Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 121


__ADS_3

"Jangan berbicara seperti itu," ucap Bela.


"Lagian yang aku bilang benar mbak, mereka hanya perduli kepada diri sendiri saja." ucap Vira.


"Siapa yang ngajarin seperti itu? jangan berbicara seperti itu tidak baik."


"Huff nasib kita dengan nasib om Dimas sama," ucap Vira.


"Maksud nya?"


"Iyahh, orang tua om Dimas juga gak ada, mereka meninggalkan Om Dimas."


"Kamu tau dari mana?"


"Aku tidak pernah melihat orang tua om Dimas, mungkin bisa jadi saja mereka pergi meninggalkan Om Dimas dan bekerja sampai lupa pada anak nya."


Bela menghela nafas panjang. "Kamu masih kecil tidak mengerti dengan hal seperti itu, jangan berbicara tentang itu lagi sekarang kamu ceritakan tentang sekolah mu saja."


"Tidak ada komentar yang bisa di ceritakan mbak, tidak ada yang menarik."


"Loh kok gitu sih? sebentar lagi kamu akan berpisah dengan teman-teman mu." ucap Bela.


"Aku sangat senang berpisah dengan mereka, lagian aku tidak memiliki teman mbak."


Bela menghela nafas panjang dia mengelus kepala Vira.


"Apa di sekolah kamu tidak betah?" tanya Bela.


Vira tidak menjawab nya dia langsung pergi ke kamar e.


Keesokan harinya Bela masih mengantarkan Vira ke sekolah lamanya karena belum Tamat, dia melihat Vira sebentar bagaimana di sekolah karena selama ini dia tidak bisa memantau Adik nya itu. Dia selalu sibuk dengan kuliah nya.


Dan benar saja seperti yang di katakan Vira, dia tidak memiliki teman di sekolah nya, dia hanya diam duduk sendirian di dalam kelas nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sekolah di mulai. Vira yang sangat periang dan juga banyak berbicara ternyata terkenal dengan anak yang pendiam di sekolah nya.


Vira benar-benar tidak ada teman. Ada anak yang ingin berteman dengan nya, hanya ketika dia memiliki jajan saja.


Bela sangat Sedih melihat itu. "Kenapa aku baru tau? Kenapa Selama ini dia hanya diam tidak mengatakan ini kepada ku?" batin Bela.


Waktu nya kuliah, Bela harus segera berangkat ke kampus nya sebelum telat.


Sementara Kayla dan juga Fahri sampai di rumah orang tua nya. Mereka sudah kenal kepada Fahri. sehingga tidak perlu diperkenalkan lagi.

__ADS_1


Tidak banyak aktifitas di sana, tapi Fahri bosan di rumah saja itu sebab nya dia memilih untuk ikut dengan Papah Kayla bertemu dengan teman-teman nya.


Fahri juga harus mendekati orang tua Kayla agar mendapatkan restu secepatnya.


Kayla sengaja membiarkan Fahri sendirian, namun ternyata Fahri sangat pintar dan memilih ikut dengan calon mertua nya.


"Tumben-tumbenan banget kamu bawa pengawal pulang ke rumah," ucap mamah nya. Kayla terkejut karena mamah nya muncul tiba-tiba.


"Ih Mamah bikin kaget saja," ucap Kayla.


"Lagian apa yang kamu lakukan di sini sendirian?"


"Aku sedang melihat adek Keponakan ku yang tampan bersih-bersih," ucap Kayla.


Mamah nya melihat keponakan Kayla yang yang nomor dua setelah Fahri dari anak kedua.


Karena Kayla hanya tiga bersaudara dan kedua Keponakan nya laki-laki dan sama-sama sangat tampan. Sebenarnya Fahri memiliki adik perempuan namun karena dia di luar negeri dan sangat jarang kembali ke Indonesia.


"Kamu belum menjawab, kenapa kamu membawa pengawal kembali ke sini?" tanya Mamah nya.


"Ih Mamah seperti gak tau aja kalau aku itu di incar banyak orang, jadi aku harus memiliki Pengawal yang selalu ada di samping ku."


