Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 95


__ADS_3

"Ya sudah kalau begitu kamu tidur yah, Besok Om akan datang menjemput kamu dan mengantar kan ke sekolah," ucap Dimas.


"Om gak bohong kan?"


"Om janji, tapi sekarang kamu harus tidur."


Vira cukup penurut kalau sudah dengan Dimas, dia langsung mau tidur.


Rio menatap Dimas.


"Jangan bilang selama dua hari tidak pulang, bapak tidur di apartemen Bela?" tanya Rio.


"Jangan kuat-kuat, kalau ada yang mendengar tidak enak," ucap Dimas.


"Berarti benar?" tanya tanya Rio lagi.


"Terpaksa, karena Bela sakit di tambah lagi Vira merengek dan merajuk ingin bersama saya," ucap Dimas.


Mereka berdua menghela nafas panjang. "Kalian jangan salah paham dulu, saya tidak kembali bersama Bela," ucap Dimas.


"Kamu tidak mengatakan apapun Pak," ucap Rio. Dimas jadi gugup sendiri.


"Saya belum bisa melupakan Bela, tapi keadaan seperti nya tidak mengijinkan saya kembali lagi seperti dulu."


"Masih banyak perempuan di luar sana pak, Bela sudah menghianati Bapak, apa Bapak masih berfikir kembali kepada nya lagi?" tanya Rio.


Dimas tidak menjawab nya, karena dia tau Rio tidak ingin Dimas kembali kepada Bela.


"Saya tidak tau," ucap Dimas sambil memasang wajah datar.


Keesokan harinya Dimas sudah sampai di apartemen Bela di pagi hari.


Bela kaget kenapa Dimas datang menjemput Vira, dia tidak tau kalau sebelumnya Dimas sudah berjanji.


"Aku minta maaf karena sudah merepotkan bapak," ucap Bela.


"Tidak apa-apa, bagaimana keadaan kamu?" tanya Dimas.


"Sudah jauh lebih baik," ucap Bela.


"Saya membawa kan ini untuk mu, makanan ini cukup manjur untuk badan yang demam," ucap Dimas.


Bela mengambil nya, tidak lupa mengucapkan terimakasih.


"Sebaiknya hari ini kamu tidak perlu ke kampus," ucap Dimas.


Bela mengangguk. Setelah itu Dimas pamit mengantarkan Vira ke sekolah nya.


Bela menghela nafas panjang. "Hufff kenapa terasa sangat canggung sekali?" ucap Bela.


Seharian Dimas bekerja, dia tidak bisa menjemput Vira ke sekolah nya, Bela akhirnya ikut supir menjemput Vira agar Vira tidak merasa di abaikan oleh Bela.


"Mbak sudah sembuh? Kenapa mbak keluar?" tanya Vira.


"Mbak sudah sehat kok, ayo kita pulang."

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau om Dimas datang dan tidak melihat aku di sini?" tanya Vira.


"Tidak perlu khawatir, lagian mbak sudah di kabarin kalau om Dimas sangat sibuk," ucap Bela.


Hari ini Dimas tidak datang ke apartemen Bela karena dia sangat sibuk di kantor nya.


Bela sedang fokus mengerjakan tugas di laptop nya, namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Siapa datang malam-malam seperti ini?" batin Bela.


"Itu pasti om Dimas," ucap Vira.


Vira ikut Bela membuka pintu, namun ternyata bukan Dimas membuat Vira kurang bersemangat.


"Ada apa yah pak?"


"Saya mau mengantar kan makanan."


"Saya tidak memesan makanan."


"Ini sudah di bayar mbak, pengirim nya atas nama Dimas."


Bela mengambil nya dan mengucapkan terimakasih.


Tiba-tiba ada panggilan telepon masuk dari Dimas.


"Halo pak."


"Apa makanan nya sudah datang?" tanya Dimas.


"Saya membeli nya untuk kamu dan juga Vira. Katakan pada Vira kalau saya tidak bisa datang, dan jangan marah."


"Aku tidak marah kok Om. Om lagi di mana?" tanya Vira merebut handphone dari tangan Bela dan mengalihkan panggilan ke panggilan video.


