Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 142


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah. "Kita sudah sampai, ayo turun," ajak nya namun ternyata Serli sudah ketiduran.


"Serli... Ayo bangun kita sudah sampai, kamu lanjut tidur di rumah aja," ucap Roi.


Namun Serli terlihat sangat nyenyak sekali, dia tidak berkutik sedikit pun.


"Serli... Ayo bangun..." ucap Roi berusaha membangun kan Serli.


"Jangan ganggu aku dulu, aku masih mau tidur," ucap nya.


"Tapi kita sudah sampai di rumah, Kalau kamu mau tidur di dalam saja," ucap Roi.


Namun tetap saja Serli tidak mau bangun. Roi menghela nafas panjang. Dia membuka Sabuk pengaman nya terlebih dahulu.


Dia melihat wajah Serli sangat dekat sekali. "Sangat cantik sekali," batin Roi.


Roi mau mencium nya, namun tiba-tiba terhenti karena Tidak mau melakukan itu saat Serli tidur.


Namun bibir seksi merah merona milik Serli sangat menggoda nya, tidak bisa berkata-kata dia harus melakukan nya.


Dia mencium pipi Serli awalnya, namun tidak kunjung tenang akhirnya dia mengecup bibir Serli.


Tiba-tiba Serli membuka mata nya. "Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk apa-apa," ucap Roi.


Serli tiba-tiba menarik Roi lebih dekat lagi dengan nya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Roi. Serli mendekati wajah nya kepada Roi.


"Tunggu, apa yang kamu lakukan?" tanya Roi. Serli tidak mengatakan apapun dia mendarat kan bibir nya ke bibir Roi.


Roi cukup kaget, namun dia tidak bisa menolak dia langsung membalas ciuman dari Serli.


Dia meringis kesakitan karena serli cukup ganas sehingga melukai bibir nya.


Roi tidak tau kenapa apa, namun bibir nya terasa sangat sakit.


"Maaf-maaf, aku tidak sengaja," ucap Serli. "Gak apa-apa kok," ucap Roi.


"Ya udah kalau begitu aku masuk dulu yah, kamu pulang saja, bawa saja mobil ku tidak apa-apa kok," ucap Serli dan langsung pergi meninggalkan Roi di dalam mobil.


Roi terdiam dia memegang bibir nya sambil senyum-senyum. Karena sangat salting dia merebahkan badan nya di sandaran kursi.


"Ini tidak mimpi kan? setelah masalah yang membuat ku takut dan khawatir, ternyata ada rencana tuhan di balik ini semua,, semoga saja hubungan ku dengan Serli terus baik."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di apartemen nya dia langsung istirahat dan tidak lupa ngabarin Serli.

__ADS_1


Sementara Dimas, dia sangat pusing karena dia harus menghadapi istrinya setelah sampai di rumah. Akhirnya dia memilih untuk main bersama teman-teman nya di luar.


Di rumah...


Bela sedang santai Nonton TV bersama Vira, Yuda dan Juga Yana.


"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu.


"Siapa yang datang? seperti nya itu adalah Kak Dimas," ucap Bela.


"Biar aku saja," ucap Yana. Dia segera berjalan ke depan membuka pintu. Namun ternyata itu bukan lah Dimas melainkan Kevin.


"Kenapa kamu bisa di sini?" tanya nya kepada Kevin.


"Aku mau melihat keadaan kamu dan juga Bela, apa tidak boleh?" tanya Kevin.


"Tumben banget kamu datang ke sini Kevin? ayo duduk dulu," ajak Bela. Kevin mengangguk.


"Apa boleh aku berkunjung ke sini? suami kamu tidak marah kan?" tanya nya kepada Bela.


"Gak apa-apa kok, Santai saja," ucap Bela. Bela membuat kan kopi untuk Kevin terlebih dahulu.


"Suami kamu mana? Kok gak kelihatan?" tanya nya kepada Bela.


