
"Itu adalah urusan mereka, biarkan saja."
"Kakak tidak melarang atau marah?" tanya Bela.
"Apa aku terlihat sangat pemarah sehingga kamu berfikir aku akan marah kalau mereka memiliki hubungan?"
"Bukan seperti itu kak, aku hanya takut Fahri tidak sesuai dengan mbak kayla yang jelas lebih tua dari nya."
"Umur hanya lah angka, cinta tidak pernah memandang fisik, umur, harta atau apapun itu."
"Kalau sudah saling mencintai, semua kekurangan dan kelebihan tidak menjadi masalah."
Bela tersenyum dia pun mengerti.
Hari semakin sore.. Kayla akhirnya sudah bisa pulang karena pekerjaan nya sudah selesai. Fahri yang dari tadi menunggu di dalam mobil sampai ketiduran.
"Sudah selesai, ayo pulang," ucap Kayla sambil masuk ke dalam mobil namun ternyata Fahri ketiduran sehingga tidak sadar dia kembali.
Kayla melihat wajah Fahri. "Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Kayla mencium pipi Fahri.
Kayla mengelus wajah dan juga menyentuh bibir Fahri membuat Fahri bangun.
"Kamu sudah bangun?" tanya Kayla. Fahri mengusap matanya dia melihat keluar ternyata sudah sore.
"Sudah selesai? di mana sekretaris mbak tadi?" tanya Fahri.
"Dia sudah kembali ke apartemen nya. Terimakasih sudah menyiapkan apartemen untuk nya."
Fahri mengangguk. "Baiklah, kalau begitu kita sebaik nya pulang," ucap Fahri.
Kayla mengangguk. Sesampainya di rumah ternyata Bibik dan semua nya sudah menyambut kedatangan nya.
Di malam hari nya.. Fahri duduk sendiri di balkon luar lantai dua.
"Tadi sibuk dengan kerja an nya, sekarang dia harus berbicara cukup lama dengan pak Dimas, kami bahkan tidak mempunyai waktu untuk melepas kan rindu."
"Ekhem-ekhem!!!" Kayla datang dan duduk di samping Fahri.
"Mbak, sejak kapan mbak di sini?" tanya Fahri. Kayla tersenyum. Dia mendekati Fahri dan memeluk nya.
"Aku sangat merindukan kamu, aku berharap waktu cepat berlalu agar aku segera pulang ke sini."
Fahri membalas pelukan Kayla. "Aku juga sangat merindukan Mbak."
Kayla menatap wajah Fahri. "Apa kamu beri tau tentang hubungan kita dengan Dimas?"
Fahri menggeleng kan kepala nya. "Tidak, ada apa?"
"Seperti nya semua orang sudah curiga dengan hubungan kita, bahkan Dimas sudah tau hubungan kita."
"Bagaimana Mbak? Apa pak Dimas marah?" tanya Fahri.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir seperti itu, dia tidak marah," yang cukup Kayla.
Fahri menghela nafas panjang. "Aku mau, kamu mengambil kesempatan untuk jujur kepada nya."
"Apa ini adalah keputusan yang terbaik?" tanya Fahri. Kayla mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, aku akan jujur kepada pak Dimas."
Kayla tersenyum.
Di kamar Dimas. "Hufff apa aku sebaiknya menelpon dia? Tapi tidak mungkin dia menjawab nya, dia pasti sudah tidur."
Dimas tidak di ijinkan tidur di rumah Bela hari ini, dia terpaksa kembali ke rumah nya.
Keesokan paginya...
"Akhirnya kamu kembali kuliah Bela, kami sangat merindukan kamu," ucap Kevin.
Bela tersenyum. "Oh iya ini untuk kamu dari aku," Kevin memberikan kue yang terlihat sangat bagus."
"Terimakasih banyak kevin, oh iya kalau kamu tidak sibuk, setelah selesai ngampus kita bisa bicara kan di taman?"
"Tentu bisa dong."
"Ekhem-ekhem, apa aku tidak di ajak?" tanya Yana.
"Aku yakin kamu lebih memilih pergi bersama pacar mu dari pada ikut dengan kami berdua," ucap Bela.