"Om Masih bekerja? Kenapa sudah malam om masih bekerja?" tanya Vira.


"Malam ini Om harus lembur, karena banyak pekerjaan."


"Om pulang lah, nanti kalau kecapean Om bisa sakit seperti Mbak Bela." ucap Vira.


Dimas tersenyum sambil mengangguk. "Baiklah, Om akan pulang, kamu makan lah dan segera tidur," ucap Dimas.


Setelah selesai berbicara dengan Dimas, Vira langsung makan, dia makan begitu lahap sekali.


"Hufff kamu sangat penurut kepada Dimas, kamu bahkan mengikuti semua ap yang dia katakan, sementara sama mbak kamu sangat jarang menurut," batin Bela.


Dia cukup sedih karena adik nya lebih nyaman bersama Dimas Dari pada diri nya sendiri.


keesokan harinya Bela mengantarkan Vira terlebih dahulu ke sekolah setelah itu dia ke kampus.


"Bela apa kamu sudah sarapan?" tanya Kevin.


teman satu kelas yang dekat dengan Bela.


"Belum,"

__ADS_1


"Kebetulan banget, aku juga belum sarapan, ayo kita ke kantin."


Bela mengangguk. Mereka berjalan berdua ke kantin kampus.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai Makan.


"Aku dengar kamu sakit selama dua hari dari teman kamu, apa itu benar?" tanya Kevin.


Bela mengangguk. "Lalu bagaimana sekarang? Apa kamu sudah sembuh?" tanya Kevin.


"Udah kok, hanya sedikit lemas saja."


"Ya sudah kalau begitu, aku akan membawa kan tas dan buku mu, aku akan menjadi asisten mu hari ini," ucap Kevin.


Bela tersenyum. Mereka masuk ke kelas.


"Ekhem-ekhem!! Semakin hari semakin dekat saja," ucap teman-teman satu kelas nya.


"Kok mau sih Kevin sama Bela? Keluarga nya kan pembunuh," ucap teman-teman kelas nya yang bisa di dengar oleh Bela.


Bela tau lebih banyak orang yang membenci nya di dalam kelas dari pada orang yang menyukai nya.


hanya ada dua orang yang akrab dengan nya, satu perempuan dan juga Kevin.


"Apa sih maksud kalian?" tanya Kevin kepada teman-teman nya yang mengejek Bela.


"Kenapa kamu Marah? Kamu suka sama Bela yah?"


"Jangan berbicara sembarangan yah! Kalian tau kata-kata kalian itu bisa menyakiti perasaan Bela."


"Udah deh Vin, kamu juga gak usah ikut campur, orang tua nya jauh lebih parah sudah membunuh orang lain."


Bela diam, Yana teman Perempuan nya berusaha untuk menemani Bela.


"Tidak perlu hiraukan mereka," ucap Yana memberikan Handset dan mendengar musik bersama.


Tidak beberapa lama akhirnya kelas di mulai, suasana ruangan yang tadi nya sangat berisik sekarang sudah tenang lagi.


Bela tidak berani mengikuti organisasi atau kegiatan lain nya karena dia selalu di ejek, di kucil kan, dan di hina juga.


"Hufff apa salah nya sih aku kepada mereka semua? Mereka tau jelas yang bersalah adalah orang tua ku, bukan aku, namun kenapa mereka terus menghina ku," Bela duduk sendirian di taman kampus.


Tidak beberapa lama kevin datang.


"Pantesan saja aku cari di kelas tidak ada, ternyata kamu di sini."


"Ada apa? aku minta maaf,"


"Tidak perlu minta maaf, nih untuk kamu."


Seperti biasa kalau bukan Yana, Kevin yang membeli kan Bela makanan karena Bela tidak berani ke kantin kalau sedang ramai.


Bela makan bersama Kevin, tidak beberapa lama Yana datang.


"Kenapa kalian tidak ngajakin aku sih? Kalian sangat jahat," ucap Yana.

__ADS_1


"Kamu tadi sangat asik dengan teman-teman mu, aku tidak berani mengajak mu," ucap Bela.


__ADS_2