
Dia langsung melihat keluar tidak lupa membawa sapu. Saat membuka pintu dia langsung memukul kan sapu ke orang yang ada di depan pintu, dia sangat kaget ternyata itu adalah Dimas.
"Loh kak Dimas kenapa bisa di sin?" tanya Bela. Dimas sudah kesakitan karena di pukul sangat kuat sekali oleh Bela.
"Kenapa kamu memukul saya?" tanya Dimas.
"Maaf, aku pikir tadi orang iseng, karena dari tadi tidak berhenti mengetuk pintu ku, aku tidak bisa tidur."
Dimas menghela nafas panjang. Bela menatap wajah Dimas.
"Bau sekali, apa kakak mabuk?"
"saya tidak mabuk, saya merindukan kamu," ucap nya.
Bela menghela nafas panjang.
"Bagaimana bisa tidak mabuk setelah sudah beberapa jam di club dan datang ke sini dalam keadaan seperti ini," ucap Bela dengan kesal.
"Saya sangat merindukan kamu," ucap Dimas menarik Bela dan berbaring di paha Bela yang duduk di sofa.
Bela membantu kan Dimas. "Sebaik nya kakak mandi dulu, sangat bau sekali," ucap Bela.
Dimas dengan keadaan yang kurang sadar masuk ke dalam kamar mandi.
Bela hanya bisa menghela nafas panjang melihat Dimas yang mabuk berat tapi malah merepotkan dia.
Sementara Kayla, Fahri datang menjemput Kayla yang sudah mabuk berat karena permintaan Dimas.
Awalnya kayla tidak mau pulang bersama Fahri, tapi Fahri memaksa nya dari pada harus meninggalkan dia di sana.
Kayla sampai di rumah.
"Kenapa kamu membawa ku pulang? Aku tidak mau pulang!" ucap Kayla.
"Ini sudah malam mbak, mbak juga sudah sangat mabuk!"
"Siapa bilang aku mabuk? aku tidak mabuk!" ucap Kayla.
"Sebaiknya Mbak masuk ke kamar saja dan istirahat," ucap Fahri. Namun Kayla cukup keras kepala dia tidak mau sehingga Fahri menggendong badan Kayla masuk ke dalam kamar.
Untung saja semua orang sudah tidur.. Saat mau membaringkan badan Kayla di tempat tidur, tiba-tiba Kayla menarik leher Fahri sehingga mereka berdua terjatuh ke kasur.
Fahri menatap wajah Kayla yang berusaha untuk membuka mata nya.
"Kamu tau apa yang membuat aku mabuk seperti ini?" tanya Kayla. Fahri menggeleng kan kepala nya.
"Karena kamu! Kamu sangat jahat tidak mengerti perasaan ku, apa tidak tau apa yang membuat kamu tidak suka kepada ku."
Fahri kaget mendengar nya. "Aku menyukai kamu, tapi kenapa kamu berpura-pura tidak tau, aku sudah menunjukkan nya dengan jelas tapi kamu tutup mata."
__ADS_1
"Bukan kah mbak sudah memiliki pasangan?"
"Pria itu, adalah pria bayaran membuat kamu cemburu, namun ternyata semua nya sia-sia, kamu tidak perduli kepada ku."
Fahri sangat bingung harus mengatakan apa, namun di sisi lain dia merasa senang karena Kayla juga memiliki perasaan kepada nya.
Kayla melepaskan pelukan nya.
"Sudah lah percuma saja, aku sudah memutuskan untuk melupakan kamu, tidak mungkin kamu mau kepada wanita tua seperti ku."
"Kata siapa mbak? Saya juga menyukainya mbak."
Kayla terdiam dia menatap Fahri.
"Tidak mungkin, kamu pasti membohongi aku."
"Aku sangat cemburu melihat mbak menggoda pria-pria di puncak pada saat itu, aku juga cemburu mengetahui mbak memiliki pasangan dan aku sangat kesal ketika mbak pergi Tampa Aku."
"Kenapa kamu baru bilang sekarang?" tanya Kayla.
"Karena aku takut, aku takut kalau mbak akan menolak anak kecil seperti ku."
