyum dia mengikuti istri nya keluar dari rumah.
Sebelum ke panti mereka belanja makanan, dan masih banyak barang lain nya yang di butuhkan di panti asuhan.
Vira Tampak bersemangat sekali.
"Wahh itu pasangan yang lagi rame di bicarakan itu kan? ternyata aslinya ganteng dan cantik. Mereka sangat cocok."
Kata-kata yang sering di dengar oleh Bela dan Dimas ketika keluar bersama.
Banyak juga orang yang menatap Bela dengan tatapan sinis. Suami nya selalu paham dia melindungi istri nya.
Setelah selesai belanja mereka pun berangkat ke panti. "Aku sangat senang sekali Mbak," ucap Vira. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
Sebelum nya pihak yayasan sudah tau kedatangan mereka, dan semua orang menyambut kedatangan mereka.
Vira bertemu lagi dengan teman-teman lama nya.
"Selamat yah pak Dimas, mbak Bela atas pernikahan nya, kami berdoa yang terbaik untuk kebahagiaan bapak dengan mbak," ucap Ketua yayasan.
"Terimakasih banyak Bu, Pak."
"Oh iya, anak-anak punya hadiah untuk Bapak sama ibu, walaupun terlihat sangat sederhana, tapi mereka semua melakukan nya dengan sangat tulus."
"Ya ampun anak-anak sangat repot, terimakasih banyak anak-anak." Dimas dan Bela menerima nya dengan sangat bahagia.
Vira sangat sibuk bersama teman-teman nya, Bela duduk bersama Dimas di teras sambil melihat anak-anak berkumpul.
__ADS_1