"Huff kamu sangat lebay sekali."


"Baik-baik saja mah, sekarang dia sudah jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Itu sebab nya aku bisa datang ke sini."


"Karena apa? apa dia sudah menemukan perempuan?" tanya mamah nya.


"Humm bisa jadi saja, tapi sekarang dia seperti bukan Dimas yang dulu lagi. Dia sudah sangat bersinar, dia tidak pernah bersedih dan terlihat sangat bahagia dan gembira sekali."


"Mamah tidak percaya sama kamu sebelum mamah melihat nya langsung."


"Mah, kota tempat tinggal Dimas sangat jauh, Kalian sudah sangat tua, jangan pergi jauh-jauh lagi, bagaimana kalau nanti Kalian sakit?"


"Tapi mamah sangat ingin bertemu dengan Dimas.*


"Ada saat nya mah, tapi kalau untuk sekarang sebaiknya jangan dulu karena Dimas pasti belum memiliki waktu untuk keluarga nya."


"Kenapa sih kamu selalu melarang mamah datang ke sana?" tanya Mamah nya kesal.


"Karena aku perduli sama mamah, aku tidak mau mamah kecapean."


Mamah nya menghela nafas panjang. "Mamah tidak akan meninggal sebelum kamu menikah. Sebaiknya kamu memikirkan jodoh kamu, sudah tua tapi belum menikah."

__ADS_1


"Mamah tidak perlu khawatir tentang itu, Mamah Sabar saja, karena sebentar lagi aku pasti akan menikah."


"Jangan Mimpi deh, kamu selalu saja Sibuk dengan diri sendiri, bisnis dan keponakan kamu Dimas, mana sempat kamu mencari jodoh."


"Mamah sepele banget sih, aku bisa mendapatkan suami dan calon mantu idaman mamah pasti nya."


"Calon mantu idaman mamah itu harus muda, badan nya bagus, baik, perhatian, lembut dan juga pintar, selain itu dia juga harus bisa akrab dengan keluarga kita."


"Pas banget, itu adalah Fahri," batin kayla.


"Mamah ngomong, kamu bisa serius gak? Kamu senyum-senyum tidak jelas."


"Iyah mah, Iyah, aku tau kok."


Mamah nya menghela nafas panjang.


"Sudah lah, Mamah bisa pusing kalau berbicara dengan kamu."


Mamah nya pergi meninggalkan Kayla.


"Aku yakin mamah pasti sangat senang kalau tau calon ku adalah Fahri," ucap Kayla dalam hati.


Di Sore hari nya Kayla dan mamah nya sedang menyiram bunga. Karena mamah nya sangat hobi menaman Tananam.


Ternyata Papah nya dan juga Fahri sudah pulang.


"Ya ampun papah mu tidak bisa diam di rumah," ucap mamah.


"Biarkan saja mah, lagian kapan lagi papah bisa keluar ditemani seperti itu."


"Huff kamu benar juga, papah mu cukup menyusahkan banyak orang itu sebab nya tidak ada yang mau mendampingi nya."


Orang tua Kayla masih sangat sehat, hanya saja Papah nya sangat galak itu sebab nya tidak ada yang berani walaupun di bayar tinggi.


Sementara Fahri sudah lama kenal dengan orang tua Kayla, dari kecil dia juga juga sudah dekat dengan Papah Kayla.


Walaupun terkadang Papah Kayla marah hanya masalah sepele, Fahri yang sangat lembut dan ramah hanya bisa menanggapi nya dengan senyuman.


Sehingga akhirnya Papah Kayla sangat senang dan betah bersama Fahri.


"Papah dari mana saja?" tanya Kayla.


"Papah ada acara dengan teman-teman papah, kebetulan banget ada Fahri jadi Papah mengajak dia."

__ADS_1


"Oh iya kamu harus tau, banyak orang berfikir kalau Fahri adalah calon suami kamu, mereka tidak menyangka kalau Fahri yang sangat kecil dulu sudah sangat besar sekarang," ucap papah nya.


__ADS_2