"Dia belum pulang, seperti nya hari ini ada banyak pekerjaan sehingga dia pulang sedikit telat."


"Nyaman kok."


"Apa kamu pernah memikirkan kenyamanan Bela dan suaminya?" tanya Kevin.


"Mereka berdua nyaman-nyaman aja kok," ucap Yana.


"Tunggu dulu deh, kok wajah kamu sangat beda? Kok lebih pucat sih? Badan kamu juga semakin kurus, apa kamu sangat tertekan setelah putus dengan pria yang sangat kamu banggakan itu?" tanya nya kepada Yana.


"Kamu ngomong apa sih Kevin? Tidak baik berbicara seperti itu!" ucap Bela.


Kevin menghela nafas panjang. "Kamu saja yang sangat perduli dan mau melindungi nya, kalau aku sih gak mau," ucap kevin.


"Sudah-sudah jangan membahas itu, kamu juga harus memikirkan perasaan orang lain," ucap Bela.


Hari semakin malam, Kevin memutuskan untuk pulang.


Bela sudah ngantuk, sementara Vira dan Yuda dari tadi sudah pergi tidur.


Tinggal Yana sendirian di ruang TV.

__ADS_1


"Kok sudah malam seperti ini pak Dimas belum pulang yah?" tanya nya. Namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Yana segera membuka nya dia kaget karena wajah Dimas sangat merah dan dia juga sangat bau alkohol.


"Sayang... kamu menunggu ku pulang?" tanya Dimas langsung memeluk Yana, karena dia berfikir itu adalah Bela.


Yana dengan senang hati langsung membalas pelukan Dimas sambil menopang badan Dimas yang setengah sadar.


"Kamu gak marah kan sama aku, karena aku minum?" tanya Dimas.


"Enggak kok, aku tidak marah," ucap Yana. Dimas tersenyum.


Keesokan harinya...


Bela bangun dia heran kenapa tempat tidur di samping nya masih kosong, dia mencari keberadaan suami nya ke kamar mandi karena biasanya kalau tidak ada di tempat tidur pasti di kamar mandi.


Namun sama sekali tidak ada. "Apa dia tidak pulang?" batin Bela.


Sementara di kamar Yana. Dimas baru saja membuka mata nya dia sangat kaget melihat wanita di samping nya bukan istrinya melainkan Yana.


Dia langsung turun dari tempat tidur. Dan tambah kaget melihat pakaian nya sudah ganti.


"Bapak sudah bangun?" tanya Yana berusaha untuk sadar.


"Kenapa kamu membawa saya kesini? kenapa saya bisa di sini?" tanya Dimas.


"Bapak lupa kalau tadi malam Bapak yang datang sendiri ke sini!" ucap Yana.


"Gak! Gak mungkin," ucap Dimas. Dia langsung pergi keluar.


Dia seperti orang bodoh, dia sangat kaget dan kebingungan.


"Loh kok Kakak di sini sih? Kakak tidur di luar?" tanya Bela melihat suaminya di ruang tamu.


"Ya ampun kak, pasti badan kakak sakit-sakit tidur di sini," ucap Bela.


Dimas tidak mungkin dia bilang sama istrinya dia tidur di kamar Yana. Dia hanya bisa diam saja.


Tidak beberapa lama akhirnya dia segera siap-siap ke kantor. Walaupun kepalanya sangat pusing dia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum dia emosi.


Dia tidak habis pikir kenapa Yana mau berpura-pura menjadi Bela. Dan tidak meminta Bela membantu ku ke kamar? Aku sangat menyesal!" ucap Dimas dalam hati.


Bela membantu suami nya mengenakan pakaian kantor.


Tidak lupa dengan dasi agar terlihat semakin rapi sekali.

__ADS_1


"Terimakasih yah," ucap nya sambil mencium kening istrinya, Bela tersenyum sambil mengangguk.


__ADS_2