
Dia semakin tidak sabar ingin memakan dimsum buatan Bela.
Beberapa jam kemudian akhirnya jadi, Bela meminta Dimas mencicipi nya dan ternyata sangat enak, Dimas sangat suka Bela juga sangat bahagia sekali.
Dimas dan Vira makan di ruang tv sambil menonton, sementara Bela menyiapkan di dalam bekal di bawa pulang oleh Dimas.
"Kalau mbak Kayla tidak suka bagaimana?" tanya Bela kepada Dimas sambil memberikan Bekal itu.
"Tidak mungkin dia tidak suka, ini sangat enak sekali."
"Jadi kakak sudah memaafkan aku?" tanya Bela.
Dimas menatap Bela.
"Saya tidak bisa marah lama-lama sama kamu, tapi saya tetap tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria itu."
"Tapi kalau bukan dia yang menemani aku di kampus aku pasti kesepian," ucap Bela.
Dimas terdiam sejenak, dia sama sekali tidak bisa mengurangi rasa posesif nya kecemburuan nya terhadap sangat besar karena dia tau selama Bela tidak bersama nya Kevin lah yang menjaga Bela.
Di tambah lagi Kevin lebih muda, dia juga terlihat pria yang baik, sayang sama Vira dan perduli kepada Bela.
Dan Dimas tau dan sadar Kevin lebih tampan dari dia, kevin juga berasal dari keluarga kaya raya dan sangat terpandang.
Hanya saja Kevin tidak pernah menunjukkan kalau dia adalah anak orang kaya.
Bela memegang tangan Dimas.
"Aku hanya mencintai kakak seorang, aku tidak akan pernah berpaling," ucap Bela.
Dimas membawa Bela dalam pelukan nya.
"Saya benar-benar sangat mencintai kamu, kalau orang lain berani merebut kamu dari saya, maka nyawa orang itu harus hilang."
Mendengar itu saja Bela merinding, tapi dia bisa merasakan ketulusan Dimas.
Bela mengangguk. "Aku akan menjaga hati ini untuk kakak."
Dimas tersenyum. Mereka berdua bermanja-manja satu sama lain, Vira sangat cemburu dia langsung mengganggu mereka berdua.
Dimas selalu saja terlintas dalam pikiran ingin memiliki anak agar hidup mereka semakin berwarna.
Tapi bagaimana mau punya anak, sedang kan mereka belum bisa mengumbar hubungan mereka."
Dimas pun pamit pulang kepada Bela karena sudah mau malam.
Dimas baru saja sampai di rumah, dia mencari Kayla.
Namun ternyata Kayla sedang ada di ruangan olahraga.
"Siapa olahraga malam-malam seperti ini?" tanya Dimas.
"Tumben banget olahraga jam segini," ucap Dimas. Namun kayla tidak mendengar nya karena dia menggunakan handset.
__ADS_1
Dimas kesal dia menarik handset itu membuat Kayla kesal.
"Ada apa sih Dimas? kenapa kamu datang-datang mengganggu aku?" tanya Kayla.
"Lih aku bawa apa," Dimas menunjuk kan bekal.
"Aku sedang diet, aku tidak ingin Makan makanan yang berat membuat berat badan ku tambah." tolak Kayla.
"Yakin gak mau? Lihat lah dimsum ini terlihat sangat cantik, dan juga bau nya sangat enak," ucap Dimas.
"Dimsum? Tumben banget kamu beli dimsum di luar?"
"Ini bukan dari luar, ini adalah buatan Bela, Tante harus coba."
Kayla Penasaran dia mencoba nya sedikit karena wanginya sangat enak.
Tapi setelah mencoba satu gigitan dia malah ketagihan sehingga berebutan dengan Dimas.
Satu bekal itu habis dengan sangat cepat sekali.
"Ini sama persis seperti buatan Mamah dan juga Mamah kamu," ucap Kayla.
karena orang Nenek dan mamah Dimas yang bisa memasak dimsum yang menurut mereka berdua enak. Namun kali ini Bela memasak nya sama persis sekali.
"Bela memiliki banyak kesamaan dengan almarhum Mamah," ucap Dimas.
"Itu hanya perasaan kamu saja," ucap Kayla.
