Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 127


__ADS_3

Kevin tidak bisa berkata-kata hati nya sangat sakit dan cukup kaget.


Tiba-tiba handphone nya berdering Telpon dari Dimas. "Aku bisa membuktikan nya," Bela menjawab telpon dari Dimas.


"Halo, sayang? kamu dimana? ini sudah sangat malam, dari tadi Vira menanyakan kamu."


Mendengar itu Kevin terdiam seribu bahasa.


"Tumben banget dia nanyain aku, aku sudah mau pulang kok."


"Saya juga tidak tau, tapi dia meminta kamu untuk pulang cepat."


"Baiklah aku akan pulang kak," ucap Bela. Panggilan langsung mati.


"Aku minta maaf," ucap Bela. Di sebenarnya tidak enak hati karena Kevin adalah orang terbaik yang pernah dia temui.


"Baiklah aku mengerti, aku juga tau kalau cinta tidak harus memiliki, tapi setelah ini kita masih bisa menjadi teman kan?" tanya Kevin.


Bela mengangguk, "Aku akan terus menjadi teman kamu, karena kamu lah teman ku satu-satunya yang mengerti dengan ku dan paham keadaan ku."


Kevin tersenyum, dia memberikan bunga itu. "Aku ingin kamu menerima bunga ini, aku juga ingin memeluk kamu," ucap Kevin.


Bela mengangguk dia memeluk kevin. Namun ternyata orang yang di suruh mengikuti bela mengambil foto dan mengirim kan nya kepada Dimas.


Dimas merasa sangat kesal sekali, dia tidak bisa membiarkan nya dan langsung pergi menyusul Bela.


Bela pun akhirnya pamit pulang. Dia meninggalkan Kevin.


Kevin duduk lemas setelah Bela pergi.


"Ya Allah, kenapa Bela begitu tega? Dia yang tega atau aku yang tidak mencari tau terlebih dahulu?"


"Tapi ini semua seperti tidak terfikir olehku."


"Bagaimana bisa seorang yang sudah memasukkan orang tua Bela masuk ke dalam penjara yang menjadi pacar nya, dan kenapa pak Dimas menjadikan anak dari pembunuh orang tua nya menjadi pacar nya."


Kevin sangat pusing memikirkan tentang itu, tapi dia tidak ingin memikirkan semua nya berlebihan dia tidak ingin sakit memikirkan itu.


Bela keluar dari hotel itu sudah cukup malam dan orang-orang sudah mulai sepi.


Bela berdiri di depan hotel sambil memeriksa handphone nya karena pesan nya sudah di balas oleh Yana.


Namun saat fokus membalas pesan Yana, seseorang datang dan menangkap nya, dia langsung di berikan obat bius.

__ADS_1


Sehingga dia pingsan di genggaman pria yang bertopeng itu.


Bunga dan handphone nya jatuh di sana. Dimas baru saja sampai kebetulan sekali dia melihat Kevin baru keluar.


"Buk!!" tonjokan keras di wajah kevin membuat dia kaget. "Ada apa ini?" tanya kevin.


"Di mana Bela? Di mana Bela?".


"Dia sudah pulang," ucap kevin.


"Kenapa kamu mengajak nya ke sini." tanya Dimas.


Kevin menceritakan semua nya karena Dimas sudah salah paham dengan foto itu.


Dimas menghubungi Bibik yang di rumah namun Bela tidak ada di rumah.


Dimas menelpon nomor Bela namun ternyata suara handphone Bela tidak jauh dari mereka.


"Loh itu bunga tadi," ucap kevin.


Dimas langsung mengambil bunga dan handphone. Perasaan nya sudah tidak baik.


Dimas sudah yakin kalau Bela di culik, dia langsung meminta anggota nya mencari tau, dia juga meminta Kevin memeriksa Cctv.


Mereka melihat Bela yang di berikan obat bius sampai pingsan di angkat ke dalam mobil.


awalnya Rio menolak, namun Dimas memohon sekali. Rio masih menjadi anggota Dimas, dia harus patuh akhirnya dia mau mencari plat nomor dan juga mobil yang membawa Bela.