"Humm ternyata kamu masih bisa masuk ke dalam kelas setelah berita beredar di mana-mana," ucap teman satu kelas nya.
"Heh jaga mulut mu, dia baru saja sembuh," ucap Kevin.
"Dia sangat berpengaruh buruk untuk kampus kita, karena dia kampus kita terkenal dengan berita yang buruk."
"Itu semua tidak karena Bela, kalian hanya bisa menghakimi nya saja, urus saja kehidupan kalian masing-masing."
"Huff, aku yakin kau sangat menyukai Bela sehingga membela nya seperti itu, bahkan waktu dia di culik dan juga di perkosa kau juga membantu nya," ucap mahasiswa yang lain.
Kevin sangat kesal dia mendorong semua orang yang menghina Bela.
Bela dan Yana berusaha menenangkan nya, namun Kevin sangat emosi sekali.
Berita itu sampai ke telinga Dimas. Setelah selesai jam kuliah dia datang menjemput Bela, dia melihat Bela berjalan berdua ke taman bersama Kevin.
Dia mengikuti nya terus. "Kevin, aku mengajak kamu ke sini mau membahas tentang beberapa Minggu lalu."
"Kamu tidak perlu membahas itu, aku tidak mau mendengar nya, sebaiknya kamu juga melupakan nya."
"Aku hanya ingin berterimakasih kepada kamu, aku berterimakasih sudah menyelamatkan aku dan juga membela ku tadi."
Kevin tersenyum. "Apapun yang terjadi aku akan terus ada untuk kamu, tidak perduli dalam kondisi bagaimana."
__ADS_1
Bela tersenyum. Dimas menghela nafas panjang.
"Bela berterimakasih kepada nya dengan sangat tulus sekali. Sementara aku, dia sama sekali belum mengucapkan terimakasih walaupun sebenarnya aku tidak menginginkan itu, hanya saja ini rasanya tidak adil," ucap Dimas.
"Oh iya kevin, aku akan membalas kebaikan mu itu, kamu bisa meminta apa saja aku akan melakukan nya atau membeli nya untuk mu."
"Kamu yakin apa saja?" tanya Kevin. Bela mengangguk.
"Kamu tidak perlu membeli kan aku sesuatu, aku hanya mau mengajak mu untuk nonton film besok."
"Oke baiklah."
"Oh iya kamu tidak perlu khawatir, aku juga akan membayar pengawal untuk mendampingi kita."
Bela mengangguk, kevin tersenyum.
Dimas tidak tahan menahan rasa cemburu nya, akhirnya dia memutuskan untuk menunggu di dalam mobil saja..
Namun sudah lama menunggu di sana, dia melihat Bela malah di antar oleh Kevin kembali ke rumah.
Dimas menghela nafas panjang.
Tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya bisa memasang wajah prustasi.
Di sore hari nya dia keluar bersama Vira untuk jajan seperti biasa.
"Om Dimas, kenapa dari tadi diam dan terlihat sangat murung?" tanya Vira.
Dimas menatap Vira yang duduk di depan nya. "Om hanya kelelahan saja."
Vira tidak mengerti dia lanjut makan.
Dimas melihat handphone nya pesan masuk dari Bela meminta Vira segera di antar kan pulang.
Namun Dimas belum ingin mengantar kan Vira pulang.
"Oh iya besok Om tidak ada kerjaan, bagaimana kalau besok kita berkunjung ke panti asuhan?" tanya Dimas kepada Vira.
"Om serius? Aku mau Om."
"Tapi kamu harus membujuk mbak Bela ikut," ucap Dimas.
"Baik om, aku akan membujuk mbak Bela."
Dimas tersenyum. Akhirnya dia menemukan ide untuk membuat Bela tidak bisa pergi dengan Kevin.
Keesokan harinya..
Bela cukup cepat pulang dari kampus hari ini. Dia sampai di rumah jam sebelas siang dia heran kenapa ada Dimas di rumah nya.
"Kak Dimas tidak bekerja? Kenapa bisa di sini?" tanya Bela.
__ADS_1
Dimas melihat Bela pulang, dia tersenyum manis seperti tidak ada masalah.