Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 132


__ADS_3

"Ada apa mbak?"


"Kamu masih bertanya? Aku sedang tidak baik-baik saja," ucap Kayla.


Fahri meletakkan laptop nya dia menatap wajah Kayla.


"Perasaan tadi Vira yang sedih, kenapa mbak jadi ikut?" tanya Fahri.


Kayla mau menjawab nya namun langsung di cium oleh Fahri.


Kayla terdiam sejenak. "Aku hanya merasa kasian kepada Vira, dia masih sangat kecil sekali namun sudah menyimpan banyak beban."


Fahri memeluk Kayla, dia tau kalau Kayla memiliki hati yang lembut sehingga mudah memikirkan hal yang seharusnya tidak perlu di pikirkan.


"Percayalah Vira itu anak yang kuat, kalau dia melihat mbak sedih karena dia, dia akan semakin sedih," ucap Fahri.


Tatapan Fahri yang begitu tulus membuat Kayla kembali tenang.


Keesokan harinya orang tua angkat Bela sudah di tetapkan masuk penjara delapan tahun. Kabar itu langsung terdengar oleh Bela.


"Sayang.. Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Dimas baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Bela yang melamun di atas tempat tidur.


"Enggak kok, aku tidak memikirkan apa-apa," ucap Bela.


Dimas duduk di samping Bela. "Seharusnya kamu berbaring, jangan duduk seperti ini."


"Aku sudah sangat bosan tidur terus, badan ku sudah sangat sakit karena tidur terus."


Dimas tersenyum. "Kapan aku akan keluar dari sini kak? Aku ingin pulang ke rumah."


"Sabar yah, setelah dokter mengijinkan kamu pulang."


Bela menghela nafas panjang. "Pinggang ku sudah tidak sakit, kaki ku juga sudah tidak terlalu sakit lagi."


Dimas mengelus kepala Bela menatap nya dengan tatapan dalam. Bela langsung paham dia mengangguk dan memasang wajah cemberut lagi.


Dimas tidak bisa mengatakan apapun dia juga harus mengerti kepada kekasih nya itu.


Seiiring berjalan nya waktu akhirnya Bela sudah di ijinkan pulang ke rumah, tapi tetap harus istirahat total di rumah.


Bela sangat senang. Kevin, Yana, Vira mereka semua datang menjemput Bela.


Vira dan juga Kayla menunggu di rumah.


"Mbak... Aku sangat merindukan mbak, akhirnya mbak pulang," ucap Vira memeluk Bela.


Bela masih di kursi roda, kaki nya belum bisa banyak bergerak.


Mereka juga mengadakan acara kecil-kecilan rasa syukur karena bela masih di berikan keselamatan.


Vira sangat senang sekali mbak nya pulang, dia tidak ingin jauh-jauh dari mbak nya itu.


"Mbak, apa yang sedang mbak lakukan?" tanya Fahri kepada Kayla yang ada di dapur.

__ADS_1


"Humm, tidak ada!"


"Semua nya kumpul di depan, kenapa mbak di sini?" tanya Fahri.


Fahri melihat Kayla ternyata sedang membuat jus. "Untuk siapa?"


"Jus sangat bagus sekali untuk kesehatan Bela, jadi aku membuat nya."


Fahri tersenyum. Setelah selesai Fahri mengikuti Kayla ke Depan.


"Bela, minum dulu ini," ucap Kayla.


Bela mengangguk.


Di malam hari nya semua orang sudah pulang. "Tante, tunggu dulu," ucap Dimas.


"Iyah, Kenapa?" tanya Kayla yang hendak masuk ke dalam mobil bersama Fahri.


"Bisa bicara sebentar?" tanya Dimas.


Kayla mengangguk. Fahri langsung masuk ke dalam mobil.


"Ada apa?" tanya Kayla.


"Apa aku boleh minta tolong? Aku sangat butuh bantuan Tante untuk menemani Bela, karena aku harus bekerja."


Kayla mengangguk. "Tidak masalah," ucap Kayla.


"Tante seriusan?" Kayla mengangguk sambil tersenyum.


Setelah selesai berbicara, Kayla langsung pamit pulang.


Tiba-tiba Dimas menahan Kayla, langsung memeluk badan Kayla.