Di tempat lain Bela baru saja sadar dia melihat dia berada di ruangan yang begitu gelap sekali, dia merasa badan nya di ikat tali sehingga tidak bisa bergerak dan mulutnya di tutup dengan kain.


Dia mulai bergerak berontak sehingga menimbulkan suara. Tiba-tiba pintu ruangan yang gelap itu terbuka.


Bela sangat kaget melihat pria yang berbadan kekar dan juga menakutkan itu namun dia tidak bisa melihat wajah nya karena di tutupi oleh topeng.


"Akhirnya kamu bangun juga cantik,"


Pria itu tertawa melihat Bela yang tidak bisa melakukan apapun.


Bela tidak tau apa maksud pria itu menangkap nya. Untuk berbicara saja dia tidak bisa.


Di rumah Vira tiba-tiba menangis membuat Bibik bingung karena Vira tidak berhenti menangis dari tadi.


Vira memanggil nama Bela sampai dia kelelahan..

__ADS_1


Pria itu tiba-tiba mendekati Bela. "Bukan kah hidup mu sekarang sudah menjadi lebih baik? Aku mendengar hidup mu semakin membaik dan juga sangat kaya raya," Ucap pria itu.


Bela sangat bingung dia yakin pria itu bukan musuh Ayah nya melainkan masa lalu nya.


Bela tidak mau di sentuh oleh pria itu, dia benar sangat takut sekali.


"Kenapa? Kamu berharap Dimas datang membantu kamu? Tidak mungkin, anak pembunuh seperti kamu pantas nya memang harus mati."


Bela takut dia menggeleng kan kepala nya sambil menangis.


Melihat Bela menangis Pria itu tertawa. "Kenapa? kamu takut?"


Pria itu membuka tutup mulut Bela.


"Lepas kan aku! Lepaskan aku penjahat, apa yang aku perbuat sehingga kau menyekap ku?"


Bela tidak berhenti teriak dan minta tolong.


"Percuma kamu berteriak sampai suara kamu habis, kita ada di tempat yang jauh, kamu tidak perlu khawatir, aku akan menemani kamu disini."


"Siapa kau? siapa kau?" tanya Bela.


"Apa kamu sudah melupakan aku? Huff aku rasa kamu tidak melupakan aku," ucap pria itu.


Bela sama sekali tidak tau, dia juga tidak bisa melihat nya dengan jelas karena sangat gelap.


Dimas dan Rio masih mencari keberadaan mobil itu, namun ternyata mobil itu hanya di sewa.


Pemilik mobil juga tidak tau karena tugas nya hanya menyewa kan mobil.


Dimas sudah semakin bingung. Perasaan nya sudah tidak enak, dia harus mendapatkan bela hari ini, dia sudah berfirasat buruk.


Bela berdoa Dimas datang membantu nya dan menyelamatkan dia, dia sudah sangat takut sehingga seluruh badan nya berkeringat.


"siapa kau? Apa yang kau inginkan? Aku akan memberikan apapun yang kau mau asalkan lepas kan aku."


Tiba-tiba pria itu membuka topeng nya. Bela sangat kaget ternyata pria itu adalah ayah tiri nya. Orang tua yang sudah mengadopsi dia dari panti asuhan.


Bela semakin takut. Banyak bekas luka di wajah papah Tirinya.


"Aku sudah tidak ada merepotkan Kalian, aku tidak ada lagi urusan dengan Kalian, kenapa bapak menangkap ku?" tanya Bela.


"Aku ingin membalas kan semua nya kepada kamu, apa kamu tau kenapa wajah ku seperti ini? Ini semua karena kamu."

__ADS_1


Bela bingung. "Aku tidak melakukan apapun."


"Kamu yang menyuruh anak buah Dimas untuk menghajar saya kan? kamu yang menyuruh anak buah Dimas untuk membunuh istri saya kan?" tanya pria itu membuat Bela sangat kaget.


__ADS_2