Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 111


__ADS_3

"Fahri..." panggil Bibik. Fahri langsung masuk ke dalam kamar nya karena dia tidak memakai baju.


Bibik mencari keberadaan Fahri, namun ternyata tidak ada di sana.


Kayla melihat dia tidak memakai baju. "Apa yang sudah terjadi? Apa yang terjadi?" tanya nya sangat panik sekali.


Tidak bisa berkata-kata dia benar-benar syok melihat beberapa tanda merah di dada nya.


mencoba mengingat lagi apa yang terjadi tadi malam tapi dia tidak berhasil karena kepala nya masih pusing dia sangat ngantuk namun berusaha untuk menyadarkan diri nya.


"Ada apa dengan ku?" tanya Kayla.


Namun kembali berbaring di bantal nya dia langsung tidur.


Sementara Fahri langsung mandi dan siap-siap ke kantor.


Fahri sudah sangat telat dia buru-buru sehingga tidak sarapan dan juga tidak pamitan kepada Bibik.


Kayla baru saja bangun jam sebelas siang, dia langsung mandi dan sangat kaget melihat banyak bekas merah di badan nya.


Setelah Air membasahi wajah nya dia bisa mengingat semua apa yang terjadi tadi malam.


"Tunggu-tunggu, apa sekarang aku Deng Fahri sudah pacaran?" ucap Kayla bertanya-tanya sendiri, dia kebingungan.


"Ini seperti mimpi, namun ini bukan lah mimpi," ucap Kayla.


Selesai mandi dia langsung mengabarkan Fahri kalau dia menunggu nya di restoran yang tidak jauh dari perusahaan.


"Kamu mau kemana?" tanya Dimas kepada Fahri.


"Saya mau mendatangi mbak Kayla di restoran dekat sini pak."


"Katakan pada nya kalau hari ini kamu harus ikut saya makan siang bersama Rio dekat markas nya."


"Tapi Pak, mbak Kayla bisa marah."


"Kalau begitu saya akan menghubungi dia," ucap Dimas.


Kayla menunggu sudah sangat lama di restoran bahkan perut nya sudah sangat lapar sekali.


"Halo?"


Telpon dari Dimas.


"Fahri tidak bisa datang ke sana hari ini karena dia harus ikut aku keluar," ucap Dimas.


"Bagaimana bisa seperti itu? aku sudah menunggu dia cukup lama di sini, bukan kah dia sudah menjadi pengawal ku?"


"Loh bukannya kemarin Tante gak mau sama Fahri? Kenapa sekarang tiba-tiba mengajak nya bertemu di restoran?" tanya Dimas.


"Ya sudah-sudah kalau begitu, aku akan makan sendiri," ucap Kayla dengan kesal. Dimas menoleh ke arah Fahri.

__ADS_1


"Sekarang katakan apa yang terjadi di antara kalian berdua, ayo sambil berjalan," ucap Dimas menarik bahu Fahri masuk ke dalam mobil.


"Tidak ada Pak," ucap Fahri.


"Tidak mungkin! Jangan berbohong kamu!"


Fahri masih tetap diam, dia tidak mengatakan apapun."


Tiba-tiba handphone Dimas berbunyi telpon dari Bela.


"Halo sayang?"


"Aku Dengan Vira sudah di apartemen, kakak tidak perlu menjemput Vira lagi."


"Saya baru saja mau ke arah sekolah Vira."


"Jangan bilang kakak mau bertemu dengan guru-guru itu kan?"


"Tidak Bela. Saya hanya mau menjemput Vira, kalau sudah kamu jemput saya tidak jadi ke sana."


Bela menghela nafas kesal.


"Oh iya nanti malam aku ada janji dengan teman ku, aku juga akan membawa Vira," ucap Bela.


Dimas mengangguk. Setelah itu panggilan telepon pun mati.


"Ternyata benar, kebahagiaan pak Dimas adalah Bela dan Vira," batin Fahri.


"Aarrhhh!!! nyebelin banget sih Dimas, awas saja dia nanti."