Kayla terkejut, namun dia tersenyum dan langsung menepuk punggung Dimas.


"Terimakasih banyak, terimakasih sudah mau menjaga Vira dan juga mau memaafkan Bela."


Kayla mengangguk. "Kalau kamu benar-benar mencintai Bela, maka kamu harus mempertahankan dia, jangan sampai kalian berpisah lagi."


Dimas mengangguk. Fahri melihat dari luar. Tidak beberapa lama Kayla masuk ke dalam mobil, dia melihat ke arah Fahri yang hanya diam saja.


"Apa yang ingin kamu tanyakan? Apa kamu tidak penasaran apa yang di bicarakan oleh Dimas?" tanya Kayla karena biasanya mereka berdua sama-sama penasaran.


Fahri menggeleng kan kepala nya. "Sebaiknya kita langsung pulang saja," ucap Fahri.


"Iyah, aku juga sudah sangat merindukan rumah, aku merindukan tempat tidur ku," ucap Kayla.


Fahri mengangguk dia mengendarai mobil, tampa ada percakapan apapun, Kayla saja heran kenapa tiba-tiba kekasih nya mendadak menjadi pendiam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Fahri langsung mandi, sama seperti Kayla.


Sementara Dimas dia melihat ke arah Bela dan Vira. "Apa kamu sudah mandi?" tanya Dimas kepada Vira.

__ADS_1


Vira mengangguk.


"Malam ini aku boleh tidur di sini kan Om?" tanya Vira.


Dimas menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa, kamu harus tidur di kamar kamu, karena kaki dan badan mbak Bela masih sakit."


"Setelah mbak Bela sembuh, aku boleh tidur di sini kan?" tanya Vira..Dimas mengangguk.


"Ya udah kalau begitu, ayo om antar ke kamar," ajak Dimas.


"Mbak Bela, aku tidur dulu yah, semoga mbak Bela tidur nyenyak dan mimpi indah yah," ucap Vira sambil mencium pipi Bela.


Bela yang masih duduk di kursi roda tersenyum dia juga membalas mencium pipi Vira.


"Tunggu sebentar yah, aku nganterin dia dulu," ucap Dimas.


Dimas membawa Vira ke kamar, membacakannya buku sampai tidur.


Tidak beberapa lama dia kembali ke kamar Bela, dia melihat Bela berusaha pindah ke tempat tidur.


"Kamu tunggu sebentar gak bisa yah? Bagaimana kalau kamu jatuh?" tanya Dimas.


Dimas menggendong badan Bela ke tempat tidur. "Kamu pasti sudah sangat lelah, tidur lah, aku akan tidur di sofa."


"Kakak tidur di sini saja, lagian tempat tidur ini luas, tidak seperti di rumah sakit!."


Dimas tersenyum, "pasti badan kakak sakit-sakit tidur di rumah sakit kan?" tanya Bela.


Dimas menggeleng kan kepala nya. "Sofa rumah sakit lumayan enak, tidak terlalu sakit."


Dimas menatap wajah Bela. "Aku sudah merasakan apa yang kamu rasakan beberapa bulan lalu saat tidur di kamar ku."


Bela tersenyum. "Kenapa harus membahas itu sih, ayo tidur," ajak Bela.


Bela tersenyum, Dimas membawa Bela ke dalam pelukan nya.


Tidak beberapa lama kedua nya tidur.


Sementara di rumah Dimas.


Kayla menghampiri Fahri yang duduk di ruang tamu.


"Apa kamu tidak lelah? Apa kamu tidak mau tidur?" tanya kayla.


Fahri mengangguk. "Ini aku mau tidur," ucap Fahri.


"Kamu kenapa jadi diam gini sih? apa aku melakukan kesalahan?" tanya kayla.


"Aku melihat mbak berpelukan dengan pak Dimas."


"Kamu cemburu?"


Fahri terdiam sejenak.

__ADS_1


"Aku cemburu, karena mau bagaimana pun pak Dimas terlihat sangat cocok dengan mbak," ucap Fahri.


"Ternyata pria datar seperti kamu memiliki rasa cemburu juga," ucap Kayla sambil tertawa.


__ADS_2