Dimas menggeleng kan kepala nya. "Aku sangat merasakan kenyamanan ketika bersama Bela, dia memiliki kasih sayang yang sangat tulus."
"Oh iya Minggu besok kamu mau ikut jiarah? Sudah lama kita tidak datang berkunjung ke sana."
Dimas terdiam sejenak. "Sudah saatnya kamu pergi menjenguk mereka, mereka pasti menunggu kamu."
Dimas mengangguk. "Aku akan memikirkan nya dulu, kalau begitu aku istirahat dulu Tante."
Dimas keluar dari ruangan itu. Kayla menghela nafas panjang.
"Huff lagi-lagi diet ku gagal," ucap Kayla.
Dia melihat Handphone nya ada pesan masuk dari Fahri kalau dia sudah dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kayla langsung mandi, dia berdandan cantik siap menyambut Kekasih hati nya itu.
Tidak beberapa lama akhirnya Fahri sampai di rumah.
Kayla menunggu nya di depan rumah.
Fahri melihat Kayla yang berdandan walaupun sudah malam.
"Kenapa mbak berdandan? apa mbak mau keluar?" tanya Fahri.
Kayla terdiam mendengar nya, dia sangat kesal karena Fahri tidak ngeh kalau dia dandan untuk menyambut nya pulang.
__ADS_1
"Aku mandi dulu," ucap Fahri.
"Apa? Aku di cuekin? Setelah aku dandan dan wangi seperti ini dia mengabaikan aku? Benar-benar tu anak," ucap Kayla dengan sangat kesal sekali.
"Tante mau kemana? Apa Tante mau keluar?" tanya Dimas baru saja keluar dari kamar nya.
"Humm enggak kok, aku tadi hanya dandan tipis-tipis."
"Dandan tipis-tipis? tapi dandan Tante sangat menor sekali," ucap Dimas.
Kayla masuk ke kamar nya dan melihat wajah nya dan ternyata benar, dia terlalu berlebihan dan pakaian nya juga seperti mau jalan-jalan ke mall.
Dia langsung membersihkan wajah dan juga memakai baju tidur.
"Huff aku sangat malu sekali, kenapa aku harus berlebihan seperti ini sih? Padahal Fahri mengabaikan aku."
Ketukan pintu kamar. Bibik mengajak untuk makan malam bersama.
Dimas melihat Fahri lebih banyak diam kali ini.
Dia tidak bertanya dia hanya fokus kepada dua orang yang ada di depan nya itu.
Setelah selesai makan mereka sama sekali tidak ada berbicara seperti biasa.
Dimas tidak mau memikirkan nya dia langsung ke kamar mau mengabarkan kalau dimsum bela sangat di sukai oleh Kayla.
"Mbak.." Fahri menghampiri Kayla ke balkon.
Kayla yang sedang membaca majalah menikmati angin malam menoleh ke arah Fahri.
"Loh kenapa kamu belum tidur?" tanya Kayla. Fahri duduk di depan Kayla.
"Aku ingin bertanya, tapi mbak jangan marah yah?" tanya Fahri.
"Ada apa?"
"Apa tadi mbak sengaja dandan seperti itu untuk ku?" tanya Fahri.
"Enggak! Kamu jangan kepedean deh."
"Jangan berbohong mbak."
"Iyah, aku dandan seperti itu untuk menyambut kamu, namun kamu tidak perduli dan mengabaikan ku."
"Tapi aku rasa itu terlalu berlebihan mbak, biasa nya mbak tidak perlu dandan berlebihan seperti itu dan juga pakaian mbak terlalu mini sangat tidak enak di dengar."
"Kamu tidak suka? apa aku terlihat sangat jelek?" tanya Kayla.
"Bukan seperti itu, hanya saja terlihat tidak enak di lihat."
"Katakan saja dengan jujur kamu tidak suka kan?"
"Aku suka, Tapi mbak lebih cantik ketika polosan seperti ini," ucap Fahri.
__ADS_1
Haiiii... Ayo baca dong novel baru ku yang berjudul "PEMBALASAN ISTRI YANG DI KHIANATI " Di tunggu yah kedatangan nya 🥰🥰😣🙏🙏🙏