Dia tidak kerja, tidak ada kegiatan apapun dia memutuskan untuk perawatan diri.


"Aku harus membuat kulit ku tampak lebih muda agar Fahri tidak berpaling dari ku."


Setelah selesai perawatan dia juga berbelanja beberapa baju baru.


"Aku yakin Fahri sudah sangat bosan melihat baju-baju ku yang itu-itu saja, sesekali aku harus memakai yang sedikit seksi," ucap Kayla.


"Eh tunggu dulu, hubungan ku dengan Fahri tidak boleh di ketahui oleh siapapun sebelum Dimas menemukan pasangan nya," ucap Kayla.


Di sore hari dia baru keluar dari mall itu, dan karena dia sedikit makan perut nya lapar, akhirnya dia memutuskan mencari makanan yang enak terlebih dahulu.


"Humm ternyata keluar sendiri itu tidak membosankan, lebih asyik, tapi lebih asik bersama Fahri," batin Kayla.


Tapi dia tetap happy.


Di malam hari nya dia baru pulang dan sampai di rumah.


Dimas dan Fahri duduk bersama di ruang tamu dan menatap dia yang pulang membawa banyak belanjaan.


"Kenapa Tante baru pulang jam segini?" tanya Dimas.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya!" ucap Kayla.


Dimas menghela nafas panjang.


"Biar saja bantu mbak," ucap Fahri membantu membawa barang-barang Kayla. Karena sangat banyak dia sangat kesusahan dan sangat rusuh sekali.


"Ya ampun non Kayla belanja lagi?" tanya Bibik.


"Ssttt!!!" Kayla meminta Bibik diam.


Dimas mendengar itu hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu tidak boleh banyak protes, kapan lagi aku bisa belanja seperti ini," ucap Kayla.


Kayla melihat Fahri sudah di lantai atas dia Langsung permisi naik ke kamar nya.


"Kenapa mbak membeli barang sangat banyak seperti ini?" tanya Fahri setelah sampai di dalam kamar.


Namun Kayla tidak menjawab nya dia menarik tangan Fahri mendorong nya ke kasur dan duduk di pinggir kasur.


Fahri kaget, Kayla duduk di paha Fahri membuat Fahri kaget namun tidak bisa melakukan apapun.


"Kamu tidak melupakan kejadian tadi malam kan?" tanya kayla.


Fahri menggeleng kan kepala nya dia melihat ke arah Kayla.


"Mana mungkin aku melupakan nya. Itu adalah pertama kalinya aku memiliki pacar dan di tembak oleh wanita yang lebih dewasa dari ku," ucap Fahri sambil tersenyum.


"Huff kamu meledek ku," ucap Kayla.


Fahri tersenyum dia memeluk pinggang Kayla.


"Sekarang kita sudah resmi berpacaran, satu hal yang harus mbak tau, kalau ini adalah pertama aku pacaran dan memiliki pacar, aku masih harus banyak belajar."


Kayla mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu sangat tampan sekali ketika tersenyum seperti ini," ucap Kayla.


"pacar siapa dulu dong?" ucap Fahrii.


"Oh iya, jangan sampai Dimas tau hubungan kita," ucap Kayla. Fahri sudah tau apa alasan nya dia juga tidak ingin bos nya itu tau kalau dia sudah memacari Tante dari bos nya itu.


"Humm sebaiknya aku keluar dulu, aku takut pak Dimas mencari ku."


Kayla menahan Fahri. "Kamu pengawal ku, tidak ada salahnya kamu Di sini bersama ku," ucap Kayla.


Fahri tersenyum, dia mendekati wajah kayla dan mengangkat nya ke kasur.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Kayla.


"Sebaiknya Mbak istirahat, ini sudah malam, aku harus lanjut bekerja," ucap Fahri langsung keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"Fahri! Fahri!"


Kayla sangat kesal karena di tinggal begitu saja, dia sudah sangat berharga bisa berduaan dengan Fahri namun ternyata Fahri malah meninggalkan dia.


__ADS_2