"Justru kamu adalah tipe ku," ucap Kayla.
Kayla duduk dia menarik dasi Fahri lebih dekat dengan wajah nya.
"Apa yang mbak lakukan?" tanya Fahri panik.
"Tanggung jawab? Apa yang harus aku lakukan mbak?"
"Berpacaran lah dengan saya," ucap Kayla. Fahri sangat syok mendengar nya.
"Apa ini adalah cara orang dewasa jatuh cinta? Kenapa mbak Kayla yang menembak aku menjadi pacar nya?" batin Fahri.
"Kenapa kamu diam saja? Kamu tidak mau yah, saya sudah kalau begitu," ucap Kayla melepaskan Fahri namun Fahri langsung menahan nya.
"Iyah aku mau," ucap Fahri. Kayla langsung mencium bibir Fahri.
Fahri cukup kaget kenapa Kayla sangat Barbar sekali.
Namun Fahri tidak bisa menolak dia membalas ciuman Kayla yang sangat ganas itu, namun tiba-tiba Kayla berhenti dia menatap Fahri.
"Kenapa mulut mu bau alkohol? Apa kamu minum juga?" tanya Kayla.
"Dalam keadaan mabuk, ternyata mbak masih bisa menyadari hal itu," ucap Fahri.
"Saya tidak suka dengan bau mulut alkohol, tapi untuk kali ini saya menerima nya," ucap Kayla dia langsung melanjutkan ciuman nya.
Fahri juga sudah mulai mabuk. Dia membuka baju nya membuat Kayla kagum dengan bentuk badan Fahri.
__ADS_1
Tidak lupa Fahri mengunci pintu dan juga mematikan lampu.
Keesokan harinya di apartemen Bela, dia mendengar suara keributan dari luar. Dia bangun dan ternyata melihat Dimas masak di dapur.
Bela kaget melihat Dimas hanya memakai apron menutupi tubuh nya dan celana boxer.
"Apa yang kakak lakukan?" tanya Bela.
"Kepala saya sangat pusing sekali karena terlalu banyak minum, saya membuat sup untuk meringankan sakit kepala saya."
Bela menghela nafas panjang. "Sebaik nya kakak mencari pakaian sebelum Vira bangun, apa kakak tidak malu seperti ini?"
"Apa kamu tidak suka?" tanya Dimas. Bela menghela nafas panjang.
"Kamu tidak ingin menyentuh nya?"
"Jangan membuat ku kesal kak, kakak sudah merepotkan aku tadi malam."
Dimas tersenyum dia mencium pipi Bela. "Oke baiklah," ucap Dimas.
Semalaman Dimas tidur di ruang tamu membuat badan nya sakit-sakit.
Sementara di kamar Kayla Fahri baru saja bangun, dia melihat ke arah Kayla.
Tiba-tiba Kayla juga bangun karena Fahri bangun.
Kayla sangat kaget karena dia tidur di dada bidang Fahri.
"Kenapa kamu bisa di sini? Apa yang kamu lakukan sama ku?" tanya Kayla.
Fahri Menaik kan Alis nya.
Kayla sangat panik dia menuduh Fahri yang tidak-tidak sampai mengusir nya dari kamar.
"Ini konyol sekali, setelah dia tidak mengijinkan aku pergi, sekarang dia menyalah kan aku," ucap Fahri.
"Fahri..." panggil Bibik. Fahri langsung masuk ke dalam kamar nya karena dia tidak memakai baju.
Bibik mencari keberadaan Fahri, namun ternyata tidak ada di sana.
Kayla melihat dia tidak memakai baju. "Apa yang sudah terjadi? Apa yang terjadi?" tanya nya sangat panik sekali.
Tidak bisa berkata-kata dia benar-benar syok melihat beberapa tanda merah di dada nya.
mencoba mengingat lagi apa yang terjadi tadi malam tapi dia tidak berhasil karena kepala nya masih pusing dia sangat ngantuk namun berusaha untuk menyadarkan diri nya.
"Ada apa dengan ku?" tanya Kayla.
Namun kembali berbaring di bantal nya dia langsung tidur.
__ADS_1
Sementara Fahri langsung mandi dan siap-siap ke kantor.